Hari ini ternyata tanggal merah. Hari Lahir Pancasila. Tema tahun 2026 adalah “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia.” Lucunya, aku baru benar-benar merasakan kalau hari ini libur justru setelah semuanya selesai. Pagi tadi aku sudah berangkat sejak jam enam. Seperti biasa, perjalanan menuju kantor memakan waktu hampir satu jam. Jalanan masih belum terlalu ramai, langit masih menyisakan warna pagi yang pucat, dan udara terasa lebih dingin dibanding hari-hari biasa. Selama di perjalanan aku hanya fokus menyetir, tidak terlalu memikirkan apa pun selain memastikan datang tepat waktu. Dan memang, aku sampai tepat waktu. Bahkan sebenarnya kurang lima menit sebelum acara dimulai. Saat tiba, area kampus masih belum terlalu ramai. Beberapa orang baru berdatangan satu per satu. Ada yang berjalan cepat sambil merapikan pakaian dinas, ada yang masih sempat bercanda kecil dengan teman-temannya. Aku seperti biasa hanya berjalan pelan dan memilih berdiri di tempat yang menuru...
Pagi ini aku terbangun dengan satu pertanyaan yang terus berputar di kepalaku. Apakah kemarin dia sedang menggodaku? Aku bahkan sempat tertawa saat pertanyaan itu muncul. Bukan karena lucu, melainkan karena rasanya terlalu terlambat untuk baru memikirkannya sekarang. Semua kejadian itu sudah berlalu. Hari sudah berganti. Tapi seperti biasa, otakku bekerja dengan cara yang aneh. Ketika peristiwa sedang berlangsung, aku sering kali tidak memahami apa-apa. Baru setelah semuanya selesai, ketika suasana sudah tenang dan aku sendirian dengan pikiranku sendiri, potongan-potongan kejadian itu datang kembali dan meminta untuk ditafsirkan. Kemarin, saat berada di dekatnya, semuanya terasa biasa saja. Tidak ada degup jantung yang berlebihan. Tidak ada kepanikan yang membuatku kehilangan arah. Bahkan aku sempat kecewa karena merasa hari itu tidak memberikan apa-apa untuk dikenang. Aku pulang dengan perasaan datar, seolah pertemuan kami hanyalah salah satu hari biasa yang akan segera terl...