Thursday, December 8, 2011

Menjawab Ateis Indonesia (Review Buku)

Well, beneran jadi merasa bersalah nih karena membiarkan permintaan seorang teman untuk membuat sebuah review buku, padahal bukunya udah aku terima jauh-jauh hari (klik di SINI). Dan semakin besar rasa bersalahku, karena akhir-kahir ini kayaknya teman yang telah memberikan buku tersebut jarang meng-update blognya. So, untuk mengurangi rasa bersalahku itu hari ini aku akan menuliskan sedikit review buku Menjawab Ateis Indonesia.

Sedikit gambaran yang aku peroleh dari Wikipedia, pengertian Ateisme adalah sebuah pandangan filosofi yang tidak memercayai keberadaan Tuhan dan dewa-dewi ataupun penolakan terhadap teisme. Dalam pengertian yang paling luas, ia adalah ketiadaan kepercayaan pada keberadaan dewa atau Tuhan. Istilah ateisme berasal dari Bahasa Yunani (átheos), yang secara peyoratif digunakan untuk merujuk pada siapapun yang kepercayaannya bertentangan dengan agama/kepercayaan yang sudah mapan di lingkungannya. Dengan menyebarnya pemikiran bebas, skeptisisme ilmiah, dan kritik terhadap agama, istilah ateis mulai dispesifikasi untuk merujuk kepada mereka yang tidak percaya kepada tuhan. Paham atheis ini pertama kali muncul pada abad ke-18 silam. Jadi udah lama banget.

Menurut penulis buku Menjawab Ateis Indonesia, penulis mengajak pembaca untuk mengetahui bahwa fenomena ateis itu benar-benar ada. Dari beberapa fakta yang dibeberkan dalam buku ini, ternyata perkembangan dari faham ateis atau tidak percaya kepada Tuhan ini cukup signifikan, khususnya perkembangannya di Indonesia.

Berdasarkan pengalaman yang penah aku alami sendiri, ateis memang benar-benar ada. Dan aku sudah membuktikan itu. Dari beberapa forum yang pernah aku kunjungi, biasanya masalah-masalah yang dilontarkan relatif sama. Pertanyaan-pertanyaan yang biasa dilontarkan sering kali memang bertujuan untuk mempertanyakan keberadaan Tuhan. Benarkah Tuhan itu ada?

Dari beberapa bab yang dipaparkan dalam buku ini, kita akan tahu, bagaimana caranya untuk membuktikan bahwa petanyaan-pertanyaan yang sering dilontarkan kaum ateis ini ternyata semuanya dapat dipatahkan dengan argumen yang cukup bagus. Lihat saja, Jika Tuhan ada - Mengapa ada Kejahatan?, Tuhan yang Pemalu atau Penakut?, Agama adalah penyebar ketakutan : Tuhan yang mMenyeramkan. 

Dan yang menurutku paling menarik, adalah bab Surga dan Neraka hanya Cocok untuk para Psikopat? Sedikit akan aku copas disini, yang menurutku ini cukup sering aku denggar dari diskusi-diskusi yang pernah aku ikuti:

Konsep surga dan neraka adalah konsep yang berasal dari ketakutan manusia atas kematian. Karena umat beragama takut dengan kematian, maka diciptakanlah konsep dimana setelah orang itu mati ada kehidupan lain sesudah mati.
Konsep surga dan neraka adalah konsep yang hanya cocok untuk anak kecil karena sifatnya menakut-nakuti manusia dengan hukuman. Jadi perilaku manusia tidak ditumbuhkembangkan karena kesadaran dirinya tetapi justru dipaksa tumbuh dengan motivasi ketakutan. Konsep surga dan Neraka bukan alasan yang baik karena tidak menumbuhkembangkan kesadran untuk berbuat baik.
Konsep surga dan neraka sekedar memberikan iming-iming untuk mengerem keinginan-keinginan negatif manusia yang mereka harapkan dapat mereka salurkan kelak secara lebih baik i masa depan. Alasan mengapa orang tidak melakukan suatu perbuatan sekarang adalah karena mereka memperoleh ganjaran atas "perbuatan baiknya" di masa dean dalam khayalan.
Konsep surga dan neraka tidak diperlukan karena kehidupan manusia sudah diatur oleh etika dan hukum.

Dan baiamana penulis menjaab argumentas-argmentasi tersebut? temukan dalam Menjawab Ateis Indonesia halaman 162.

