Skip to main content

Posts

Dalam Sudut Pandangku

Hari ini aku datang lebih siang dari biasanya. Barangkali karena semalam aku tidak terlalu bersemangat untuk memulai hari. Atau mungkin memang ada bagian kecil dalam diriku yang sedang ingin menguji sesuatu. Entahlah. Yang jelas, ketika akhirnya aku tiba di kantor, hal pertama yang tanpa sadar kulakukan tetap sama seperti hari-hari sebelumnya, mencari keberadaannya. Namun dia belum datang. Aku menunggu beberapa saat. Tidak lama, hanya cukup untuk membuat mataku beberapa kali mengarah ke pintu masuk. Barangkali sebentar lagi dia muncul. Barangkali kami hanya terpaut beberapa menit. Lalu aku mulai memperhatikan keadaan di sekitarku. Beberapa orang sudah hadir. Aktivitas kantor berjalan seperti biasa. Namun ada satu hal yang membuatku tiba-tiba merasa yakin. Teman-teman yang biasanya datang bersamanya juga belum terlihat. Aku mengenali pola itu. Sudah beberapa kali terjadi sebelumnya. Jika salah satu dari mereka tidak datang, sering kali dia juga tidak muncul. Entah karena memang bertugas...
Recent posts

Mood-ku Hari Ini Begitu Bergantung pada Keberadaannya

Pertemuan sore ini meninggalkan sesuatu yang tidak nyaman di dalam diriku. Bukan karena terjadi pertengkaran. Tidak ada kata-kata yang menyakitkan. Bahkan tidak ada percakapan sama sekali. Justru karena tidak ada apa-apa itulah, semuanya terasa jauh lebih berat. Kami datang hampir bersamaan. Aku baru saja turun dari kendaraan dan masih sibuk meraih tasku yang terselip di jok ketika kulihat dia datang dari arah luar. Tanpa ragu ia melangkah lebih dulu memasuki gedung. Aku sengaja memperlambat gerakanku. Merapikan tas yang sebenarnya sudah rapi, memastikan pintu kendaraan terkunci, lalu berjalan menyusul beberapa saat kemudian. Aku sudah tahu kemungkinan kami akan berpapasan. Dan ternyata memang terjadi. Ia berjalan melewatiku. Aku juga melewatinya. Tidak ada sapaan. Tidak ada senyum. Tidak ada anggukan kecil yang biasanya dilakukan orang-orang ketika saling mengenal. Hanya dua orang yang saling mengetahui keberadaan masing-masing, tetapi memilih membiarkan jarak tetap utuh. Aneh sekali....

Ada Satu Hal yang Tetap Membuatku Tersenyum Hari Ini

Hari ini aku menunggunya lebih lama dari biasanya. Bahkan mungkin terlalu lama. Berkali-kali mataku terangkat ke arah pintu masuk setiap kali terdengar suara langkah kaki atau pintu yang terbuka. Setiap ada seseorang masuk, tanpa sadar aku selalu berharap sosok itu adalah dirinya. Namun setiap kali harapan itu muncul, yang datang selalu orang lain. Aku kembali menunduk, kembali berpura-pura sibuk dengan pekerjaanku, lalu beberapa menit kemudian mengulang kebiasaan yang sama. Melihat pintu. Menunggu. Kecewa. Mengulanginya lagi. Begitu terus sampai aku mulai lelah dengan harapanku sendiri. Dalam hati aku mulai berkata, mungkin hari ini memang bukan harinya. Mungkin dia sedang bertugas di tempat lain. Mungkin sedang izin. Atau mungkin memang kami tidak akan bertemu hari ini. Aku hampir menyerah. Hampir. Lalu, ketika aku sudah mulai menerima kemungkinan bahwa penantianku sia-sia, pintu itu kembali terbuka. Dan dia datang. Aneh memang. Setiap kali melihatnya muncul dari kejauhan, selalu ada...

