Skip to main content

DEAR PAPA - Selalu Ada Cinta Untuk Papa


Setelah sekian lama menghilang dari dunia perblog-an, hari ini Riu kembali untuk membuat postingan yang seharusnya sudah Riu buat dari beberapa minggu yang lalu. Tapi namanya juga belum diberi kesempatan, jadinya ya baru hari ini nulisnya.

Well, seneng banget rasanya bsa melihat hasil karyaku bisa mejeng sekali lagi di rak-rak buku di toko buku seluruh Indonesia. Sepertinya sudah lama banget tulisanku tidak dimuat, dan bersyukur sekali pada tahu 2013 ini tulisanku kembli hadir menyapa.

Awalnya bersama mbak @lalapurwono dan mbak @MeityIskandar Project Dear Papa ini tercetus. Merupakan salah satu dari proyek menulis dari Dear Books Project, saya beruntung bisa ikut di sana. Saat itu saya mengikutkan satu tulisan disana.  Setelah proses penyusunan buku oleh kedua korpro yang luar biasa itu, buku Dear Papa pun tersusun menjadi enam buku yang diterbitkan secara indie lewat Nulisbuku(dot)com. Surat cinta saya untuk Ayah ada di buku ke lima.

Dan berita membahagiakan datang lagi dari koordintor buku Dear Papa, bahwa ada sebuah penerbit besar yang berminat untuk menerbitkan buku Dear Papa juga Dear Mama—salah satu project Dear Books lainnya. Rasa haru dan bahagia ketika mendapatkan kesempatan ini. Jadi dari enam buku Dear Papa dipilih lagi surat-surat cinta tersebut sehingga terkumpul lebih dari tiga puluh penulis. Buku Dear Papa akan segera terdistribusi meluas di seluruh Gramedia dan toko buku. Dari sekan ratus tulisan yang masuk, tulisan Riu menjadi slah satu yang terpilih. seneng banget, kan?

Yang penasaran seperti apa cover bukunya, berikut Riu upload sekalian covernya. Jangan lupa untuk mendapatkan buku itu ya...


DEAR PAPA - Selalu Ada Cinta Untuk Papa



Judul       : Dear Papa - Selalu Ada Cinta Untuk Papa
Penulis   : Penulis-penulis Dear Papa Project (Meity Mutiara, Lala Purwono, dkk)
Penerbit : Penerbiit Gradien
Tahun terbit : 2013
Harga      : Rp. 40.000,-

**Royalti dari buku ini disumbangkan ke yayasan sosial.

Comments

Popular posts from this blog

Cody Simpson - La Da Dee (Arti Lagu)

Kalo ngomong soal lagu, dari beberapa lagu yang beberapa hari ini sudah terposting, kayaknya lagu inilah yang cocok denganku. Dari segi lirik, kayaknya mampu menggambarkan seperti apakah jalan pikiranku selama beberapa bulan ini. Biasalah, seperti postinganku sebelumnya, aku memang tipe laki-laki pemuja masa lalu. Selalu saja ingin mengulang masa lalu, karena rasa nyaman yang aku dapatkan dari masa lalu itulah aku ingin mengulangnya selalu. Baiklah, kali ini bukan bercerita tentang curhatanku, tapi postingan kali ini untuk mengartikan lagu-lagu yang menurutku memang enak didengarkan dalam minggu-minggu ini.  Kali ini yang mampu menggambarkan suasana hatiku adalah lagunya Cody Simpson - La Da Dee. There's no way to say this song's about someone else Every time you're not in my arms I start to lose myself Someone please pass me my shades Don't let 'em see me down You have taken over my days So tonight I'm going out Dalam bait ini menjel...

Was a Story Only I Didn’t Know

Kamu benar-benar telah melupakan segalanya Terlihat dari caramu menyapaku Sambutmu melukaiku Samar-samar, mulai mengiris, mulai terasa sadis. Berpisah baik-baik Itu katamu Karena bagiku aku tak tahu Was a Story Only I Didn’t Know Apa itu namanya? Hanya cinta sesaat? Samar-samar kini aku mulai mengerti Kenapa hanya kata maaf selesaikan semua Tangisku mungkin tak lagi datang Karena bagiku itu tak penting lagi Perpisahan itu hanya cerita lama Tak perlu diungkit lagi Was a story only I didn’t know

The Raid, Kerennya Naudzubillah!

Tak banyak film Indonesia yang aku tonton. Kalau pun disuruh untuk menyebutkan satu persatu, mungkin aku bisa menyebutkan judul-judulnya. Yah, jarang-jarang lho aku nonton film Indonesia. Meski aku bangga dengan produk dalam negeri, tapi untuk menonton hasil kerja dari sineas Indonesia, kayaknya tunggu dulu deh! Aku belum yakin dengan karya mereka, apalagi harus duduk manis di depan layar menyaksikan film-film buatan dalam negeri.    Meski aku sudah yakin tidak akan nonton film dalam negeri, Tapi itu tidak berlaku dengan film The Raid ini. Asal tahu aja, tiga film yang pernah aku tonton di bioskop, pertama Laskar Pelangi, kedua Sang Pemimpi, dan yang ketiga adalah The Raid ini.   Bukan, bukan karena film ini mendapat pujian dan beberapa penghargaan di beberapa ajang yang pernah diadakan di beberapa dunia yang membuatku menonton film ini. Aku menonton film ini karena ajakan seseorang yang baru aku kenal di dunia maya. Itu pun aku tidak mau berespektasi terlalu t...