Monday, February 28, 2011

Kebaikan SBY vs Keburukan SBY



Sejak kemaren sore, banyak banget 'celotehan' di timeline Twitter saya yang membicarakan tentang keganjilan 'Kebaikan SBY'. Karena penasaran dengan celotehan-celotehan itu, saya coba-coba melakukan apa yang orang-orang lakukan, mencoba mengetikkan 'Kebaikan SBY' di google dan mendapatkan hasil yang sama seperti kata mereka.

Ternyata, keganjilan itu terbukti. Ketika saya berhasil melakukan pencarian, eh muncul kalimat 'Mungkin yang Anda maksud adalah keburukan SBY?'

Gubraks! Kok bisa sih? Setahuku sih, Google hanya memberikan usulan seperti itu jika ejaannya salah. Tapi ini tulisannya kan tidak salah, kok ada usulan yang bertolak belakang sih? jadi curiga nih...
Tapi kira-kira siapa ya pelakunya?

Swear, jadi kasihan banget dengan Pak SBY sekarang. Di bawah kepemimpinannya sekarang ini banyak banget yang ingin menjatuhkan dia. Padahal meski dia Presiden, pasti ada kelebihan dan kekurangannya dong... masa yang dicari kekurangannya aja! gak adil dong!

Saturday, February 26, 2011

Dalam Hati Saja


Dalam hati saja. Ini tidak ada hubungannya dengan lagu milik group vocal Warna yang pernah ngetren dulu. Ini berhubungan dengan perasaan saya.

Saya sudah pernah cerita sebelumnya, bahwa saya paling suka mencintai seseorang dengan sembunyi-sembunyi. Nah, saat ini saya sedang mengalaminya. Aneh memang, tiba-tiba suka, kemudian terobsesi karenanya. Lucunya, perasaan seperti itu hanya bertahan dalam semalam saja. Keesokan harinya, rasa seperti itu akan hilang dengan sendirinya. Karena itulah, saya lebih suka menyimpan dalam hati saya, atau menceritakannya dalam blog ini.

Foto : Cinta dalam hati

Melawan Sunyi Sepi


Merasa sunyi karena baru saja putus bebberapa waktu lalu telah membuatku merasa sepi dan sendiri. Saat itu saya masih belum sadar, bahwa moment seperti itu bukanlah kiamat bagi saya. Setelah sadar, ternyata inilah saatnya berbenah diri dan mengisi waktu luang untuk memperbaiki kualitas hidup saya. Ya ya ya... tak ada kata terlambat untuk memperbaiki diri, kan?
Di balik kesunyian yang saya rasakan, ternyata banyak menyimpan banyak keuntungan. Salah satunya, saya tak lagi sibuk memikirkan orang yang aslinya tak memikirkan saya tapi seakan-akan iya. Yup, saat sendiri seperti itu, paling enak ya hangout bersama sahabat atau sendirian ajah!

Dengan membaca juga bisa menghilangkan rasa sepi dan sendiri. Aktivitas ini mungkin tampak biasa, tapi jika dilakukan, perasaan sepi dan sendi akan berkurang. Novel sih tetap menjadi pilihanku. Biasa, nggak terlalu menguras pikiranlah! lagi patah hati masa harus baca yang berat-berat. Tul?

Kedua, wisata. Nggak perlu ke tempat yang rame-rame. Kan masih dalam nuansa berduka. Kalau ke tempat ramai, pasti  bakal liat orang-orang berpasangan. Sakit hati lagi ntar..... Kalo lagi merasa sepi githu, pilih aja tempat yang sepi. Untuk nambah wawasan juga nyari inspirasi. Bikin rileks juga....

Kalau belum cukup tenang juga, nonton juga bisa. menikmati film terbaru sendirian di rumah. Intinya, merasakan keutuhan “me time” yang absen di lakukan sejak lama.

Thursday, February 24, 2011

Bosan tapi Takut Kehilangan


Terkadang, dalam sebuah hubungan, ada saatnya kita merasa bosan bersamanya, tapi terkadang juga ada kalanya kita takut kehilangan kalo dia bener-bener meninggalkan kita.

Saya merasakan itu saat kami belum benar-benar berpisah dengannya. Beberapa bulan sebelum puasa tahun lalu, saya merasakan kebosanan hidup bersamanya. Perasaan kangen ilang, cinta apa lagi. Benar-benar bosanlah!

Anehnya, meski bosan dengannya saya juga takut kehilangannya. Selama ini, saya merasa damai hidup bersamanya. Tapi sayangnya, kebosanan benar-benar ada dalam benak saya.

Kami saling diam beberapa bulan. Saya pikir, kami butuh waktu untuk menenangkan diri. Ternyata, diamnya kami berakhir dengan perginya dia selamanya dariku. Saat itulah saya sadar, bahwa saya takut kehilangannya.

Kini saya mengerti, kita tak akan merasa kehilangan sampai kita benar-benar telah kehilangan dan menyesalinya.

Wednesday, February 23, 2011

Pemuja Rahasia

Hanya dua kalimat saja sebenarnya, tapi rasanya sungguh menyesakkan dada. Pemuja Rahasia, siapa yang tidak kenal dengan kata itu. Dua kata familiar untuk merujuk pada orang yang memuja orang lain tapi tak ingin diketahui. Yap, menyukai orang lain dengan sembunyi-sembunyi.

Saya pernah jadi pemuja rahasia, pernah juga menjadi korban dari pemuja rahasia. Dilihat dari rasanya, dua-duanya sama-sama tidak enaknya.

Memjadi pemuja rahasia berarti harus berani makan hati, karena kita hanya bisa memuja dari kejauhan tanpa bisa memiliki. Sedang ketika berada dalam korban pemuja rahasia, kita akan dibuat mati penasaran dengan ulah rahasia dari pemuja rahasia.

Saya pernah dibuat stress dengan ulah pemuja rahasia. Kemana-mana selalu dibuntutin dan tak nyaman sekali karenanya.

btw, kalau mau main jujur-jujuran, sebenarnya saya suka sekali berperan sebagai pemuja rahasia. Ada kenikmatan tersendiri ketika harus berrahasia-rahasian dengan orang yang dipuja. Berjuang sedemikian kerasnya untuk mendapatkan fakta-fakta yang ingin diketahui. Selama ini saya sudah beberapa kali berperan sebagai pemuja rahasia. Kalau dihitung dengan jari, jari tangan dan jari kaki sudah tak bisa lagi untuk digunakan menghitungnya saking seringnya.

Perjuangan untuk mendapatkan apa yang saya inginkan sebenarnya tak sesuai dengan apa yang saya dapatkan. Biasanya, setelah berhasil mendapatkan apa yang saya inginkan, saya akan pergi dan melupakan.

Kok aneh? memang. Saya hanya suka sensasinya saja ketika harus menjadi pemuja rahasia. Jedag-jedug gimana githu....

Tuesday, February 22, 2011

Titik Hati

 

Ada perasaan aneh ketika selesai membaca cerpen 'Titik Hati' karya sahabat Facebook saya, Sinta Yudisia. Entah, setelah membacanya siang tadi sampai menulis tulisan ini saya tetap kepikiran tentang isinya.
Ditemani oleh lagunya BackStreet Boys - Show me the meaning of being lonely saya menuliskan apa yang ada dalam pikiran saat ini.

Saya merasa, hasil test yang dikeluarkan oleh Psikolog dalam cerita itu saya pun merasakannya. Inilah yang takutkan selama ini. Sifat-sifat yang dimilikinya, saya merasa ada dalam diri saya.

Pribadi tak terbaca, tidak konsisten, cenderung sosiopat dan gangguan emosional. Ditambah lagi tak punya kedalaman kerja, tak punya daya dobrak, tak punya konsentrasi yang baik. Cenderung paranoid & skizofren dan mudah terintimidasi.

Sebagai tambahan, menurut Yayi yang juga mencoba mengobati, tokohnya juga menderita Nodus Sinoatrial yang terletak dalam titik tersembunyi di jantung. Penyakit ini menyebabkan kenapa orang berpikir tapi merasa dengan dadanya? kenapa mata yang melihat perselingkuhan tapi jantungnya yang merasa sakit?

Di akhir cerita, kesimpulan yang didapat sangat mengejutkan saya, Atheis. Benarkah? benarkah saya sama dengan tokoh dalam cerita 'Titik Hati' itu?


