Bulan April telah berganti Mei, satu bulan kini tlah berlalu. Awal Mei ini, tak salah kiranya jika aku sedikit bercerita tentang satu bulan lalu. Kejadian demi kejadian datang silih berganti, masalah satu belum terselesaikan, datang lagi masalah yang lebih berat, yang seolah-olah menyuruhku untuk menyerah. Pertama, awal April di buka dengan sakit ibu yang harus bolak-balik ke Rumah Sakit. Dua kali periksa, dokter tetap menyatakan tidak harus dirawat di Rumah Sakit, padahal ibuku sudah minta untuk dirawat. Sebelum itu, sudah 4 kali periksa ke dokter yang berbeda, hasilnya tetap sama, tak ada perubahan sama sekali. Kedua, tepat pada 4 April, keponakan pertama sekaligus satu-satunya, meninggal karena terpleset masuk ke sungai yang alirannya deras. Tak ada yang berani memberitahukan kabar ini, kejadiannya terjadi pukul tujuh pagi, jam sembilan baru ada yang berani memberitahukan kabar ini. Setelah itu, ibuku makin ngedrop kesehatannya. Ketiga, setelah kabar itu, tepatnya satu minggu ...