Skip to main content

Cinta Sepihak


Aku menyebutnya cinta sepihak. Bukan karena ingin terdengar tragis, juga bukan untuk mengasihani diri sendiri. Hanya saja, memang begitulah bentuknya, rasa yang tumbuh sendirian, berbunga di dalam dada tanpa pernah benar-benar berpindah ke tangan yang lain. Ia hadir tanpa undangan, menetap tanpa izin, lalu mengisi hari-hariku dengan cara yang kadang tak bisa dijelaskan logika.

Awalnya biasa saja. Hanya tatapan yang sedikit lebih lama dari seharusnya. Hanya sapaan yang terasa lebih hangat dari yang lain. Tapi entah sejak kapan, aku mulai menunggu. Menunggu momen yang sebenarnya tidak pernah dijanjikan. Menunggu kebetulan yang mungkin hanya kebetulan baginya, tapi menjadi peristiwa kecil yang kurayakan diam-diam.

Aku tahu ini tidak seimbang. Aku yang merasa lebih dulu, aku yang menafsir lebih jauh. Ia mungkin hanya menjalani harinya seperti biasa, tanpa menyadari bahwa ada seseorang yang menjadikannya pusat dari banyak adegan dalam kepala. Dan di situlah letak sepihaknya, aku berjalan beberapa langkah di depan, sementara ia bahkan belum tentu tahu bahwa ada perjalanan yang sedang dimulai.

Anehya, aku tidak sepenuhnya merasa tersiksa. Ada getir, tentu saja. Ada malam-malam ketika aku bertanya pada diri sendiri, untuk apa semua ini? Tapi ada juga kebahagiaan yang sederhana. Melihatnya dari kejauhan saja kadang sudah cukup membuat hariku terasa lebih ringan. Seolah-olah rasa itu sendiri menjadi sumber energi, semacam rahasia kecil yang hanya aku yang tahu.

Aku tidak menuntut apa-apa darinya. Tidak berharap ia membalas dengan kadar yang sama. Mungkin karena jauh di dalam hati, aku sadar bahwa rasa ini adalah pilihanku sendiri. Aku yang membiarkannya tumbuh. Aku yang merawatnya dengan bayangan dan harapan kecil. Jadi jika suatu hari ia tak berbalas, siapa yang bisa kusalahkan selain diriku?

Comments

Popular posts from this blog

Little Talks - Of Monsters & Men (Arti Lagu)

I'm back! Hari ini aku kembali dengan sebuah lagu yang gak tahu kenapa, aku menyukainya karena videonya menurutku keren banget. Selain itu, alasan kenapa aku menyukai lagu ini juga ternyata setelah didengarkan beberapa kali, ternyata liriknya enak sekali. Iramanya juga asyik, videonya juga menarik.   Menurutku, Little Talks - Of Monsters & Men ini bercerita tentang sebuah pasangan dalam percintaan. Lagu-lagu bertemakan cinta memang asyik banget untuk didengarkan, dan lagu ini juga bercerita tentang itu. Tapi sayangnya, sekali lagi lagu ini tentang hubungan yang nasibnya hidup segan, mati tak mau alias sedang dalam status rumit githu. Sang cewek menginginkan untuk mengakhiri hubungannya yang dinilai tak seindah dulu, sehingga dia mengharapkan sebuah cinta yang baru, yang memberikannya arti sebuah cinta seperti yang dia mau. Tapi masalahnya, sang cowok tidak mau melepaskan begithu saja. Dia terus berharap agar hubungannya terus berjalan seperti sedia kala.   ...

Kembali Untuk Mengeluh

Lama tidak ada kabar. Blog ini seperti sudah tidak berpenghuni ya.... Baru kemarin saya ingat kalau punya blog ini. Seandainya tidak ingat akan seseorang dan kenangan tentangya, mungkin saya juga akan melukapan blog ini entah sampai kapan. Dan sekarang saya jadi kangen untuk menulis di blog ini lagi. Saya tidak yakin akan menulis apa pada blog ini. Setelah lama vakum, saya juga bingung mau mengisi tulisan tentang apa. Tapi sepertinya kembali ke khittah, bahwa blog ini adalah tempat curhatan dan keluh kesah saya. Mungkin isinya akan lebih banyak kegalauan-kegalauan seperti biasa, yang tidak jelas maunya apa. Entahlah! Ingin menulis keluargaku, saya tidak yakin harus menceritakan masalah keluarga. Saya tidak ahlinya. Saya suka tulisan tentang patah hati, meski tidak ada hubungan dengan saya, tapi ngalir saja kalo nulis tentang patah hati. Kadang suka iri dengan blogger yang bisa cerita panjang lebar tentang apa yang dipikirkan, saya pasti kesulitan. Jadi saya hanya akan nulis se...

Sebulan Menjadi Ayah

Sebuln lebih saya tidak menengok blog ini. Stelah menegok sebentar, ternyata ada perubahan tampilannya. Sempat sedikit binggung juga sebenarnya, tapi tak sampai 15 menit untuk langsung memahami. Ternyata memang ada sedikit perubahan, lebih mudah menurutku. Btw, sebenarnya sudah berhari-hari ingin membuat tulisan lagi. Tapi karena kesibukan dan keramaian aktivitas beberapa hari ini, keinginan untuk menulis jadi terhambat sedikit. Mumpung hari ini ada luang, saya coba-coba lagi buat ngepost dan mengupdate blog. Kasihan, lama punya blog kok malah tak terjamah. Pengen cerita banyak sebenarnya, tapi khusus hari ini mulai dari ini saja dulu. Postingan lainnya mungkin akan sedikit flashback, karena pengalamannya banyak yang sudah terjadi. Khusus hari ini, saya ingin cerita tentang pengalaman menjadi seorang ayah bagi putri saya, Zara. Yup, saat ini status saya memang sudah berubah, dari sendiri menjadi berdua. Dari berdua, menjadi bertiga. Orrang ketiga yang hadir di kehidupan...