Hanya Melihatnya Sekilas Ternyata Cukup untuk Membuatku Tersenyum Semalaman
Mungkin memang sesederhana itu, hanya melihatnya sekilas ternyata cukup untuk membuatku tersenyum semalaman. Kemarin sore kami bertemu lagi, dan seperti biasa, aku datang dengan wajah yang seolah-olah tidak terjadi apa-apa. Aku pura-pura biasa saja, pura-pura tidak terlalu peduli, seakan keberadaannya tidak memberikan pengaruh apa pun kepadaku. Padahal kalau saja dia tahu isi kepalaku saat itu, mungkin dia akan tertawa. Karena di balik wajah datar yang sengaja kupasang, sebenarnya ada perasaan lega yang sulit kusembunyikan. Setelah beberapa hari hanya bisa menebak-nebak keberadaannya, akhirnya aku melihatnya lagi. Tidak lama. Tidak ada percakapan panjang. Tidak ada kejadian besar. Hanya sebuah pertemuan singkat yang bagi orang lain mungkin tidak berarti apa-apa, tetapi entah kenapa cukup untuk membuat malamku terasa lebih ringan. Aku memang selalu begitu dengannya. Semakin bahagia, semakin keras pula aku berusaha menyembunyikannya. Ada ego yang aneh dalam diriku, semacam keingina...