Skip to main content

Journey: Ksatria Peri dari Negeri Bawah Tanah


Yup, akhirnya kesampean juga baca novel karya temen bloggerku, Mhimi. Sedikit wasa-was juga waktu paket novel kirimannya itu tak kunjung sampai di mejaku. Secara pernah kejadian, ada salah satu jasa pengiriman paket yang menyimpan paketku selama sebulan di tempatnya, padahal sudah aku cantumkan nomor telponku juga. Ternyata eh ternyata, aku kudu ngambil paketnya di kantor jasa pengiriman paket itu. *hadeeeh! Tapi syukurlah, paket ini hanya seminggu saja, jadi gak lama-lama bikin aku penasaran pengen membacanya.


Sampainya paket ini juga diwanai dengan sedikit cerita lucu. Petama, saat paket sudah dekat dengan mejaku, aku sedang tak di tempat. Aku lagi ke kantor Radar Kediri buat ngambil beberapa sertifikat. 5 panggilan yang masuk di hpku aku juga gak tahu. Tapi emang biasa sih, kalo nomor baru yg aku gak kenal biasanay gak aku angkat. Aku pernah cerita kalo trauma, kan? :D


Nah, paket yang ini juga berhasil bikin pusing kurir. Dalam paket itu, seharusnya namaku ditulis lengkap, tapi ternyata hanya Riu Aj saja. Kalo pegawai pos, udah pada kenal, karena aku sering dapet paket kek gini. Tapi yang ini, jasa pengirimannya adalah baru, jadi belum ngerti bener siapa Riu Aj. Ditambah lagi dengan alamat yang aku pakai, aku memakai alamat baru kantorku. Meski kantornya adalah sama, tapi alamatnya adalah ganti dan belum banyak yang kenal dengan alamat baru itu. Jadinya petugasnya harus bolak-balik melewati kantorku selama 5 kali baru akhirnya nyerah dengan menelponku dan menanyakan nama asliku sekaligus alamat yang benar yang mana. *Hmmm… merepotkan saja!

Oke, lupakan dengan seklumit kisah tentang sampainya paket itu, kini saatnya membahas tentang novel Journey ini.

Pertama, cover. Sebenarnya aku sedikit kurang sreg dengan pemilihan sampul ini, trutama fontnya. Gak tau, kurang sreg aja dengan pemilihan font coverya. Ini kan novel manis, seharusnya font untuk covernya dipilih yang terkesan manis juga. Kalo boleh sedikit saran, penerbit gagas keknya selalu punya cover yang manis, baik gambar ataupun pemilihan fontnya. Coba kalo dibuat dengan mengacu cover penerbit itu, keknya cover novel juga akan sedikit menarik. But, don’t judge the book by the cover. Aku setuju dengan pendapat itu. yang penting isinya, man!

Kedua, isi. Jujur, aku belum menuntaskan semua isi dari buku ini. Hanya sebagian saja, makanya judul postinganku ini adalah salah satu bagiannya saja. Asal tahu aja, buku ini ditulis oleh dua penulis muda asalah Makassar, Mhimi Nurhaeda dan athe’ lathief. Dalam novel ini dibagi menjadi dua bagian, satu bagian tulisan Mhimi, dan satu bagian lagi tulisannya Athe’. Meski ditulis oleh dua orang yang berbeda, novel ini punya satu ujung yang menggambungkan anatara dua penulis tersebut. Tidak salah jikalau akhirnya cover novel ini adalah simpul tali, mungkin maksudnya  inti dari novel ini juga simpul itu.

Seperti aku bilang tadi, aku belum tuntas membaca keseluruhan  novel ini. Aku mendahulukan tulisan dari temanku, Mhimi. Sengaja aku dahulukan tulisan dia, karena aku lebih kenal dia dibanding penulis satunya. Sedikit pilih kasih sebenarnya, tapi karena novel ini ditulis oleh dua orang, mau dibaca dari sisi manapun saja, akan ketemu titik temunya.

Chapter-1 hingga chapter-3 sukses membuatku melompat-lompat membacanya. Nama Obet yang disebutkan berulang-ulang ternyata cukup menggangguku. Aku sudah berusaha memaksakan diri untuk menikmatinya, tapi tetep aja penyebutan nama berulang-ulang itu membuatku kehilangan selera. *salim ke penulisnya biar gak dijitak :D

Aku baru bisa menikmati ceritanya saat memasuki chapter empat, Kutukan Kodok. Setelah chapter itu hingga akhir tulisannya, aku benar-benar menikmatinya. Meskipun tetep terganggu dengan penyebutan nama Obet berkali-kali yang letaknya di sana-sini, tapi aku sukaaaaa!. *Peluk Mhimi.

Dari keseluruhan cerita dan chapter yang ada dalam novel ini, aku paling suka chapeter 9, Paman Gembul.  Ada kalimat yang aku tandai dari percakapan paman gembul dengan tokoh utamanya. Bahkan beberapa aku garis bawahi karena aku suka dengan kalimat-kalimatnya. Contohnya adalah kalimat ini :
Jatuh cinta adalah kegilaan tak terbatas, dan aku tak pernah berharap disadarkan dari kegilaan ini. Biarkan aku menemukan kesadaranku sendiri, dengan jalan cinta itu sendiri. Meski pada akhirnya kesadaran itu adalah tangisan yang tak berujung, maka sesungguhnya aku benci disadarkan dari kegilaan ini.
Aku gak tahu kenapa, aku suka dengan kalimat itu. Meskipun aku tahu, tak mungkin aku jelaskan disini. Karena yunomisowellah, ada rahasia yang kadang memang tak baik diceritakan.

