Berakhir
Berakhir. Kemarin adalah batas terakhir dari penantianku. Dan mungkin yang paling menyakitkan dari sebuah perpisahan bukan ketika seseorang benar-benar pergi, melainkan ketika kita tahu bahwa hari terakhir itu sudah tiba, tetapi kita tidak pernah mendapatkan kesempatan untuk mengatakan apa-apa. Kemarin adalah hari terakhirku. Aku tahu sejak pagi bahwa waktuku tinggal sedikit. Entah kenapa, hari itu terasa berbeda. Ada perasaan seperti sedang menghitung waktu, meskipun aku sendiri tidak tahu sampai kapan harus menunggu. Aku menjalani hari seperti biasa, menyelesaikan apa yang harus kuselesaikan, berpindah dari satu tempat ke tempat lain, melakukan hal-hal yang selama ini memang kulakukan. Tapi di dalam kepala, ada satu hal yang terus berputar. Hari ini aku harus bertemu dengannya. Setidaknya sekali. Aku masih menyimpan harapan kecil itu. Mungkin nanti dia datang. Mungkin nanti kami berpapasan. Mungkin ada kesempatan ketika kami hanya berdua. Mungkin ada percakapan singkat yang akhirnya ...