Emotional Baggage
Belakangan ini aku mengenal satu istilah yang rasanya cukup dekat dengan kehidupan banyak orang: emotional baggage , atau beban emosional. Awalnya aku mengira luka dari masa lalu akan selesai dengan sendirinya setelah waktu berjalan. Kupikir, kalau sudah cukup lama berlalu, berarti aku sudah sembuh. Ternyata tidak selalu begitu. Ada luka yang memang tidak lagi terasa setiap hari, tetapi diam-diam masih ikut berjalan bersama kita. Ia bisa muncul ketika kita bertemu seseorang yang baru, ketika seseorang tidak membalas pesan, ketika sikapnya berubah sedikit, atau ketika ada sesuatu yang mengingatkan kita pada pengalaman yang pernah membuat kita kecewa. Kadang aku sendiri tidak sadar bahwa reaksiku terhadap seseorang hari ini sebenarnya bukan sepenuhnya tentang dia. Bisa jadi ada bagian dari masa lalu yang ikut bereaksi. Aku bisa menjadi terlalu waspada. Ketika seseorang tidak segera membalas pesan, pikiranku mulai ke mana-mana. Bukan karena ada bukti bahwa sesuatu yang buruk s...