Kenapa Semuanya Harus Diviralkan?
Kenapa sekarang rasanya apa-apa harus diviralkan? Sedikit masalah, masuk media sosial. Sedikit perselisihan, direkam. Ada seseorang yang dianggap salah, lalu potongannya disebarkan. Setelah itu orang-orang yang bahkan tidak tahu cerita sebenarnya ikut memberikan penilaian. Seolah-olah ketika sesuatu sudah berada di internet, semua orang berhak menjadi hakim. Mungkin bagi sebagian orang, viral adalah jalan untuk mendapatkan pembelaan. Mungkin juga dianggap sebagai cara agar sebuah persoalan mendapat perhatian. Aku tidak tahu. Tetapi bagiku, kata viral punya arti yang jauh lebih menakutkan. Aku pernah merasakannya. Aku pernah berada di posisi ketika namaku, ceritaku, dan potongan-potongan kejadian tentang diriku menjadi bahan pembicaraan orang lain. Ada orang-orang yang bahkan tidak mengenalku, tetapi merasa sudah cukup tahu untuk memberikan penilaian. Aku tahu bagaimana rasanya membuka media sosial dengan perasaan takut. Takut melihat apa yang baru saja ditulis orang. Takut ada tangkap...