Skip to main content

Posts

Showing posts with the label Kisah Lama

Muach Muach

"Bieb," "Kurang mesra, gak denger..." "Bbiiieeeb *mendesah mesrah*" "Ada apa, beib?" "Itu smua status buat aku tha?" "Emang ada lagi orang yang aku pikirkan selain kamu?" Aku rindu percakapan seperti itu. Sepertinya baru kamaren aku  mendengarnya, tapi sekarang sudah tak bisa membaca dan mendengarkan dia memanggilku dan bilang merindukanku. Aku merindunya, merindunya hingga aku tak bisa melakukan apa saja selain dirinya. Aku ingin dia, aku ingin bersamanya. Tak kupungkiri, aku merindumu. Tak kusangkal, aku mengharapmu lagi. "Aku latihan padus dulu ya, diculik ma anak-anak ini, padahal pengen ol " "oke, beib. kapan-kapan aku pengen denger suaranya nih... pengen denger lagu romantis dari pacarku." "Selesai bieb.. ngantuk, capek, laper, tapi pengen liat Idol." "Aku juga baru pulang. Abis makan, rebahan, nonton Idol dan nunggu kecupan pacarku." ...

Cemburu, Ingin Memelukmu

"Baru juga mau nulis pesan, udah didahului." tulisku pada pesan yanag aku kirim untuknya. Saat aku menulis pesan itu, dia lebih dulu menyapkau dengan sebuah e-motion di pesannya, sebuah senyuman yang menggambarkan kalau dia tengah tersenyum padaku. "Love you, beib." tambahku. aku makin cinta kepadanya. Tiap hari, rasa cintaku bertambah dan terus bertambah sampai aku tak tahu, seberapa cintaku padanya karena yang ada dalam otakku selalu hanya dirinya. "Love you too... lagi liat idol nih.." balasnya. Saat dia bilang seperti itu, ada keingnan untuk merengkuhnya dalam pelukanku. Aku benci jarak yang memisahkan kita, aku benci. yang aku mau dia, hanya dirinya. "Lihat dimana, beib?"  "Ya di tipi lah, bieb...." "Teu, beib. Teu! maksudnya tvnya siapa?" "Di kontrakanku kan ada tipinya, beib " "Sama siapa, beib?" "Sendiri, anak-anak pada kuliah, pada tidur. Internetnya juga mati, ya non...

Wet Dreams?

"Beib, percaya gak, semalam aku mimpiin kamu. Gak lucu, kan?!" tulisku mengawali chat kita yang sempat terhenti beberapa lama. "Mimpi'in gimana? bukan mimpi basah, kan? hahahaha Btw, emang kenapa gak lucu?" tanyanya tak berselang lama setelah aku mengatakan fakta tentang mimpiki padanya. "Ya gak lucunya kan kita belum pernah ketemu, kenapa bisa mimpiin kamu. Ummm, basah gak ya.... yang jelas abis itu mandi, mo ngantor soalnya. hehehe" "Keramas, gak? puahahahaha.." candanya. Setelah candaan itu, aku diam sesaat , tak memperhatikan. Bukan marah, hanya memang saat itu aku sedang tak memperhatikan chat karena sibuk. Mungkin karena aku tak ada respon, dia menyaaku dalam chatnya, "Bieb, kan cuman becanda."  "Loh, emang aku tadi ngomongnya emosi ya... kan gak, beib." balasku meredam suasana yang saling tak enak karena kesalah pahaman sedikit. "Beib, hobbynya apa nih..." "Makan, minum, tidur, OL, baca, liat p...

