Skip to main content

Arti Lagu “Crown” EXO: Tentang Luka, Harga Diri, dan Bertahan Tanpa Tepuk Tangan

 


Ada lagu yang tidak langsung terasa megah meski judulnya terdengar besar. Crown, kalau hanya dibaca, terkesan tentang kemenangan, kejayaan, atau pencapaian. Tapi ketika didengarkan pelan-pelan, rasanya justru sebaliknya. Lagu ini lebih seperti cerita orang yang sedang berdiri, menahan beban di kepala, sambil bertanya,  “Apakah semua ini memang layak diperjuangkan?”

Di awal lagu, nuansanya tidak meledak. Ada kesan tenang tapi berat, seperti seseorang yang sudah lama memikul ekspektasi. Dan di situlah banyak pendengar langsung merasa dekat. Karena hidup sering kali memang seperti itu, tidak selalu tentang sorak sorai, tapi tentang bertahan di tengah tuntutan yang tidak berhenti.

Makna lagu Crown dari EXO bisa dibaca sebagai simbol. Mahkota bukan sekadar lambang kekuasaan atau popularitas, tapi tanggung jawab. Tekanan. Beban yang tidak semua orang lihat. Lagu ini tidak sedang membanggakan posisi di atas, tapi justru memperlihatkan sisi sunyi dari berada “di sana”.

Konflik batin terasa kuat di sepanjang lagu. Ada dorongan untuk terus berdiri, terus layak, terus kuat. Tapi di saat yang sama, ada lelah yang tidak terucap. Seperti hidup di bawah sorotan, tapi tidak selalu punya ruang untuk rapuh. Banyak orang bisa mengaitkan ini dengan kehidupan mereka sendiri, bukan sebagai idola, tapi sebagai manusia biasa yang dituntut peran demi peran.

Yang membuat lagu ini terasa dewasa adalah caranya tidak mengeluh berlebihan. Tidak menyalahkan. Tidak meminta dikasihani. Ia lebih seperti pengakuan sunyi, bahwa menjadi kuat bukan berarti tidak sakit, dan bertahan bukan berarti tidak capek. Crown terasa seperti lagu untuk mereka yang terus jalan meski tidak selalu yakin.

Refleksi mulai muncul saat liriknya dicerna lebih dalam. Bahwa harga diri sering kali dibangun dari luka yang tidak pernah benar-benar sembuh. Bahwa pencapaian kadang datang bersamaan dengan kehilangan, kehilangan ruang aman, kehilangan kesederhanaan, atau kehilangan hak untuk gagal tanpa penilaian.

Dan di titik itu, lagu ini menjadi sangat manusiawi. Ia tidak menjanjikan akhir bahagia yang instan. Tidak juga memberi motivasi kosong. Yang ada hanya satu pesan halus: kamu boleh lelah, tapi kamu tetap berhak berdiri dengan caramu sendiri. Mahkota itu mungkin berat, tapi kamu tidak sendirian memikulnya.

Secara musikal, Crown terasa tertahan, tidak berisik. Seolah sengaja memberi ruang bagi pendengar untuk masuk dengan pengalaman masing-masing. Lagu ini tidak memaksa emosi tertentu. Ia membiarkan siapa pun yang mendengar menempelkan ceritanya sendiri.

Di penutupnya, Crown bukan lagu tentang menjadi nomor satu. Ini lagu tentang bertahan dengan martabat. Tentang tidak melepas diri sendiri meski dunia terus menuntut versi terbaik yang kadang melelahkan. Dan mungkin, di situlah maknanya paling dalam, mahkota sejati bukan yang terlihat berkilau, tapi kemampuan untuk tetap berdiri tanpa kehilangan diri sendiri.


