Skip to main content

Posts

Featured

Kalau Bisa Chat, Kenapa Harus Telepon?

 Ada satu kebiasaan saya yang mungkin bagi sebagian orang agak aneh. Kalau HP saya tiba-tiba berdering karena ada telepon masuk, reaksi pertama saya biasanya bukan mengangkat. Saya lihat dulu siapa yang menelepon. Kalau orangnya memang perlu saya hubungi, mungkin saya angkat. Tapi kalau sebenarnya urusannya bisa disampaikan lewat pesan, biasanya dalam hati saya langsung berpikir, "Kenapa nggak WhatsApp saja, sih?"   Saya memang jauh lebih nyaman berkomunikasi lewat chat daripada telepon. Bukan karena saya tidak suka orang. Bukan juga karena saya tidak mau berbicara. Saya hanya merasa chat memberikan sesuatu yang tidak bisa diberikan oleh telepon, waktu. Kalau ada pesan masuk, saya bisa membacanya dulu. Saya bisa memikirkan jawabannya. Kadang saya mengetik, membaca lagi, menghapus, kemudian mengetik ulang. Bukan karena saya tidak tahu harus menjawab apa. Saya hanya ingin memastikan apa yang saya tulis tidak menimbulkan salah pengertian. Berbeda dengan telepon. Begitu saya meng...

Latest Posts

Dia Selalu Punya Cara untuk Menarik Perhatianku

Kisah yang Belum Benar-benar Dimulai dan Diakhiri

Di Gym, Saya Punya Satu Teman Bicara

Gagal Beretemu, Plan B dan Mungkin Membuat Plan C

Besok Mungkin Kami Bertemu

Hanya Melihatnya Sekilas Ternyata Cukup untuk Membuatku Tersenyum Semalaman

Jangan-Jangan Lagu Perselingkuhan Ikut Membentuk Cara Kita Memandang Perselingkuhan?

Merindu dan Menunggu Sore Datang

Aku Merindukannya

Ternyata, Menjadi Introvert Tidak Selalu Seburuk yang Orang Kira