Pernah memperhatikan bagaimana orang mengambil keputusan? Ada yang terlihat begitu mantap. Tidak banyak bertanya, tidak terlalu lama menimbang. Begitu merasa itu yang terbaik, langsung melangkah. Sementara yang lain tampak seperti berdiri di persimpangan terlalu lama, maju takut salah, mundur takut menyesal. Sebagai makhluk sosial, kita tidak bisa memilih hanya bertemu satu tipe manusia. Dalam satu ruang kerja, lingkar pertemanan, bahkan keluarga, selalu ada dua kutub itu, mereka yang tegas dalam menentukan arah hidupnya, dan mereka yang masih bernegosiasi dengan pikirannya sendiri. Dan sering kali, tanpa sadar, perbedaan itu mengajarkan sesuatu. Ada rasa kagum ketika melihat seseorang yang berani mengambil keputusan besar. Pindah kerja tanpa ragu. Menolak kesempatan yang tidak sesuai nilai hidupnya. Atau memilih jalan yang tidak populer, tapi terasa benar baginya. Bukan berarti mereka tidak takut. Justru kemungkinan besar mereka juga dihantui pertanyaan yang sama sepe...
Semalam aku tidur lebih cepat dari biasanya. Badan rasanya sudah minta kompromi sejak habis ngegym setelah magrib. Otot-otot pegal tapi enak, jenis capek yang bikin kasur terasa lima kali lebih empuk. Tidak butuh waktu lama sampai akhirnya aku benar-benar tenggelam dalam tidur. Bahkan rasanya kepala baru saja menyentuh bantal, tahu-tahu sudah masuk ke dunia mimpi. Di mimpi itu, aku sedang menonton drama China bertema kolosal kerajaan. Jenis drama yang penuh adegan perang, jubah panjang berkibar, musik megah, dan tentu saja, jurus-jurus yang tidak masuk akal tapi entah kenapa tetap seru ditonton. Para pendekar melayang-layang di atas pohon, berlari di udara, lalu bertarung dengan pedang berkilau. Dramatis sekali. Aku sampai terbawa suasana, seperti penonton setia yang tidak ingin ketinggalan satu adegan pun. Dan di tengah semua kekacauan yang indah itu, muncul satu wajah yang langsung terasa familiar, Wang Yibo. Nah loh. Yang bikin lucu, aku sebenarnya tidak sedang mengik...