Mungkin cinta, Mungkin Hanya Kekaguman atau Mungkin Hanya Pelarian dari Lelah
Mungkin memang aku yang terlalu jauh membaca semuanya. Terlalu banyak memberi makna pada tatapan, pada gerakan kecil, pada keberadaannya yang kebetulan berulang kali muncul di sekitar, lalu perlahan-lahan menyusun semuanya menjadi sebuah cerita yang terasa masuk akal di kepalaku. Bisa jadi dia memang berusaha mencari perhatianku. Bisa jadi juga tidak. Dan di antara dua kemungkinan itu, akulah yang paling sering membuat cerita tambahan, lalu mempercayainya sendiri. Akhirnya aku sampai pada satu titik yang agak melelahkan, mungkin aku terlalu berharap seseorang jatuh cinta kepadaku, sementara belum tentu perasaan itu pernah ada di dirinya. Mungkin yang selama ini bergerak bukan hatinya, melainkan otakku sendiri yang terlalu sibuk menerjemahkan sesuatu yang sebenarnya sederhana. Tatapan menjadi tanda. Kebetulan menjadi kode. Gerakan kecil menjadi pengakuan yang tak pernah diucapkan. Lama-lama aku sendiri yang terseret ke dalam cerita yang belum tentu ditulis oleh dua orang. Jadi ha...