Skip to main content

Mungdhe, tari khas Nganjuk

Kabupaten Nganjuk di bawah pimpinan Bupati Taufiqurrahman terus mencetak rekor. Setelah dua kali kota Nganjuk ini mencetak rekor MURI, tanggal 2 Mei kemarin, bertepatan dengan hari pendidikan Nasional. Kota Nganjuk kembali mencetak rekor MURI untuk ke tiga kalinya. Tari mungdhe massal.




Bertempat di lapangan Anjuk Ladang, Tari Mungdhe ini di ikuti oleh 2009 penari yang terdiri dari 1157 siswa SD, 579 siswa SMP, 241 siswa SMA, dan 35 siswa SMK. Selain itu juga diikuti oleh 100 paduan suara (penggerong) siswa SMK/SMU se-Kabupaten Nganjuk plus seratus perias penari.



Acara yang dihelat dalam rangka mengenalkan tari Mungdhe sebagai tari budaya khas Nganjuk ini dimulai pada pukul 15.30 WIB. Padahal informasi yang Riu peroleh adalah, rekor ini akan dimulai pada pukul 14.00 WIB. Jadi ketika acara ini berlangsung, Riu harus rela berpanas-panasan demi menyaksikan tari Mungdhe massal ini.

Mengawali rekor ini 130 penabuh (laki-laki) memasuki lapangan dengan alat musik yang mereka bawa. Kemudian diikuti oleh ratusan pembawa bendera, disusul dengan botoh dan yang terakhir adalah prajurit pembawa pedang.

Dalam tari Mungdhe massal tersebut, sebagian besar penarinya adalah perempuan. Dengan kostum hijau dan rompi merah ditambah dengan ikat kepala yang khusus dibuat untuk penampilan MURI kemarin.

Sedangkan yang memerankan botoh dalam tari Mungdhe tersebut adalah ratusan siswa SD yang tingkahnya masih lucu-lucu. Sehingga membuat acara ini semakin menarik.

Dalam kesempatan itu, pihak yang datang dari pihak Musium Rekor Indonesia (MURI) adalah Sri Widayati. Beliau ini yang menyerahkan dua penghargaan, pertama untuk Bupati Taufiqurrahman selaku pemrakarsa dan penghargaan kedua diberikan kepada Agus Susanto selaku panitia penyelenggara dari Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Nganjuk. Rekor ini tercatat sebagai rekor ke 3686 di Musium Rekor Indonesia.


Menurut cerita yang Riu baca, tari Mungdhe ini berasal dari desa Garu Kecamatan Baron Kabupaten Nganjuk [i](kalau rumah Riu Kecamatan Sukomoro, jauh banget ya...).[/i] Tari ini masih ada hubungannya dengan cerita tentang kekalahan prajurit Diponegoro yang dipimpin oleh Sentot Prawirodirdjo melawan Belanda (1825-1830).

Setelah kalah perang, prajurit Diponegoro hidup berpencar karena selalu diawasi oleh pihak belanda. Hidup mereka hampir sama dengan buronan karena selalu dicari oleh pihak Belanda. Dari sisa-sisa prajurit itu mereka berupaya untuk menyusun kekuatan dengan cara berpura-pura menari padahal sebenarnya mereka itu berlatih perang. Ini semua dilakukan untuk mengelabui pihak Belanda yang masih mengawasi prajurit Diponegoro.

Karena para prajurit itu bertempat tinggal secara terpisah atau berpencar, maka untuk mengumpulkan para komandannya, pada saat itu salah seorang dari prajurit itu yang bernama Mbah Karsan Tarwi memukul instrumen gamelan yang disebut Penitir. Instrumen itu apabila dipukul akan mengeluarkan suara Mung. Pada saat itu Mbah Karsan memukul sebanyak tiga kali. Bunyi Mung pertama menandakan sebagai perintah untuk persiapan, Mung kedua menandakan berkumpul dan bunyi mung yang ketiga mengisyaratkan tentang dimulainya tari itu.

Dalam perkembangannya, instrumen Penitir yang berbunyi ‘mung’ itu bertambah dengan instrumen lain yaitu Bendhe atau Kempul kecil yang apabila dipukul akan mengelurakan bunyi ‘dhe’.