Meski cerita dalam novel ini sedikit kelam, mengekspose bagaimana susahnya move on pada kisah cinta masa lalu, tapi di beberapa bagian tetap akan kita temui sisi homornya yang menggelitik, khususnya di chapter-12 halaman 104. Percakapan antara Shea dengan Obet ini cukup membuatku tertawa.

Selain chapeter 9 yang aku suka, kisah tentang bagaimana akhirnya tokoh utamanya berhasil move on juga menjadi pilihan utamaku.

Secara keseluruhan, novel ini punya arti tersendiri bagiku. Menarik, sedikit galau-galau gimana githu dan sangat rekomen banget buat dikoleksi, khususnya yang pengen belajar move on.

Terakhir, satu kata deh buat Mhimi, KEREEEEEN!


********
Judul : Journey
Penulis : Mhimi Nurhaeda dan Athe’ Latief
Penerbit : Udara Publishing
Harga : Rp. 55.000,-
Cover 1

Cover 2

Comments

  1. Mantap, ntr kalo gw buat buku minta di review ah sama bang riu riu riu.. :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Boleh. dengan senang hati.
      aku minta yang ada tanda tangnnya ya,...
      buku ini aku juga dapat tanda tangannya lho....

      Delete
  2. yaaah... belom direview semuaa ya... tapi ini tentang prosa ya? kayanya bagus yaa... oya aku juga suka bikin tentang prosaa... follow nd komen balik yaaa

    ReplyDelete
    Replies
    1. ada dua bagian soalnya, jadinya aku pilih satu bagian dulu. akan aku lanjutin bagian lainnya nanti.
      oke, thanks dah datang ya.... pasti aku follow deh1 :)

      Delete
  3. ya ampun aku kira itu uler yg disampulnya =,,=
    aku kira ini cerita petualangan di belantara hutan gtu *agak2 ngarang*

    hehe rupanya cerita cinta ya :)

    ReplyDelete
  4. waaahhhhhh thankkssss aloootttt riuuuu *jitak2riu,terus peluk2riu* ;D



    -MN-

    ReplyDelete

Post a Comment

Terima kasih atas kunjungannya. Happy blogwalking!

Popular posts from this blog

Little Talks - Of Monsters & Men (Arti Lagu)

I'm back! Hari ini aku kembali dengan sebuah lagu yang gak tahu kenapa, aku menyukainya karena videonya menurutku keren banget. Selain itu, alasan kenapa aku menyukai lagu ini juga ternyata setelah didengarkan beberapa kali, ternyata liriknya enak sekali. Iramanya juga asyik, videonya juga menarik.   Menurutku, Little Talks - Of Monsters & Men ini bercerita tentang sebuah pasangan dalam percintaan. Lagu-lagu bertemakan cinta memang asyik banget untuk didengarkan, dan lagu ini juga bercerita tentang itu. Tapi sayangnya, sekali lagi lagu ini tentang hubungan yang nasibnya hidup segan, mati tak mau alias sedang dalam status rumit githu. Sang cewek menginginkan untuk mengakhiri hubungannya yang dinilai tak seindah dulu, sehingga dia mengharapkan sebuah cinta yang baru, yang memberikannya arti sebuah cinta seperti yang dia mau. Tapi masalahnya, sang cowok tidak mau melepaskan begithu saja. Dia terus berharap agar hubungannya terus berjalan seperti sedia kala.   ...

One Direction – Live While We're Young (Arti Lagu)

One Direction atau 1D sekarang lagi booming-boomingnya. Sepertinya saya gak salah jika mau sedikit menerjemahkan salah satu lagunya. Meski lagu-lagunya banyak yang digilai banyak orang, tapi sampai sekarang saya tetap tidak mengidolakannya, apalagi mengoleksi lagu-lagunya. Saya menulis tulisan ini alasannya cuma satu, biar yang berkunjung di blogku bertambah. simple, kan? Kali ini saya memilh lagunya 1D yang judulnya  Live While We're Young. Banyak yang beranggapan, lagu ini tentang sex. Ajakan untuk berbuat sex lebih tepatnya. Anggapan mereka tidaklah salah, karena liriknya jelas banget mengarahnya kesana. Kalo ada yang ngeyel dan membela diri bahwa lagu ini bukan lagu tentang ajakan sex, tanya deh pada orang tua kita,  Get some means have sex. Simple as that. Sedikit tambahan, One Direction adalah grup penyanyi pria asal Inggris-Irlandia yang terbentuk di London pada tahun 2010. Grup ini beranggotakan Niall Horan, Zayn Malik, Liam Payne, Harry Style...

Curhat

"Sungguh terlalu, kamu berhasil membuatku tergila-gila padamu. Tak ada satu menit pun berlalu tanpa aku memikirkanmu. Beib, I love you." "Love u too... Aku kuliah jam setengah 6 lagi, beib." "Alhamdulillah hsil labnya negatif. " "Morning, beib. Rajin banget kuliah jadwal jam segitu. Btw, tes apa?" "Hehe ternyata salah lihat jadwal, besok yang kuliah jam segitu. Ntar kuliah jam setengah 11 cuman tes SGOT/SGPT." "Tes apa itu?" "Gak tau juga. Itu pokoknya kalau melebihi normal berarti kenak tipes, hepatitis dkk." "Aku cuma pernah tes darah aja, waktu banyak orang yang kena DB." "Hmmm.....semalem tidur jam berapa?" "Umm... masih sore kok, beib. Kamu ketiduran, aku juga. Bangun jam 11 malem, nonton tv. tapi gak tahu tidur lagi jam berapa." "Eeemmm... " "Mau cerita apa, beib?" "Kemaren penuh emosi tok. Kemaren kan aku muntah-muntah, makan ju...