Layakkah Aku untuk Dicintai
Semalam aku tidak benar-benar bisa tidur. Bukan karena ada pekerjaan yang belum selesai atau suara bising yang mengganggu dari luar. Yang membuatku tetap terjaga justru sesuatu yang jauh lebih sunyi, pikiranku sendiri. Ia terus mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang tidak pernah berhasil kujawab, lalu mengulanginya lagi, seolah-olah ada satu jawaban yang sengaja kusembunyikan dari diriku sendiri. Pertanyaannya sederhana, tetapi terasa begitu berat. Mengapa, jika memang benar dugaanku selama ini tidak keliru, seseorang bisa menyukaiku? Semakin kupikirkan, semakin aneh rasanya. Karena orang yang paling sulit menyukai diriku adalah... diriku sendiri. Aku sudah terlalu lama hidup bersama keyakinan-keyakinan yang tidak ramah. Aku terbiasa merasa tidak cukup baik, tidak cukup menarik, tidak cukup berharga untuk diperjuangkan. Ada hari-hari ketika aku melihat diriku sendiri seperti seseorang yang hanya dipenuhi kekurangan. Kesalahan-kesalahan masa lalu, penolakan yang pernah kualami, dan segal...