Mimpi dan keinginan, apakah bisa dibedakan? Pertanyaan itu terlintas begitu saja pagi ini. Entah, bagaimana datangnya, tapi yang jelas pertanyaan itu terlintas begitu saja. Aku masih belum ngerti juga, kenapa? Aku belum yakin, apakah aku benar-benar mengingankannya, atau aku aku hanya memimpikannya saja? yang jelas saat ini aku aku hanya ingin bersamanya. Keinginanku tidak muluk-muluk, jika tak bisa menjadi miliknya, jadi temannya pun aku tak apa-apa. Aku sadar diri, tak terlalu meminta terlalu tinggi, karena setiap doa pasti ada jawaban. Kalau dia bukan jawaban bagi doaku, aku bisa apa? "To be your friend was all I ever wanted; to be your lover was all I ever dreamed."