Skip to main content

Posts

Featured

Aku Merindukannya

 Biasanya dia selalu punya cara untuk menungguku. Tidak harus lama, bahkan kadang hanya beberapa detik yang mungkin bagi orang lain tidak berarti apa-apa. Tetapi aku sudah hafal kebiasaannya. Biasanya dia akan berada di ambang pintu, seolah-olah masih ada sesuatu yang harus dikerjakan di sana, padahal aku tahu, atau setidaknya merasa tahu, bahwa dia sedang menunggu kesempatan untuk bertemu denganku sebelum pulang. Kadang aku hanya melihatnya sekilas. Kadang kami bahkan tidak saling menyapa. Tetapi keberadaannya di sana selalu seperti sebuah penanda kecil bahwa hari itu belum benar-benar selesai. Kemarin, kebiasaan itu tidak terjadi. Ketika aku datang, dia sudah pergi. Sesederhana itu sebenarnya. Tetapi entah kenapa, perubahan kecil itu langsung membuat pikiranku bekerja terlalu jauh. Aku mulai mengulang kejadian beberapa hari terakhir, terutama tentang tepukan di bahunya yang kulakukan secara spontan. Jangan-jangan itu membuatnya berpikir lain? Jangan-jangan dia akhirnya sadar b...

Latest Posts

Ternyata, Menjadi Introvert Tidak Selalu Seburuk yang Orang Kira

Bedanya Mengoreksi dan Mempermalukan Orang Jatuh

Terlambat Menyadari

Jangan Salah Sangka, Cerita Cinta Itu Bukan Kisah Saya

Mungkin cinta, Mungkin Hanya Kekaguman atau Mungkin Hanya Pelarian dari Lelah

Setelah 11 Tahun Menunggu, Akhirnya Dua Garis Biru Itu Datang

Menunggu Hari Senin Tiba

Ada Rasa yang Tidak Pernah Benar-Benar Diucapkan

Malu aku Malu

Bukan Tidak Suka Orang, Aku Hanya Cepat Lelah oleh Keramaian