Kadang Aku Merasa Semua Ini Sia-Sia
Kemarin aku baru tiba di kantor ketika langit sudah benar-benar gelap. Waktu magrib bahkan sudah lama berlalu. Seharian aku berada di kantor cabang untuk menjalankan tugas audit, sehingga langkahku menuju kantor utama sore itu terasa lebih berat dari biasanya. Di sepanjang perjalanan, ada satu pikiran yang terus berputar di kepalaku. Aku tidak terlalu berharap, tetapi juga tidak sepenuhnya menyerah. Apakah kami akan bertemu malam ini? Logikaku mengatakan peluangnya kecil. Jam sudah terlalu malam. Banyak orang pasti sudah pulang. Namun ada bagian lain dalam diriku yang justru begitu yakin. Entah mengapa, aku merasa masih ada kemungkinan kami berpapasan. Barangkali karena selama berbulan-bulan tanpa sadar aku telah menghafal ritme hari-harinya. Aku tidak tahu alasan di balik keyakinan itu, hanya saja ada perasaan yang berkata bahwa ia belum pulang. Dan ternyata firasat itu tidak sepenuhnya keliru. Begitu memasuki area loker, aku merasakan kehadirannya bahkan sebelum benar-benar melihatny...