Gagal Beretemu, Plan B dan Mungkin Membuat Plan C
Ah, seperti yang sudah kuduga sejak tadi pagi, bayangan tentang pertemuan hari Senin kali ini sepertinya akan kembali gagal. Ada semacam firasat kecil yang entah datang dari mana, tetapi rasanya cukup kuat untuk membuatku siang-siang begini sudah menyerah. Padahal kemarin, sepanjang hari Minggu, aku sempat membayangkan banyak kemungkinan tentang hari ini. Membayangkan akan melihatnya lagi, membayangkan tatapan singkat, mungkin dia berada di tempat yang biasa, atau mungkin kami kebetulan berpapasan. Tapi seperti yang sudah-sudah, angan-angan sering kali jauh lebih mudah diwujudkan di kepala daripada di dunia nyata. Begitu hari yang ditunggu benar-benar datang, kenyataan seperti punya kesenangan sendiri untuk membuyarkan semuanya. Kecewa? Tentu saja. Tapi aku juga sudah cukup akrab dengan rasa kecewa semacam ini. Rencana-rencanaku tentang pertemuan kami hampir selalu punya kemungkinan gagal yang lebih besar daripada berhasilnya. Berkali-kali aku sudah membayangkan skenario tertentu, lal...