Hari ini aku datang lebih siang dari biasanya. Barangkali karena semalam aku tidak terlalu bersemangat untuk memulai hari. Atau mungkin memang ada bagian kecil dalam diriku yang sedang ingin menguji sesuatu. Entahlah. Yang jelas, ketika akhirnya aku tiba di kantor, hal pertama yang tanpa sadar kulakukan tetap sama seperti hari-hari sebelumnya, mencari keberadaannya. Namun dia belum datang. Aku menunggu beberapa saat. Tidak lama, hanya cukup untuk membuat mataku beberapa kali mengarah ke pintu masuk. Barangkali sebentar lagi dia muncul. Barangkali kami hanya terpaut beberapa menit. Lalu aku mulai memperhatikan keadaan di sekitarku. Beberapa orang sudah hadir. Aktivitas kantor berjalan seperti biasa. Namun ada satu hal yang membuatku tiba-tiba merasa yakin. Teman-teman yang biasanya datang bersamanya juga belum terlihat. Aku mengenali pola itu. Sudah beberapa kali terjadi sebelumnya. Jika salah satu dari mereka tidak datang, sering kali dia juga tidak muncul. Entah karena memang bertugas...
Pertemuan sore ini meninggalkan sesuatu yang tidak nyaman di dalam diriku. Bukan karena terjadi pertengkaran. Tidak ada kata-kata yang menyakitkan. Bahkan tidak ada percakapan sama sekali. Justru karena tidak ada apa-apa itulah, semuanya terasa jauh lebih berat. Kami datang hampir bersamaan. Aku baru saja turun dari kendaraan dan masih sibuk meraih tasku yang terselip di jok ketika kulihat dia datang dari arah luar. Tanpa ragu ia melangkah lebih dulu memasuki gedung. Aku sengaja memperlambat gerakanku. Merapikan tas yang sebenarnya sudah rapi, memastikan pintu kendaraan terkunci, lalu berjalan menyusul beberapa saat kemudian. Aku sudah tahu kemungkinan kami akan berpapasan. Dan ternyata memang terjadi. Ia berjalan melewatiku. Aku juga melewatinya. Tidak ada sapaan. Tidak ada senyum. Tidak ada anggukan kecil yang biasanya dilakukan orang-orang ketika saling mengenal. Hanya dua orang yang saling mengetahui keberadaan masing-masing, tetapi memilih membiarkan jarak tetap utuh. Aneh sekali....