Masih tentang kisahku yang terjadi beberapa hari yang lalu. Ceritanya aku sedang ngrumpi bareng temen-temen tentang fenomena yang terjadi di masyarakat kita, bahwa banyak orang di luar sana (red: di masyarakat), meski mereka tidak bisa bersatu, dipisahkan oleh sesuatu, perasaan suka tetap saja tumbuh di hati mereka. Meski tak bisa hidup bersama, hati masih setia dan berdoa demi kebahagiannya. Saat aku ngomong seperti itu, sebenarnya aku tidak berfikir bahwa itu akan berbalik ke arahku. Ternyata, setelah aku ngomong seperti itu, ada beberapa yang aku tidak tahu mengapa, tiba-tiba mata mereka berkaca-kaca sambil menunjuk ke arahku, "curhat... curhat....". Berkaca-kacanya udah kayak orang nagis githu. Dari beberapa yang tidak tahu maksud dari perkataanku, setelah ada yang mengingatkan kisahku, akhirnya semua pada tahu. Aku yang tidak sadar bahwa kata-kata itu juga merujuk ke aku, jadi salah tingkah, "kok aku ngomong gini sih?" kataku dengan pipi bersemu me...