Skip to main content

Posts

Featured

Bingkisan untuk Dia dari Bali

  Aku melihatnya dari kejauhan, atau lebih tepatnya aku melihat sesuatu yang lebih dulu muncul sebelum tubuhnya benar-benar terlihat. Sebuah tangan dengan botol minuman mungil yang muncul di depan pintu. Hanya tangan dan botol itu, belum wajahnya, belum seluruh tubuhnya. Tapi entah kenapa aku langsung tahu siapa yang akan muncul setelahnya. Refleksku bekerja lebih cepat daripada pikiranku. Aku segera pura-pura sibuk melakukan sesuatu, seolah-olah ada pekerjaan yang tiba-tiba menjadi sangat penting untuk dikerjakan saat itu. Seolah aku sama sekali tidak sedang menunggu siapa pun. Padahal kenyataannya, sejak tadi aku memang menunggunya. Aku hanya terlalu malu untuk terlihat seperti seseorang yang sedang menunggu kedatangan orang tertentu. Kemudian dia masuk sepenuhnya. Aku melihatnya mengambil tempat seperti biasa. Tidak ada sapaan. Tidak ada percakapan. Tidak ada sesuatu yang benar-benar istimewa. Hanya sebuah kedatangan sederhana yang sebenarnya sudah kutunggu sejak tadi. Tetapi en...

Latest Posts

Sesuai Dugaan, Dia Tidak Datang

Anticipatory Excitement

Mencarinya di Story Orang Lain

street-smart

Keterhubungan Hati

Membiarkan Harga Diri Berbicara Lebih Keras Daripada Keberanian

Dugaanku Meleset

Aku Suka Suaranya

Apa yang Ada dalam Pikirannya?

Tak Akan Lagi Sama