Oh, tidaaaaaaaak!!!




Berikut cerpennnya yang juga dimuat di Republika 20 Februari 2011. Kalau ini mampu membuatku berfikir berulang kali, bagaiamana dengan Anda?



        Nyonya Maali melompat dari kursi.
        ”Apa?”
        Sepasang matanya seolah keluar dari tempurung kepala. Sekelompok lelaki, preman sekalipun, mengkerut bila berhadapan dengan perempuan macam nyonya Maali. Kritiknya tajam, suaranya pedih, tuduhannya merajam. Lebih dari itu, uangnya mampu mengaliri nadi untuk tetap hidup. Setiap yang bergantung di ketiaknya merasakan nyaman bersarang di gundukan uang, enggan untuk bersikap memusuhi. Ya,ya,ya. Usahakan ia mendengar persetujuan. Usahakan senyumnya terkembang. Usahakan ia selalu senang. Jika riang gembira, nyonya Maali ibarat ATM berjalan.
        Secara fisik nyonya Maali tak pantas ditakuti.
        Tubuhnya langsing, citarasa perempuan kosmopolitan yang meski telah berusia senja tetap rutin memanjakan diri di spa-spa mahal. Apa saja yang menjanjikan jaminan kecantikan, dilakukan nyonya Maali. Sedot lemat, suntik pemutih, tarik-wajah, sistem platelet; ia sangat memusuhi waktu yang menggerogoti usia. Tak heran, usianya yang setara dengan tukang rombeng keliling bertubuh tambur dan ubanan, nyonya Maali tetap berkulit halus bak gadis remaja. Jika boleh, perempuan itupun ingin menawar Izrail agar tak cepat-cepat memindahkan rumah mewahnya ke sepetak tanah.

    Uang dan kekuasaan, merupakan makanan utama hingga kudapan yang disikat setiap hari. Setiap yang bertemu dirinya akan mendapatkan suntikan serupa : jangan mau hidup jika tak punya kekuasaan, amit-amit lagi kalau tak punya uang! Konon kabarnya, kekayaan dan kekuasaan nyonya Maali sudah turun temurun, dari leluhur dan nenek moyang, dari mbah buyut, dari kakek nenek, orangtua, dari suaminya yang meninggal mendadak terkena serangan jantung saat main golf di Bali. Tak ada yang perlu ditakutkan nyonya Maali terkait keuangan, meski dunia perbank-an di Indonesia gonjang-ganjing, uangnya tetap mengeram aman di bank-bank Eropa.

        Yang membuatnya meradang, ketika menyadari bahwa dinasti keuangannya harus segera mengangkat pangeran pengganti, nyonya Maali kebingungan. Ia hanya punya sepasang anak kembar, Dinar dan Dirham, harus memilih salah satunya sebagai penerus. Ambisi nyonya Maali pun tak main-main, ia ingin salah satu anaknya menjadi penguasa, betul-betul penguasa. Minimal jabatan setingkat walikota. Dinar tidak mungkin, kiprahnya di dunia modelling tak menjadikannya ikon yang pantas diajukan sebagai calon walikota. Dirham lah yang memungkinkan, sekalipun ijazah S1 dan S2 nya didapat secara instan, ia sosok lelaki muda yang menawan dan punya kharisma. Setidaknya, itu pendapat nyonya Maali.
        Masalahnya, untuk mengajukan diri sebagai calon walikota, harus melalui serangkaian tes psikologis.        
        Tim sukses Dirham yang didanai sepenuhnya nyonya Maali, mengabarkan berita tak enak. Dirham tak lolos fit and proper tes, kondisi psikisnya mengalami kesenjangan. Secara kasat mata Dirham adalah lelaki muda masa kini. Rupawan, orator ulung, pemilik saham besar, pengusaha real estate hingga pabrik kelereng plastik, menguasai bisnis dari hulu hingga ke hilir. Insting bisnisnya serupa dengan nyonya Maali. Sayang, dalam battery test, ia banyak menunjukkan ketidak mampuan.
        ”Beli saja hasil tesnya!” raung nyonya Maali.
        ”Be...li?” ketua tim sukses tergagap. Menyogok polisi dan jaksa sudah biasa, memanipulasi tender adalah keahlian kroni nyonya Maali. Membeli alat tes dan hasilnya? Belum terpikirkan. Merekayasa uang dan kekuasaan sudah menjadi hal yang mudah. Merekayasa ketahanan jiwa manusia? Tim sukses pusing juga meski, mata menyala berkilat melihat janji nyonya Maali.
        ”Kalau Dirham jadi walikota, semua tender harus lewat meja kita.”


                                                                              ****************
        Tim sukses mendatangi biro psikologi.
        Beramah tamah pada awalnya, meminta agar Dirham di tes ulang. Mungkin saja terjadi kesalahan. Bukankah stress dan lelah bisa memunculkan pengelabuhan hasil test? Masuk akal juga. Sekelompok tester dengan senang hati menerima bayaran lebih. Bukan hal yang melanggar hukum, toh mereka hanya mengetes ulang.
        Tim sukses menunggu cemas, nyonya Maali uring-uringan, Dirham tak ambil pusing. Menjadi walikota ambisi sang ibu, bukan ambisinya. Ia tak ambil peduli selama angka nol di tabungan tidak berkurang digitnya. Bukan hanya tim sukses yang pusing, para psikolog muda beserta tester pening berputar-putar.
        ”Pribadinya tidak terbaca, tidak konsisten,” cetus tester kesatu, melihat grafik batang EPPS.
        ”Kecenderungan sosiopat, gangguan emosional,” tester kedua menerawang grafik Sixteen Personality Factor Questionnaire.
        ”Jangan berinterpretasi,” tegur psikolog pertama, mengumpulkan data dan menyimpannya rapi.
        Mereka memandang kerja tes Pauli yang seolah berteriak menyajikan hasil tanpa perlu diperiksa, MMPI yang seakan menyimpan berita horror. Setelah berkutat lama, tim sukses mendapatkan laporan.
        ”Kami hanya bisa menyimpulkan seperti yang tertera dalam laporan,” sang psikolog menyodorkan hasil.
        Tidak punya ketahanan kerja.
        Tidak punya daya dobrak.
        Tidak punya konsentrasi yang baik.
        Kecenderungan paranoid dan skizofren.
        Mudah terintimidasi.
        ”Berapa kami harus membayar?” tim sukses menggebrak.
        Psikolog tergeragap, menyatakan bahwa administrasi telah diselesaikan di depan.
        ”Bukan! Bagaimana kami harus membeli hasil agar pak Dirham mampu menampilkan citra yang baik?”
        Berkeringat, ketua tim yang masih terlihat muda dan penuh idealisme memberanikan diri berbicara.
        ”Kami tak bisa seperti itu pak...”
        ”Sebutkan saja harganya!”
        ”Bagaimana jika pak Dirham diterapi sebentar? Atau mungkin...Bapak perlu membawanya ke beberapa peneliti kami yang terbukti mampu menyembuhkan klien sehingga mereka memiliki pribadi yang jauh lebih kuat?”
        Tim sukses membayangkan wajah nyonya Maali.

                                                                                 *************

        Nyonya Maali ibarat suhu turun gunung. Tim suksesnya dianggap tak cukup cepat bergerak sementara waktu pendaftaran calon walikota di ambang penutupan. Ia menuju klinik terapis yang disarankan. Sekilas terpikir Dirham akan masuk ruang berjeruji, mirip sel pesakitan. Sebaliknya, klinik yang disarankan jauh dari kesam seram. Dikelilingi pepohonan rindang, didominasi lahan luas dan sebuah tempat peribadatan di ujung. Jika harus mendekam sementara, entah diutak atik jiwa atau otaknya demi menampilkan citra yang lebih kokoh, baiklah. Lagipula, klinik asri ini terasa aman untuk bersembunyi. Setidaknya demikian yang dirasakan nyonya Maali.

        Sang terapis di klinik lebih terlihat seperti agamawan, berjenggot perak dan mata bersinar-sinar. Asistennya lebih aktif bicara, menjelaskan, sementara sang terapis lebih banyak berdiam diri mengumbar senyum.
        ”Kami menemukan terapi baru. Sebetulnya sudah lama digagas Al Ghazali, yang mungkin lebih dikenal sebagai seorang ulama sufi. Al Ghazali menemukan nodus sinoatrial, terletak dalam titik tersembunyi di jantung. Kenapa orang berpikir tapi merasa dengan dadanya? Kenapa matanya melihat perselingkuhan tapi jantungnya yang terasa sakit? Itulah yang dinamakan nodus sinoatrial...”

