Mungkin Bukan Sekarang
Seperti yang pernah kupikirkan sebelumnya, mungkin memang perasaan ini tidak direstui semesta. Entah bagaimana menjelaskannya, tetapi setiap kali aku benar-benar ingin berterus terang tentang apa yang kurasakan, selalu saja ada sesuatu yang membuat kami tidak bertemu. Bukan sekali. Bukan dua kali. Berkali-kali. Aku sudah menyusun rencana. Sudah membayangkan percakapannya. Sudah memikirkan kalimat pertama yang akan keluar dari mulutku. Bahkan kadang aku merasa, kali ini pasti bisa. Tapi kemudian selalu ada saja yang terjadi. Aku datang, dia sudah pergi. Aku punya waktu, dia tidak ada. Aku merasa sudah menemukan kesempatan, keadaan justru berubah. Sampai akhirnya aku kehabisan akal. Aku bahkan sampai putus asa. Mungkin memang ada sesuatu yang sedang dipaksakan untuk kupahami, bahwa aku tidak bisa memaksa sebuah pertemuan hanya karena aku menginginkannya. Ada hal-hal yang berada di luar kendaliku. Dan mungkin sekarang aku sedang dipaksa untuk menerima itu. Awalnya aku masih keras ke...