Skip to main content

Cinta yang Benar Tidak Perlu Dikejar dengan Tergesa

 


Sebenarnya, kalau aku diminta jujur sepenuhnya, aku pun tidak selalu yakin dengan perasaanku sendiri. Ada masa-masa ketika hati terasa begitu penuh, begitu yakin bahwa ini cinta, atau setidaknya sesuatu yang mendekati itu. Namun pengalaman mengajarkanku bahwa tidak semua getaran di dada layak disebut cinta. Kadang ia hanya kekaguman yang tumbuh subur karena jarak. Kadang hanya rasa nyaman yang datang di waktu yang tepat. Kadang, lebih menyedihkan lagi, hanya ilusi yang kubangun sendiri.

Ini bukan pertama kalinya aku berada di titik seperti ini.

Sudah beberapa kali sebelumnya aku merasa disukai. Tatapan yang terasa berbeda, perhatian yang tampak lebih dari biasa, sikap yang membuatku berpikir, “Mungkin kali ini benar.” Di saat yang sama, aku pun merasa menyukai dan mencintai. Rasanya hangat, mengalir, meyakinkan.

Namun berkali-kali pula aku harus menerima kenyataan bahwa semua itu hanya perasaanku saja.

Tidak ada pengakuan. Tidak ada langkah nyata. Tidak ada keberanian yang benar-benar diwujudkan. Yang ada hanya tafsir dan harapan yang terlalu cepat tumbuh. Pada akhirnya, aku belajar bahwa hati ini mudah sekali tergerak, tapi dunia tidak selalu bergerak bersamanya.

Barangkali karena itulah, ketika perasaan serupa datang lagi, untuk kesekian kalinya, aku tidak lagi terburu-buru menamainya.

Ada getar yang sama, ada rasa yang pelan-pelan memenuhi ruang hari-hariku. Tapi kali ini aku memilih diam. Bukan karena tidak peduli, bukan juga karena takut sepenuhnya. Lebih karena aku ingin memastikan bahwa yang kurasakan bukan sekadar kilat yang menyala sesaat, lalu padam tanpa bekas.

Diam menjadi caraku menjaga diri.

Aku tidak lagi ingin menjadi orang yang terlalu cepat memberi makna pada setiap senyum atau perhatian kecil. Aku tidak ingin lagi terjebak dalam cerita yang hanya hidup di kepalaku sendiri. Maka aku menunggu.

Jika memang ada rasa di antara kami, biarlah ia tumbuh perlahan. Biarlah waktu yang mengujinya. Bukankah cinta yang sungguh-sungguh tidak akan hilang hanya karena tidak segera disapa?

Kadang aku berpikir, mungkin yang paling sulit bukanlah mencintai, melainkan menahan diri untuk tidak segera menyimpulkan. Dunia sekarang serba cepat, orang ingin kepastian segera, jawaban instan, hubungan yang langsung jelas arahnya. Tapi aku justru ingin sebaliknya.

Aku ingin melihat apakah ia berani melangkah.

Aku ingin tahu apakah ia cukup yakin untuk mendekat, bukan hanya berdiri di wilayah abu-abu yang nyaman tapi tak pernah selesai.

Bukan karena aku ingin diuji, melainkan karena aku pun sedang menguji diriku sendiri. Apakah ini benar cinta? Ataukah hanya rasa kesepian yang kebetulan menemukan wajah untuk disinggahi?

Menunggu memang tidak selalu mudah. Ada hari-hari ketika aku ingin sekali memecah sunyi, menanyakan langsung, atau sekadar memberi isyarat lebih jelas. Tapi lalu aku teringat pada pengalaman-pengalaman sebelumnya, betapa cepatnya rasa bisa berubah, betapa mudahnya harapan bisa runtuh.

Maka aku memilih bersabar.

Jika ia juga merasakan hal yang sama, ia akan menemukan jalannya. Jika tidak, maka setidaknya aku tidak lagi terjatuh oleh bayanganku sendiri.

