Abis magrib tadi aku tertidur sejenak, namnaya sejenak tentu aja gak pake lama. Abis makan sate, kenyang, masuk kamar, rebahan bentar, langsung tertidur deh! Nah, pas enak-enakan ketiduran itulah, tiba-tiba ada pesen masuk di inbox. Antara sadar dan tidak sadar, aku bukalah inboxku. Setelah aku buka, tidak tahu kenapa, tiba-tiba ada rasa emosi yang muncul dalam dadaku. Bergemuruh, bingung harus ngapain mendapatkan pesan itu. Oke, pesan itu datangnya dari seseorang di masa laluku. Seseorang yang selama ini paling banyak aku ceritakan dalam blog ini. Inspirasiku, tapi juga orang yang menorehkan sakit dalam hatiku. Dia masa laluku, yang untuknya aku butuh dua tahun untuk bisa menerima keputusan sepihaknya. Seseorang yang membuatku harus pergi ke Jogja, sehingga sepulang darinya aku berjanji harus bisa melupakannya, tapi aku tetap tak bisa. Dia, orang itu adalah yang membuatku trauma, yang mebuatku menerjemahkan lagu The Only Exception milik Paramore dengan berlinang a...