Ternyata aku tidak bisa sejahat itu. Semalam, sebelum tidur, aku masih sempat menyusun berbagai kemungkinan di dalam kepala. Berbagai skenario balasan yang terdengar hebat saat dibayangkan sendirian. Aku membayangkan diriku akan lebih dingin. Lebih cuek. Lebih sulit ditebak. Aku ingin membuatnya merasakan sedikit saja dari kebingungan yang selama ini kurasakan. Sedikit saja dari rasa cemburu yang kemarin sempat membakar dadaku ketika melihatnya terlalu akrab dengan orang lain. Tapi seperti biasanya, keberanianku selalu jauh lebih besar di dalam imajinasi daripada di dunia nyata. Begitu hari ini datang dan aku kembali melihatnya, semua rencana itu runtuh tanpa perlawanan. Aku tidak menjadi lebih dingin. Aku tidak menjadi lebih tegas. Aku bahkan tetap kikuk seperti sebelumnya. Lucu sekali. Setelah sekian lama menyusun naskah demi naskah dalam kepala, pada akhirnya aku masih menjadi diriku yang sama. Orang yang terlalu banyak berpikir dan terlalu sedikit bertindak. Hari ini aku me...
Ada satu fakta yang sampai sekarang masih membuatku ingin tertawa setiap kali mengingatnya. Bahkan mungkin ini adalah salah satu penemuan paling membagongkan dalam seluruh penyelidikanku yang tidak pernah diminta siapa pun. Jadi begini. Beberapa hari terakhir aku cukup yakin bahwa ada seseorang yang sengaja digunakan untuk membuatku cemburu. Setidaknya itulah teori yang perlahan tumbuh di kepalaku. Teori yang awalnya hanya dugaan kecil, lalu berkembang menjadi berbagai kemungkinan yang saling bertumpuk. Setiap kali aku melihat mereka berbicara, setiap kali aku melihat kedekatan yang terlihat terlalu santai, setiap kali aku menangkap adegan-adegan kecil yang menurutku mencurigakan, otakku langsung bekerja. Mungkin memang beginilah nasib orang yang terlalu banyak waktu untuk berpikir. Satu kebetulan bisa berubah menjadi sebuah narasi. Dua kebetulan bisa menjadi teori. Tiga kebetulan sudah cukup untuk membuatku membentuk tim investigasi seorang diri. Dan karena aku memang tidak bi...