"Ke Baliiii..... Pokoknya ke Baliii....” rengek Gayus sambil main-mainin seprai kasurnya. “Apa? Ke Bali? Sadar loe? Loe kan tahanan?” pria berseragam di luar kaget dengan permintaan narapidana yang satu ini. “Bodo, pokoknya eike pengen ke Bali sekarang. Ke Bali, ato .....” sambil ngerlingin mata lentiknya. Paham dengan yang dimaksud, dengan berat hati, akhirnya dia menyetujui. “Mau ngapain ke Bali?” “Hallooo..... loe pernah ke Bali nggak seeh?” tanya Gayus dengan logat ABG gaulnya. “Pernah dong....!” “Trus, kenapa loe tanya ngapain eike ke Bali, plis deh!” Kibas-kibas kayak nyonya rumah. “Oke-oke, mau berapa lama?” “Seminggu cukuplah....” masih kipas-kipas centil. “Oke, akan kami urus tiket mu.” “Oiya, hampir lupa, sebelum ke Bali, eike pengen ke Singapura dulu. Udah lama banget nih nggak main karambol (karambol???), ” sambil bersihin kuku tangannya, menipedi. “What?” Gayus kedip-kedipin mata lebih lama lagi. Pria itu melotot, geram. “Oke, ke Singapura.....