Ingin Memelukmu

"Gambar gerak ini nih yang bikin aku tersenyum. Beneran suka banget dengan orang satu ini," kataku setelah aku mengirimkan sebuah file tipe gif dengan kumpulan fotonya dengan berbagai ekspresi lucunya. Dan entah mengapa, saat melihat berbagai macam ekspresi wajahnya itu, aku makin menyukainya. Gila memang, tapi aku suka memandanginya. Sampai sekarang pun, saat aku memposting tulisan ini, seharian ini aku beberapa kali mengecek blog dan file yang aku punya, hanya untuk mengobati rasa kangenku padanya. "Gak bergerak tuh, bieb. Diem di tempat. Btw, begadang lagi kayaknya nih... tidur jam berapa? pasti sekarang masih tidur kan...." balasnya setelah menunggu sekian lama. "Coba kamu posting di blog, pasti keliatan gerak," balasku. "Hehe, pacarku baru bangun, ya?" "Dah bangun dari subuh, tapi hp aku charge." "He'em, makasih ya udah edit photoku." katanya kemudian. Sudah berhasil mempostingnya, tebakku. ...

Emang Boleh?

"Gak ada yang mau ditanyain? mumpung ada artis nih.... wawancariin gih ...hehehehe " "di kampusmu?" "Enggak, ini di kontrakan." "Yang artis itu lho... bukan tanya dirimu, beib. GR banget dah pacarku ini. bikin gemes aja!" "Iyaaa, ini artisnya lagi dikontrakan. Lagi chatingan sama situ. huahahahaha dipahami dulu dong kata-kataku." "*jitaks*" "Sakit tahu! bales *jitak*" "Kamu ini di rumah apa di warnet?" "Wi-fi gratisan. napa? begadang ampe malem dah!" "Oooo.... pertanyaanku belum dijawab yang itu.." "Yang mana?" "Emang situ bisa cipok aku? "Bisa, cuma belum pernah. hahaha" "Aku mau mandi dulu ya, beib. Abis mandi, makan. Laper banget ..." "Jam segini?" tanyaku . "Hehe iyaa, sumuk banget. Ikut tha? hahahahahaha" "Emang boleh?" "Gak boleh! Udah, ah. bye..." "Ikuuuut"  .

Ini Orang yang Aku Suka

" Aku punya banyak pertanyaann nih... Pertama, mungkin pernyataan yang perlu kamu koreksi ... aku dah banyak tulisan kamu. Jadi gak perlu banyak yang aku tanyakan, karena udah dituliskan di blogmu semua. Dna yang dapat aku peroleh dari membaca kisah-kisah kamu: (1) Kamu memang gampang jatuh cinta. (2). dari banyak tulisan di blog banyak yang bercerita tentang "dia". Maaf kalau aku ngingetin masa lalumu. Dari judulnya Love Confessions , Suddenly in Love , The Reason , Menjadi yang Teristimewa , Yang Kami Mau Adalah ..., Cemburu , Gombalan Cinta dkk dan yang terakhir The Decision and The Answer for My Question . Disini aku bisa menerawang apa yang terjadi, entah itu dengan 1 orang atau lebih. (3). Dari sifat-sifat yang kamu jabarkan tentang sifat itu aku bisa pahami, insy Allah bisa. Pertanyaan nyusul, sedang diketik." " Love Confessions itu cerpen, rencananya mau aku buat novel. tapi ini masih mentah. Cemburu juga." "Pertanyaan selanjutnya,...

Suasana Hati

"Sebenernya tadi aku buka profile kamu. Aku baca-baca, eh di kolom agama --->> other. Langsung terlintas di otak---->> nih orng agamanya apa? hahaha" Islam dan gak pernah kepikiran utk pindah agama. Apalagi?" "Iya, udah tau kalo Islam." "Ummm, aku pengen tahu suasana hati kamu sekarang, beib?" "Meledak-ledak, Agak emosi. Gak tahu sebabnya. Bikiin aku ketawa dong!" "Yaaaa mungkin gara-gara pertanyaanku tadi. Ya udah, pernyataan-pertanyaanku aku simpen dulu aja. Kenapa to, bieb? coba liat OVJ biar ketawa. ...kan ada sule disitu, Sule kan lebih lucu dari aku, hahahaha" "Aku gak suka lawakan di tv, apalagi OVJ. Gak berkelas bagiku. Tanya aja, aku kalo emosi gini biasanya jawabnya panjang-panjang. hahah"   *

Boleh Aku Bertanya?

