Skip to main content

Menatap Balik


Hari ini aku cukup berani untuk menatap matanya. Benar-benar menatap, bukan sekadar melihat sekilas lalu buru-buru memalingkan wajah seperti hari-hari sebelumnya. Ada keputusan kecil yang terasa seperti revolusi di dalam diri, keputusan yang mungkin bagi orang lain terlihat sepele, tapi bagiku rasanya seperti melangkah ke panggung tanpa naskah. Selama ini aku selalu memilih aman, pura-pura sibuk, pura-pura tidak sadar, pura-pura tidak ada apa-apa. Tapi pagi ini rasanya aku lelah bersembunyi di balik pura-pura.

Aku sengaja melakukannya. Ada rasa capek yang mengendap cukup lama, capek karena terus menghindar, capek karena harus berpura-pura bahwa semua ini hanya kebetulan yang tidak berarti apa-apa. Padahal di dalam kepala, semua kebetulan itu terasa seperti rangkaian kode yang ingin kupahami. Dia, dengan cara yang entah sengaja atau tidak, terus mencoba menarik perhatianku. Dan hari ini, untuk pertama kalinya, aku merasa harus menjawab tantangan itu. Bukan dengan kata-kata, bukan dengan tindakan besar. Cukup dengan satu hal sederhana, menatap balik.

Dia datang lebih awal hari ini. Itu sudah cukup aneh untuk membuatku berhenti sejenak di ambang pintu. Biasanya dia datang terlambat, sementara aku yang lebih sering tiba duluan. Kemarin aku tidak hadir karena ada urusan mendadak, dan entah kenapa fakta itu terasa penting hari ini, seolah absensiku kemarin meninggalkan ruang kosong yang kini ingin diisi kembali. Ketika melihatnya berdiri di dekat pintu, aku tidak benar-benar tahu apakah dia menunggu seseorang, atau hanya kebetulan berdiri di sana. Tapi firasatku mengatakan ia sedang menunggu. Dan firasat, seperti biasa, tidak pernah memberikan bukti, hanya keyakinan samar yang sulit dijelaskan.

Saat aku datang, ia mulai melakukan hal-hal kecil yang terlalu mencolok untuk disebut kebetulan. Gerakan yang sedikit dilebihkan, langkah yang seolah diatur agar melintas di jalur pandangku, keberadaan yang terasa ingin terlihat. Awalnya aku masih memegang teguh rencanaku,  tidak peduli, tetap tenang, tetap menghindar. Aku mencoba bersikap seperti biasanya, seolah semua ini tidak ada hubungannya denganku. Tapi semakin lama, semakin terasa bahwa ia begitu gigih untuk hadir di depan mataku, seolah ingin memastikan aku melihatnya, atau mungkin memastikan aku tidak bisa lagi pura-pura tidak melihat.

Dan di titik itu, aku menyerah. Bukan menyerah pada perasaan, tapi menyerah pada permainan menghindar yang melelahkan. Aku mengangkat wajahku, pelan, hampir ragu, lalu menatapnya. Tepat ke matanya. Ada jeda kecil yang terasa lebih panjang dari seharusnya. Detik yang memanjang seperti karet. Dunia di sekeliling terasa meredup, menyisakan hanya dua pasang mata yang tiba-tiba saling menyadari keberadaan satu sama lain.

Aku tidak menang sepenuhnya. Beberapa kali aku kalah oleh detak jantungku sendiri yang mendadak berisik. Tatapan itu seringkali berakhir terlalu cepat karena aku lebih dulu memalingkan wajah, seolah butuh jeda untuk bernapas. Tapi tetap saja, ada sesuatu yang berubah hari ini. Aku tidak lagi bersembunyi sepenuhnya. Aku tidak lagi sepenuhnya lari.

Comments

Popular posts from this blog

Pemilik Akun Asli @poconggg Terbongkar

Kemarin Twitter heboh banget dengan terbongkarnya pemilk akun @poconggg. Siapa sih yang gak kenal poconggg, dia adalah hantu yang tidak biasa, hantu yang seharusnya bertugas menghantui orang, menakut-nakutin orang, ternyata malah paling sering dipermainkan orang. Followernya mencapai ribuan, padahal tidak following siapa pun. Beberapa kali berhasil bikin TT di twitter karena ulanhnya, dan masih banyak lagi.  Malang bener nasib dia. Meski nasibnya sesial itu, sekarang ini dia malah lebih sial lagi karena akun Twitternya terbongkar. Iya, kemaren ada orang yang sakit hati ama @poconggg dan ngebongkar siapa dia sebenarnya. Dulu sih memang pengen tahu yang sebenarnya, siapakah pemilik akun @poconggg. Melihat tweetnya yang lucu-lucu dan menggemaskan, banyak yang ngira kalo pemiliknya adalah penulis buku, Raditya Dika. Tapi secara tegas dia ngebantah, kalo dia adalah pemilik akun @poconggg. Tapi semalem, nggak tau gimana mulainya, ada akun yang ngebongkar siapa @poconggg sebe...

Lorde - Team (Arti Lagu)

Belum lama ini saya sudah memposting sebuah arti lagu yang sangat fenomenal, Lorde – Royal. Dan sampai sekarang saya masih belum percaya, ada banyak alas an kenapa Lorde sekarang jadi perbincangan di barat sana. Saya tak perrlu membahas tentang alas an itu, karena saya bukan blogger yang memperbincangkan berita-berita artis yang di media online sudah pernah dibahas. Buang-buang waktu saja sebenarnya menulis hal yang sudah dimuat dalam berita online besar.   Karena saya tak ingin menjadi blogger seperti itu. Berangkat dari banyaknya view dari postingan sebelumnya, maka kali ini saya ingin menulis tentang single terbaru dari Lorde. Mungkin ada beberapa orang yang tak menyukai tipe lagu yang dibawakan oleh Lorde. Saya pada awlnya jugga begitu, tapi setelah beberapa kali mendengarkan, dan beberapa kali untuk menerjemahkan lagunya, sekarang saya menjadi saah satu penyuka musiknya. Sumpah, keren banget lagu-lagunya. Kali ini adalah single terbaru Lorde-Team . Lagu yang m...

Little Talks - Of Monsters & Men (Arti Lagu)

I'm back! Hari ini aku kembali dengan sebuah lagu yang gak tahu kenapa, aku menyukainya karena videonya menurutku keren banget. Selain itu, alasan kenapa aku menyukai lagu ini juga ternyata setelah didengarkan beberapa kali, ternyata liriknya enak sekali. Iramanya juga asyik, videonya juga menarik.   Menurutku, Little Talks - Of Monsters & Men ini bercerita tentang sebuah pasangan dalam percintaan. Lagu-lagu bertemakan cinta memang asyik banget untuk didengarkan, dan lagu ini juga bercerita tentang itu. Tapi sayangnya, sekali lagi lagu ini tentang hubungan yang nasibnya hidup segan, mati tak mau alias sedang dalam status rumit githu. Sang cewek menginginkan untuk mengakhiri hubungannya yang dinilai tak seindah dulu, sehingga dia mengharapkan sebuah cinta yang baru, yang memberikannya arti sebuah cinta seperti yang dia mau. Tapi masalahnya, sang cowok tidak mau melepaskan begithu saja. Dia terus berharap agar hubungannya terus berjalan seperti sedia kala.   ...