Wednesday, May 30, 2012

Orang-orang di Masa Lalunya


"Belum tidur ya? Aku barusan pulang dari kampus," sapanya dalam chat facebookku. Saat itu aku yang masih main-main di blogger tetangga., setelah tahu dia mengirimiku pesan itu dengan segera aku membalasnya, "belumlah..."

"Penasaran ya? hehe" balasnya.

"Bangeet...."

"Hehehe bentar ya ...."

"oke"

" Aku sudah menjalani hal seperti ini sewaktu SMA, tapi benar-benar nikmatin kehidupna seperti ini sewaktu kuliah. Aku kenal dengan seorang pelatih paduan suara, dia mahasiswa kedokteran gigi. Kita jalan tak terlalu lama, sekitar 1 bulanan. Dia yang memutuskan, karena aku masih malu-malu untuk bertindak jauh dengannya. Saat itu aku juga masih bingung, takut dengan hubungan yang terlalu jauh itu. Dan setelah gak ngelatih paduan suara, dan kita tak pernah komunikasi lagi, denger-denger dia udah nyandang gelas Dokter. Ya turut bahagia juga ngeliat orang yang dulu pernah ada di hidupku sekarang sudah sukses," tulisnya panjang lebar dengan cinta pertamanya.

"Trus?" tanyaku kemudian., memintanya untuk melanjutkan orang-orang yang pernah di masa lalunya. "Eh, siapa yang mulai duluan, dia atau kamu?" tambahku lagi. Aku ingin tahu lebih banyak tentang rang di masa lalunya itu.

"Hubungan kedua aku jalani dengan seorang penyiar radio di Jombang. Aku kenal dia karena sering denger radio pas pulang kampung. Waktu itu liburan akhir semester, 2 bulan. Hubunganku dengannya juga 2 bulan saja. Aku balik ke Jember, dan kita mengakirinya. Harus aku akui, cintanya hanya sebatas kebutuhan nafsu semata, gak lebih. Waktu hubunganku sama dia, dia juga punya hubungan dengan orang lain. 2 malahan, 3 termasuk aku. Sakit hati pasti, makan hati juga pasti. Bodohnya aku ngikutin permainannya. Kemakan kata-kata manisnya. Meski putus, sampei sekarang komunikai masih terjaga, hanya sebatas sodara karena dia juga kenal sama ortuku. Sebenernya dia temen ortuku, beberapa hari lagi juga dia mau nikah. yang membuatku heran, simpenannya masih banyak."

"Sejauh apa hubunganmu dengannya?" tanyaku lagi setelah dia menceritakan hubungan keduanya.

"Maksudnya sejauh apa ini? kalau sekarang sih biasa aja, jarang komunikasi juga. Malah akhir-akhir  ini gak tau kenapa dia kirim sms minta maaf trus. Mau khoit mungkin, hahahaha."

"Lanjut yang ketiga!"

"Ya, you know me so well dulu, tidak hanya hubungan biasa. hubungan di ranjang juga pernah aku lakukan, tapi aku juga tidak mau sering-sering, aku tidak hiper masalah gituan," balasnya. Tak berselang lama, dia menjawab perintahku untuk melanjutkan kisahnya,"Iya, yang ke 3 bentar ya ...."

"*speechless*" itulah kata-kata yang aku tuliskan saat tahu masa lalunya. Kalau tahu Postinganku dulu, alasan inilah yang aku ingiin aku jelaskan, kenapa yang ini berbeda dengan hubunganku sebelumnya. Dia punya kisah kelam yang tak semua orang tahu, kecuali aku. 

"Yang ketiga, sama adek tingkatku, temen paduan suara juga. Anaknya memang sederhana, dari keluarga sederhana pula. Dia asli Jember, di desa dan kos di kota deket kampus. Aku juga kalau ada waktu main ke rumahnya. Yang aku suka dari dia, dia gak neko-neko, gak terlalu nuntut ini itu. Mungkin dari ketidak neko-nekoannya itulah aku terlalu sayang. Apapun aku kasih ke dia. tapi di akhir cerita, parah. Dia hanya maen waktu. Dia cuman ingin seneng-senang saja denganku, istilah ilmiahnya, habis manis sepah dibuang. Akua stres plus depresi berat sampai nyoba bunuh diri pakai Baygon, tapi gagal. Gara-gara kejadian itu temen-temenku tahu kehidupan kelamku. Aku mulai terbuka sama temen satu kontrakan. Dan dengan pacar resmiku aku juga blak-blakan apa yang sebenernya terjadi. Yaaa begitulah! yang jelas mereka kaget. Awalnya mereka mendukungku, ngasih semangat untuk berhenti main api seperti itu, tapi seiring waktu mereka juga sibuk dengan permasalahan mereka masing-masing dan sepertinya mereka juga udah gak peduli tentang aku yang hina ini."