"Beib ..." "Gak denger, kurang mesra manggilnya." "Beeiibbb .............................." "Ada apa? kangen ya..." "Ya udah, gak ada apa-apa kok." "Zzz Zzz zzZ" ":)" "Kenapa?" "Gak kenapa-napa, bieb." ":(" "Kenapa? aku pengen tanya, tapi takut salah lagi." "Tanya aja, asal tidak 3 yang aku sebutin itu." "hahaha gak jadi, udah kejawab kok. hehehe" "Apaan?" "Haha gak jadi aku kasih tahu, ntar di ketawain. Udah, lupakan aja." ":(" "Aku baca "Trauma Masa Lalu"" "Oh, itu. Postingan itu jelas bukan tentang percintaan, itu tentang pekerjaan. Aku pernah melakukan kesalahan dalam kerja yang mengakibatkan tempat aku bekerja menanggung malu. Makanya aku pengen keluar, tapi tetep gak boleh. Dan pas rapat itu tiba-tiba kesalahanku itu diungkit-ungki...

Curhat

"Sungguh terlalu, kamu berhasil membuatku tergila-gila padamu. Tak ada satu menit pun berlalu tanpa aku memikirkanmu. Beib, I love you." "Love u too... Aku kuliah jam setengah 6 lagi, beib." "Alhamdulillah hsil labnya negatif. " "Morning, beib. Rajin banget kuliah jadwal jam segitu. Btw, tes apa?" "Hehe ternyata salah lihat jadwal, besok yang kuliah jam segitu. Ntar kuliah jam setengah 11 cuman tes SGOT/SGPT." "Tes apa itu?" "Gak tau juga. Itu pokoknya kalau melebihi normal berarti kenak tipes, hepatitis dkk." "Aku cuma pernah tes darah aja, waktu banyak orang yang kena DB." "Hmmm.....semalem tidur jam berapa?" "Umm... masih sore kok, beib. Kamu ketiduran, aku juga. Bangun jam 11 malem, nonton tv. tapi gak tahu tidur lagi jam berapa." "Eeemmm... " "Mau cerita apa, beib?" "Kemaren penuh emosi tok. Kemaren kan aku muntah-muntah, makan ju...

How old are you?

"Beib, aku boleh taku gak, kemaren ulang tahun yang keberapa?" tanyanya tiba-tiba. "Hmmm, berapa ya... kalo dilihat dari wajah, keknya sih ultah ke 40 tahun. haha" jawabku rada gak enak hati. Gak tau, aku paling gak suka kalo ditanya umur, udah dari dulu kalo ditanya umur sedikit sensitiv. "Ada apa nih kok tiba-tiba tanya umur?" selidikku, curiga. "Ayolah, beib. Aku kan pengen tahu...."  "Coba tebak dulu, yang jelas sudah tak muda lagi. haha" "Sekitar 23?" "Lebih. haha wajahku menipu, kan?" "Berapa sih, beib? 26? 30? 50? hahaha" "26. Udah tua, kan?" "huahahha tua banget. hehe becanda, bieb."   Setelah dia tanya tentang umur itu, aku menuliskan status tentang ketidak nyamananku dengan pertanyaan itu. Setelah sekian detik paska status terbaruku, dia bertanya kepadaku, "Emang lagi cemasin apa toh?" "Apa ya..." candaku. Aku gak mau berterus terang, ...

Pilihanku

"Aku baru pulang dari RSU, beib. Abis chek up." balasnya kemudian setelah menunggu kesekian lama. Aku kira ia kecewa, kemudian tak mau menjawab pesanku. "Sedikit kecewa, padahal aku gak ada maksud untuk maksa kamu terima aku. Saat aku tawarkan 2 opsi itu, bukan berarti kamu pilih seperti apa mauku. Aku tak mau memaksakan kehendaku ke kamu. Aku ingin kamu yang nentuin. Aku gak marah, kok." tambahnya kemudian dengan panjang lebar. Aku jadi teringat saat pertama dia mengutarakan isi hatinya, saat pertama dia bertanya, memberikan dua pilihan, apakah aku menerima atau menolak cintanya. "Kemaren karena aku belum yakin dengan hubungan kita ini, makanya aku bilang kita jalani dulu. Tapi dengan seiringnya waktu, sekarang aku dah yakin dan berani jamin, aku benar-benar menyukaimu," sekali lagi, aku mengatakan isi hatiku. Kejujuran yang pernah aku ungkapkan, kali ini aku ulangi sekali lagi padanya, aku cinta dia. "Beneran? makasih, beib. Aku nge...