        Nyonya Maali mendengus. Entah menangkap atau tidak, ucapan asisten yang terlihat sangat ingin berilmiah-ilmiah itu tidak menggedor keingin tahuannya. Dalam benak, Dirham akan keluar dengan kepribadian yang lebih baik, tidak dengan hasil yang diungkap para psikolog bodoh di biro murahan itu. Mata nyonya Maali meneliti ruang klinik. Foto-foto Sigmund Freud, Carl Rogers, Watson bersanding dengan puisi-puisi Jalaluddin Rumi serta sertifikat sang terapis yang lebih sering didengarnya dipanggil pak Yayi. Gabungan ilmu jiwa dan ilmu agama, boleh juga.
        Dirham mendampingi nyonya Maali, menurut meski menggerutu. Ia harus taat jika ingin tetap dimasukkan ke dalam daftar ahli waris.
        Pak Yayi menemukan mesin baru, didukung santri-santrinya dalam menemukan penyakit yang tak terlihat. Belum dipatenkan, tapi sudah diujicoba dan terbukti berpuluh bahkan beratus menunjukkan hasil menggembirakan. Penyakit yang tak terdeteksi, jauh di bawah kulit, tak dapat didiagnosis dengan tes darah atau apapun yang bersifat materi, telah dapat ditemukan dengan alat serupa mirip mesin fotokopi. Klien dibaringkan, disinar, lalu keluarlah lembar foto negatif yang menunjukkan penyakit yang diderita. Penyakit psikis, tentunya.

        Asisten menyambung kabel, memutar kenop, memasang layar komputer, mengerjakan langkah demi langkah sementara pak Yayi mendampingi. Dirham tak mendapatkan perlakuan istimewa, hanya karena diagnosa dan terapi ini belum paten maka pak Yayi perlu mendampingi agar tak terjadi kesalahan fatal. Siapa yang harus bertanggung jawab jika tiba-tiba klien justru kehilangan kendali diri?
        Nyonya Maali berdiam diri di ruang tunggu dengan gelisah, berkipas-kipas meski angin berhembus bebas melewati jendela-jendela lebar yang dinaungi rimbun pohon mangga. Tidak ada AC, gerutunya. Bagaimana mungkin klinik seperti ini tidak memiliki fasilitas memadai?
        Asisten membimbing Dirham berbaring, mengajaknya relaksasi kemudian memotret keseluruhan tubuhnya tanpa kecuali. Tak sampai dua jam, hasil diketahui. Pak Yayi berkerut-kerut dibuatnya. Nyonya Maali terlonjak melihat Dirham berjalan beriringan.

        ”Bagaimana pak Yayi?”
        Lelaki berjanggut perak itu terlihat berusaha memilih kalimat.
        ”Kapan terakhir sholat?”
        Nyonya Maali menaikkan alis, Dirham menggeleng.
        ”Masih ingat surat al Fatihah?”
        Dirham angkat bahu.
        ”Syahadat?”
        Dirham tak menjawab, nyonya Maali meradang.
        ”Kenapa harus diinterogasi? Saya ingin Dirham bisa lolos fit and proper tes, ia harus lolos tes psikologi dan anda dirujuk oleh para psikolog bodoh itu mampu menyembuhkan kecemasan, kekhawatiran, kegilaan! Anak saya tidak punya masalah! Dia hanya butuh lolos seleksi!”
        Pak Yayi menyodorkan sebuah negatif film.
        ”Apa yang Ibu baca?”
        Nyonya Maali menarik kasar, menerawang foto itu di langit-langit.
        ”Saya tak lihat apa-apa!”
        Pak Yayi mengangguk.
        ”Semua klien saya memiliki titik putih disini,” ia menunjuk bayang hitam serupa jantung. ” Ini yang diungkapkan Al Ghazali sebagai nodus sinoatrial, titik hati. Berdenyut makin baik, berwarna makin kemilau menyerupai noktah besar. Semakin cemerlang, semakin putih noktahnya, semakin luas pendarnya, semakin sehat jiwanya. Mereka yang bermasalah, titik hatinya hanya berupa noktah putih kecil. Putra anda...sama sekali tidak memiliki noktah disini.”

        Nyonya Maali naik pitam.
        ”Jadi..bagaimana?”
        ”Bahkan Sigmun Freud tak bisa mengobati jiwa seseorang. Yang bisa mengobati hanya kemauannya sendiri untuk melakukan upaya transendental.”
        ”Maksud anda....”
        "Pak Dirham akan lolos seleksi jika ia punya struktur kepribadian yang kuat, itu hanya bisa diraih jika ia memang mau memperbaiki hubungan vertikal dan horisontal.”
        Wajah nyonya Maali memerah saga. Dirham hanya tersenyum dikulum. Menjadi walikota bukan impiannya, lebih baik memutar uang di tempat lain. Prestise toh tidak didapat hanya dengan menjadi kepala daerah. Nyonya Maali menyeret langkah. Bersumpah serapah untuk mencari biro dan terapis lain yang lebih unggul. Sebelum pulang, Dirham berpaling.
        ”Pak Yayi...apa yang tak saya miliki, dalam foto negatif anda?”
        ”Titik hati.”
        Dirham mengangguk, menyeringai lebar.
        „Saya memang tidak punya Tuhan, pak Yayi.“

                                                ****************

Sinta Yudisia
Penulis, Pegiat FLP, mahasisiwi psikologi Univ.17 Agustus Surabaya

Monday, February 21, 2011

Kebebasan Sebenarnya

Ada yang tanya, kebebasan yang seperti apakah yang saya inginkan? Selama ini saya terus mencari dan menelusuri, kebebasan seperti apa? Dan akhirnya baru kemaren saya dapati, apa yang saya mau selama ini.

Kebebasan yang sebenarnya adalah kebebasan untuk berbuat salah. Demikian kata seorang teman. Dan saya mengamininya.

Selama ini saya memang sering bermain aman. Tak pernah mencoba hal-hal baru demi mencari pengalaman. Saking terlalunya, saya menjadi tipe penakut untuk berbuat salah.

Setiap ada tantangan baru, saya selalu mencari akal, bagaimana dapat menyelamatkan diri agar tak harus mengerjakan tugas itu.

Ternyata saya salah. Harusnya saya terima tantangan itu. Dengan tantangan, saya dapat belajar. Belajar dari keberhasilan serta belajar kesalahan. Bukankah dari berbuat salah itulah kita dapat menjadi baik?

Karena itulah, kebebasan paling bagus adalah kebebasan untuk berbuat kesalahan. Dari sanalah kita dapat belajar. Belajar menjadi baik tentunya.


Sunday, February 20, 2011

Born This Way : Karena Kita Terlahir Sebagai Sang Bintang



Lagi-lagi saya akan menulis tentang lagu yang beberapa hari ini menjadi favoritku, Born this way. Lagu teranyar dari penyanyi super nyentrik, Lady Gaga ini telah memikat hati saya.


Born this way. Saya mendengar lagu ini ketika perhelatan Grammy beberapa hari lalu. Setelah itu saya langsung mencari MP3 gratisnya dan mencoba lyricsnya. Setelah menyimak dengan seksama dan mendengarkan dengan seriusnya, akhirnya saya memutuskan, ini akan menjadi lagu favorit saya minggu ini.

Tidak ada yang istimewa sebenarnya dengan lagu ini, inti lagunya juga hampir sama dengan lagu favorit saya dari Christina Aguilera, Beautiful.

Lagu ini bercerita tentang bagaimana kita harus menghargai diri sendiri.

Dalam lagu ini Gaga bercerita, bahwa kita terlahir di dunia ini sebagai bintang. Karenanya, tak layak kiranya kita menghakimi diri sendiri bahwa kita tak berarti hanya karena ada kekurangan dalam diri. Tidak sempurna memang sudah kodrat manusia, karena hanya Tuhan saja yang bisa sempurna. Kita sebagai manusia, wajar dong jika punya kekurangan.

