Aku mulai menyadari sesuatu yang kecil, tapi terus mengusik pikiranku. Setiap kali kami berada di tempat yang sama, suasana di sekelilingnya berubah...... atau mungkin hanya perasaanku yang berubah. Dia jadi lebih banyak diam. Tidak lagi secerah biasanya. Tidak sehidup seperti saat aku melihatnya dari kejauhan, ketika ia tertawa bebas bersama teman-temannya, bergerak ringan seolah dunia tidak memiliki beban apa pun. Dan entah kenapa, setiap kali itu terjadi, aku merasa seperti penyebabnya. Perasaan itu muncul pelan-pelan, tidak tiba-tiba. Awalnya hanya sekilas pikiran yang lewat, lalu pergi. Tapi semakin sering kami bertemu, semakin sering pula pikiran itu kembali, seperti tamu yang tidak diundang tapi terus menemukan jalan pulang. Jangan-jangan dia jadi diam karena aku ada. Jangan-jangan kehadiranku membuat ruang di sekitarnya menyempit, membuatnya kehilangan keluwesan yang biasanya ia miliki. Aku sering melihatnya dari jauh ketika aku belum berada di dekatnya. Dia tampak lepas, te...
Sabtu kemarin, suasana gym terasa berbeda dari biasanya. Sejak melangkah masuk, aku sudah bisa merasakan energi yang lebih ramai..... bukan hanya dari bunyi barbel yang beradu atau dentuman musik yang memantul di dinding, tetapi dari suara percakapan yang bergulung di sudut-sudut ruangan. Orang-orang tampak lebih banyak, lebih hidup, dan entah kenapa lebih berisik. Sabtu memang sering jadi hari paling padat, tapi kali ini ada semacam riuh yang terasa tidak biasa. Seperti biasa, aku tidak terlalu banyak berinteraksi dengan para member lain. Aku datang, fokus latihan, lalu pulang. Hubungan kami sebatas anggukan kecil atau senyum singkat ketika berpapasan. Namun hari itu, percakapan para anggota senior terdengar cukup keras hingga sulit diabaikan. Suara mereka naik turun, diselingi tawa, gumaman kaget, dan kalimat-kalimat yang diucapkan setengah berbisik namun tetap terdengar jelas. Awalnya aku tidak terlalu memperhatikan. Kata-kata yang tertangkap hanya serpihan, “polisi…”, “digrebek…”...