Aku terdiam, aku bimbang. Dia punya cerita kelam, bahkan sangat kelam. Apakah aku bisa bersamanya dengan masa lalu yang seperti itu? aku bingung, aku bimbang. Tak ada kata-kata yang mampu aku tanyakan lagi padanya. Benar-benar sock mengetahui masa lalunya.

Lama aku terdiam. Kemudian sebuah pertanyaan muncul tiba-tiba, apakah aku mencintainya? apakah aku peduli dengan masa lalunya? bukankah yang terpenting adalah aku menyukainya saat ini, bukan masa lalunya. Setiap orang pasti punya masa lalu, sekelam apa pun masa lalu, dia tetaplah masa lalu.

"Aku memang sudah kotor, kak. Sudah terlalu kotor. Kalau saja dikasih umur pendek pun aku malah sangat bersyukur karena dosaku tak bertambah, siksaan di alam sana juga tak akan lebih berat jika aku terus menjalani dosaku seperti ini," 


*

14 comments:

  1. masa lalu biarlah berlalu, namun jangan biarkan begitu saja sebelum kita mengambil hikmah dan pelajaran darinya agar masa kini dan nanti yang akan dijalani tidak mengulang kesalahan kedua kali.

    ReplyDelete
    Replies
    1. amin. semoga masa lalu tetaplah bagian dr masa lalu. semoga hikmah dari kesalahan dr masa lalu mnjadi pelajaran. mohon doanya ya...

      Delete
  2. aku juga pernah punya teman chat yang terbuka seperti cewe ini. dia bilang karena lewat chat jadi lebih ga ada beban untuk cerita.. sempet kaget mendengarnya tapi itu memang masa lalu dan mudah2an tidak akan terjadi lagi

    ReplyDelete
    Replies
    1. amin. Semoga dapat mengambil hikmah dari kisah masa lalunya. :)

      Delete
  3. kunjungan gan .,.
    Menjaga kepercayaan orang lain lebih penting daripada membangunnya.,.
    di tunggu kunjungan balik.na gan.,.

    ReplyDelete
    Replies
    1. thanks, sob. semoga kepercayaan ini tetaplah terjaga. :)

      Delete
  4. salah satu orang bijaksana adalah ketika menjalani kehidupan seseorang tidak memandang masa lalunya tapi memandang masa depan yg akan dia usahakan, masa lalu memang dijadikan pijakan untuk mengubah diri tapi bukan jd patokan mengukur kperibadian seseorang,,
    yang lalu biarlah berlalu namun masa depan menunggu untuk kesuksesan kita,,,
    nice posting bro,,,

    ReplyDelete
    Replies
    1. thank you. senang sekali dapat masukan lagi dari para pembacaku. :)

      Delete
  5. yang laluu biarlah berlalu sob..sekarang adalah bagaimana kita bisa lebih baik dari masa lalu

    ReplyDelete
    Replies
    1. yup, mari kita tatap masa depan yg lebih cerah. Semangaaaat!

      Delete
    2. Mau komen yang bukan balasan agak sulit. Jadi di sini aja.

      Ini kisah nyata? Wow!

      Sering chat seperti ini juga. Habis itu aku hapus di memory fb. Takut ke hack dan orangnya buka-buka. Padahal yang diceritain bener-bener rahasia.

      Btw, setuju sama dek NF. Itu cuma masa lalu.
      Mencintai adalah tentang sekarang dan masa depan.

      Blog Arif ini gaya bahasanya selalu enak dan ringan.

      Delete
    3. makasih ya...
      ini juga aslinya juga mau dibuang. tapi sayang. jadi aku simpen aja dulu. aku posting bersambung sebagai kenang-kenangan.

      aku juga suka postingannya mas Namara. suka banget dah!

      Delete
  6. Gue benci dengan semua yang berhubungan dengan masa lalu. #SHIT #CURCOL

    ReplyDelete
    Replies
    1. ini bagain dr masa lalu, harus ada yang ingin aku ingat di masa depan jika aku ingin tahu sejarah hidupku. senanglah kalo bisa mengabadikan kisah yang tak baisa. hahha

      Delete

Terima kasih atas kunjungannya. Happy blogwalking!