Buku ini bukanlah buku agama, ini hanyalah sekedar tulisan tentang bagaiamana mempercayai keberadaan Tuhan, bisa dpertanggung jawabkan dengan akal sehat. Tetapi bagaimanapun, ateis yang sudah kita kenal tetap saja akan memiliki beragam sanggahan, yang kadang juga sulit dipecahkan begitu saja.  Tapi paling tidak, dengan membaca buku ini kita akan tahu bagaimana bila pertanyaan-pertanyaan tentang keberadaan Tuhan itu dpertanyakan.

Judul buku : Menjawab Ateis Indonesia
Penulis : Eko Arryawan
Penerbit : Media Abadi Indonesia, 2011.
ISBN : 978-602-8955-28-7
Jumlah halaman : 174





20 comments:

  1. aku pernah ditanya oleh temanku.
    "Kenapa tuhan itu ada?"
    Aku gak tahu deh.. gak bisa jawab (~_~
    Setiap aku jawab begini, dia selalu nanya lagi dan lagi... bikin aku pusing.. kira-kira disitu ada gak ?

    ReplyDelete
  2. Tuh kan....
    Faham Ateis sekarang udah masuk dalam pemikiran anak muda.
    Coba kamu baca bukunya, ada kok kenapa kita harus percaya bahwa Tuhan itu ada.
    Ato, kalo gak bisa beli bukunya, coba cari groupnya di FB dgn mengetik judul bukunya. ntar di dalamnya ada debat seru yg ngebas ttg itu.

    Met UTS ya.... Moga sukses!

    ReplyDelete
  3. waaa aku belum sempat nyelesaikan bukunya riu...
    rajin amat riu langsung cepet baca dan review

    ReplyDelete
  4. sebetulnya kan bukan nakut-nakutin. malah semuanya belajar untuk sabar. lagian banyak hukum yang gagal dilaksanakan. koruptor banyak yang tak tersentuh hukum.

    tentang hidayah, beruntunglah yang mendapatkan

    ReplyDelete
  5. membicarakan tentang paham atheis, saya pernah masuk dalam forum para atheis saya hampir bisa mereka doktrin untuk menjadi atheis tetapi akhirnya saya bisa lepas komunitas tidak jelas seperti merekaa...

    pengalaman berharga..

    Eaaa malah curcol

    ReplyDelete
  6. ini buku hadiah dari blog nya man and the moon kan?
    btw itu blog sekarang jarang diupdate yah?

    ReplyDelete
  7. @Ninda Rahadi:

    aku bacanya kalo mau tidur aja, biar cepet ngantuk. Secara memang rada berat yg diomongin. Tapi karena menarik, malah gak jadi bobok, keasyikan bacanya. :D

    Ayo, cepetan dikhatamkan baca bukunya. Cepet dibuat review juga. Kasian mas Kahfi, nunggu buku yg dikasihkan direview. :)

    ReplyDelete
  8. @Ami:

    Yang menanyakan keberadaan Tuhan itu orang ateis. Seperti yg ada dalam buku, orang ateis tetap punya alasan untuk menolak argument yang kita berikan. mkanya perlu digunakan teknik khusus dan argumen khusus pula. dalam buku ini akan dijelaskan giman agar argumen para Ateis terpatahkan.
    Sangat menarik!

    ReplyDelete
  9. @Andaka Pramadya :

    Sama dong. Aku malah udah pernah ketemuan dgn orang ateis itu. Forumnya juga rame. kalo kita ngetik judul buku ini di FB, kita akan temukan sebuah forum yg membicarakan ateis ini. Aku udah lihat-lihat kmrn. dan rame banget perdebatan mereka. :)

    ReplyDelete
  10. @Kevin :

    Iya. sempat bilang mau off cukup lama dia. ato mungkin karena agak sibuk, jadinya dia off lama.

    Kangen dgn postingan dia nih...

    ReplyDelete
  11. hahahaha, kok udah selesai sih bacanya mas.. dhe juga punya buku ini, hadiah GA.. hehe.. tapi belum selesai, baru baca setengah.. istirahat dulu, karena kepala saya sedikit nyut-nyut pas baca ni buku.. :D

    ReplyDelete
  12. @Irvina:

    Boleh.

    Silahkan mampir di perpus terdekat ya....

    ReplyDelete
  13. @dhenok habibie :

    dapet tugas juga ya...
    sama, aku juga nyut-nyutenbacanya. ini aja ngawur bikin reviewnya. hahha
    mudah2an aja gak salah. :)

    ReplyDelete
  14. keren mas reviewnya di ulas dgn lugas dan trims yo mas,,sdh meluangkan review bukunya

    ReplyDelete
  15. kebetulan aku baru selesai reviu buku ini di blog. :)

    ReplyDelete

Terima kasih atas kunjungannya. Happy blogwalking!