Oke. Kali ini aku ingin menceritakan satu hal lain tentang pertemuan kemarin sore. Sesuatu yang sebenarnya sederhana, bahkan mungkin tidak penting bagi orang lain. Namun entah kenapa, sejak kemarin hal itu terus berputar di dalam kepalaku dan menolak pergi. Awalnya tidak ada rencana apa-apa. Aku hanya berada di area yang sama dengannya. Kebetulan ada tugas yang harus kuselesaikan di salah satu kubikel yang letaknya tidak terlalu jauh dari tempatnya berdiri. Saat itu dia sedang berbincang dengan seseorang. Dari raut wajah mereka, percakapan itu terlihat cukup serius. Setidaknya begitulah yang kutangkap dari kejauhan. Aku tidak sedang berusaha menguping. Setidaknya itulah yang terus kujelaskan pada diriku sendiri. Aku memang berada cukup dekat untuk mendengar suara mereka, tetapi bukan karena sengaja mencari tahu isi percakapan. Aku hanya sedang berada di tempat yang sama pada waktu yang sama. Lalu untuk pertama kalinya, aku mendengar suaranya lebih lama dari biasanya. Dan di situlah mas...
Lagi-lagi sore ini terjadi. Dan lagi-lagi aku pulang dengan kepala yang penuh pertanyaan. Seharusnya aku sudah terbiasa. Seharusnya setelah sekian bulan mengamati tingkah lakunya, aku tidak lagi terkejut dengan hal-hal yang ia lakukan. Namun nyatanya, setiap kali aku mulai merasa sudah memahami polanya, dia selalu menemukan cara baru untuk membuatku kembali bingung. Sore tadi suasana cukup lengang. Teman-temannya tidak banyak terlihat berada di sekitarnya. Aktivitas kantor berjalan seperti biasa, orang-orang sibuk dengan urusan masing-masing, dan di sela-sela kesibukan itu aku beberapa kali menangkap keberadaannya dalam jarak pandangku. Awalnya biasa saja. Aku bahkan sedang tidak terlalu memperhatikannya. Pikiranku masih dipenuhi berbagai hal lain yang lebih penting. Pekerjaan yang belum selesai. Tekanan yang belum hilang. Dan berbagai urusan yang akhir-akhir ini membuat kepalaku terasa berat. Namun kemudian aku melihat lagi gestur-gestur yang selama ini membuatku terus bertanya-tanya....