Skip to main content

Halal bi Halal di Kantor


Hari Senin kemarin ada acara halal bi halal di kantor. Sejak jauh-jauh hari sebenarnya aku sudah tahu acara itu akan datang, tapi seperti kebanyakan hal yang berhubungan dengan keramaian, aku memilih pura-pura lupa sampai akhirnya tidak bisa lagi dihindari. Begitu pengumuman resmi muncul dan tanggalnya semakin dekat, perasaan yang muncul bukan antusias, melainkan semacam tegang yang pelan-pelan naik ke permukaan.

Sejujurnya, acara seperti ini selalu terasa canggung bagiku. Bukan karena acaranya buruk atau orang-orangnya tidak menyenangkan, tapi lebih karena situasinya menuntutku berada di tengah keramaian yang tidak sepenuhnya akrab. Banyak wajah yang sebenarnya sering kulihat sekilas di lorong kantor, tapi tidak pernah benar-benar kukenal. Dan entah kenapa, berada di ruangan penuh orang yang “setengah dikenal” justru terasa lebih melelahkan dibanding berada di antara orang asing sepenuhnya.

Di pagi hari sebelum acara dimulai, aku sempat berharap ada alasan kuat untuk tidak ikut. Mungkin pekerjaan mendadak, mungkin rapat yang tidak bisa ditinggalkan, mungkin apa saja yang terdengar cukup masuk akal. Bukan karena ingin membangkang, tapi lebih karena ingin menghindari rasa tidak nyaman yang sudah bisa kubayangkan sejak awal. Ada bagian dari diriku yang terus bernegosiasi... apa harus ikut? kalau tidak ikut, gimana ya? kalau ikut, kuat gak ya?

Pada akhirnya, seperti banyak hal lain yang terasa tidak nyaman, aku tetap datang. Langkah kaki terasa sedikit lebih berat dari biasanya ketika memasuki ruangan acara. Suasana ramai, suara percakapan bersahutan, orang-orang saling menyapa dengan hangat. Dari luar, semuanya tampak hangat dan menyenangkan. Tapi dari dalam, aku seperti sedang mencari tempat berdiri yang paling aman, sudut kecil yang tidak terlalu mencolok.

Aku berdiri di dekat orang-orang yang sekantor satu ruangan denganku. Mereka menjadi semacam jangkar kecil di tengah keramaian. Setidaknya ada wajah-wajah yang familiar, percakapan yang tidak sepenuhnya asing. Tapi begitu harus berinteraksi dengan orang di luar lingkaran kecil itu, rasa canggung langsung kembali muncul. Harus menyapa, harus tersenyum, harus membuka obrolan, semuanya terasa seperti tugas sosial yang membutuhkan energi ekstra.

Lucunya, di tengah acara seperti itu, waktu terasa berjalan lambat. Setiap menit terasa lebih panjang dari biasanya. Aku sesekali melihat jam, mencoba menebak kapan acara akan selesai tanpa terlihat tidak sopan. Bukan karena ingin segera pulang, tapi karena ingin kembali ke ruang yang lebih tenang, di mana aku tidak perlu terus-menerus menjaga ekspresi dan energi sosial.

Dan ketika acara akhirnya selesai, ada rasa lega yang sulit dijelaskan. Bukan lega karena acaranya berakhir buruk, justru semuanya berjalan baik-baik saja. Orang-orang ramah, suasana hangat, tidak ada kejadian aneh. Tapi tetap saja, rasa lega itu muncul karena satu hal sederhana... aku berhasil melewatinya.

Comments

Popular posts from this blog

Little Talks - Of Monsters & Men (Arti Lagu)

I'm back! Hari ini aku kembali dengan sebuah lagu yang gak tahu kenapa, aku menyukainya karena videonya menurutku keren banget. Selain itu, alasan kenapa aku menyukai lagu ini juga ternyata setelah didengarkan beberapa kali, ternyata liriknya enak sekali. Iramanya juga asyik, videonya juga menarik.   Menurutku, Little Talks - Of Monsters & Men ini bercerita tentang sebuah pasangan dalam percintaan. Lagu-lagu bertemakan cinta memang asyik banget untuk didengarkan, dan lagu ini juga bercerita tentang itu. Tapi sayangnya, sekali lagi lagu ini tentang hubungan yang nasibnya hidup segan, mati tak mau alias sedang dalam status rumit githu. Sang cewek menginginkan untuk mengakhiri hubungannya yang dinilai tak seindah dulu, sehingga dia mengharapkan sebuah cinta yang baru, yang memberikannya arti sebuah cinta seperti yang dia mau. Tapi masalahnya, sang cowok tidak mau melepaskan begithu saja. Dia terus berharap agar hubungannya terus berjalan seperti sedia kala.   ...

Lorde - Team (Arti Lagu)

Belum lama ini saya sudah memposting sebuah arti lagu yang sangat fenomenal, Lorde – Royal. Dan sampai sekarang saya masih belum percaya, ada banyak alas an kenapa Lorde sekarang jadi perbincangan di barat sana. Saya tak perrlu membahas tentang alas an itu, karena saya bukan blogger yang memperbincangkan berita-berita artis yang di media online sudah pernah dibahas. Buang-buang waktu saja sebenarnya menulis hal yang sudah dimuat dalam berita online besar.   Karena saya tak ingin menjadi blogger seperti itu. Berangkat dari banyaknya view dari postingan sebelumnya, maka kali ini saya ingin menulis tentang single terbaru dari Lorde. Mungkin ada beberapa orang yang tak menyukai tipe lagu yang dibawakan oleh Lorde. Saya pada awlnya jugga begitu, tapi setelah beberapa kali mendengarkan, dan beberapa kali untuk menerjemahkan lagunya, sekarang saya menjadi saah satu penyuka musiknya. Sumpah, keren banget lagu-lagunya. Kali ini adalah single terbaru Lorde-Team . Lagu yang m...

Kembali Untuk Mengeluh

Lama tidak ada kabar. Blog ini seperti sudah tidak berpenghuni ya.... Baru kemarin saya ingat kalau punya blog ini. Seandainya tidak ingat akan seseorang dan kenangan tentangya, mungkin saya juga akan melukapan blog ini entah sampai kapan. Dan sekarang saya jadi kangen untuk menulis di blog ini lagi. Saya tidak yakin akan menulis apa pada blog ini. Setelah lama vakum, saya juga bingung mau mengisi tulisan tentang apa. Tapi sepertinya kembali ke khittah, bahwa blog ini adalah tempat curhatan dan keluh kesah saya. Mungkin isinya akan lebih banyak kegalauan-kegalauan seperti biasa, yang tidak jelas maunya apa. Entahlah! Ingin menulis keluargaku, saya tidak yakin harus menceritakan masalah keluarga. Saya tidak ahlinya. Saya suka tulisan tentang patah hati, meski tidak ada hubungan dengan saya, tapi ngalir saja kalo nulis tentang patah hati. Kadang suka iri dengan blogger yang bisa cerita panjang lebar tentang apa yang dipikirkan, saya pasti kesulitan. Jadi saya hanya akan nulis se...