Tapi dari kekurangan itu tidak harus membuat berkecil hati, mengunci dalam kamar, tidak mau bersosialisasi dengan orang lain. Lebih-lebih sampai kepikiran bunuh diri. Nggak boleh itu!

Selain itu, seperti kataku tadi, bahwa lagu ini punya kesamaan isi dengan milik Christina Aguelira - Beautiful, dalam lagu Born This Way punya Lady Gaga ini juga menyampaikan pesan tentang kaum minoritas yang akhir-akhir ini banyak diperbincangkan, Yakni pesan tentang Homoseksual.

Ini diperkuat dengan lyricnya di awal lagu, H-I-M. Tiga huruf ini ada yang menyatakan kalau penyebutan itu berhubungan dengan masalah keagamaan, berarti Tuhan. Ada juga yang menyebut bahwa ini tentang sebutan pasangan sejenis.

Terlepas dari benar tidaknya anggapan itu, tapi lagu Born This Way ini menghibur serta menyadarkan kita tentang arti mencintai dan menghargai diri sendiri. Seperti judul postingan ini, Karena kita terlahir sebagai sang bintang!


Lady GaGa - Born This Way


It doesn't matter if you love him, or capital H-I-M
Just put your paws up
'Cause you were born this way, baby

My mama told me when I was young

We are all born superstars
She rolled my hair and put my lipstick on
In the glass of her boudoir
"There's nothin wrong with lovin who you are"
She said, "'cause he made you perfect, babe"
"So hold your head up girl and you'll go far,
Listen to me when I say"

I'm beautiful in my way

'Cause God makes no mistakes
I'm on the right track baby
I was born this way
Don't hide yourself in regret
Just love yourself and you're set
I'm on the right track baby
I was born this way

Ooo there ain't no other way

Baby I was born this way
Baby I was born this way
Ooo there ain't no other way
Baby, I was born this way
I'm on the right track baby
I was born this way

Don't be a drag - just be a queen

Don't be a drag - just be a queen
Don't be a drag - just be a queen
Don't be!

Give yourself prudence

And love your friends
Subway kid, rejoice your truth
In the religion of the insecure
I must be myself, respect my youth
A different lover is not a sin
Believe capital H-I-M (hey hey hey)
I love my life I love this record and
Mi amore vole fe yah (love needs faith)

Don't be a drag, just be a queen

Whether you're broke or evergreen
You're black, white, beige, chola descent
You're lebanese, you're orient
Whether life's disabilities
Left you outcast, bullied, or teased
Rejoice and love yourself today
'Cause baby you were born this way
No matter gay, straight, or bi,
Lesbian, transgendered life
I'm on the right track baby
I was born to survive
No matter black, white or beige
Chola or orient made
I'm on the right track baby
I was born to be brave




I was born this way hey!

I was born this way hey!
I'm on the right track baby
I was born this way hey!

I was born this way hey!

I was born this way hey!
I'm on the right track baby
I was born this way hey!


Coba bandingkan dengan :
Beautiful - Christina Aguilera
Don't look at me

Every day is so wonderful
And suddenly, i saw debris
Now and then, I get insecure
From all the pain, I'm so ashamed

I am beautiful no matter what they say
Words can't bring me down
I am beautiful in every single way
Yes, words can't bring me down
So don't you bring me down today

To all your friends, you're delirious
So consumed in all your doom
Trying hard to fill the emptiness
The piece is gone left the puzzle undone
That's the way it is

You are beautiful no matter what they say
Words can't bring you down
You are beautiful in every single way
Yes, words can't bring you down
Don't you bring me down today...

No matter what we do
(no matter what we do)
No matter what they say
(no matter what they say)
When the sun is shining through
Then the clouds won't stay


And everywhere we go
(everywhere we go)
The sun won't always shine
(sun won't always shine)
But tomorrow will find a way
All the other times

'cause we are beautiful no matter what they say
Yes, words won't bring us down, oh no
We are beautiful in every single way
Yes, words can't bring us down
Don't you bring me down today

Don't you bring me down today
Don't you bring me down today 


Saturday, February 19, 2011

(Tidak) Pernah Selingkuh



Pernah merasa jantung berdebar-debar lebih cepat? telapak tangan berkeringat ketika bersama orang lain? maksud saya, ketika bersama orang lain dan itu bukan pasanganmu. Kalau pernah merasakannya, boleh tidak kalau saya bilang anda sedang selingkuh?


Hmm... selingkuh tidak hanya secara fisik lho.... ketika hati sudah mulai ada rasa dengan orang yang bukan pasangan juga termasuk selingkuh. Pernah ngalaminnya?

Tenang... jika anda pernah mengalaminya, jangan berkecil hati, saya juga (tidak) pernah selingkuh. Tidak hanya sekali, tapi sudah berkali-kali. *gubraks!

Biasalah... sekarang memang status saya masih Jomblo hight quality. Jadi belum pernah terikat dalam suatu hubungan yang mengharamkanku untuk maen hati dengan yang lainnya. Tahu kenapa saya berkali-kali melakukannya?Well, saya suka sensasinya.

Kalau anda belum pernah merasakannya, lebih baik jangan. Jangan pernah selingkuh! Sekali anda selingkuh, nasib anda akan seperti saya. Ketagihan. *trust me, it works!

Friday, February 18, 2011

Kasih Sayang Seperti Tuhan


Mulailah harimu dengan KASIH SAYANG seperti Tuhan, bukan AMARAH dan KEBENCIAN seperti Setan. (Gus Mus)


Kutipan di atas saya dapat dari akun twitternya Gus Mus pagi tadi. Ini seakan menjadi hujan air di padang pasir bagi saya.

Mudah marah, gampang emosi, itulah saya. Berkali-kali terjatuh dalam masalah karena kurang bisanya mengontrol diri membuat saya mudah tersulut api emosi.

Tuhan memang punya sifat Pengasih dan Penyayang. Sebagai orang beriman, hanya kepada Tuhanlah kita kembali dan menjalankan apa yang diperintahkanNya. Bukan Seperti Setan yang suka marah dan membisikkan kejahatan di hati manusia.


Semoga saja, setelah membaca kalimat dari Gus Mus tadi saya menjadi lebih bisa sabar lagi dibandingkan dengan sebelumnya. Seperti pepatah kuno yang menyatakan, Hari ini harus lebih baik dari hari kemaren.

Semoga ini bukan 'eleng' sesaat bagi saya, semoga seterusnya menjadi lebih, lebih dan lebih baik lagi. amin

Thursday, February 17, 2011

Arti Riuisme



Apa arti Riuisme? Itu pertanyaan yang saya temukan dalam feed yang mencantumkan beberapa catatan pengunjung blog saya. Salah satu catatan itu mencatat ada pengunjung mencoba mencari arti kata Riuisme.

Saya jadi kepikiran untuk mengadakan jumpa pers agar tidak ada kesalahpahaman. *halah

Riuisme sebenarnya terlahir secara tidak sengaja, kalimat itu munculk begitu saja ketika sedang ngetren-ngetrennnya film My Name Is Khan. Nah, pada saat itu secara nggak sengaja  saya ngomong My name Is Riu...... Riu Is my name...... Riu is me.....

Nah, dari kata terakhir itulah saya mendapatkan kata-kata itu. RIU + is + Me = Riuisme = Riu adalah saya.

Mulai hari ini, kalau ada yang bertanya, apakah arti Riuisme? Jawabnya adalah Riu adalah Saya.

My name is Riu. 
Riu is my name. 

Just call me, Riu Aj








Wednesday, February 16, 2011

Tulus VS Ikhlas



Ketika ada kata tulus, maka akan lahirlah kata ikhlas.


Terdengar mudah ya? Tulus, ikhlas. Ah, seandainya mempraktekkan dua kata itu semudah mengucapkannya, mungkin nggak akan seperti ini saya.

Jujur, saya bukanlah orang tipe penyabar. Meski tampilan terlihat kalem, tapi saya bukanlah penyabar. Karena itulah, saya tidak gampang berbuat tulus dan ikhlas.

Ikhlas itu susah, tulus juga demikian susahnya. Meski demikian, bukan berarti saya menyerah untuk terus mengupayakannya. Trust me, it work! *halah!

Mungkin harus dimengerti dan dipahami, ikhlas itu harus diupayakan. Pantas dipraktekkan, layak untuk dilakukan. Meski tak seikhlas Nabi Ibrahim AS saat mengorbankan anaknya Ismail, tapi kalau tak pernah dicoba, mana mungkin terbiasa.