Karena semakin dewasa, aku sadar satu hal,  cinta yang benar tidak perlu dikejar dengan tergesa. Ia akan tetap tinggal, bahkan ketika kita memberi waktu untuk memastikannya.

Dan kali ini, aku ingin yakin,  bahwa apa pun yang tumbuh di hatiku, bukan sekadar persinggahan sementara.

Comments

Popular posts from this blog

Little Talks - Of Monsters & Men (Arti Lagu)

I'm back! Hari ini aku kembali dengan sebuah lagu yang gak tahu kenapa, aku menyukainya karena videonya menurutku keren banget. Selain itu, alasan kenapa aku menyukai lagu ini juga ternyata setelah didengarkan beberapa kali, ternyata liriknya enak sekali. Iramanya juga asyik, videonya juga menarik.   Menurutku, Little Talks - Of Monsters & Men ini bercerita tentang sebuah pasangan dalam percintaan. Lagu-lagu bertemakan cinta memang asyik banget untuk didengarkan, dan lagu ini juga bercerita tentang itu. Tapi sayangnya, sekali lagi lagu ini tentang hubungan yang nasibnya hidup segan, mati tak mau alias sedang dalam status rumit githu. Sang cewek menginginkan untuk mengakhiri hubungannya yang dinilai tak seindah dulu, sehingga dia mengharapkan sebuah cinta yang baru, yang memberikannya arti sebuah cinta seperti yang dia mau. Tapi masalahnya, sang cowok tidak mau melepaskan begithu saja. Dia terus berharap agar hubungannya terus berjalan seperti sedia kala.   ...

Kembali Untuk Mengeluh

Lama tidak ada kabar. Blog ini seperti sudah tidak berpenghuni ya.... Baru kemarin saya ingat kalau punya blog ini. Seandainya tidak ingat akan seseorang dan kenangan tentangya, mungkin saya juga akan melukapan blog ini entah sampai kapan. Dan sekarang saya jadi kangen untuk menulis di blog ini lagi. Saya tidak yakin akan menulis apa pada blog ini. Setelah lama vakum, saya juga bingung mau mengisi tulisan tentang apa. Tapi sepertinya kembali ke khittah, bahwa blog ini adalah tempat curhatan dan keluh kesah saya. Mungkin isinya akan lebih banyak kegalauan-kegalauan seperti biasa, yang tidak jelas maunya apa. Entahlah! Ingin menulis keluargaku, saya tidak yakin harus menceritakan masalah keluarga. Saya tidak ahlinya. Saya suka tulisan tentang patah hati, meski tidak ada hubungan dengan saya, tapi ngalir saja kalo nulis tentang patah hati. Kadang suka iri dengan blogger yang bisa cerita panjang lebar tentang apa yang dipikirkan, saya pasti kesulitan. Jadi saya hanya akan nulis se...

Sebulan Menjadi Ayah

Sebuln lebih saya tidak menengok blog ini. Stelah menegok sebentar, ternyata ada perubahan tampilannya. Sempat sedikit binggung juga sebenarnya, tapi tak sampai 15 menit untuk langsung memahami. Ternyata memang ada sedikit perubahan, lebih mudah menurutku. Btw, sebenarnya sudah berhari-hari ingin membuat tulisan lagi. Tapi karena kesibukan dan keramaian aktivitas beberapa hari ini, keinginan untuk menulis jadi terhambat sedikit. Mumpung hari ini ada luang, saya coba-coba lagi buat ngepost dan mengupdate blog. Kasihan, lama punya blog kok malah tak terjamah. Pengen cerita banyak sebenarnya, tapi khusus hari ini mulai dari ini saja dulu. Postingan lainnya mungkin akan sedikit flashback, karena pengalamannya banyak yang sudah terjadi. Khusus hari ini, saya ingin cerita tentang pengalaman menjadi seorang ayah bagi putri saya, Zara. Yup, saat ini status saya memang sudah berubah, dari sendiri menjadi berdua. Dari berdua, menjadi bertiga. Orrang ketiga yang hadir di kehidupan...