Skip to main content

Bisa Jadi, Bukan Cintanya yang Bertepuk Sebelah Tangan


 Pernahkah kamu merasakan cinta sendirian? Jenis perasaan yang tumbuh diam-diam, tanpa suara, tapi memenuhi hampir seluruh ruang di dada. Orang sering menyebutnya cinta bertepuk sebelah tangan, meski sebenarnya, saat menjalaninya, kita tidak pernah benar-benar tahu apakah tepukan itu memang hanya satu, atau hanya belum terdengar balasannya.

Semua biasanya berawal biasa saja. Tidak ada kembang api, tidak ada momen dramatis seperti di film. Hanya pertemuan sederhana, percakapan ringan, atau mungkin tatapan yang kebetulan bertahan satu detik lebih lama dari seharusnya. Tapi entah kenapa, sejak itu ada sesuatu yang berubah. Hari-hari yang tadinya terasa datar mendadak punya warna tambahan.

Pelan-pelan, tanpa sadar, duniamu mulai terisi olehnya.

Kamu melihat sesuatu yang lucu, ingin menceritakannya padanya. Mendengar lagu yang menyentuh,  langsung teringat dirinya. Bahkan hal-hal kecil seperti cuaca mendung atau aroma kopi di pagi hari tiba-tiba terasa punya kaitan. Aneh ya, bagaimana satu orang bisa menyelinap begitu jauh ke dalam pikiran, bahkan tanpa mengetuk.

Namun di saat yang sama, selalu ada pertanyaan yang menggantung, ini nyata, atau hanya perasaanku saja?

Karena sejauh yang kamu tahu, tidak pernah ada pengakuan. Tidak ada kalimat tegas yang bisa dijadikan pegangan. Yang ada hanya isyarat-isyarat kecil, atau mungkin yang kamu anggap sebagai isyarat. Senyum yang terasa hangat. Perhatian yang tampak tulus. Cara dia mendengarkan yang membuatmu merasa dilihat.

Lalu harapan itu mulai tumbuh, pelan tapi pasti.

Kamu mulai berpikir, “Jangan-jangan dia juga merasakan hal yang sama.”

Tapi begitulah cinta yang belum menemukan keberanian, ia sering berdiam di wilayah kemungkinan. Tidak maju, tidak juga mundur. Seperti dua orang yang berdiri di seberang jalan, sama-sama menunggu lampu berubah hijau, tapi tidak ada yang benar-benar menekan tombolnya.

Ada hari-hari ketika kamu hampir saja menyapa lebih dulu. Kata-kata sudah berbaris di kepala, skenario sudah tersusun rapi. Tapi begitu kesempatan datang, keberanian mendadak mengecil. Takut salah membaca. Takut jika ternyata semua ini hanya cerita yang kamu tulis sendiri.

Akhirnya, kamu memilih diam.

Dan mungkin dia juga begitu.

Di titik itu, cinta terasa seperti ruang sunyi yang hanya kamu huni sendiri. Tidak menyakitkan secara keras, tapi cukup membuat hati sering bertanya-tanya. Kadang kamu mencoba menertawakan diri sendiri, bagaimana mungkin orang yang tidak pernah benar-benar menjadi milikmu bisa terasa begitu dekat?

Namun justru di situlah letak rapuh sekaligus indahnya. Perasaan ini, meski sepihak, tetap nyata bagi yang merasakannya. Ia mengajarkan banyak hal tanpa perlu hubungan resmi, tentang berharap tanpa menuntut, tentang menyimpan tanpa harus memiliki.

Seiring waktu, kamu mulai memahami bahwa tidak semua cinta harus berakhir menjadi kebersamaan. Ada yang hanya singgah untuk mengajarkan keberanian, atau malah menunjukkan betapa kita masih harus belajar jujur pada diri sendiri.

Kadang aku berpikir, mungkin yang paling melelahkan bukanlah mencintai sendirian, melainkan terus hidup dalam tanda tanya. Karena ketidakpastian membuat kita berputar-putar di tempat yang sama.

Lalu suatu hari kamu sadar: barangkali cinta tidak selalu tentang siapa yang lebih dulu menyapa. Kadang ia hanya datang untuk memperlihatkan bahwa hatimu masih mampu bergetar, masih bisa hangat, masih berani berharap.