Ngomong-ngomong tentang tulus dan ikhlas, sebenarnya apa sih bedanya?

Well, banyak orang yang menyamakan antara TULUS dengan IKHLAS. Ikhlas sama dengan Tulus, Tulus sama dengan Ikhlas. *Tambah bingung nih...

Sebenarnya, tidak semua ketulusan itu keikhlasan, tapi setiap keikhlasan merupakan ketulusan.

Lebih jelasnya lagi, KETULUSAN adalah kegiatan hati yang tidak mengharapkan imbalan apapun.

Sedangkan IKHLAS memberikan seluruh perbuatan kepada Allah dari niat dalam hati. Seluruhnya diserahkan kepada Allah.

Hmm... begitulah....

Tuesday, February 15, 2011

LATAH


Sebelumnya, saya ingin mengucapkan selamat hari libur memeringati Maulid Nabi Muhammad SAW. Kepadanyalah kita banyak belajar arti kebaikan, kesabaran dan tujuan hidup kita di dunia.

Sambil tidur-tiduran saya menulis blog ini melalui ponsel SE W200i jadul saya. Biar jadul, isi blog ini juga paling banyak tulisan dari hape ini. hehe

Kesempatan kali ini saya ingin berbagi pengetahuan tentang LATAH.

Siapa yang tidak kenal latah? saya yakin semua orang tahu itu. Menurut data yang berhasil saya dapat dari mbah segala umat, mbah Google, akhirnya saya menemukam data-data yang saya butuhkan tentang LATAH.

Berdasarkan pengucapannya, latah dibagi atas :
1. Echolalia - Pengulangan kata / percakapan yang tidak bermakna. Latah seperti ini sering kita temui di dalam masyarakat kita, contoh : ketika kaget, tiba-tiba secara tidak sengaja mengucap, 'Copot, eh copot, copot, eh copot!'

2. Coprolalia - Pengulangan kata / mengeluarkan kata-kata yang tabu atau sumpah serapah yang tidak sesuai norma. Contoh: Ketika kaget tiba-tiba mengucap, 'Kont*l gede, Kont*l jaran, dsb'

Sedangkan menurut tindakan / gerakan (non-verbal) LATAH juga dibagi menjadi dua :
1. Echopraxia - Tindakan atau gerakan yang mirip berulang-ulang. Contoh, lompat-lompat atau tangan bergerak aneh.

2. Copropaxia - Latah yang menggerakkan tubuh sesua perintah. Biasanya pada hal yang bersifat tabu.

Ditilik dari sebabnya, LATAH in diakibatkan oleh kecemasan tersembunyi akibat perilaku dominan orang disekitarnya. Kebiasaan LATAH ini sebenarnya bentuk protes/pembenaran tentang bawah sadar. Bahkan, LATAH merupakan pengkodisian si pelaku yang merasa diperhatikan setiap melakukan Latah.

Sampai sekarang latah sulit disembuhkan jika tidak ada keinginan kuat dari pelakunya.

Bila masih stadium ringan, cara pencegahannya dengan tidak panik dan segera mengambil nafas berlahan-lahan untuk melepas ketegangan.

Buatlah janji. Berjanjilah untuk tidak latah jika sedang kaget. Janji ini tentunya dengan adanya sangsi. Percuma berjanji jika tidak ada sangsi. Mana takut!

Ketiga, minta bantuan.

Saya menulis tentang LATAH ini sebenarnya terilhami oleh kasus yang terjadi pada saya. Belum ada yang tahu, bahwa sebenarnya saya salah satu dari orang yang punya penyakit LATAH. Saya berusaha mengilangi kebiasaan ini karena beberapa waktu lalu saya dipergoki sedang LATAH ketika kaget mendengar klakson mobil di belakang saya. Mudah-mudahan saya lekas sembuh dari penyakit LATAH.

LATAH? NO WAY

Monday, February 14, 2011

Bukan Cinta Ala Valentine's Day!



“Beib, seminggu lagi hari valentine. Ingat, nggak?”



“Kenapa?”


“Yaaa… sekedar ngingetin sih…..”


“Beib, punya punya rencana buat ngrayain kayak apa nih pas valentine?”


“Hmm….. Kayaknya belum ada ide nih…. Kalo kamu?”


“Hmm… apa ya? Kita jalan-jalan yuk, beib. “


“Kemana?”
 
“Ke mall lah…. Kita nonton No String Attacked. Denger-denger filmnya bagus lho…. Pas banget buat ngrayain valentine!”


“Benarkah?”


“Ih, beib ini nggak gaul banget deh! Film itu kan bagus banget… diperanin Ashton Kutcher ama Natalie Portman. Film wajib tonton tuh kalo ngrayain valentine. Tahu ngga, beib. Ashton Kutcher tuh cakep bangeeet... Dia idolaku sejak dulu tuh…!”


“Abis itu kita dinner bareng, yuk! Aku kemaren nemu resto yang nawarin paket valentine yang romantis abis! Satu meja hanya untuk berdua. Diterangi lilin dan sebuah mawar yang cantik banget. Kayaknya romantis banget githu kalo kita dinner disana…. Mau kan, beib?”


****


“Eh, beib. Pas valentine ntar aku dibeliin boneka itu ya…”


“Boneka yang mana?”


“Itu lho…. yang dipajang di etalase itu…. Uuuurgh, gemesiiiin….” kata Sella seraya nyandarin kepalanya di pundak Javier. Merasa tidak nyaman, dia mencoba menggeser kepala Sella dari pundaknya.


“Ah, beib….. ini kan valentine! Masa’ pernak-pernik valentine nggak tahu sih!

Boneka, coklat, pernak-pernik bentuk hati dan mawar. Pokoknya yang love-love-an, itu semua kan khas valentine banget…!! Ah, Beib, nggak gaul nih... masa’ barang gituan nggak ngerti!!”


***


Ting.. tong……


Pintu tersibak, Sella melihat Javier berdiri di depan pintu dengan canggung.

“Eh, beib…… bukannya janjian kita nanti malam? Masih siang kok udah jemput aku sih, beib?”


“Boleh kita bicara sebentar ?”


“Ada apa, bei?. Kayaknya serius banget ?penting banget ya sampai nggak tahan nunggu nanti malam?”


“Oke, kita beli es krim di pertigaan sana, yuk! es krimnya enak lho....! Nawarin paket valentin juga gitu kayaknya…” jawab Sella penuh semangat. “Bentar ya… aku ganti baju dulu.”


Javier mengangguk.


***


“Hmmmm… bener kan.... disini enak banget es krimnya! Nggak rugi kita datang kesini siang ini. Mana ada bentuk hatinya juga. Uuuurgh..... romantis bangeeet!” kata Sella sambil menikmati es creemnya.


“Btw, tadi mau ngomong apa, beib?” tanya Sella.


“Sebelumnya, saya minta maaf kalau apa yang saya katakana ini akan membuatmu kecewa..…”


“Ah, beib… Jangan nakut-nakutin gitu deh! jadi Deg-degan nih…..”


“Sella, aku merasa, kita sudah tidak ada kecocokan diantara kita. Aku mencintaimu, aku menyanyangimu.... tapi bukan seperti ini yang ku mau....” Javier menghela nafas panjang.


“Beib...” kata sella seraya berubah mimik wajahnya.


“Kenapa harus bulan Februari? Kenapa harus tanggal 14 Februari kamu merayakan itu? Kenapa tidak tiap hari?”


“Ah beib.... ini kan hanya perayaan aja, kasih sayang memang kudu everyday-everywhere.”


“Itulah yang aku maksud? Kenapa kita harus merayakan hari valentin itu. Tidak hanya itu, aku ingin hubungan kita hanya sekedar ta’aruf saja, tidak sampai sejauh ini...”


“Beib...?”


“Kita masih dalam tahab ta’aruf, penjajakan, saling mengenal. Bukan berarti saling mengenal kita bisa melakukan apa saja seperti kita pasangan yang sudah sah di hadapan agama. Gendengan, rangkul-rangkulan, dua-duaan.... bukan, bukan hubungan seperti itu yang aku inginkan.... kita sudah terlalu jauh, Sella.”


