Skip to main content

Posts

Featured

Mungkin cinta, Mungkin Hanya Kekaguman atau Mungkin Hanya Pelarian dari Lelah

 Mungkin memang aku yang terlalu jauh membaca semuanya. Terlalu banyak memberi makna pada tatapan, pada gerakan kecil, pada keberadaannya yang kebetulan berulang kali muncul di sekitar, lalu perlahan-lahan menyusun semuanya menjadi sebuah cerita yang terasa masuk akal di kepalaku. Bisa jadi dia memang berusaha mencari perhatianku. Bisa jadi juga tidak. Dan di antara dua kemungkinan itu, akulah yang paling sering membuat cerita tambahan, lalu mempercayainya sendiri. Akhirnya aku sampai pada satu titik yang agak melelahkan, mungkin aku terlalu berharap seseorang jatuh cinta kepadaku, sementara belum tentu perasaan itu pernah ada di dirinya. Mungkin yang selama ini bergerak bukan hatinya, melainkan otakku sendiri yang terlalu sibuk menerjemahkan sesuatu yang sebenarnya sederhana. Tatapan menjadi tanda. Kebetulan menjadi kode. Gerakan kecil menjadi pengakuan yang tak pernah diucapkan. Lama-lama aku sendiri yang terseret ke dalam cerita yang belum tentu ditulis oleh dua orang. Jadi ha...

Latest Posts

Setelah 11 Tahun Menunggu, Akhirnya Dua Garis Biru Itu Datang

Menunggu Hari Senin Tiba

Ada Rasa yang Tidak Pernah Benar-Benar Diucapkan

Malu aku Malu

Bukan Tidak Suka Orang, Aku Hanya Cepat Lelah oleh Keramaian

Mungkin Aku Memang Keliru Membuka Pintu Itu Lagi

Apakah Semua Ini Salahku?

Aku Bukan Pemalu, Aku Hanya Tidak Bisa Sembarangan Memberikan Diriku kepada Semua Orang

Aku Hanya Menunggu Keberadaannya, Bukan Sapaannya

Emotional Baggage