Skip to main content

“Where Is My Husband?” by Raye. Lagu Tentang Rindu, Kesepian, atau Kegelisahan Menunggu Jodoh?


Ada lagu yang terdengar ringan, bahkan sedikit jenaka di telinga. Tapi begitu liriknya dipikirkan lebih lama, rasanya kok malah nyeletuk ke hati. “Where Is My Husband?” lagu yang dipopulerkan Raye, adalah salah satunya. Pertanyaannya sederhana, hampir seperti bercanda. Tapi justru di situ letak kegelisahannya.

Di awal dengar, banyak orang langsung bertanya hal yang sama: ini lagu tentang apa, sih? Tentang istri yang kangen suaminya? Tentang perempuan yang sudah menikah tapi ditinggal entah ke mana? Atau justru tentang orang yang belum menikah, jomblo, menunggu seseorang yang belum juga datang?

Menariknya, lagu ini tidak memberi jawaban tunggal. Dan mungkin memang tidak dimaksudkan untuk itu.

Kalau didengar sekilas, frasa “my husband” terdengar seperti milik seseorang yang sudah punya. Seolah ini cerita tentang pasangan sah yang terpisah jarak atau keadaan. Tapi semakin diperhatikan, nuansanya justru lebih mirip kegelisahan orang yang belum sampai di sana. Bukan kehilangan, melainkan penantian. Bukan rindu pada yang pernah ada, tapi rindu pada yang belum kunjung nyata.

Di sinilah banyak pendengar merasa, “Ini gue.”

Konflik batinnya bukan sekadar soal status. Tapi tentang tekanan yang datang diam-diam. Usia yang berjalan. Lingkungan yang mulai bertanya. Timeline media sosial yang makin ramai dengan kabar lamaran dan pernikahan. Di tengah semua itu, muncul pertanyaan polos tapi berat, sebenarnya, orang yang ditunggu itu ada di mana?

Buat sebagian orang, lagu ini terasa seperti suara hati jomblo yang sudah capek ditanya, “Kapan nyusul?” Bukan karena tidak ingin menikah, tapi karena lelah menunggu sesuatu yang tidak bisa dipercepat. Ada harapan, tapi juga kebingungan. Ada keinginan, tapi disertai rasa takut, jangan-jangan memang belum waktunya, atau jangan-jangan tidak datang sama sekali.

Yang menarik, Where Is My Husband? tidak terdengar marah. Tidak juga menggurui. Nadanya lebih seperti curhat setengah bercanda, cara bertahan paling manusiawi ketika topik serius terlalu berat untuk ditangisi terus-menerus. Humor tipis itu justru membuat kegelisahannya terasa lebih jujur.

Refleksinya sampai ke titik yang lebih dalam. Bahwa pertanyaan “di mana” sebenarnya bukan hanya soal pasangan. Tapi soal arah hidup. Soal validasi. Soal keinginan untuk merasa dipilih dan dituju. Lagu ini bisa dibaca sebagai simbol pencarian koneksi, romantis, emosional, dan eksistensial.

Dan mungkin, itu sebabnya lagu ini terasa relevan untuk banyak orang dengan latar berbeda. Yang sudah menikah bisa membacanya sebagai rindu. Yang belum menikah membacanya sebagai penantian. Yang sedang lelah dengan ekspektasi sosial membacanya sebagai bentuk perlawanan halus, boleh kok bertanya, tanpa harus malu.

Where Is My Husband? bukan lagu yang memberi solusi. Tapi ia memberi ruang. Ruang untuk mengakui bahwa menunggu itu melelahkan. Bahwa bertanya itu manusiawi. Dan bahwa tidak apa-apa merasa bingung di tengah proses hidup yang tidak selalu sesuai timeline siapa pun.

Mungkin, kadang yang kita butuhkan bukan jawaban cepat, tapi lagu yang berkata, “Tenang, kamu tidak sendirian merasakan ini.”




