Skip to main content

Makna Lagu “Ojos Tristes” Selena Gomez, benny blanco & The Marías: Sunyi yang Lembut Tapi Ngena


Ada lagu yang begitu diputar, rasanya seperti ditarik pelan ke ruang sunyi. Bukan sunyi yang menakutkan, tapi sunyi yang jujur. Ojos Tristes - kolaborasi Selena Gomez, benny blanco, dan The Marías, punya efek itu. Dari intro awal saja, hati langsung cess. Tenang, tapi juga perih di sudut yang susah dijelaskan.

Instrumen yang dimainkan terdengar sederhana, bahkan minimalis. Tapi justru di situ kekuatannya. Dentingnya tidak ramai, tidak memaksa emosi, seolah memberi ruang bagi pendengar untuk ikut tenggelam. Chorus-nya datang seperti gelombang kecil: tidak menghantam, tapi cukup untuk membuat dada terasa penuh.

Kalau diterjemahkan, ojos tristes berarti “mata yang sedih”. Tapi lagu ini tidak sekadar bicara soal kesedihan yang dramatis. Ini tentang perasaan kehilangan yang tidak meledak-ledak. Tentang luka yang sudah lama ada, tapi belum benar-benar sembuh. Tentang seseorang yang terlihat baik-baik saja, padahal matanya menyimpan cerita yang tidak semua orang boleh tahu.

Konflik batinnya terasa halus. Lagu ini seperti merekam momen ketika seseorang memilih diam, bukan karena tidak punya cerita, tapi karena lelah menjelaskan. Ada relasi yang retak, ada jarak yang tercipta, tapi tidak ada teriakan atau pertengkaran besar. Yang ada justru keheningan, dan keheningan itu terasa lebih menyakitkan daripada kata-kata kasar.

Di sinilah banyak pendengar merasa, “Ini gue.” Pernah berada di titik di mana kesedihan tidak lagi ingin diumbar. Di mana memilih menyimpan semuanya di dalam, berharap suatu hari rasa itu mereda sendiri. Ojos Tristes tidak menyuruh untuk kuat, juga tidak meminta untuk menangis. Ia hanya menemani.

Refleksi pelan-pelan muncul saat lagu ini berulang. Bahwa tidak semua kesedihan perlu solusi cepat. Ada perasaan yang cukup dipahami, bukan diperbaiki. Ada luka yang hanya ingin diakui keberadaannya. Dan mungkin, kedewasaan emosional memang terlihat dari cara seseorang membawa kesedihannya, tenang, tidak riuh, tapi nyata.

Kolaborasi ini terasa pas karena tidak ada yang ingin menonjol sendiri. Vokal Selena terdengar rapuh tapi terkendali. Sentuhan The Marías memberi nuansa dreamy yang sendu. Dan produksi benny blanco menjaga semuanya tetap intim. Tidak berlebihan, tidak terlalu bersih, cukup manusiawi.

Di penutup lagu, tidak ada resolusi besar. Tidak ada janji bahwa semuanya akan baik-baik saja. Tapi justru itu yang membuatnya terasa jujur. Hidup memang tidak selalu memberi penutupan yang rapi. Kadang, kita hanya belajar hidup berdampingan dengan rasa sedih itu sendiri.

Mungkin, Ojos Tristes mengingatkan satu hal sederhana,  orang yang benar-benar dekat bukan yang paling banyak tahu, tapi yang paling bisa diam. Yang bisa duduk bersama kita di kesunyian, tanpa memaksa cerita keluar. Dan di dunia yang terlalu bising dengan penilaian, lagu ini hadir sebagai ruang aman, tempat kesedihan boleh ada, tanpa harus dijelaskan panjang-panjang.



[Verse 1: Selena Gomez]

No, it's not hard to see

That you probably feel worse than me

It's not your fault I have to leave

Please don't you look that way, baby


[Pre-Chorus: Selena Gomez]

Those sad eyes, sad eyes

You know I don't wanna say goodbye

Don't cry, don't cry

Just hold me for one last time


[Chorus: María Zardoya & Selena Gomez]

El muchacho de los ojos tristes

Vive solo y necesita amor

Como el aire, necesita verme

Como al sol, lo necesito yo

El muchacho de los ojos tristes (That boy is sad)

Ha encontrado al fin una razón (I wanna hold him)

Para hacer que su mirada ría (And seize the night)

Con mis besos y mi gran amor


[Verse 2: María Zardoya]

Han pasado dos años

Te sigo pensando en todos mis sentidos

Antes eran tus ojos lloviendo en otoño

Y ahora son los míos

See upcoming pop shows

Get tickets for your favorite artists


You might also like

Guess You Could Say I’m In Love


[Pre-Chorus: María Zardoya]

