Skip to main content

Posts

Showing posts with the label Kisah Ramadhan

Ingin Berbagi

Sebelum aku mulai, izinkanku memberitahukan bahwa pertemuan kami, aku dan honey, dibatalkan. Rencana untuk koordinasi panitia kegiatan pers dan jurnalistik, batal. Sebenarnya percuma saja mereka mengundangku untuk ikut dalam kepanitiaan itu. Aku tak bisa datang ketika acara itu di laksanakan. Perkenalkan, namaku Ardian Sahru Ramadhan. Mahasiswa semester awal yang sedang menjalin hubungan dengan gadis bernama Ardiani Putri Ramadhani. Ini adalah catatan tentang kami. Catatan yang ditulis dengan tujuan tak hilang ditelan sejarah. Hari ketujuh Ramadhan, apa yang sudah Anda lakukan? Kalau aku, pada hari ketujuh aku lewatkan di kota Surabaya. Main ke rumah teman lama dan juga bertemu dengan teman-teman baru. Oh ya, aku di Surabaya sejak hari keenam Ramadhan, honeyku pun tahu. Waktu berbuka, aku sudah berada di Surabaya. Terawih dan sahur pun juga di sana. Karena alasan inilah aku tidak bisa datang jika ada undangan pertemuan. ******* “Dia menghubungi lagi, ndak?” tanya kakakku set...

Jangan menyerah!

Masalah demi masalah datang bertubi-tubi. Satu masalah belum selesai, datang masalah lain menghampiri. Dia datang tanpa diundang, yang sebelumnya sangat percaya diri, kini berubah lunglai. Hidup adalah permainan dan tempat kita hidup di dunia ini adalah tempat permainannya. Hidup adalah keterlemparan, dan dunia adalah tempat bagi kita untuk dilemparkan. Sebagaimana dilemparkannya nabi Adam di dunia ini. Kadang kita dipuji kadang dihina. Dipuji karena prestasi, dihina karena kemiskinan. Tapi begitulah hidup, kadang di atas, kadang di bawah. Hanya tergantung pada manusia yang menjalankan. Apakah dia akan menerima atas semua penderitaan demi penderitaan. Ataukah mensyukuri setiap anugerah yang telah diterimanya dan berupaya dengan segenap tenaga untuk bangkit dari keterpurukan. Kata kuncinya adalah : Jangan Menyerah! Yap. Hanya dengan kata itu kita bisa bangkit. Jangan menyerah! Jangan pernah ada pikiran untuk menyerah. ********* Perkenalkan, namaku Ardian Sahru Ramadhan. Maha...

Sehat

"Berpuasalah maka kamu akan sehat" ********** Sepi. Itulah kesan pertama yang terlihat ketika aku datang ke tempat itu. Meskipun ini bukanlah kedatangan pertamaku, tapi aku masih merasa gugup sekali ketika memasuki pelatarannya. Aku berdiri cukup lama di pelataran, memerhatikan sekitar dan membaca suasana. Seperti kedatanganku sebelumnya. Bangunan itu masih sama seperti ketika aku datang ke sini setahun yang lalu. Bangunan besar, berteras besar menghadap ke arah matahari terbit. Cat tembok dengan warna yang sama. Hanya satu perubahan yang langsung membuatku tertuju dengan perubahan itu. Bangunan dekat pintu gerbang itu, setahun lalu aku tidak menemukannya di sana. Dulu, itu adalah bangunan untuk penjaga, seseorang yang akan memeriksa siapa saja yang akan masuk dan bertanya, “Ada keperluan apa?” Setelah memperlambat parkirku dan bertanya pada salah satu juru parkir, aku mulai menuju ke arah bangunan baru itu. Tak ada tulisan “Dorong” atau “pull” pada pintu itu, aku hanya melak...