Ada Saatnya Mengalah, Ada Saatnya Berdiri
Aku termasuk orang yang sebisa mungkin menghindari konflik. Bagiku, tidak semua persoalan harus dibalas dengan kemarahan. Ada banyak keadaan yang justru lebih cepat selesai ketika salah satu pihak memilih mundur selangkah. Itulah yang kulakukan beberapa waktu terakhir. Aku menerima ancaman akan dilaporkan ke kepolisian. Bukan sekali. Sudah beberapa kali. Awalnya aku memilih diam. Aku tidak membalas dengan nada yang sama. Aku berpikir, kalau memang aku melakukan kesalahan, biarlah proses yang berjalan. Aku juga tidak ingin persoalan ini semakin besar. Terlalu melelahkan menghabiskan energi untuk bertengkar di ruang publik. Jadi aku memilih mengalah. Bukan karena takut. Bukan juga karena merasa kalah. Aku hanya ingin semuanya berhenti. Namun ternyata dugaanku keliru. Diamku tidak membuat keadaan mereda. Justru setelah itu, serangan demi serangan terus datang. Kalimat-kalimat bernada ancaman masih berulang. Tuduhan masih terus dilontarkan. Rasanya seperti tidak ada ruang unt...