Apakah Semua Ini Salahku?
Mungkin yang membuat pikiranku kembali berisik justru karena sore tadi aku tidak benar-benar bertemu dengannya. Kalau melihatnya, meski hanya sebentar, biasanya ada sesuatu yang bisa kubawa pulang. Tatapan, gerakan kecil, keberadaannya di sudut ruangan, atau sekadar memastikan bahwa dia memang ada di sana. Tapi ketika tidak bertemu sama sekali, pikiranku seperti kehilangan bahan untuk berhenti bertanya. Lalu mulailah bermunculan dugaan-dugaan yang sebenarnya tidak punya jawaban. Jangan-jangan dia mulai lelah. Jangan-jangan beberapa hari terakhir aku terlalu mencuekkannya. Dia sudah berusaha mendekat, beberapa kali mencoba mencari perhatianku, tetapi aku tetap bertahan dengan prinsipku, tidak membuka akses lebih jauh kepadanya sebelum dia sendiri berani mengambil langkah. Aku melihatnya, menyadari usahanya, bahkan kadang merasa kasihan, tetapi tetap saja aku tidak memberikan jalan yang mudah untuk mendekat. Lalu sore tadi dia tidak muncul, dan entah kenapa pikiranku langsung men...