"Crown”  by EXO

Yeah, ne ape naeryeowa (Yeah)

Gikkeoi badeul crown

Now we back and touching down (Yeah)

It's the king of the town (Yeah, yeah)

On the streets see the crowd (Yeah)

Take that, gajyeodo dwae modeun geol (Yeah, yeah)

Yeah, we comin' for that (Yeah, yeah)


Yeah, neoege nae jeonbureul georeo

Now we comin' for that (Crown)

Jeoldae nugudo heorakal su eopseo

Manggajideorado da deonjyeo

Neol wihae jikyeonael crown (Comin' for that; Crown)

Yuilhan juineun neonikka

*soneul ppeodeo mangseoriji ma, comin' to the throne*


Ip matchun geu sungan neukkin truth, yeah

Neoraneun unmyeongui jangnan gateun pain

Swipge mameul ppaetgyeoga

Seontaekjineun hana, ride or die


(Woah) Yeah, sirens in the night, woah

Neoreul norineun sight, woah, gatgo sipeo da (Crown)

(Woah) Yeah, majuchineun siseon sok nal kkeuneun son

Umjigil su eopge nal mandeureo neon


Neoreul hyanghan yegameun

Hana dul maebeon jeokjunghae

Simjangeul pagodeun gamgagi

Saegyeojyeo naege (Comin' for that; Crown)


Yeah, neoege nae jeonbureul georeo

Now we comin' for that (Crown)

Jeoldae nugudo heorakal su eopseo

Manggajideorado da deonjyeo

Neol wihae jikyeonael crown (Comin' for that; Crown)

Yuilhan juineun neonikka

Soneul ppeodeo mangseoriji ma, comin' to the throne


Jeo sumaneun nuni wonmangeul hae

Nan ojik ne nungil hanamyeon dwae

Hard truth or hard for you to see

Nameun geon ojik neoui seontaekppun


(Woah) Yeah, sirens in the night, woah

Imi sijakdoen fight, woah, huhoeneun eopseo nan

(Woah) Yeah, jopyeojineun siya sok nal hyanghan son

Geugeomyeon nan doeneun geol


Neoreul hyanghan peojeuri

Hana dul matchwojyeo kkeunnae

Gidarin sigani dagawa

Rise until the end (Comin' for that; Crown)


Yeah, neoege nae jeonbureul georeo

Now we comin' for that (Crown)

Jeoldae nugudo heorakal su eopseo

Manggajideorado da deonjyeo

Neol wihae jikyeonael crown (Comin' for that)

Yuilhan juineun neonikka

*soneul ppeodeo mangseoriji ma, comin' to the throne*


Ije nugudo makji mothal

Jarie da wasseo

Gin jangmyeondeureul jina neol majuhaji

'Cause it's time

Comin' for that


Crown, crown, crown


Manggajideorado da deonjyeo

Neol wihae jikyeonael crown (Comin' for that; Crown)

Yuilhan juineun neonikka

Soneul ppeodeo mangseoriji ma (Yeah), comin' to the throne


Terjemahannya:


Ya, aku datang tepat di depanmu (Ya)

Aku dengan senang hati akan mengambil mahkota itu

Sekarang kita kembali dan mendarat (Ya)

Ini raja kota (Ya, ya)

Di jalanan lihat kerumunan (Ya)

Ambil itu, kau bisa memiliki semuanya (Ya, ya)

Ya, kami datang untuk itu (Ya, ya)


Ya, aku sepenuhnya mendukungmu

Sekarang kami datang untuk itu (Mahkota)

Tidak ada yang bisa mengambil ini dari kami

Meskipun itu menghancurkanku, aku akan memberikan semuanya

Aku akan melindungi mahkota untukmu (Datang untuk itu; Mahkota)

Karena kaulah satu-satunya yang berhak

*Ulurkan tanganmu, jangan ragu, datang ke takhta*


Saat bibir kita bersentuhan, aku tahu kebenarannya, ya

Kau adalah rasa sakit yang dipelintir oleh takdir

Hatiku mudah terlepas

Satu pilihan tersisa, berjuang sampai mati


(Woah) Ya, sirene di malam hari, woah

Kau masuk Tatapan mereka, woah, aku menginginkan semuanya (Mahkota)

