Thursday, June 7, 2012

Pilihanku



"Aku baru pulang dari RSU, beib. Abis chek up." balasnya kemudian setelah menunggu kesekian lama. Aku kira ia kecewa, kemudian tak mau menjawab pesanku.

"Sedikit kecewa, padahal aku gak ada maksud untuk maksa kamu terima aku. Saat aku tawarkan 2 opsi itu, bukan berarti kamu pilih seperti apa mauku. Aku tak mau memaksakan kehendaku ke kamu. Aku ingin kamu yang nentuin. Aku gak marah, kok." tambahnya kemudian dengan panjang lebar. Aku jadi teringat saat pertama dia mengutarakan isi hatinya, saat pertama dia bertanya, memberikan dua pilihan, apakah aku menerima atau menolak cintanya.

"Kemaren karena aku belum yakin dengan hubungan kita ini, makanya aku bilang kita jalani dulu. Tapi dengan seiringnya waktu, sekarang aku dah yakin dan berani jamin, aku benar-benar menyukaimu," sekali lagi, aku mengatakan isi hatiku. Kejujuran yang pernah aku ungkapkan, kali ini aku ulangi sekali lagi padanya, aku cinta dia.

"Beneran? makasih, beib. Aku ngerti kok posisi kamu, aku malah merasa bersalah  karena tindakanku."


"Kenapa begitu?" tanyaku.


"Kalau gak merasa bersalah, berarti aku bukan manusia dong! Kalo aku tahu diri, aku pasti gak akan berani menyatakan perasaanku dan memberikan pilihan yang sulit kepadamu."

Aku menarik nafas dalam, menghempaskannya berlahan. Ada senyum getir saat membaca pesannya. 'Stupid Mistakes' kataku dalam hati. Aku tahu, hidup adalah pilihan, semoga pilihan ini pilihan yang benar.




*



4 comments:

  1. bukannya enggak mau komen tadi, cuman enggak tahu mau komen apaan

    ReplyDelete

Terima kasih atas kunjungannya. Happy blogwalking!