Beberapa waktu yang lalu saya bertemu dengan orang yang mengenalkan saya dengan perempuan yang baru saya tolak. Saya berusaha menghindarinya, karena males harus menjawab boombardiran pertanyaan-pertanyaannya. Tapi karena tak ada cukup ruang untuk mengelak, akhirnya saya hadapi dia dengan secara jantan. #eh Benar dugaan saya, begitu tahu saya ada disitu, dia langsung membombardir pertanyaan-pertanyaan yang saya sendiri males menjelaskan. Saya jawab seperlunya saja, dan mengabaikan pertanyaan yang menurut saya tak perlu saya jelaskan alasannya. Toh gak ada manfaatnya juga dia mendengar alasanku. Paling-paling juga tetap, saya akan tetap dipaksa untuk menuruti kemauan dia. Dan benar. Stelah saya gak merespon pertanyaan darinya, akhirnya dia bersikukuh bahwa antara saya dan dia adalah pasangan yang pas. Dia sudah memperhitungkan dengan hitungan-hitungan yang bagus menurutnya. Saya tak ngerti, bagus yang seperti apa. Saya tetep pada keyakinan saya, saya gak akan cocok dengannya. Mau diap...