Lirik Lagu 'WHERE IS MY HUSBAND!' oleh RAYE

Baby (Woo-hoo), where the hell is my husband? (Woo-hoo)
Sayang (Woo-hoo), di mana sebenarnya suamiku? (Woo-hoo)

What is takin' him so long to find me? (Woo-hoo)
Kenapa dia begitu lama menemukanku? (Woo-hoo)

Oh, baby, where the hell is my lover?
Oh, sayang, di mana sebenarnya kekasihku?

Getting down with another? (Woo-hoo, yeah)
Apakah dia bersama orang lain? (Woo-hoo, yeah)

Tell him if you see him, baby (Baby), if you see him, tell him (Tell him)
Bilang padanya kalau kamu melihatnya, sayang (sayang), kalau kamu melihatnya, katakan padanya (katakan padanya)

He should holler
Dia harus segera memanggilku

[Verse 1]
Why is this beautiful man waiting for me to get old?
Kenapa pria tampan ini menungguku sampai tua?

Why he already testing my patience?
Kenapa dia sudah menguji kesabaranku?

I only fear he taking time with other women that ain't me
Aku hanya takut dia menghabiskan waktu dengan wanita lain yang bukan aku

While I've been reviewin' applications
Sementara aku sudah menilai begitu banyak "lamaran"

Wait till I get my hands on him, I'ma tell him off too
Tunggu sampai aku mendapatkannya, aku juga akan menegurnya

For how long he kept me waitin', anticipatin'
Untuk berapa lama dia membuatku menunggu, penuh harap

Prayin' to the Lord to givе him to my lovin' arms
Berdoa kepada Tuhan agar Dia menyerahkannya ke pelukanku

And despite my frustrations
Dan meski aku frustrasi

[Pre-Chorus]
And he must need mе (He must need me)
Dan dia pasti membutuhkanku (dia pasti membutuhkanku)

Completely (Completely)
Sepenuhnya (sepenuhnya)

How my heart yearns for him
Betapa hatiku merindukannya

Is he far away? (Is he far away?)
Apakah dia jauh dariku? (Apakah dia jauh?)

Is he okay? (Is he okay?)
Apakah dia baik-baik saja? (Apakah dia baik-baik saja?)

This man is testing me, uh-huh, uh-huh, uh
Pria ini sedang mengujiku, uh-huh, uh-huh, uh

Help me, help me, help me, Lord
Tolong aku, tolong aku, Tuhan

I need you to tell me
Aku butuh Engkau memberitahuku

[Chorus]
Baby (Woo-hoo), where the hell is my husband? (Woo-hoo)
Sayang (Woo-hoo), di mana sebenarnya suamiku? (Woo-hoo)

What is taking him so long to find me? (Woo-hoo)
Kenapa dia begitu lama menemukanku? (Woo-hoo)

Oh, baby, where the hell is my lover?
Oh, sayang, di mana sebenarnya kekasihku?

Getting down with another? (Woo-hoo, yeah)
Apakah dia bersama orang lain? (Woo-hoo, yeah)

Tell him if you see him, baby (Baby), if you see him, tell him (Tell him)
Bilang padanya kalau kamu melihatnya, sayang (sayang), kalau kamu melihatnya, katakan padanya (katakan padanya)

He should holler
Dia harus segera memanggilku

[Verse 2]
I'm doing lonely acrobatics, unzipping my dress at 2 a.m.
Aku melakukan akrobat kesepian, membuka resleting gaunku jam 2 pagi

And I'm tired of living like this
Dan aku lelah hidup seperti ini

He must be out there getting ready, tryna fix up his tie
Dia pasti di luar sana bersiap, mencoba merapikan dasinya

Uh, huh-huh, uh, hello? This where your wife is
Uh, huh-huh, uh, halo? Istrimu ada di sini

Wait till I get your heart goin', I'ma turn it up too
Tunggu sampai aku membuat hatimu berdebar, aku juga akan membalasnya

