Aku baru saja menemukan satu kalimat yang rasanya menempel cukup lama di kepala...... jika kamu menuliskan masalahmu dengan jelas dan spesifik, kamu telah menyelesaikan setengah dari masalahmu. Sederhana, tapi terasa seperti menyentil sesuatu yang diam-diam sudah kulakukan belakangan ini. Tiba-tiba aku berhenti sejenak dan bertanya pada diri sendiri..... jadi semua tulisan curhat yang selama ini keluar dari kepalaku… itu apa? Apakah ini bentuk keberanian menghadapi masalah, atau hanya cara halus untuk membenarkan perasaanku sendiri? Pertanyaan itu muncul pelan, seperti bisikan yang tidak ingin mengganggu tapi juga tidak mau pergi. Karena jujur saja, beberapa waktu terakhir aku memang menulis banyak hal yang sebelumnya hanya berputar di kepala. Tentang lebaran yang tidak pernah kusukai, tentang hubungan yang terasa jauh, tentang perasaan yang sulit dijelaskan, tentang kejadian-kejadian yang membuatku merasa kecil dan tidak berdaya. Semuanya seperti keluar satu per satu, seo...
Murphy’s Law sering terdengar seperti kutukan kecil yang diam-diam mengintai pikiran.... semakin kamu takut sesuatu akan terjadi, semakin besar kemungkinan hal itu akan terjadi. Kalimat itu sederhana, tapi entah kenapa terasa sangat relevan ketika hidup sedang tidak baik-baik saja. Apalagi setelah apa yang kemarin terjadi padaku, rasanya seperti ketakutan yang dulu hanya berbisik pelan, tiba-tiba menjelma nyata di depan mata. Aku jadi ingat, sebelum semua kekacauan itu benar-benar terjadi, sebenarnya sudah ada rasa cemas yang sering muncul tanpa diundang. Pikiran-pikiran kecil yang berputar sendiri di kepala. Bagaimana kalau mereka mulai menjauh? Bagaimana kalau ceritaku dipelintir? Bagaimana kalau suatu hari aku dibuat terlihat buruk di mata orang lain? Awalnya hanya bayangan, tapi lama-lama bayangan itu terasa seperti bayangan panjang yang mengikuti ke mana pun aku pergi. Dan ketika akhirnya benar-benar terjadi... ketika pembunuhan karakter itu terasa nyata, aku sempat terpak...