Kejujuran Hati

"Cinta Hadir karena perkenalan, bersemi karena perhatian, bertahan karena kesetiaan." "Udah hampir jam 8, ndang berangkat ya..." "Udah di tempat ini. " "Selamat beraktifitas, takut ganggu kerja'ane kamu nih...hehe" "Iya, kamu jadi suka ganggu aku nih... tiap detik kamu muncul di pikiranku aja !" "hehe... Iye, maap ..." Di kantor, beberapa kali aku melongok akun fbku, berharap dia ada di sana, menulis pesan untukku, menulis status yang menunjukkan perasaannya padaku. Entahlah, aku berharap dia mengungkapkan perasaannya, meski tak langsung di dindingku. Aku hanya ingin dia membalas status yang aku tulis, dan dia membalasnya di statusnya juga. Tapi sepertinya aku tak pernah membaca itu. Tak satu pun statusnya berisi perasaannya padaku. "Masih di kampus? aku lagi lunch nih.. mau ikut?" "Barusan pulang dari kampus nih.... Iya, met lunch ya... makan yang banyak biar gemuk ." "Gak suka m...

Iri pada Guling

"Aku ucapkan selamat pagi, selamat beraktivitas untuk orang yang aku sayangi.hehehe" "Met pagi, beib. Pagi yang cerah ya... secerah hatiku karena kehadiranmu." "Udah siap ke kampus?" "Belum, masih sarapan. Dosennya barusan sms, masuknya jam setengah 7." "Kampus deket kontrakan ya... tenang banget keknya..." "Iya, depan kontrakan udah kampus, hehehe" "Aku mandi dulu ya, abis itu trus langsung berangkat." "Love u, beib. Kamu juga ndang siap-siap kerja. Ato ngapain kek,hehehe" "Salam ke dosennya ya... gak boleh mahal-mahal ngasih nilai ke kekasihku yang ini. Aku kan masuk jam 7.30. Masih aman tidur-tiduran di kasur nih...."  Kira-kira sejam kami tak berhubungan lagi. Sudah di kampus mungkin. Aku juga sudah di kantor, jadinya ya githu deh! "Haduh sialan, doseny gak jadi dateng! padahal udah cakep-cakep dandan,huahaha" "...

Masa Lalu adalah Masa Lalu

"Aku boleh curhat tentang dia yang ke tiga?" "Boleh." "Sebenernya tadi kuliahku selesai jam 8. Selesai kuliah langsung latihan padus. Hmmm, ketemu anak itu.  Dulu, kalau aku ketemu dia badanku rasanya lemes, galau menyerang. Haduuh, pokoknya gak enak banget. Tapi ini tadi gak ketemu, entah kemana." "Kamu masih suka dia?" "Terakhir aku komunikasi dengan dia, benci banget dia ma aku, beib. Gak tahu alasannya apa, katanya benciii banget ma aku." "SUKA? menurutmu setelah dipermainkan kayak seonggok robot yang gak berguna, trus aku masih suka? Enggak,sama sekali enggak. Rasa lemes dan galau itu bukan rasa suka, itu semacam trauma." "Ada masalah sebelum pisah dengan dia?" "Gak ada, sama sekali gak ada. Dari status-statusnya dia cuman ngerencanain 1,5 bulan. Sekarang pun di twiternya, dengan mangsanya yang baru, dia bilang, masih kurang 23 hari. Hmmm rasane kalo baca jleeb banget." "A...