For how much I'm 'bout to love ya, no one above ya
Untuk seberapa besar aku akan mencintaimu, tak ada yang di atasku

Prayin' to the Lord to hurry, hurry you along
Berdoa pada Tuhan agar mempercepatmu datang



Comments

Popular posts from this blog

Little Talks - Of Monsters & Men (Arti Lagu)

I'm back! Hari ini aku kembali dengan sebuah lagu yang gak tahu kenapa, aku menyukainya karena videonya menurutku keren banget. Selain itu, alasan kenapa aku menyukai lagu ini juga ternyata setelah didengarkan beberapa kali, ternyata liriknya enak sekali. Iramanya juga asyik, videonya juga menarik.   Menurutku, Little Talks - Of Monsters & Men ini bercerita tentang sebuah pasangan dalam percintaan. Lagu-lagu bertemakan cinta memang asyik banget untuk didengarkan, dan lagu ini juga bercerita tentang itu. Tapi sayangnya, sekali lagi lagu ini tentang hubungan yang nasibnya hidup segan, mati tak mau alias sedang dalam status rumit githu. Sang cewek menginginkan untuk mengakhiri hubungannya yang dinilai tak seindah dulu, sehingga dia mengharapkan sebuah cinta yang baru, yang memberikannya arti sebuah cinta seperti yang dia mau. Tapi masalahnya, sang cowok tidak mau melepaskan begithu saja. Dia terus berharap agar hubungannya terus berjalan seperti sedia kala.   ...

Kembali Untuk Mengeluh

Lama tidak ada kabar. Blog ini seperti sudah tidak berpenghuni ya.... Baru kemarin saya ingat kalau punya blog ini. Seandainya tidak ingat akan seseorang dan kenangan tentangya, mungkin saya juga akan melukapan blog ini entah sampai kapan. Dan sekarang saya jadi kangen untuk menulis di blog ini lagi. Saya tidak yakin akan menulis apa pada blog ini. Setelah lama vakum, saya juga bingung mau mengisi tulisan tentang apa. Tapi sepertinya kembali ke khittah, bahwa blog ini adalah tempat curhatan dan keluh kesah saya. Mungkin isinya akan lebih banyak kegalauan-kegalauan seperti biasa, yang tidak jelas maunya apa. Entahlah! Ingin menulis keluargaku, saya tidak yakin harus menceritakan masalah keluarga. Saya tidak ahlinya. Saya suka tulisan tentang patah hati, meski tidak ada hubungan dengan saya, tapi ngalir saja kalo nulis tentang patah hati. Kadang suka iri dengan blogger yang bisa cerita panjang lebar tentang apa yang dipikirkan, saya pasti kesulitan. Jadi saya hanya akan nulis se...

Sebulan Menjadi Ayah

Sebuln lebih saya tidak menengok blog ini. Stelah menegok sebentar, ternyata ada perubahan tampilannya. Sempat sedikit binggung juga sebenarnya, tapi tak sampai 15 menit untuk langsung memahami. Ternyata memang ada sedikit perubahan, lebih mudah menurutku. Btw, sebenarnya sudah berhari-hari ingin membuat tulisan lagi. Tapi karena kesibukan dan keramaian aktivitas beberapa hari ini, keinginan untuk menulis jadi terhambat sedikit. Mumpung hari ini ada luang, saya coba-coba lagi buat ngepost dan mengupdate blog. Kasihan, lama punya blog kok malah tak terjamah. Pengen cerita banyak sebenarnya, tapi khusus hari ini mulai dari ini saja dulu. Postingan lainnya mungkin akan sedikit flashback, karena pengalamannya banyak yang sudah terjadi. Khusus hari ini, saya ingin cerita tentang pengalaman menjadi seorang ayah bagi putri saya, Zara. Yup, saat ini status saya memang sudah berubah, dari sendiri menjadi berdua. Dari berdua, menjadi bertiga. Orrang ketiga yang hadir di kehidupan...