Adat yang berlaku dan kebiasaan yang terjadi di sekitarku memang mengharuskan, bahwa setiap pernikahan harus mengundang banyak orang dan pesta. Saya yakin, tidak hanya di tempatku saja yang memiliki keebiasaan seperti itu. Semua yang berlaku di Indonesia juga hal semacam itu. Dan saya salah satu yang tidak menyukai acara seperti itu. Saya tidak suka keramaian. Saya tidak nyaman dan saya akan lebih tertekan jika harus duduk dan melihat ratusan mata memandang kearah saya. Itu semua menakutkanku. Makanya sedari dulu, ketika muncul keiiginan untuk menikah, sejak dulu saya selalu berkeingnan untukk tidak menggelar pesta. Saya menghindari acara penuh keramaian itu. Ketika saya melamarnya, pada saat itu pula saya sudah mengajukan keinginan, bahwa saya tidak menginginkan sebuah pesta. Cukup ada penghulu, itu sudah cukup bagiiku. Bahkan saya meminta Ijab-kabul di KUA sajja, agar tidak ramai. Tapi ditolak. Mereka hanya setuju kalau meniadakan pesta, tapi ijab-kabulnya harus di rumah...