Dan itu bukan hal kecil.

Jika memang perasaan itu tidak berbalas, setidaknya kamu pernah merasakan sesuatu yang tulus. Tapi kalau ternyata dia juga menunggu, mungkin yang dibutuhkan hanya sedikit keberanian untuk memecah sunyi.

Karena bisa jadi, bukan cintanya yang bertepuk sebelah tangan.

Hanya saja, dua tangan itu belum sempat saling menemukan.

Comments

Popular posts from this blog

Little Talks - Of Monsters & Men (Arti Lagu)

I'm back! Hari ini aku kembali dengan sebuah lagu yang gak tahu kenapa, aku menyukainya karena videonya menurutku keren banget. Selain itu, alasan kenapa aku menyukai lagu ini juga ternyata setelah didengarkan beberapa kali, ternyata liriknya enak sekali. Iramanya juga asyik, videonya juga menarik.   Menurutku, Little Talks - Of Monsters & Men ini bercerita tentang sebuah pasangan dalam percintaan. Lagu-lagu bertemakan cinta memang asyik banget untuk didengarkan, dan lagu ini juga bercerita tentang itu. Tapi sayangnya, sekali lagi lagu ini tentang hubungan yang nasibnya hidup segan, mati tak mau alias sedang dalam status rumit githu. Sang cewek menginginkan untuk mengakhiri hubungannya yang dinilai tak seindah dulu, sehingga dia mengharapkan sebuah cinta yang baru, yang memberikannya arti sebuah cinta seperti yang dia mau. Tapi masalahnya, sang cowok tidak mau melepaskan begithu saja. Dia terus berharap agar hubungannya terus berjalan seperti sedia kala.   ...

Kembali Untuk Mengeluh

Lama tidak ada kabar. Blog ini seperti sudah tidak berpenghuni ya.... Baru kemarin saya ingat kalau punya blog ini. Seandainya tidak ingat akan seseorang dan kenangan tentangya, mungkin saya juga akan melukapan blog ini entah sampai kapan. Dan sekarang saya jadi kangen untuk menulis di blog ini lagi. Saya tidak yakin akan menulis apa pada blog ini. Setelah lama vakum, saya juga bingung mau mengisi tulisan tentang apa. Tapi sepertinya kembali ke khittah, bahwa blog ini adalah tempat curhatan dan keluh kesah saya. Mungkin isinya akan lebih banyak kegalauan-kegalauan seperti biasa, yang tidak jelas maunya apa. Entahlah! Ingin menulis keluargaku, saya tidak yakin harus menceritakan masalah keluarga. Saya tidak ahlinya. Saya suka tulisan tentang patah hati, meski tidak ada hubungan dengan saya, tapi ngalir saja kalo nulis tentang patah hati. Kadang suka iri dengan blogger yang bisa cerita panjang lebar tentang apa yang dipikirkan, saya pasti kesulitan. Jadi saya hanya akan nulis se...

Sebulan Menjadi Ayah

Sebuln lebih saya tidak menengok blog ini. Stelah menegok sebentar, ternyata ada perubahan tampilannya. Sempat sedikit binggung juga sebenarnya, tapi tak sampai 15 menit untuk langsung memahami. Ternyata memang ada sedikit perubahan, lebih mudah menurutku. Btw, sebenarnya sudah berhari-hari ingin membuat tulisan lagi. Tapi karena kesibukan dan keramaian aktivitas beberapa hari ini, keinginan untuk menulis jadi terhambat sedikit. Mumpung hari ini ada luang, saya coba-coba lagi buat ngepost dan mengupdate blog. Kasihan, lama punya blog kok malah tak terjamah. Pengen cerita banyak sebenarnya, tapi khusus hari ini mulai dari ini saja dulu. Postingan lainnya mungkin akan sedikit flashback, karena pengalamannya banyak yang sudah terjadi. Khusus hari ini, saya ingin cerita tentang pengalaman menjadi seorang ayah bagi putri saya, Zara. Yup, saat ini status saya memang sudah berubah, dari sendiri menjadi berdua. Dari berdua, menjadi bertiga. Orrang ketiga yang hadir di kehidupan...