Skip to main content

Posts

Showing posts with the label aku cemburu

Kenapa Masih Cemburu?

Kenapa masih cemburu? Ya, kenapa saya masih cemburu. Padahal saya tak ada hubungan apa-apa dengannya lagi. Hubungan ini sudah gagal dari dulu, sejak pertama kita sepakat mengikat janji itu. Bukan 100% salahku, bukan juga salahmu. Hubungan kita sajalah yang salah, sehingga kisah kita tsk bisa dilanjutkan. Berharap. Jujur sampai saat ini saya masih berharap. Sangat berharap bahkan. Entahlah, kenapa hatiku masih tetap memilih dan berharap padamu. Sedangkan kau tak bisa diharapkan lagi dari hubungan seperti ini. Saya tahu seperti apa sifatmu. Meski tak kenal dekat, saya tahu bagaimana sifat dan kebohongan-kebohonganmu. Saya tahu kekuranganmu, tapi hatiku masih memilihmu. Hal inilah yang saya tak mengerti, kenapa hatiku seperti ini. Kemudian, soal cemburu itu. Sampai saat ini saya masih menyimpannya. Saya selalu cemburu. Cemburu dengan orang-orang yang bisa dekat denganmu. Saya cemburu, kenapa saya tak pernah dapat kesempatan untuk bisa jadi bagianmu. Saya cemburu, karena say...

Aku Cemburu

Aku cemburu.  Aku cemburu melihat keberhasilanmu.  Kau selalu dapatkan apa yang selalu menjadi inginku. Dia. Bersamanya. Bersanding dengan orang yang aku cinta. Aku cemburu. Aku cemburu kenapa harus kamu yang menjadi pesaingku.

Yup, Aku cemburu!

Aku cemburu. Yup, harus aku akui itu.  Jujur, memang tiada pernah ada akhir perasaan ini untuknya. Meski baru, perasaan ini tulus untuknya. Tapi, meski hati kecil yang paling dalam telah berteriak untuk bisa tersadar, tapi rasa ini tak juga mau pergi dariku. Aku sungguh-sungguh mencintainya. Aku menyukainya Harusnya ini tak boleh, tak boleh ada dia di ruang hatiku, apalagi menyediakan terlalu luas ruang hati untuknya. Bukankah aku pernah mengatakan disini, hatiku tak akan ku buka untuk siapapun juga? hatiku akan tertutup sampai aku menemukan waktu yang tepat waktuku. Apa yang menyebabkan dia begitu istimewa, padahal aku masih ragu, seberapa istimewanya diriku di matanya. Mungkin ini hanya perasaanku saja atau hanya prasangkaku saja. Di matanya, aku hanya seorang laki-laki yang entahlah apa namanya, mungkin aku hanya pelarian dari rasa sakit hatinya. Tidak! Ini tidak seperti yang kalian bayangkan. Ini bukan cinta terlarang seperti yang pernah beberapa...