Dia Menjadi Bagian dari Fantasi Liarku
Sebagai seorang pria biasa, aku tidak bisa memungkiri bahwa pernah ada saat-saat ketika dia menjadi bagian dari fantasi liarku. Tidak terlalu sering. Bahkan mungkin hanya beberapa kali. Tapi pernah. Dan setiap kali menyadarinya, ada bagian dari diriku yang merasa tidak nyaman. Aku merasa bersalah karena seseorang yang selama ini hanya berani kupandang dari kejauhan, seseorang yang bahkan tidak berani kusapa dengan leluasa, ternyata bisa masuk begitu jauh ke dalam pikiranku. Kadang aku bertanya-tanya, kenapa harus dia? Kenapa kehadirannya bisa sejauh itu memengaruhiku? Padahal di dunia nyata, aku bahkan tidak melakukan apa-apa. Aku hanya melihatnya. Kadang mencuri pandang. Kadang berharap dia melihatku. Kadang sengaja pura-pura tidak melihatnya ketika sebenarnya seluruh perhatianku tertuju kepadanya. Tetapi ternyata apa yang tidak kulakukan di dunia nyata justru bisa berkembang begitu jauh di dalam kepala. Bahkan pernah dia muncul dalam mimpiku. Dan yang lebih membuatku gila, ketika mem...