Kalau dilihat dengan seksama, tarian ini bertemakan kepahlawanan dan cinta tanah air. Selain itu tarian ini juga bersifat heroik karena gerakan-gerakan dalam tarian ini diambilkan dari gerakan keprajuritan atau silat. Tarian ini melibatkan 14 pemain. Dua orang sebagai penari, dua orang sebagai pembawa bendera, dua orang sebagai botoh dan delapan orang sebagai penabuh atau penggiring. Selanjutnya, tarian ini dikenal dengan sebutan mungdhe.

Riu hanya bisa mengucapkan selamat saja atas tercapainya rekor ini, semoga Kabupaten Nganjuk semakin jaya. Amin.

Comments

Popular posts from this blog

Pemilik Akun Asli @poconggg Terbongkar

Kemarin Twitter heboh banget dengan terbongkarnya pemilk akun @poconggg. Siapa sih yang gak kenal poconggg, dia adalah hantu yang tidak biasa, hantu yang seharusnya bertugas menghantui orang, menakut-nakutin orang, ternyata malah paling sering dipermainkan orang. Followernya mencapai ribuan, padahal tidak following siapa pun. Beberapa kali berhasil bikin TT di twitter karena ulanhnya, dan masih banyak lagi.  Malang bener nasib dia. Meski nasibnya sesial itu, sekarang ini dia malah lebih sial lagi karena akun Twitternya terbongkar. Iya, kemaren ada orang yang sakit hati ama @poconggg dan ngebongkar siapa dia sebenarnya. Dulu sih memang pengen tahu yang sebenarnya, siapakah pemilik akun @poconggg. Melihat tweetnya yang lucu-lucu dan menggemaskan, banyak yang ngira kalo pemiliknya adalah penulis buku, Raditya Dika. Tapi secara tegas dia ngebantah, kalo dia adalah pemilik akun @poconggg. Tapi semalem, nggak tau gimana mulainya, ada akun yang ngebongkar siapa @poconggg sebe...

Lorde - Team (Arti Lagu)

Belum lama ini saya sudah memposting sebuah arti lagu yang sangat fenomenal, Lorde – Royal. Dan sampai sekarang saya masih belum percaya, ada banyak alas an kenapa Lorde sekarang jadi perbincangan di barat sana. Saya tak perrlu membahas tentang alas an itu, karena saya bukan blogger yang memperbincangkan berita-berita artis yang di media online sudah pernah dibahas. Buang-buang waktu saja sebenarnya menulis hal yang sudah dimuat dalam berita online besar.   Karena saya tak ingin menjadi blogger seperti itu. Berangkat dari banyaknya view dari postingan sebelumnya, maka kali ini saya ingin menulis tentang single terbaru dari Lorde. Mungkin ada beberapa orang yang tak menyukai tipe lagu yang dibawakan oleh Lorde. Saya pada awlnya jugga begitu, tapi setelah beberapa kali mendengarkan, dan beberapa kali untuk menerjemahkan lagunya, sekarang saya menjadi saah satu penyuka musiknya. Sumpah, keren banget lagu-lagunya. Kali ini adalah single terbaru Lorde-Team . Lagu yang m...

Little Talks - Of Monsters & Men (Arti Lagu)

I'm back! Hari ini aku kembali dengan sebuah lagu yang gak tahu kenapa, aku menyukainya karena videonya menurutku keren banget. Selain itu, alasan kenapa aku menyukai lagu ini juga ternyata setelah didengarkan beberapa kali, ternyata liriknya enak sekali. Iramanya juga asyik, videonya juga menarik.   Menurutku, Little Talks - Of Monsters & Men ini bercerita tentang sebuah pasangan dalam percintaan. Lagu-lagu bertemakan cinta memang asyik banget untuk didengarkan, dan lagu ini juga bercerita tentang itu. Tapi sayangnya, sekali lagi lagu ini tentang hubungan yang nasibnya hidup segan, mati tak mau alias sedang dalam status rumit githu. Sang cewek menginginkan untuk mengakhiri hubungannya yang dinilai tak seindah dulu, sehingga dia mengharapkan sebuah cinta yang baru, yang memberikannya arti sebuah cinta seperti yang dia mau. Tapi masalahnya, sang cowok tidak mau melepaskan begithu saja. Dia terus berharap agar hubungannya terus berjalan seperti sedia kala.   ...