Cinta Datang Karena Terbiasa

"Kamu pendiem ato banyak bicara?" "Pendiem, agak kaku." "Sama. Nanti kalo kita ketemuan pasti diem-dieman nih... " "Iya, kayak patung ntar, hahahaha" "Ya kita coba banyak bicaralah, kak. Oke?" "Masih manggil, kak, ya? Hmmm..." "Hehe... lupa. Iya, bib." "Untuk membiasakan, ternyata susah juga ya... hahaha" "Iya, susah juga ya ....." "hehehehe..." "Wah, udah jam 12 lebih. Sering begadang ya, kak? eh, beib. hahaha haduh, jadi salting nih..." "Susah tidur nih..." "Ummm.. aku temenin yaa...hehehehe" "Temen sekamarmu gimana?" "Udah tidur. Kok tahu aku sekamar 2 anak?" "Anak kos biasanya kan 2 orang. Lagian aku juga pernah jadi anak kos, jelas tahu dong!" "Kamu dah cerita tentag kita?" "Enggak, aku gak cerita sa...

Dia Memanggilku, Beib.

"Aku pengen panggil sebutan sayang, tapi takut kalo kakak gak nyaman. " "Aku juga mau tanya itu, aku harus manggil apa ke kamu? hahaha..." "Haduuh, bingung juga. Terserah dah kak, enaknya gimana...." "Itu nama aslimu?" "Iya laaah ...." "Kamu yang tentukan aja, panggilan apa enaknya. " "Apa ya.....  kalau mantan kakak panggilnya apa?" "Banyak, beda-beda manggilanya. Tak pernah sama tentu saja. Terserah kamu aja mau manggil apa, asal jangan honey . Kisah paling tragisku, aku memanggilnya dengan panggilan itu." "Eemmmm yaa simple aja, Say atau Yank . hahahaha kok jadi yak apa gitu ya -___-" "Kamu memanggil 3 orang di masa lalumu itu dengan panggilan apa?" " Bib sama yank ... hehe" " :) " "Hmmm kok cuman senyum? -___-" " Beib aja, aku suka itu." "hehehehe iya dah beib " "Tapi ...

Basa-basi

"love you too.." balasku. Hening lagi. Aku tersenyum getir, antara percaya dan tidak percaya, tapi ini benar-benar hadir di hidupku. Kisah cinta yang sering datang dan pergi dalam hidupku untuk kesekian kalinya menghampiriku. Hanya saja, kisah ini akan sedikit berbeda dan aku pun sadar dengan itu. Bingung. Canggung. "Lanjut!" tulisku kemudian di chatbox. "Apa kak? Ngomong apa'an lagi?" tanyanya. Aku hanya diam. Aku tak lagi ada pertanyaan. "Oiya, gantian aku yang tanya-tanya, ya..." tulisnya lagi. "Oke." balasku. Aku nurut karena memang tak ada pertanyaan lagi untuknya. "Asli orang mana?" "Di profil kan udah ada." balasku. "Jogja? eeemmm kira-kira kalau ada waktu mau gak kalo sekedar ketemu...." tulisnya. Aku tersenyum membaca balasannya. Aku hanya tersenyum, karena itu yang aku bisa lakukan karena yang aku hadapi adalah sebuah layar komputer dan hany...

Orang-orang di Masa Lalunya

"Belum tidur ya? Aku barusan pulang dari kampus," sapanya dalam chat facebookku. Saat itu aku yang masih main-main di blogger tetangga., setelah tahu dia mengirimiku pesan itu dengan segera aku membalasnya, "belumlah..." "Penasaran ya? hehe" balasnya. "Bangeet...." "Hehehe bentar ya ...." "oke" " Aku sudah menjalani hal seperti ini sewaktu SMA, tapi benar-benar nikmatin kehidupna seperti ini sewaktu kuliah. Aku kenal dengan seorang pelatih paduan suara, dia mahasiswa kedokteran gigi. Kita jalan tak terlalu lama, sekitar 1 bulanan. Dia yang memutuskan, karena aku masih malu-malu untuk bertindak jauh dengannya. Saat itu aku juga masih bingung, takut dengan hubungan yang terlalu jauh itu. Dan setelah gak ngelatih paduan suara, dan kita tak pernah komunikasi lagi, denger-denger dia udah nyandang gelas Dokter. Ya turut bahagia juga ngeliat orang yang dulu pernah ada di hidupku sekarang sudah su...