Tanda Alam
Padahal kalau kupikir-pikir lagi, alam sudah berkali-kali memberiku tanda. Kesempatan datang, lalu hilang. Niat untuk mengutarakan isi hati muncul dengan begitu kuat, tetapi setiap kali aku hendak melakukannya, selalu ada sesuatu yang membuatku berhenti. Kadang keadaan tidak sesuai dengan rencana. Kadang suasana hatiku berubah. Kadang dia tidak datang. Kadang justru aku sendiri yang tiba-tiba kehilangan keberanian. Berulang kali. Seolah-olah ada sesuatu yang selalu menarik tanganku kembali setiap kali aku mencoba melangkah. Dan anehnya, aku masih saja tidak mengerti. Atau mungkin sebenarnya aku mengerti, tetapi tidak mau menerima kesimpulannya. Aku sudah berkali-kali gagal mengatakan apa yang sebenarnya ingin kusampaikan kepadanya. Bahkan ketika aku sudah menyusun kalimatnya di kepala, bahkan ketika aku sudah membayangkan bagaimana wajahnya setelah mendengar pengakuanku, pada akhirnya semuanya kembali menjadi percakapan yang hanya terjadi dalam pikiranku. Bodoh sekali. Hal sesederhana ...