Skip to main content

Basah

Hari ketiga puasa Ramadhan ini kami lewati tanpa makan sahur. Kami sekeluarga, kedua orang tuaku, kakak dan aku, semua melewatkan acara makan sahur karena masih terlelap dalam tidur. Seperti sudah janjian, semua bangun kesiangan. Meskipun, pada pukul 02.00 am salah satu temanku mencoba membangunkanku, tapi karena ponsel aku setting silent, ada sms masuk pun aku tak tahu. Aku mengetahuinya ketika aku membuka mata hendak melihat jam yang tertera. Betapa kagetnya aku begitu tahu, jam digital itu menunjukkan pukul lima tepat. Terlambat. Tidak ada waktu lagi. Akhirnya kita menjalani hari ke tiga puasa Ramadhan ini tanpa sahur.

Seperti biasa, sebelum kami lanjutkan cerita ini, perkenalkan, namaku Ardian Sahru Ramadhan. Seorang mahasiswa yang tengah menjalin cinta dengan seorang guru muda, Ardiani Putri Ramadhani.

*****

Memandang senyumnya yang cerah hari ini. Aku hanya bisa tertawa. Sungguh indah dunia. Cahaya terang yang menyilaukan mata seakan-akan menertawakan kami semua. Terutama bagiku, tubuhku mengalami dehidrasi. Aku mengutuk diriku mengapa tidak bangun untuk sahur hari ini.

Panas sang surya yang menyengat, membuatku berpikir panjang jika mau melakukan aktivitas di luar ruangan. Sebisa mungkin, jadwal yang sudah aku buat, aku pindahkan semua di pagi hari. Kalau bisa, sebelum matahari benar-benar berada tegak di atas ubun-ubun kepala, jadwalku sudah selesai semua.

Jadwal pertama, aku harus ke apotik. Ada obat pesanan ibu yang harus aku beli. Tidak tanya obat apa, aku hanya diberikan contoh bekas wadahnya saja. Berangkatlah aku menuju Apotik Panggung Farma, Apotik yang terletak di selatan alun-alun kota Nganjuk ini setiap hari buka untuk melayani para pembelinya.

Tidak banyak bicara, karena memang hari ini aku sedang puasa bicara, aku menyodorkan obat pesanan ibuku kepada salah satu pelayan yang jaga. Pelayan itu menerima obat pesanan ibuku dan mencoba mencari-cari letaknya di antara deretan-deretan obat yang sudah di diletakkan dalam etalase kaca. Setelah beberapa waktu berselang, dia kembali tanpa membawa pesanan yang aku minta, “obat ini kami tidak punya. Obat yang lain kita ada, bagaimana?” pelayan itu menawarkan obat lainnya. Aku hanya menggelengkan kepala. Aku tak ingin coba-coba, karena ibuku memang tidak suka.

Aku balik dari apiti kiriam farma dan melanjutkan pada jadwal kedua, belanja. Jadwal belanja ini sebenarnya sudah aku jadwalkan jauh-jauh hari sebelumnya, tapi selalu aku tunda. Begitu ada kesempatan, belanja pun siap dilakukan.

Selesai belanja, aktivitas kembali seperti semula, duduk di depan komputer. Menyalakan komputer, mendengarkan musik dan mulai membaca buku yang belum sempat terbaca.

Suara Glendon Smith dari album Rendezvous Jazz for Intimate Dinding mengalun lembut dari komputerku. Selama beberapa jam, aku terbuai dengan alunan musik jazz yang lembut itu. Saking menikmatinya, aktivitas membacaku berhenti karena sudah tidak terjaga, tidur maksudnya.

Hari ketiga ini, sambil menunggu waktu berbuka, aku lebih memilih menghabiskan sisa hariku untuk lebih dekat dengan air. Sisa-sisa sinar sang surya yang tertinggal di bumi masih meninggalkan efek gerah bagi makhluk di bumi. Dari sisa-sisa tenaga yang ada dalam raga, aku putuskan untuk bermain-main dengan air. Melakukan semua aktivitas yang berhubungan dengan air. Berbasah-basah ria sambil menunggu waktu berbuka.

*****

Bulan sabit mulai nampak di langit. Semilir angin malam.
Laki-laki itu berbaring berdampingan dengan sosok orang lain tak begitu dikenalinya. Di sela-sela aktivitas membacanya, matanya pun selalu melirik ke arah sosok itu. Ada senyum malu-malu yang tersungging dari bibir laki-laki itu. Di tangan kanannya, tergenggam sebuah novel kecil, adzan subuh menghempas cinta. Novel itu sangat kecil, untuk bisa membaca bersama, laki-laki itu harus memegangi satu sisi dan satu sisi dipegang sosok orang lain di sampingnya itu.

Kedua insan manusia itu menatap buku yang sedang dibaca, dikelilingi dengan taburan bunga-bunga mawar yang mengelilingi mereka berdua. Dalam keheningan mereka terdiam. Mata saling menatap. Nafasnya turun-naik dengan detak jantung yang tak berauran. Lelaki itu menghela nafas pelan. Hening. Entah siapa dulu yang hendak memulai pembicaraan. Namun, hembusan angin malam seakan –akan meminta mereka untuk lekas saling menyapa.