(Woah) Ya, saat mata kita bertemu, sebuah tangan menarikku

Kau membekukanku di tempat

Comments

Popular posts from this blog

Little Talks - Of Monsters & Men (Arti Lagu)

I'm back! Hari ini aku kembali dengan sebuah lagu yang gak tahu kenapa, aku menyukainya karena videonya menurutku keren banget. Selain itu, alasan kenapa aku menyukai lagu ini juga ternyata setelah didengarkan beberapa kali, ternyata liriknya enak sekali. Iramanya juga asyik, videonya juga menarik.   Menurutku, Little Talks - Of Monsters & Men ini bercerita tentang sebuah pasangan dalam percintaan. Lagu-lagu bertemakan cinta memang asyik banget untuk didengarkan, dan lagu ini juga bercerita tentang itu. Tapi sayangnya, sekali lagi lagu ini tentang hubungan yang nasibnya hidup segan, mati tak mau alias sedang dalam status rumit githu. Sang cewek menginginkan untuk mengakhiri hubungannya yang dinilai tak seindah dulu, sehingga dia mengharapkan sebuah cinta yang baru, yang memberikannya arti sebuah cinta seperti yang dia mau. Tapi masalahnya, sang cowok tidak mau melepaskan begithu saja. Dia terus berharap agar hubungannya terus berjalan seperti sedia kala.   ...

Kembali Untuk Mengeluh

Lama tidak ada kabar. Blog ini seperti sudah tidak berpenghuni ya.... Baru kemarin saya ingat kalau punya blog ini. Seandainya tidak ingat akan seseorang dan kenangan tentangya, mungkin saya juga akan melukapan blog ini entah sampai kapan. Dan sekarang saya jadi kangen untuk menulis di blog ini lagi. Saya tidak yakin akan menulis apa pada blog ini. Setelah lama vakum, saya juga bingung mau mengisi tulisan tentang apa. Tapi sepertinya kembali ke khittah, bahwa blog ini adalah tempat curhatan dan keluh kesah saya. Mungkin isinya akan lebih banyak kegalauan-kegalauan seperti biasa, yang tidak jelas maunya apa. Entahlah! Ingin menulis keluargaku, saya tidak yakin harus menceritakan masalah keluarga. Saya tidak ahlinya. Saya suka tulisan tentang patah hati, meski tidak ada hubungan dengan saya, tapi ngalir saja kalo nulis tentang patah hati. Kadang suka iri dengan blogger yang bisa cerita panjang lebar tentang apa yang dipikirkan, saya pasti kesulitan. Jadi saya hanya akan nulis se...

Sebulan Menjadi Ayah

Sebuln lebih saya tidak menengok blog ini. Stelah menegok sebentar, ternyata ada perubahan tampilannya. Sempat sedikit binggung juga sebenarnya, tapi tak sampai 15 menit untuk langsung memahami. Ternyata memang ada sedikit perubahan, lebih mudah menurutku. Btw, sebenarnya sudah berhari-hari ingin membuat tulisan lagi. Tapi karena kesibukan dan keramaian aktivitas beberapa hari ini, keinginan untuk menulis jadi terhambat sedikit. Mumpung hari ini ada luang, saya coba-coba lagi buat ngepost dan mengupdate blog. Kasihan, lama punya blog kok malah tak terjamah. Pengen cerita banyak sebenarnya, tapi khusus hari ini mulai dari ini saja dulu. Postingan lainnya mungkin akan sedikit flashback, karena pengalamannya banyak yang sudah terjadi. Khusus hari ini, saya ingin cerita tentang pengalaman menjadi seorang ayah bagi putri saya, Zara. Yup, saat ini status saya memang sudah berubah, dari sendiri menjadi berdua. Dari berdua, menjadi bertiga. Orrang ketiga yang hadir di kehidupan...