Skip to main content

Trauma Itu Tidak Hilang Sekali Sembuh


Banyak orang mengira trauma itu seperti luka fisik. Setelah waktu berlalu, setelah “diselesaikan”, setelah merasa lebih baik, ya sudah, selesai. Hidup lanjut. Kepala dingin. Dada lega. Tapi kenyataannya, trauma sering bekerja dengan cara yang jauh lebih diam-diam dan licik.

Kadang, hidup terasa baik-baik saja. Hari berjalan normal. Pikiran relatif tenang. Bahkan sempat muncul keyakinan kecil: mungkin ini sudah lewat. Mungkin semua sudah rapi. Sampai suatu hari, satu kata terdengar. Satu kalimat. Satu nada suara. Dan tubuh langsung kembali ke setelan lama, tanpa izin, tanpa aba-aba.

Dada mengencang. Tangan gemetar. Nafas pendek. Logika tertinggal jauh di belakang.

Di situlah konflik batin muncul. Ada rasa kesal pada diri sendiri. “Kok masih begini?” “Bukannya ini sudah selesai?” Padahal secara rasional, situasinya aman. Tidak ada ancaman nyata. Tapi tubuh tidak peduli pada penjelasan logis. Ia hanya mengenali pola. Dan begitu polanya mirip, alarm langsung berbunyi.

Trauma memang tidak tinggal di ingatan saja. Ia menetap di tubuh. Di refleks. Di respon otomatis yang terbentuk ketika dulu tidak ada pilihan selain bertahan. Jadi wajar, meski secara sadar merasa sudah kuat, tubuh masih bereaksi seolah bahaya itu nyata.

Yang sering bikin tambah berat adalah ekspektasi sosial. Ada tuntutan tak tertulis untuk “move on”. Untuk tidak sensitif. Untuk tidak bereaksi berlebihan. Akhirnya, banyak orang memilih diam. Menyembunyikan gemetar. Menenangkan diri sendirian. Dan merasa gagal karena belum sepenuhnya pulih.

Comments

Popular posts from this blog

Little Talks - Of Monsters & Men (Arti Lagu)

I'm back! Hari ini aku kembali dengan sebuah lagu yang gak tahu kenapa, aku menyukainya karena videonya menurutku keren banget. Selain itu, alasan kenapa aku menyukai lagu ini juga ternyata setelah didengarkan beberapa kali, ternyata liriknya enak sekali. Iramanya juga asyik, videonya juga menarik.   Menurutku, Little Talks - Of Monsters & Men ini bercerita tentang sebuah pasangan dalam percintaan. Lagu-lagu bertemakan cinta memang asyik banget untuk didengarkan, dan lagu ini juga bercerita tentang itu. Tapi sayangnya, sekali lagi lagu ini tentang hubungan yang nasibnya hidup segan, mati tak mau alias sedang dalam status rumit githu. Sang cewek menginginkan untuk mengakhiri hubungannya yang dinilai tak seindah dulu, sehingga dia mengharapkan sebuah cinta yang baru, yang memberikannya arti sebuah cinta seperti yang dia mau. Tapi masalahnya, sang cowok tidak mau melepaskan begithu saja. Dia terus berharap agar hubungannya terus berjalan seperti sedia kala.   ...

Kembali Untuk Mengeluh

Lama tidak ada kabar. Blog ini seperti sudah tidak berpenghuni ya.... Baru kemarin saya ingat kalau punya blog ini. Seandainya tidak ingat akan seseorang dan kenangan tentangya, mungkin saya juga akan melukapan blog ini entah sampai kapan. Dan sekarang saya jadi kangen untuk menulis di blog ini lagi. Saya tidak yakin akan menulis apa pada blog ini. Setelah lama vakum, saya juga bingung mau mengisi tulisan tentang apa. Tapi sepertinya kembali ke khittah, bahwa blog ini adalah tempat curhatan dan keluh kesah saya. Mungkin isinya akan lebih banyak kegalauan-kegalauan seperti biasa, yang tidak jelas maunya apa. Entahlah! Ingin menulis keluargaku, saya tidak yakin harus menceritakan masalah keluarga. Saya tidak ahlinya. Saya suka tulisan tentang patah hati, meski tidak ada hubungan dengan saya, tapi ngalir saja kalo nulis tentang patah hati. Kadang suka iri dengan blogger yang bisa cerita panjang lebar tentang apa yang dipikirkan, saya pasti kesulitan. Jadi saya hanya akan nulis se...

Sebulan Menjadi Ayah

Sebuln lebih saya tidak menengok blog ini. Stelah menegok sebentar, ternyata ada perubahan tampilannya. Sempat sedikit binggung juga sebenarnya, tapi tak sampai 15 menit untuk langsung memahami. Ternyata memang ada sedikit perubahan, lebih mudah menurutku. Btw, sebenarnya sudah berhari-hari ingin membuat tulisan lagi. Tapi karena kesibukan dan keramaian aktivitas beberapa hari ini, keinginan untuk menulis jadi terhambat sedikit. Mumpung hari ini ada luang, saya coba-coba lagi buat ngepost dan mengupdate blog. Kasihan, lama punya blog kok malah tak terjamah. Pengen cerita banyak sebenarnya, tapi khusus hari ini mulai dari ini saja dulu. Postingan lainnya mungkin akan sedikit flashback, karena pengalamannya banyak yang sudah terjadi. Khusus hari ini, saya ingin cerita tentang pengalaman menjadi seorang ayah bagi putri saya, Zara. Yup, saat ini status saya memang sudah berubah, dari sendiri menjadi berdua. Dari berdua, menjadi bertiga. Orrang ketiga yang hadir di kehidupan...