“pejamkanlah matamu” pinta lelaki itu. Sosok yang di sampingnya menuruti keinginannya. Berlahan-lahan dia mulai menutup mata. Tubuhnya bergetar, mata terpejam.

Lelaki itu mendekat mendekap begitu erat. Sosok itu terdiam sesaat. Sebuah kecupan ringan terasa menyentuh pipinya. Dengan nafas yang menderu, jantung berdetak cepat. Malam yang dingin pun berubah menjadi hangat.

Dua insan manusia saling berpelukan. Lelaki itu menitikkan air mata. Air mata yang melukiskan kesedihan yang tergambar dari hati yang paling dalam. Air mata itu adalah beban yang selama ini terpendam. Air mata yang tercipta untuk meluapkan rasa kesedihan.

Lelaki itu melepas pelukannya dan berucap, “Kau tahu kenapa aku begitu membencimu?” sosok orang lain itu kemudian bangkit mengikuti lelaki itu. Kemudian dia duduk di sampingnya. Memandang laki-laki itu, lekat. Menunggu.

Lelaki itu menunduk, menghela nafas panjang sebelum melanjutkan, “Karena aku begitu mencintaimu.” Mata terpejam, tubuhnya bergetar. Dia menangis. Benar-benar menangis.

Setitik air mata jatuh di atas pangkuannya. Basah.

Seberkas cahaya menyilaukan masuk ke dalam selaput mataku. Dengan sisa-sisa kenangan yang mulai memudar dari mimpi-mimpi itu, kini aku sadar, apa yang menyebabkanku ‘basah’ dan terlambat sahurku.

Hari ketiga Ramadhan ini terasa ‘basah’. Hanya bagiku.


Comments

Popular posts from this blog

Little Talks - Of Monsters & Men (Arti Lagu)

I'm back! Hari ini aku kembali dengan sebuah lagu yang gak tahu kenapa, aku menyukainya karena videonya menurutku keren banget. Selain itu, alasan kenapa aku menyukai lagu ini juga ternyata setelah didengarkan beberapa kali, ternyata liriknya enak sekali. Iramanya juga asyik, videonya juga menarik.   Menurutku, Little Talks - Of Monsters & Men ini bercerita tentang sebuah pasangan dalam percintaan. Lagu-lagu bertemakan cinta memang asyik banget untuk didengarkan, dan lagu ini juga bercerita tentang itu. Tapi sayangnya, sekali lagi lagu ini tentang hubungan yang nasibnya hidup segan, mati tak mau alias sedang dalam status rumit githu. Sang cewek menginginkan untuk mengakhiri hubungannya yang dinilai tak seindah dulu, sehingga dia mengharapkan sebuah cinta yang baru, yang memberikannya arti sebuah cinta seperti yang dia mau. Tapi masalahnya, sang cowok tidak mau melepaskan begithu saja. Dia terus berharap agar hubungannya terus berjalan seperti sedia kala.   ...

One Direction – Live While We're Young (Arti Lagu)

One Direction atau 1D sekarang lagi booming-boomingnya. Sepertinya saya gak salah jika mau sedikit menerjemahkan salah satu lagunya. Meski lagu-lagunya banyak yang digilai banyak orang, tapi sampai sekarang saya tetap tidak mengidolakannya, apalagi mengoleksi lagu-lagunya. Saya menulis tulisan ini alasannya cuma satu, biar yang berkunjung di blogku bertambah. simple, kan? Kali ini saya memilh lagunya 1D yang judulnya  Live While We're Young. Banyak yang beranggapan, lagu ini tentang sex. Ajakan untuk berbuat sex lebih tepatnya. Anggapan mereka tidaklah salah, karena liriknya jelas banget mengarahnya kesana. Kalo ada yang ngeyel dan membela diri bahwa lagu ini bukan lagu tentang ajakan sex, tanya deh pada orang tua kita,  Get some means have sex. Simple as that. Sedikit tambahan, One Direction adalah grup penyanyi pria asal Inggris-Irlandia yang terbentuk di London pada tahun 2010. Grup ini beranggotakan Niall Horan, Zayn Malik, Liam Payne, Harry Style...

Curhat

"Sungguh terlalu, kamu berhasil membuatku tergila-gila padamu. Tak ada satu menit pun berlalu tanpa aku memikirkanmu. Beib, I love you." "Love u too... Aku kuliah jam setengah 6 lagi, beib." "Alhamdulillah hsil labnya negatif. " "Morning, beib. Rajin banget kuliah jadwal jam segitu. Btw, tes apa?" "Hehe ternyata salah lihat jadwal, besok yang kuliah jam segitu. Ntar kuliah jam setengah 11 cuman tes SGOT/SGPT." "Tes apa itu?" "Gak tau juga. Itu pokoknya kalau melebihi normal berarti kenak tipes, hepatitis dkk." "Aku cuma pernah tes darah aja, waktu banyak orang yang kena DB." "Hmmm.....semalem tidur jam berapa?" "Umm... masih sore kok, beib. Kamu ketiduran, aku juga. Bangun jam 11 malem, nonton tv. tapi gak tahu tidur lagi jam berapa." "Eeemmm... " "Mau cerita apa, beib?" "Kemaren penuh emosi tok. Kemaren kan aku muntah-muntah, makan ju...