“Ada baiknya kita akhiri hubungan kita sebelum semuanya terlambat. Maafkan aku, Sella.”

Foto : Valentine

Relationship



Judul : Relationship (Ketika orang lain tak harus tau hubungan yang sesungguhnya)
Penulis : Adyta Purbaya
Penerbit : 959 Publishing House
Harga : Rp.42.000 (belum termasuk ongkir)

Jadi, mana yang kalian pilih? Hubungan yang nyata atau hanya di dunia maya? Memiliki sesungguhnya atau memiliki status relationship nya di facebook? Menggandeng tangannya karena memang dia milikmu, atau menggandeng tangannya karena facebook kalian in relationship? Membiarkan orang lain menebak yang sesungguhnya terjadi atau mengumumkan semua nya padahal semu?
Silahkan pilih sendiri hubungan yang kamu mau. Ini hatimu. Ini hidupmu. Kamu bebas tentukan mana yang kamu mau.
Tidak butuh dengar komentar orang lain kalau kamu tidak suka. Pun tidak butuh menyebarluaskan apapun kepada orang lain. Ingat? Ini hidupmu, kawan. Kamu bebas melakukan apapun yang kamu rasa baik untuk dirimu.
Relationship – suatu novel yang bercerita tentang rumit nya suatu hubungan. Ketika kehilangan baru terasa saat sudah tidak memiliki lagi. Ketika takut baru menghampiri saat kau bahkan sudah tidak punya waktu untuk meghalau ketakutan itu sendiri.
Apa yang menarik dari novel ini? Harus kalian tahu bahwa ini hanyalah sebuah teenlit biasa. Cerita cinta remaja yang mungkin sering kalian temukan dalam kehidupan sehari-hari. Plot cerita dan alur hidup yang melulu itu-itu saja dan mungkin membuat kalian muak. Bahkan nama karakter utama yang terkesan ‘pasaran’. Tapi kalian juga harus tahu kalau novel teenlit biasa ini menawarkan ending yang mengejutkan dan luar biasa. Novel teenlit biasa ini menawarkan setting kota Palembang dengan sungai Musi nya yang indah, meski tidak membahas detail keindahan Palembang, tapi yakinlah setidaknya akan membuat kalian merasakan ‘ingin’ berkunjung ke Palembang. (Itung-itung sekalian menyukseskan program visit musi nih hahahaha)
Jadi kenapa kalian harus membeli novel ini? Oh Tidak! tentu tidak ada paksaan untuk membeli novel ini. Kalian berhak menentukan bacaan apa yang akan kalian baca dan buku apa yang akan kalian beli, sama hal nya dengan hubungan mana yang kalian pilih. Sekali lagi ingat, kan? Ini hidup kalian. Kalian berhak menentukan mana yang terbaik buat kalian :)
Kalau kalian penasaran, silahkan pesan ke order.adytabuku@yahoo.co.id, kalian akan mendapatkan harga khusus plus tanda tangan dan kata-kata manis di halaman pertama dari penulis nya yang juga manis. #eaaaa
Tapi kalau kalian merasa tidak penasaran, silahkan abaikan promosi ini, anggap kalian tidak pernah membaca, dan tidak perlu membeli daripada ada umpatan kasar di belakang hari :D
Dan kalau kalian merasa ragu. Antara penasaran dan tidak, silahkan berkunjung kesini http://adytapurbaya.blogspot.com/search/label/tentang%20relationship dan baca-baca testimonial dan beberapa komentar panjang dari pembaca yang sudah terlebih dahulu membaca relationship. Mereka tidak dibayar untuk mengomentari itu, jadi yakinlah semua komentar itu murni dari hati mereka. Jangan takut tertipu :P
Oh iya, kalian juga bisa donlot sampel Relationship disini   :
ada satu bab gratis khusus untuk kalian :) Semoga menambah keyakinan kalian untuk membeli novel ini.

Cara order :
dengan format sebagai berikut :
subjek : order buku
di body email tulis : nama, alamat lengkap (beserta kode pos), no telp, jumlah pesanan

nanti admin email akan membalas sejumlah uang yang akan di transfer, lalu buku akan meluncur kerumah kalian.
Relationship ini tidak dijual bebas di toko buku, hanya di jual secara online ^^
selengkapnya tentang order buku saya bisa di cek di adytapurbaya.wordpress.com J atau kalau masih butuh tanya-tanya, silahkan temui saya di casis.manis@yahoo.com atau follow twitter saya di @dheaadyta . Saya akan senang sekali menjawab pertanyaan-pertanyaan kalian J

Salam sayang,
Adyta Purbaya

Sunday, February 13, 2011

Masih Setia ?


Hare genee masih setia? Jedokin kepala sana!

Aku temukan kata-kata itu dalam salah satu kolom Parody di harian Kompas. Sambil menunggu giliran nge-net, saya membacanya.

Yang jadi pikiran saya sampai sekarang adalah benarkah kesetiaan itu sudah benar-benar memudar pada zaman ini, hingga ketika ada yang bilang setia harus men-jedokin kepala.

Sebenarnya tidak terlalu kaget jika ada yang bilang seperti itu. Saya sendiri juga mulai tidak percaya dengan kesetiaan, kok.

Belajar dari pengalaman, saya pernah setia dan tak berberpikiran untuk menduakannya. Tapi apa yang aku dapatkan? Jadi kalau saya harus setia lagi, sepertinya saya sudah tidak bisa.

Tak ada lagi kata setia dalam hidup saya karena sudah saya buang jauh-jauh.


Hare genee masih setia? Jedokin kepala sana!

Friday, February 11, 2011

Mati Rasa

Mati rasa. Saya bukanlah orang yang pandai mendiskripsikan apa-apa yang saya rasakan dalam tiap harinya. Saya bukan tipe blogger yang pandai merangkai kata yang dapat dengan mudah disusun menjadi untaian kata menjadi kalimat yang enak dibaca. Tapi biarlah saya terus menulis untuk mengungkapkan kata hati agar semua masalah yang terpendam dalam dada ini bisa keluar dan tidak membuatku sesak nafas karenanya.

Mati rasa. Sudah lama saya merasakan hal ini. Sejak mengetahui kabar 'Dua Delapa' dari mereka-mereka. Dia yang terpilih menjadi 'The Only Exception' ternyata menghancurkanku lebih parah dari apa yang tak pernah bisa saya bayangkan sebelumnya.

Saya tidak tahu, terbuat apa hatinya karena tidak ada perasaan yang menunjukkan rasa bersalah akibat perbuatannya. Terbuat dari apakah hatinya hingga dia bisa melupakan segala hal tentang hubungan kami sebelumnya.

Batukah? Apakah sekeras itukah hatinya hingga tak ada perasaan lagi.

Saya memang masih penasaran, mengapa? Dan saya tetap saja ngeyel, saya harus tahu sebabnya. Saya harus taht alasannya mengapa dia berpaling begitu saja dariku.

Mana bisa dengan begitu mudahnya dia melupakan semua yang telah terjadi. Apakah dia tak pernah berpikir apa akibatnya?

Mengenaskan! Kini saya MATI RASA. Tidak ada perasaan lagi, no feeling anymore. Kalau saya bilang mati rasa, ya MATI RASA.

.
.
.
.

Semua Butuh Proses


Empat bulan setelah kepergiannya, boleh dikata, perasaanku mulai menghilang kepadanya. Mulai dari tidak bisa menerima kenyataan yang ada, hingga harus menerima pil pahit karena tidak bisa berbuat apa-apa untuk merubah sesuatu. Dan kini, akhirnya segala rasa tentangnya hilang dengan berlahan-lahan.

Jujur, belum bisa seluruhnya, tapi saya yakin, berlahan-lahan perasaan saya akan hilang kepadanya.

Semua butuh proses. Tak mungkin serta-merta perasaan itu hilang begitu saja sesuai keinginan saya. Butuh waktu, kan?

Saya yakin, ketika saatnya tiba nanti, ini akan menjadi kisah klasik perjalananku dalam mengarungi dunia ini.
Wish me luck!