Cómo cambió, amor

Felices éramos los dos

Y ahora lloro, por Dios

Tristeza en mí amaneció


[Chorus: María Zardoya & Selena Gomez, Selena Gomez]

El muchacho de los ojos tristes

Vive solo y necesita amor

Como el aire, necesita verme

Como al sol, lo necesito yo

El muchacho de los ojos tristes (That boy is sad)

Ha encontrado al fin una razón (I wanna hold him)

Para hacer que su mirada ría (And seize the night)

Con mis besos y mi gran amor


[Outro: María Zardoya & Selena Gomez, María Zardoya]

La-da-da-da, da-da, da-da, da-da

La-da-da-da, da-da, da-da, da-da

La-da-da-da, da-da, da-da, da-da

La-da-da-da, da-da, da-da, da-da

Comments

Popular posts from this blog

Little Talks - Of Monsters & Men (Arti Lagu)

I'm back! Hari ini aku kembali dengan sebuah lagu yang gak tahu kenapa, aku menyukainya karena videonya menurutku keren banget. Selain itu, alasan kenapa aku menyukai lagu ini juga ternyata setelah didengarkan beberapa kali, ternyata liriknya enak sekali. Iramanya juga asyik, videonya juga menarik.   Menurutku, Little Talks - Of Monsters & Men ini bercerita tentang sebuah pasangan dalam percintaan. Lagu-lagu bertemakan cinta memang asyik banget untuk didengarkan, dan lagu ini juga bercerita tentang itu. Tapi sayangnya, sekali lagi lagu ini tentang hubungan yang nasibnya hidup segan, mati tak mau alias sedang dalam status rumit githu. Sang cewek menginginkan untuk mengakhiri hubungannya yang dinilai tak seindah dulu, sehingga dia mengharapkan sebuah cinta yang baru, yang memberikannya arti sebuah cinta seperti yang dia mau. Tapi masalahnya, sang cowok tidak mau melepaskan begithu saja. Dia terus berharap agar hubungannya terus berjalan seperti sedia kala.   ...

Kembali Untuk Mengeluh

Lama tidak ada kabar. Blog ini seperti sudah tidak berpenghuni ya.... Baru kemarin saya ingat kalau punya blog ini. Seandainya tidak ingat akan seseorang dan kenangan tentangya, mungkin saya juga akan melukapan blog ini entah sampai kapan. Dan sekarang saya jadi kangen untuk menulis di blog ini lagi. Saya tidak yakin akan menulis apa pada blog ini. Setelah lama vakum, saya juga bingung mau mengisi tulisan tentang apa. Tapi sepertinya kembali ke khittah, bahwa blog ini adalah tempat curhatan dan keluh kesah saya. Mungkin isinya akan lebih banyak kegalauan-kegalauan seperti biasa, yang tidak jelas maunya apa. Entahlah! Ingin menulis keluargaku, saya tidak yakin harus menceritakan masalah keluarga. Saya tidak ahlinya. Saya suka tulisan tentang patah hati, meski tidak ada hubungan dengan saya, tapi ngalir saja kalo nulis tentang patah hati. Kadang suka iri dengan blogger yang bisa cerita panjang lebar tentang apa yang dipikirkan, saya pasti kesulitan. Jadi saya hanya akan nulis se...

Sebulan Menjadi Ayah

Sebuln lebih saya tidak menengok blog ini. Stelah menegok sebentar, ternyata ada perubahan tampilannya. Sempat sedikit binggung juga sebenarnya, tapi tak sampai 15 menit untuk langsung memahami. Ternyata memang ada sedikit perubahan, lebih mudah menurutku. Btw, sebenarnya sudah berhari-hari ingin membuat tulisan lagi. Tapi karena kesibukan dan keramaian aktivitas beberapa hari ini, keinginan untuk menulis jadi terhambat sedikit. Mumpung hari ini ada luang, saya coba-coba lagi buat ngepost dan mengupdate blog. Kasihan, lama punya blog kok malah tak terjamah. Pengen cerita banyak sebenarnya, tapi khusus hari ini mulai dari ini saja dulu. Postingan lainnya mungkin akan sedikit flashback, karena pengalamannya banyak yang sudah terjadi. Khusus hari ini, saya ingin cerita tentang pengalaman menjadi seorang ayah bagi putri saya, Zara. Yup, saat ini status saya memang sudah berubah, dari sendiri menjadi berdua. Dari berdua, menjadi bertiga. Orrang ketiga yang hadir di kehidupan...