Skip to main content

Seperti Zombie


Akhir-akhir ini ada satu perasaan yang sulit sekali diabaikan.... aku merasa seperti zombie. Bukan dalam arti dramatis seperti di film-film, tentu saja, tapi lebih seperti berjalan menjalani hari tanpa benar-benar hadir di dalamnya. Rutinitas tetap berjalan, jam terus bergerak, pekerjaan masih dikerjakan, percakapan masih dijawab. Dari luar, mungkin semuanya terlihat normal. Tapi di dalam, rasanya seperti ada bagian yang dimatikan pelan-pelan.

Aku mulai menyadarinya dari hal-hal kecil. Hal-hal yang dulu terasa menyenangkan, atau setidaknya menarik, sekarang terasa datar. Tidak ada dorongan kuat untuk memulai sesuatu, tidak ada rasa penasaran yang biasanya muncul tanpa diminta. Hari-hari terasa seperti daftar tugas yang harus dicentang satu per satu, bukan ruang hidup yang ingin dijelajahi. Aku tetap bergerak, tapi tanpa arah yang benar-benar kupilih.

Dan entah kenapa, pikiranku selalu kembali pada kejadian pembunuhan karakter itu. Sejak peristiwa itu, ada sesuatu yang berubah dalam cara aku memandang diri sendiri. Sebelumnya, aku mungkin masih punya keyakinan kecil tentang siapa diriku dan apa yang bisa kulakukan. Tidak selalu percaya diri, tentu saja, tapi setidaknya ada fondasi yang terasa cukup kokoh untuk berdiri. Sekarang fondasi itu terasa retak.

Yang paling terasa adalah keraguan yang datang tanpa henti. Dulu, keraguan mungkin datang sesekali, wajar, manusiawi. Sekarang ia seperti teman tetap yang selalu ikut ke mana pun aku pergi. Setiap ingin memulai sesuatu, ada suara kecil yang langsung bertanya....  “Apa kamu yakin? Apa kamu memang mampu? Apa orang lain juga melihatmu seperti itu?” Suara itu tidak keras, tapi konstan. Dan justru karena konstan, ia melelahkan.

Pelan-pelan, keraguan itu merembet ke banyak hal. Tidak hanya soal orang lain, tapi juga soal potensi diri sendiri. Aku mulai mempertanyakan kemampuan yang dulu terasa biasa saja. Hal-hal yang dulu bisa kulakukan tanpa banyak berpikir, sekarang terasa berat untuk dimulai. Seolah-olah kepercayaan diri yang dulu ada, kini harus dicari kembali dari nol, atau bahkan dari minus.

Ada hari-hari ketika aku mencoba memaksa diri untuk kembali seperti dulu. Mencari motivasi, membaca sesuatu yang inspiratif, mencoba mengingat apa yang dulu membuatku bersemangat. Tapi sering kali, usaha itu terasa seperti menyalakan lampu di ruangan yang kabelnya belum tersambung. Niatnya ada, tapi energinya tidak mengalir.

Di momen-momen seperti itu, kata “zombie” terasa paling mendekati. Bukan karena hidupku berhenti, tapi karena rasanya seperti berjalan tanpa rasa. Tanpa keinginan yang jelas, tanpa ketertarikan yang kuat. Hanya menjalani hari demi hari karena memang hari itu datang, bukan karena aku benar-benar ingin menyambutnya.

Comments

Popular posts from this blog

Little Talks - Of Monsters & Men (Arti Lagu)

I'm back! Hari ini aku kembali dengan sebuah lagu yang gak tahu kenapa, aku menyukainya karena videonya menurutku keren banget. Selain itu, alasan kenapa aku menyukai lagu ini juga ternyata setelah didengarkan beberapa kali, ternyata liriknya enak sekali. Iramanya juga asyik, videonya juga menarik.   Menurutku, Little Talks - Of Monsters & Men ini bercerita tentang sebuah pasangan dalam percintaan. Lagu-lagu bertemakan cinta memang asyik banget untuk didengarkan, dan lagu ini juga bercerita tentang itu. Tapi sayangnya, sekali lagi lagu ini tentang hubungan yang nasibnya hidup segan, mati tak mau alias sedang dalam status rumit githu. Sang cewek menginginkan untuk mengakhiri hubungannya yang dinilai tak seindah dulu, sehingga dia mengharapkan sebuah cinta yang baru, yang memberikannya arti sebuah cinta seperti yang dia mau. Tapi masalahnya, sang cowok tidak mau melepaskan begithu saja. Dia terus berharap agar hubungannya terus berjalan seperti sedia kala.   ...

Lorde - Team (Arti Lagu)

Belum lama ini saya sudah memposting sebuah arti lagu yang sangat fenomenal, Lorde – Royal. Dan sampai sekarang saya masih belum percaya, ada banyak alas an kenapa Lorde sekarang jadi perbincangan di barat sana. Saya tak perrlu membahas tentang alas an itu, karena saya bukan blogger yang memperbincangkan berita-berita artis yang di media online sudah pernah dibahas. Buang-buang waktu saja sebenarnya menulis hal yang sudah dimuat dalam berita online besar.   Karena saya tak ingin menjadi blogger seperti itu. Berangkat dari banyaknya view dari postingan sebelumnya, maka kali ini saya ingin menulis tentang single terbaru dari Lorde. Mungkin ada beberapa orang yang tak menyukai tipe lagu yang dibawakan oleh Lorde. Saya pada awlnya jugga begitu, tapi setelah beberapa kali mendengarkan, dan beberapa kali untuk menerjemahkan lagunya, sekarang saya menjadi saah satu penyuka musiknya. Sumpah, keren banget lagu-lagunya. Kali ini adalah single terbaru Lorde-Team . Lagu yang m...

Kembali Untuk Mengeluh

Lama tidak ada kabar. Blog ini seperti sudah tidak berpenghuni ya.... Baru kemarin saya ingat kalau punya blog ini. Seandainya tidak ingat akan seseorang dan kenangan tentangya, mungkin saya juga akan melukapan blog ini entah sampai kapan. Dan sekarang saya jadi kangen untuk menulis di blog ini lagi. Saya tidak yakin akan menulis apa pada blog ini. Setelah lama vakum, saya juga bingung mau mengisi tulisan tentang apa. Tapi sepertinya kembali ke khittah, bahwa blog ini adalah tempat curhatan dan keluh kesah saya. Mungkin isinya akan lebih banyak kegalauan-kegalauan seperti biasa, yang tidak jelas maunya apa. Entahlah! Ingin menulis keluargaku, saya tidak yakin harus menceritakan masalah keluarga. Saya tidak ahlinya. Saya suka tulisan tentang patah hati, meski tidak ada hubungan dengan saya, tapi ngalir saja kalo nulis tentang patah hati. Kadang suka iri dengan blogger yang bisa cerita panjang lebar tentang apa yang dipikirkan, saya pasti kesulitan. Jadi saya hanya akan nulis se...