*Foto 

Thursday, February 10, 2011

AGB = Arep Golek Bojo


Saya : Hallo...
Mbah : Assalamu'alaikum...
Saya : Waalaikum salam... wonten nopo, mbah? (ada apa, mbah?)
Mbah : Nang dhi saiki? (dimana sekarang?)
Saya : Nang omah, mbah. eh, teng nggriyo, mbah. (di rumah)
mbah : Piye kabare bapakmu? (gimana kabar bapakmu?)
Saya: kulo mboten pernah nang omahe bapak e, dados mboten ngertos. Wonten nopo? (saya nggak pernah ke rumahnya, jadi nggak tahu kabarnya gimana)
mbah : Piye, Rip. Jare AGP? (Gimana, rif. Katanya AGB?)
Saya : AGB nopo tho, mbah? (AGB apaan sih?)
-ketawa-
mbah : AGB, Arep Golek Bojo. digoleke opo piye?

----
Itu tadi percakapanku dengan mbahku yang berasal dari Madiun. Tak tahu bagaimana sebabnya, tiba-tiba dia nawarin saya calon istri.

Nggak tahulah, udah berkali-kali saya ditawari untuk dikenalkan dengan calon istri. Tidak hanya mbah saya saja yang ngelakuin itu, tapi guru ngaji dan guru SMA saya pun menawari dengan wanita-wanita pilihan mereka.

Tapi sekali lagi, saya menolaknya. Bukannya tak ingin, tapi memang saya tak ingin mendahului kakak saya. Sebenarnya saya termasuk dalam golongan yang tak ingin menikah, tapi karena suatu keharusan, akhirnya saya pun akan melaksanakan keharusan itu.

Tidak tahun ini sih... saya tidak punya target untuk menikah kapan, tapi sesegera mungkin setelah kakak saya menikah.

Untuk sementara, saya juga tidak sedang mencari calon, atau mencari pacar, karena kisah tahun lalu masih membekas dalam benak saya, jadi tak mungkin saya mencari secepat itu untuk penggantinya. Tapi yang jelas, saya juga AGB, Arep Golek Bojo nantinya.

Wednesday, February 9, 2011

Hanya Belajar Terbang

Terkadang saya berpikir, selama ini saya hanya disibukkan untuk belajar terbang tinggi. Tapi saya lupa untuk berlajar untuk menahan sakit ketika harus jatuh dari ketinggian.

Seperti itulah hidupku selama ini. Ternyata saya tak bisa bertahan ketika harus terjatuh. Sakitnya benar-benar membuat saya terpuruk.

Rapuh.

Tuesday, February 8, 2011

MENJADI DEWASA ?

Numpang di kos teman, sambil tidur-tiduran dengerin musik dari hp, tangan saya pun sedari tadi terus menerus menekan tombol keypadnya untuk online atau sekedar melihat-lihat berita dari ponsel saya.

Tiba-tiba saja saya ingin menulis sesuatu untuk blog saya ini. Sebuah pengakuan yang sudah beberapa kali menghantui saya jika sedang sendiri.

Pikiran ini bermula dari sebuah kata-kata, "Menjadi tua itu sebuah keharusan. Sedang menjadi dewasa adalah sebuah pilihan" yang saya temukan dalam salah satu status teman saya.

Saya bingung, sudah dewasa kah saya? karena selama ini saya merasa, tanpa saya sadari, saya merasa bahwa saya masih bocah yang belum mengerti apa-apa, selalu mengharap bimbingan agar menjadi baik. Pernah juga saya berpikir, saya ini bocah kecil yang terperangkap dalam tubuh orang dewasa.

Pikiran-pikiran itu muncul setelah kepergiannya. Ah, lagi-lagi saya belum bisa melupakannya. Meski berkali-kali saya berkata, saya sudah lupa, saya tak mengingatnya. Tapi setiap saya sedang sendiri, pertanyaan-pertanyaan kenapa dia pergi selalu menghantui saya.

Dan pikiran yang paling sering muncul, adalah karena saya belum dewasa. Benarkah? benarkah karena itu?

Jika pertanyaan-pertanya mulai menumpuk, tak ada jalan lain selain mengenyahkannya dari pikiranku. Seperti saat ini, saya juga akan meninggalkan tulisan ini karena saya juga nggak tahu harus ngapain lagi.

Salam

Sunday, February 6, 2011

Resolusi 2011 : E-Book Pertamaku



‘Hidup Berawal Dari Mimpi’ kata Bondan Prakoso. Lagu yang dinyanyikan cowok hitam manis semanis ‘si Lumba-Lumba’ ini laku keras di pasaran. Salah satu liriknya berbunyi ‘Tinggalkanlah gengsi, hidup berawal dari mimpi. Gantungkan yang tinggi, agar semua terjadi’ membuat pendengar lepas dari rasa putus asa.

 ‘Hiduplah dengan mimpi, tapi jangan hidup dalam mimpi’ tertulis di salah satu bungkus permen. Memang benar adanya. Hidup tanpa mimpi pasti sangat monoton, kaku dan membosankan. Tetapi kalau kita berkhayal terlalu tinggi tanpa melihat kenyataan, yang ada hanya sosok tukang bengong dan pecundang.

 ‘All our dreams can come true, if we have the courage to pursue them. by Walt Disney’. Bapak Kartun sedunia ini memang benar-benar bijak. Nggak berlebihan jika kita memotivasi diri dengan berkata ‘Nothing’s imposibble’. Segala hal itu mungkin terjadi, semuanya bergantung pada keyakinan dan usaha kita sendiri. So, kalau suatu saat kamu ingin ngganteng dan Jin lampu tertawa mengejek sambil bilang, ‘Ngimpi!’, Jangan menyerah! Buktikan kamu bisa!

Tahukah kalian bahwa terkadang, sebuah mahakarya besar itu terkadang bermula dari mimpi?

Nah, e-book ini memuat 111 resolusi dari berbagai macam orang (saya salah satunya), dari berbagai macam usia, latar belakang, profesi, kegiatan bahkan juga hobbi... semua menulis tentang mimpi, yang ingin dipadatkan menjadi sebuah harapan... yang tentu saja akan diusahakan untuk dicapai di tahun 2011. Membaca mimpi yang beragam itu terkadang menerbitkan sebuah ide bagi orang lain. Bahkan, mungkin juga bisa menjadi pencerahan bagi sesuatu yang terus bergayut di kepala dan diri tanpa tahu bagaimana rupa dan bentuknya. Jadi, baca e-book ini, siapa tahu kalian jadi terinspirasi karenanya.

Berikut daftar namanya:

 Ade Anita
adew fatim
Agustina Leonita
agustini suciningtyas
Aliyah Azka
Annisa Septia
April Susiloningrum
Arien Ratih
Arif Zunaidi
Biolen F Sinaga
chaironnisa fitry
Daniel Hermawan
Desi Sachiko
Dewayanie
Dewi Chairani
Dila Saktika Negara
dini sari
Dreamyhollic Santi
dwi handoko
dwi harjanto
Dyah Prabaningrum
Eka Nur Susanti
Eka Putri Hapsari
Eka Rachma Kurniasi
elis homsini
Endang Ssn
Esha Amanita
Eva Syamsudin
Evi Syahida
Faricha Hasan
Faujiah Lingga
Fauziah Harsyah
Fitri Gendrowati
gadis puri rahayu
Galuh Kencono Wulan
Ghufron Cholid
I Putu Gede Pradipta
Ibnu Atoirahman
Inggar Saputra
Intan Hs
Isyana Devi Pram
Kiandra Aesha
Laksmi Laksmi Satiti
Lamhot
Linda Nurhayati
Mega Anindyawati
Mieny Angel
Muhammad Iqbal
Naqiyyah Syam
Nurul Ikoma Kristanti
Pik Parwati
Puput Happy/Futicha Turisqoh
Ratnadwi
Rezky Darozatus sholihin
Riawani Elyta
Rika Rusianum
Shabrina WS
shane_shane issabel_cute83
Shii Chan
Siska Indah Kurniawati
Sri Wahyuti
Sri Winarti
Sukimah
Syarifah Bachrum
ukhty dhea tazkiyatun afiffah/ Monita Dea Etika Saris
Ummu SaRah Bint Achmed
Vana Pinkerz
Veronica Gabriella
Winda Melanta Ginting
Woro Sri Ngudiastuti
Wulan Wahyuning Ratri
Yogi Ramadhanosta
yukie coriander
Yulia Fatmianeri
Yulli Riswati
Yunita Adawiah
Yuridista Putri Pratiwi
Zee Shabrina

Untuk mendapatkannya gampag banget kok. Cukup tulis nama/alamat email/pesan e-book resolusi 2011

Selamat menikmati 2011. Salam kebaruan.

