Sebenarnya, ada satu pola yang sudah lama kusadari darinya. Pola kecil yang mungkin tidak akan diperhatikan orang lain, tetapi entah kenapa selalu berhasil terekam dalam ingatanku. Setiap kali dia sedang bersama kelompok pertemanannya, dia berubah menjadi orang yang jauh lebih hati-hati. Seolah-olah ada sakelar yang otomatis aktif ketika teman-temannya berada di dekatnya. Tingkah-tingkah yang biasanya terasa begitu kentara perlahan menghilang. Gerak-geriknya menjadi lebih wajar, lebih tenang, lebih sulit ditebak. Kalau pun masih ada sesuatu yang terasa ganjil, semuanya dilakukan dengan begitu halus hingga nyaris tak meninggalkan jejak. Mungkin memang begitu seharusnya. Mungkin dia memang sedang sibuk bercanda dengan teman-temannya sehingga tak lagi memedulikan keberadaanku. Atau mungkin justru sebaliknya. Aku tidak pernah benar-benar tahu. Yang paling sering tersisa hanyalah tatapan mata. Sesekali, ketika aku tanpa sengaja mengangkat kepala dari pekerjaanku, aku menemukan sorot mata it...
Kadang-kadang, justru rasa kasihanlah yang datang lebih dulu daripada rasa rinduku sendiri.Aku melihatnya beberapa kali berusaha berada di dekatku. Bukan sekali atau dua kali. Ada banyak kesempatan hari ini ketika dia seperti sengaja memilih jalur yang membuat kami berada dalam ruang yang sama. Entah itu hanya kebetulan, entah memang ada niat yang kusisipkan sendiri ke dalam setiap gerakannya. Aku sudah terlalu sering salah menafsirkan keadaan hingga kini aku tak lagi berani mengatakan mana yang nyata dan mana yang hanya dibangun oleh pikiranku sendiri. Yang jelas, hari ini dia terlihat begitu kentara. Beberapa kali aku menangkap keberadaannya berada tidak jauh dariku. Kadang berjalan melewati meja kerjaku, kadang berdiri di area yang masih berada dalam jangkauan pandanganku. Sesekali aku juga mencarinya tanpa sadar. Kepalaku mendongak, mataku berkeliling ruangan, lalu menemukannya sedang sibuk dengan aktivitasnya sendiri. Aku melihatnya. Dia juga mungkin melihatku. Lalu semuanya berhe...