Tiga Kata yang Belum Pernah Berani Kuucapkan Kepadanya
Aku menyandarkan kepala di bahanya. Tubuhku terasa lelah, tetapi dadaku justru penuh oleh sesuatu yang selama ini kutahan. Ekspresiku mungkin aneh, antara ingin menangis dan marah dalam satu waktu. Seperti ada sesuatu yang sudah terlalu lama menumpuk, tetapi tidak pernah menemukan jalan keluar. Aku ingin mengatakan sesuatu kepadanya. Namun kata-kata itu terasa begitu berat. Ada banyak hal yang sebenarnya ingin kusampaikan, tetapi semuanya mendadak menyempit menjadi tiga kata. Aku menarik napas. Dada terasa sesak. Lalu dengan suara yang nyaris tidak terdengar, aku berbisik, "I love you." Suara itu seperti keluar bersama sesuatu yang selama ini kusimpan jauh di dalam dada. Ada getaran kecil di ujung kalimatnya. Seperti aku sedang menyerahkan sesuatu yang paling rapuh dari diriku kepadanya. Aku bahkan merasa seperti hampir menangis setelah mengatakannya. Tetapi setidaknya, akhirnya aku mengatakannya. Kemudian dia mendekat dan berbisik, "I love you too." Aku terdiam. Ja...