Saturday, February 5, 2011

Main Tebak Lagu

Kemarin, ketika mengadakan perjalanan menuju Pulau Garam, Madura, kami melakukan kegiatan ini. Tebak lagu. Yup, tebak lagu. Kami melakukan itu.

Mungkin udah biasa melihat di tv kali ya... jadinya di awal permainan tidak begitu menarik. Tapi kebekuan itu segera ilang ketika lagu yang diputar adalah lagu dangdut. hahaha


Secara githu lho... sekarang kan yang lagi booming kan lagu pop, sedangkan lagu dangdut tersingkir.

Nah, sambil mengenang masa kejayaan lagu dangdut zaman dulu sekaligus bernostalgia dengan lagu kenangan masa SD dulu. Iya lho, waktu SD dulu saya suka banget dengan lagu dangdut (kecuali Rhoma Irama).

Satu persatu lagu dangdut diputar, dan barang siapa yang paling cepat menjawab judul lagu plus penyanyinya, dialah pemenangnya.

Imam S arifin, Mansyur S, Ona sutra, Meggi Z, Manis manja. Pokoknya banyak deh!

Seperti kataku tadi, karena waktu kecil dulu saya suka banget dengan lagu dangdut, jadinya ya selalu hapal lirik, judul dan penyanyinya dong... Cuma satu yang sepertinya saya nggak tahu siapa penyanyinya. Penyanyi itu berasal dari Madura. Kemaren ingat sih, tapi pas nulis ini tetap aja gak ingat lagi. hehe

Friday, February 4, 2011

Asmaraku di Tahun Kelinci

Lagi-lagi, hal begini nih yang selalu saya suka. All about asmara. 
Nah, untuk tahun ini, asmaraku sepertinya akan bagus. Sumber yang berhasil saya baca, tahun ini akan menjadi tahun saya. Kalau nggak percaya, bolehlah ikut baca asmara berdasarkan shio. Kali aja asmaramu juga bagus. 

Selamat membaca ya...


Shio Tikus: 1912, 1924, 1936, 1948, 1960, 1972, 1984, 1996, 2008, 2020

Dalam peruntungan cinta, tahun ini akan ada sebuah perayaan besar, entah itu ulang tahun, pertunangan atau bahkan pernikahan. Bulan-bulan besar dan bersinar bagi shio tikus adalah sekitar Juli, Agustus, serta Desember dan Januari 2012. Di tahun ini pula, tikus banyak mengalami perkembangan diri. Tikus akan lebih dewasa, lebih bijaksana dan bersabar.

Shio Kerbau: 1901, 1913, 1925, 1937, 1949, 1961, 1973, 1985, 1997, 2009

Shio kerbau layak berbahagia di tahun ini, karena bagi Anda yang masih single akan bertemu dengan jodoh, di waktu dan kesempatan yang tak pernah Anda duga. Sedangkan yang sudah berpasangan, hubungan Anda akan semakin berkembang dan mendalam. Juni, Juli dan Oktober adalah bulan berbahagia bagi shio kerbau.

Shio Macan: 1914, 1926, 1938, 1950, 1962, 1974, 1986, 1998, 2012

Bagi para macan, tahun ini akan banyak energi positif dan bahagia baginya. Banyak pula shio macan yang memutuskan untuk menikah di tahun ini. Ada pula yang meresmikan hubungannya lewat pertunangan. Namun bagi Anda yang masih single, tak perlu khawatir juga. Beberapa di antara Anda akan bertemu dengan jodoh pada Juni hingga September. Nantikan saja saat yang tepat.

Shio Kelinci: 1915, 1927, 1939, 1951, 1963, 1975, 1987, 1999, 2011

Kelinci yang masih single akan cepat bertemu dengan pasangan tahun ini, hubungan dapat berkembang menjadi cepat namun tetap harus hati-hati. Stres dan tekanan yang besar bisa saja Anda hadapi. Disarankan banyak mendengarkan masukan dan nasehat dari orang yang lebih bijaksana.

Shio Naga: 1916, 1928, 1940, 1952, 1964, 1972, 1988, 2000, 2012

Banyak kesempatan bagi shio naga untuk bertemu dengan jodoh tahun ini. Bulan-bulan seperti April, Juni, September dan Desember akan menjadi bulan besar dan penuh kenangan. Tahun ini, shio naga juga akan banyak bepergian.

Shio Ular: 1917, 1929, 1941, 1953, 1965, 1977, 1989, 2001, 2013

Tahun ini mungkin ada sedikit cobaan pada hubungan Anda, apalagi kalau bukan gosip tak sedap. Namun, secara umum hubungan asmara dan persahabatan Anda akan berjalan sangat baik. Hanya perlu menyeimbangkan antara lifestyle dan kenyataan saja.

Shio Kuda: 1906, 1918, 1930, 1942, 1954, 1964, 1978, 1990, 2002, 2014

Seperti biasa, shio kuda selalu tampak sibuk dengan kegiatannya sepanjang Mei hingga September dan Desember nanti. Tahun ini, shio kuda banyak dikelilingi sahabat-sahabat dekat dan tentu saja ini membuat kuda menjadi senang. Bagi shio kuda yang masih single, Maret, September dan Oktober menjadi bulan yang sangat penting karena bisa jadi bulan tersebut Anda bertemu dengan seseorang yang membuat Anda merasa nyaman.

Shio Kambing: 1907, 1919, 1931, 1943, 1955, 1967, 1979, 1991, 2003, 2015

Sekalipun mungkin shio kambing masih akan bertahan dengan status single tahun ini, namun kambing akan menemui banyak pengalaman seru bersama dengan sahabat-sahabat dan orang dekat. Sedangkan kambing yang sudah berpasangan, akan berpikir untuk melangkah jauh ke hubungan yang lebih resmi. Bulan Februari, Agustus dan September akan membawa pengalaman cinta yang seru bagi shio Kambing.

Shio Monyet: 1908, 1920, 1932, 1944, 1956, 1968, 1980, 1992. 2004, 2016

Tahun ini adalah tahun persahabatan di mana pada bulan Maret hingga Mei dan Desember Anda akan sangat aktif dan sibuk sekali. Bagi Anda yang masih single, hanya ada sedikit kesempatan untuk bertemu dengan jodoh. Bisa jadi di tempat kerja atau momen-momen spesial. Namun jika ternyata tahun ini Anda masih harus single, tak perlu terlalu kecewa. Nikmati saja tahun persahabatan ini.

Shio Ayam: 1909, 1921, 1933, 1945, 1957, 1969, 1981, 1993. 2005, 2017

Jika shio lain berbahagia karena menemukan pasangan hidup yang dicintai, maka shio ayam justru akan melewati tahun ini dengan banyak perselisihan paham. Jika shio ayam tidak dapat mengendalikan emosi dan perkataannya yang setajam pisau, maka ia akan kehilangan orang-orang yang disayanginya.

Shio Anjing: 1910, 1922, 1934, 1946, 1958, 1970, 1982, 1994, 2006. 2018
Tahun ini, shio anjing akan bersinar dan keberuntungan seolah menyertai di semua bidang, terutama pada hal pribadi. Hubungan asmara shio anjing akan berkembang dan masuk pada level yang lebih serius. Anjing yang masih single juga akan bertemu dengan seseorang yang istimewa dan dapat meruntuhkan hatinya sekitar April, Juni, Agustus dan Desember.

Shio Babi: 1911, 1923, 1947, 1959, 1971, 1983, 1995, 2007, 2019

Shio babi sangat senang bersosialisasi dan berbagi kebahagiaan dengan sahabat dan keluarga. Maka itulah yang akan didapatkan oleh shio Babi. Tahun ini rejeki akan meningkat sehingga Anda banyak berkumpul dengan orang-orang yang Anda cintai. Dan yang masih single akan bertemu dengan jodoh pada sekitar April, Mei, Juli dan Oktober.

Sebelum bertemu dengan jodoh, jangan lupa persiapkan diri Anda dengan baik. Tak hanya perbaikan penampilan saja, namun terlebih perbaikan kebiasaan buruk sangatlah menentukan keberhasilan hubungan Anda. 


Sumber foto : http://www.dailynews.cz/articles/images/20060128_mbh/04.jpg