Skip to main content

Posts

Showing posts with the label Kisah Ramdhan

Lucu

Hari keempat ini, puasa bagi kami sudah bukan “beban” lagi. Tubuhku sudah mulai menerima perumahan pola makan secara berlahan-lahan. Aktivitas pun tak ada halangan. Komunikasi dengan si dia, honey, juga mulai lancar. sebelum masuk pada cerita yang selanjutnya, izinkan kami memperkenalkan diri. Namaku Ardian Sahru Ramadhan. Mahasiswa semester awal di salah satu institut besar di Jawa Timur. Sedangkan honeyku, Ardiani Putri Ramadhan. Seorang guru muda, yang mengajar di salah satu sekolahan elite, di Jawa Timur juga. Tidak seperti biasanya, hari keempat ini banyak sekali aktivitas yang aku lakukan di luar ruangan. Ikut olahraga bersepeda di pagi hari, bantu-bantu kakak membangun rumah pertamanya yang tidak jadi-jadi, meskipun hanya sebagai mandor saja, memang dalam hal ini aku hanya bisa membantunya lewat menggantikan perannya menjaga toko kelontongnya. Setiap akan membantu angkat-angkat barang yang berat, kakakku selalu bilang, “Udah, jaga aja tokonya. Biar ini dikerjakan oleh ahliny...

Basah

Hari ketiga puasa Ramadhan ini kami lewati tanpa makan sahur. Kami sekeluarga, kedua orang tuaku, kakak dan aku, semua melewatkan acara makan sahur karena masih terlelap dalam tidur. Seperti sudah janjian, semua bangun kesiangan. Meskipun, pada pukul 02.00 am salah satu temanku mencoba membangunkanku, tapi karena ponsel aku setting silent, ada sms masuk pun aku tak tahu. Aku mengetahuinya ketika aku membuka mata hendak melihat jam yang tertera. Betapa kagetnya aku begitu tahu, jam digital itu menunjukkan pukul lima tepat. Terlambat. Tidak ada waktu lagi. Akhirnya kita menjalani hari ke tiga puasa Ramadhan ini tanpa sahur. Seperti biasa, sebelum kami lanjutkan cerita ini, perkenalkan, namaku Ardian Sahru Ramadhan. Seorang mahasiswa yang tengah menjalin cinta dengan seorang guru muda, Ardiani Putri Ramadhani. ***** Memandang senyumnya yang cerah hari ini. Aku hanya bisa tertawa. Sungguh indah dunia. Cahaya terang yang menyilaukan mata seakan-akan menertawakan kami semua. Terutama bagiku,...

Aneh

Cerita ini bermula ketika aku kehilangan kunci rumah seusai sholat tarawih. Setelah melakukan pencarian yang berulang-ulang di sekitar kediaman, dengan sangat menyesal dan wajah yang bermuram durja aku beri tahukan, pencarian itu tetap tak membuahkan hasil. Kunci rumah tetap hilang. Untuk meredam kesuntukan pikiran, kucoba untuk mengakses facebook melalui ponselku. Dengan posisi masih duduk di atas jok sepeda motor, yang sengaja aku parkir di depan rumahku, aku mulai memperbarui status dan menambahkan komentar-komentar garing dalam status-status temanku. Sebelum aku lanjutkan ceritaku, perkenalkan, namaku Ardian Sahru Ramadhan, dan honeyku, Ardiani Putri Ramadhani. Dua nama yang hampir sama. Serasi kata murid-muridku. Dan satu hal yang pasti, nama ini tanpa rekayasa. Memang begitu adanya sejak aku dan dia dilahirkan ke dunia. Ramadhan kedua, keanehan demi keanehan kita alami berdua. Sebagai sumber pertama, cerita puasa kedua ini, aku akan lebih banyak porsinya. Sedangkan honeyku, dia h...

Biasa

Puasa tahun ini masih sama seperti tahun-tahun sebelumnya. Kampung kami digegerkan dengan berita pencurian yang entah siapa yang melakukan. Hampir setiap tahun, pencurian terjadi di kampung kami. Tahun lalu, satu kadang penuh ternak kambing milik tetanggaku lenyap ketika ditinggal menjalankan ibadah sholat terawih pada hari pertama. Kampung heboh. Warga kampung turut prihatin mendengar berita itu. Seorang ibu muda, dengan seorang anak semata wayang karena ditinggal pergi suaminya, harus menanggung beban berat karena kehilangan ternak-ternaknya. Tahun ini, sebelum hari pertama puasa, dua warga sama-sama kehilangan barang. Lima hp milik satu warga hilang, dan 1 hp plus uang jutaan di rumah warga lainnya. Kebetulan, warga terakhir yang kehilangan ini, dia adalah salah satu tetangga dekatku. Rumahku bersebelahan dengan rumahnya. Sehari sebelum puasa, yang diomongkan hampir semua warga di kampung kami hampir sama, berita kehilangan. Dari satu sumber berita, menyebar ke seluruh warga kampung...