Kisah Ini Akan Terus Hidup dari Hal-Hal Kecil Semacam Itu

Sebenarnya, ada satu pola yang sudah lama kusadari darinya. Pola kecil yang mungkin tidak akan diperhatikan orang lain, tetapi entah kenapa selalu berhasil terekam dalam ingatanku. Setiap kali dia sedang bersama kelompok pertemanannya, dia berubah menjadi orang yang jauh lebih hati-hati. Seolah-olah ada sakelar yang otomatis aktif ketika teman-temannya berada di dekatnya. Tingkah-tingkah yang biasanya terasa begitu kentara perlahan menghilang. Gerak-geriknya menjadi lebih wajar, lebih tenang, lebih sulit ditebak. Kalau pun masih ada sesuatu yang terasa ganjil, semuanya dilakukan dengan begitu halus hingga nyaris tak meninggalkan jejak. Mungkin memang begitu seharusnya. Mungkin dia memang sedang sibuk bercanda dengan teman-temannya sehingga tak lagi memedulikan keberadaanku. Atau mungkin justru sebaliknya. Aku tidak pernah benar-benar tahu. Yang paling sering tersisa hanyalah tatapan mata. Sesekali, ketika aku tanpa sengaja mengangkat kepala dari pekerjaanku, aku menemukan sorot mata it...

Rasa Kasihanlah yang Datang Lebih Dulu Daripada Rasa Rinduku

Kadang-kadang, justru rasa kasihanlah yang datang lebih dulu daripada rasa rinduku sendiri.Aku melihatnya beberapa kali berusaha berada di dekatku. Bukan sekali atau dua kali. Ada banyak kesempatan hari ini ketika dia seperti sengaja memilih jalur yang membuat kami berada dalam ruang yang sama. Entah itu hanya kebetulan, entah memang ada niat yang kusisipkan sendiri ke dalam setiap gerakannya. Aku sudah terlalu sering salah menafsirkan keadaan hingga kini aku tak lagi berani mengatakan mana yang nyata dan mana yang hanya dibangun oleh pikiranku sendiri. Yang jelas, hari ini dia terlihat begitu kentara. Beberapa kali aku menangkap keberadaannya berada tidak jauh dariku. Kadang berjalan melewati meja kerjaku, kadang berdiri di area yang masih berada dalam jangkauan pandanganku. Sesekali aku juga mencarinya tanpa sadar. Kepalaku mendongak, mataku berkeliling ruangan, lalu menemukannya sedang sibuk dengan aktivitasnya sendiri. Aku melihatnya. Dia juga mungkin melihatku. Lalu semuanya berhe...

Efek Vitamin Zing Plus, dan Vitamin D3 + K

Sejak rutin ngegym, tanpa sadar banyak kebiasaanku yang ikut berubah. Awalnya kupikir perubahan itu hanya akan terlihat dari bentuk tubuh atau angka di timbangan. Ternyata yang berubah jauh lebih banyak dari sekadar otot yang mulai terbentuk atau stamina yang semakin kuat. Aku mulai lebih memperhatikan apa yang masuk ke dalam tubuhku. Kalau dulu urusan vitamin hampir tidak pernah kupikirkan, sekarang justru menjadi bagian dari rutinitas harian. Bukan karena ingin terlihat seperti atlet atau mengikuti tren suplemen yang sedang ramai di media sosial. Alasannya sederhana saja: kalau sudah berusaha menjaga tubuh lewat olahraga, rasanya sayang kalau kebutuhan nutrisi pendukungnya diabaikan. Setelah mencari-cari dan membandingkan beberapa pilihan, akhirnya aku memutuskan mengonsumsi dua jenis vitamin. Yang pertama Zing Plus , dan yang kedua Vitamin D3 + K2 , keduanya dari IPI. Sebenarnya ada banyak merek lain di pasaran. Bahkan ada yang harganya berkali-kali lipat lebih mahal dengan berb...

Apakah Semua Orang yang Sedang Jatuh Cinta Diam-Diam Juga Mengalami Ini?

Ada bagian dari diriku yang sampai sekarang masih gagal kupahami. Di satu sisi, aku terus berkata pada diriku sendiri bahwa aku harus menghindarinya. Aku sengaja mengurangi kesempatan bertemu. Aku memilih jalan yang berbeda, menunda waktu datang atau pulang, bahkan sesekali mencari alasan agar tidak berada dalam ruangan yang sama dengannya. Bukan karena aku membencinya. Justru sebaliknya. Aku takut jika terlalu sering bertemu, aku akan semakin sulit mengendalikan perasaanku. Aku ingin menjaga jarak agar hatiku tidak semakin dalam tenggelam pada seseorang yang bahkan belum tentu memiliki rasa yang sama. Namun lucunya, setiap kali ada kemungkinan kami akan bertemu, seluruh tekad itu seperti kehilangan kekuatannya. Tanpa sadar aku berdiri lebih lama di depan cermin. Baju yang biasanya kupakai begitu saja, tiba-tiba terasa kurang pantas. Aku mulai membuka lemari lebih lama, memilih warna yang menurutku paling serasi. Bukan warna yang mencolok, melainkan warna yang diam-diam membuatku me...