Skip to main content

Introspeksi

 Sepertinya ngga perlu menyalahkan seseorang terlalu berlebihan untuk kesalahan yang pernah kita perbuat. _Mhimi Nurhaeda Demmu_



"Pernah melakukannya?"

"Apa?"

"Itu..."

"Itu apa?"

"Menyalahkan orang lain."

"Kenapa?"

"Pengen tahu aja. Emang 'gak boleh....?"

"Boleh. Emang ada apa sih?"

"eh, tanya lagi. Kan udah aku bilang, pengen tahu aja."

"Pernah sih....."

"Kapan?"

"Kapan ya...."

"Pasti sering ya...."

"Kok tahu?"

"Yaiyalah..... Saking seringnya, ampe lupa berapa kali menyalahkan orang lain. hehehe"

"Kenapa, emang?"

"Nggak baik untuk kesehatan tuh!"

"Kok bisa?

"Bisa ajah!"


"Kata siapa?"

"Kataku, barusan."

"Halah, blagu loe....!"

"Eh, nggak percaya!"

"Ngapain juga percaya sama situ? dari tampang aja udah kelihatan..."

"emang kenapa tampangku?"

"Ngaca deh!"

"Emang kenapa sih?"

"Tampang loe itu udah kelihatan tampang penipu. Jadi nggak usah blagu di depanku."

"Nah, loe!"

"Napa?"

"Baru aja dibilangin jangan menyalahkan orang lain terlalu berlebihan untuk kesalahan yang pernah kita perbuat, situ udah nglakuin."

"......."

"Ingat tidak, Pidato Presiden kita kemarin?"

"Apa?"

"Tidak harus saling salah menyalahkan tapi justru lebih bersatu untuk menyukseskan pembangunan,"

"Githu doang?!"

"Ini bukan salah Anda ini bukan salah pemerintah kita, tapi ini salah kita semua, jadi berhenti mencari kesalahan orang dan saling menyalahkan."

"Trus, hubungannnya dengan kita, apa?"

"Hubungannnya, karena kita secara tidak sadar sering menyalahkan orang lain, padahal kita juga melakukannya. Mulai dari sekarang, hentikan! Selain itu, kita diajak untuk intropeksi diri, mumpung momentnya Ramadhan dan tepat dengan hari ulang tahun negara kita. Kita harus mengubah pandangan kita, kalau sebelumnya selalu menuntut hak tapi tidak mau melakukan kewajiban, mulai dari sekarang harus dirubah. Apa yang telah kita berikan untuk negri ini, bukan kita menunut apa yang telah diberikan negri ini ke kita. Berikan sebanyak kita bisa, bukan minta sebanyak-banyaknya. Jangan gampangan memberi label orang berdosa, padahal kita juga pernah melakukannnya. Intinya, intropeksi. Lakukan yang terbaik untuk kemajuan negri ini "





**************


Artikel ini diikutsertakan pada Kontes Unggulan Cermin Blogger Bakti Pertiwi yang diselenggarakan oleh Trio Nia, Lidya, Abdul Cholik.

Sponsored By :



Comments

  1. Terimakasih atas partisipasi sahabat dalam kontes CBBP
    Artikel sudah lengkap...
    Siap untuk dinilai oleh tim Juri...
    Salam hangat dari Jakarta.....

    ReplyDelete
  2. Mampir untuk menilai,terima kasih atas partisipasnya

    ReplyDelete
  3. semoga sukses bang :)
    makasih atas kunjungannya, sering-sering tawaf ke blog gue bang

    ReplyDelete

Post a Comment

Terima kasih atas kunjungannya. Happy blogwalking!

Popular posts from this blog

Cody Simpson - La Da Dee (Arti Lagu)

Kalo ngomong soal lagu, dari beberapa lagu yang beberapa hari ini sudah terposting, kayaknya lagu inilah yang cocok denganku. Dari segi lirik, kayaknya mampu menggambarkan seperti apakah jalan pikiranku selama beberapa bulan ini. Biasalah, seperti postinganku sebelumnya, aku memang tipe laki-laki pemuja masa lalu. Selalu saja ingin mengulang masa lalu, karena rasa nyaman yang aku dapatkan dari masa lalu itulah aku ingin mengulangnya selalu. Baiklah, kali ini bukan bercerita tentang curhatanku, tapi postingan kali ini untuk mengartikan lagu-lagu yang menurutku memang enak didengarkan dalam minggu-minggu ini.  Kali ini yang mampu menggambarkan suasana hatiku adalah lagunya Cody Simpson - La Da Dee. There's no way to say this song's about someone else Every time you're not in my arms I start to lose myself Someone please pass me my shades Don't let 'em see me down You have taken over my days So tonight I'm going out Dalam bait ini menjel...

Was a Story Only I Didn’t Know

Kamu benar-benar telah melupakan segalanya Terlihat dari caramu menyapaku Sambutmu melukaiku Samar-samar, mulai mengiris, mulai terasa sadis. Berpisah baik-baik Itu katamu Karena bagiku aku tak tahu Was a Story Only I Didn’t Know Apa itu namanya? Hanya cinta sesaat? Samar-samar kini aku mulai mengerti Kenapa hanya kata maaf selesaikan semua Tangisku mungkin tak lagi datang Karena bagiku itu tak penting lagi Perpisahan itu hanya cerita lama Tak perlu diungkit lagi Was a story only I didn’t know

The Raid, Kerennya Naudzubillah!

Tak banyak film Indonesia yang aku tonton. Kalau pun disuruh untuk menyebutkan satu persatu, mungkin aku bisa menyebutkan judul-judulnya. Yah, jarang-jarang lho aku nonton film Indonesia. Meski aku bangga dengan produk dalam negeri, tapi untuk menonton hasil kerja dari sineas Indonesia, kayaknya tunggu dulu deh! Aku belum yakin dengan karya mereka, apalagi harus duduk manis di depan layar menyaksikan film-film buatan dalam negeri.    Meski aku sudah yakin tidak akan nonton film dalam negeri, Tapi itu tidak berlaku dengan film The Raid ini. Asal tahu aja, tiga film yang pernah aku tonton di bioskop, pertama Laskar Pelangi, kedua Sang Pemimpi, dan yang ketiga adalah The Raid ini.   Bukan, bukan karena film ini mendapat pujian dan beberapa penghargaan di beberapa ajang yang pernah diadakan di beberapa dunia yang membuatku menonton film ini. Aku menonton film ini karena ajakan seseorang yang baru aku kenal di dunia maya. Itu pun aku tidak mau berespektasi terlalu t...