Antara Kasihan dan Ego
Kadang aku merasa kasihan kepadanya karena sudah membiarkannya menunggu terlalu lama. Entah dia benar-benar sedang menunggu sesuatu dariku atau tidak, tetapi kalau melihat semua yang terjadi selama ini, rasanya tidak mungkin dia sama sekali tidak kebingungan. Mungkin dia juga sedang berada di tempat yang sama denganku, ingin mendekat, tetapi tidak tahu harus memulai dari mana, ingin mengatakan sesuatu, tetapi takut salah membaca keadaan, ingin menjauh karena lelah dengan ketidakjelasan, tetapi setiap kali melihatku justru kembali berada di sekitarku. Kalau memang seperti itu yang sedang terjadi di dalam dirinya, aku bisa membayangkan betapa melelahkannya. Rasanya seperti berdiri di depan pintu yang sebenarnya ingin dibuka, tetapi tangan sendiri tidak pernah benar-benar berani memutar gagangnya. Aku bahkan kadang bertanya-tanya, apakah semua ini sesuatu yang baru baginya. Maksudku, bukan sekadar rasa suka biasa, tetapi perasaan yang sampai membuat seseorang bingung terhadap dirinya sen...