Skip to main content

Posts

Showing posts with the label kisahku

Tempat Kerja Baru

Hari ini adalah hari pertama di tempat kerja yang baru. Seperti yang pernah saya bilang sebelumnya, saya memang tipe orang yang tak pernah puas untuk mencari pekerjaan baru. Sebagai buktinya, baru 6 bulan yang lalu saya pindah ke kantor baru, hari ini sudah menempati tempat kerja yang baru lagi. Meski demikian, saya masih pengen ganti tempat kerja lagi, gimana? Oiya, ngomong-ngomong tentang tempat kerja baru. Sebagai pendatang baru, rasanya cukup aneh bila sudah beberapa orang mengenal saya. Jujur, saya bukan tipe orang yang mudah bersosialisasi, jadi gak mungkin  bisa mengenal mereka lebih cepat dari saat ini. Beneran. Ini dari kepala sampai bawahan sudah banyak banget yang kenal dengan saya. Bahkan sempat rame juga tadi di tempat kerja. Kok bisa seperti itu ya.... Jangan-jangan mereka sudah banyak ngoomongin saya di belakang mereka. Lagi. seperti pengalaman-pengalaman sebelumnya bila hari pertama di tempat kerja, saya selalu menerima perlakuan sebagai karyawan ya...

Laki-laki yang Mudah Jatuh Cinta

Tidak semua orang mudah jatuh cinta. Hanya sebagian saja bisa merasakan jatuh cinta untuk berkali-kali, aku salah satunya. Ya, aku memang tipe orang yang seperti itu. Aku orang yang mudah jatuh cinta. Meski mudah jatuh cinta, aku tipe orang yang sulit untuk membina hubungan cinta.  Ya, aku mudah jatuh cinta dan aku tak malu mengakuinya. 

Hello There, I've Forgotten Your Name

Hello there, I've forgotten your name Hello there, was hopping you say the same Hello there, I've forgotten your name I'm sorry but I'm not to blame A thousand faces in my brain I can't remember a single name A million places in my brain I can't remember a single name (77 Bombay Street) Namamu, aku lupa namamu. Sungguh, aku tak mempercayai jika aku kini melupakan namamu. Kamu pasti tak akan mempercayai ini. Iya, aku melupakan namamu. Hari ini, malam ini. Kok bisa? Entahlah, aku pun tak tahu kenapa. Yang jelas aku kini tak ingat namamu. Semakin berusaha aku untuk mengingat namamu, semakin aku tak ingat kamu. Kau tahu, bertahun-tahun aku ingin melupakan namamu, melupakan kenangan bersamamu. Dan kau tahu hasilnya? Zonk, nol besar. Aku tak pernah bisa melupakanmu. Bahkan ketika harus memilih di anatara nama-nama baru untuk menggantikanmu, kau tetap perusak niatku karena tak bisa melupakan bayangmu. Tapi hari ini, aku melupakanmu. Melu...

Jalan Cinta

Sekali lagi aku tetap bertahan dalam kubangan kisah lama. Aku tak bisa keluar dari masa laluku. Kisahku, cintaku, pergi meninggalkanku tapi aku tak pernah beenar-benar melepaskannya. Sesekali aku mencarinya, mencari bisikan, berrharap ada sisa waktu untukku agar bisa bersamanya. Harapku tak pernah usai. Meski kisahku berakhir, aku bertahan, berharap ada kesempatan untuk melanjutkan. Bersamanya. Iya, tetap bersamanya aku berharap. Karena aku belum mendapattkan pengganti selain dia. Jalan masa lalu itu seharusnya aku tutup rapat. Aku blokir agar aku tak harus berrkali-kali mampir. Tapi.... Jalanku masih sama. Berharap aku bisa bersamanya. Berjalan berdua. Seiring seirama.

Membanding-bandingkan

Datang lagi seorang yang membawa sebuah nama kepadaku. Ini untuk kesekian kalinya mereka-mereka datang kepadaku, menawarkan nama. Dan untuk kesekian lakinya, aku hanya tersenyum kepada mereka. Maaf, bukannya aku pilih-pilih. Aku juga belum yakin, apakah aku telah melakukan itu dari sekian banyaka nama yanag disodorkan kepadaku. Yang sebenarnya yang terjadi, aku masih tak bisa melupakan nama di masa laluku. Semakin aku berusaha melupakan dengan menerima nama baru, namnya malah bertahan di otakku, tak mau lepas dari pikiranku.  Siapa pun pasti tak ada yang ingin dibanding-bandingkan. Inilah yang sedang terjadi, settiap nama yang datang, aku selalu membandingkan mereka dengan nama dalam kisah lamaku. Sifat, penampilan dan apa yang ada padanya, aku belum pernah menemukan.  Aku ngerti, aku salah. Tapi aku bisa apa? Aku mencari hati yang mengerti hatiku. Itu saja.