Sore kemarin rasanya sedikit berbeda dibanding beberapa hari sebelumnya. Mungkin karena selama beberapa hari terakhir kami hanya sempat berpapasan sekilas. Pertemuan kami terlalu singkat untuk meninggalkan banyak kenangan. Aku hanya melihatnya datang atau pergi, lalu masing-masing kembali tenggelam dalam pekerjaan. Tidak ada ruang untuk memperhatikan lebih lama, tidak ada kesempatan bagi pikiranku untuk mengarang berbagai kemungkinan seperti biasanya. Namun kemarin, entah mengapa, suasananya terasa berubah. Ia sedang berbincang dengan beberapa temannya. Percakapannya tampak santai, sesekali diselingi tawa kecil. Dari kejauhan aku melihatnya seperti orang yang benar-benar menikmati obrolan itu. Akan tetapi, di sela-sela percakapan tersebut, ada beberapa gerakan kecil yang kembali menarik perhatianku. Sulit menjelaskannya dengan kata-kata. Gerakan itu begitu halus sehingga bisa saja dianggap sebagai kebiasaan biasa. Namun, dari sudut pandangku, semuanya terasa seperti dilakukan deng...
Semakin lama bekerja, semakin sering aku memperhatikan satu pola yang berulang setiap kali ada seseorang tersandung masalah. Entah itu kesalahan kecil, persoalan pekerjaan, atau kasus yang kemudian menjadi pembicaraan banyak orang, selalu saja ada orang-orang yang tiba-tiba muncul seolah memiliki peran penting di dalamnya. Padahal sebelumnya mereka nyaris tidak terdengar. Namun ketika sebuah kasus mulai ramai dibicarakan, mereka datang. Ada yang bercerita seolah-olah dirinya adalah saksi utama. Ada yang mengaku paling tahu duduk perkaranya. Ada yang berbicara dengan penuh keyakinan meski sebagian ceritanya hanya berasal dari potongan-potongan kabar yang belum tentu utuh. Bahkan ada yang tanpa sadar menambahkan bumbu di sana-sini sehingga persoalan yang awalnya kecil berubah menjadi cerita yang jauh lebih dramatis. Aku benar-benar tidak habis pikir melihatnya. Entah kenapa, setiap kali ada orang yang sedang jatuh, selalu ada penonton yang ingin berdiri paling depan. Seolah-olah musi...