Skip to main content

Obsesi Itu Datang Lagi. Ingin Bertemu, Meski Tak Saling Menyapa


 Liburan kali ini berjalan tanpa kemungkinan untuk bertemu dengannya. Tidak ada agenda yang mempertemukan, tidak ada alasan yang bisa dipaksakan agar langkah kami bersinggungan. Kami memang hanya bertemu di satu tempat yang sama, tempat yang menjadi titik temu tanpa pernah benar-benar menjadi ruang percakapan. Jadi ketika hari-hari libur datang dan rutinitas itu berhenti, otomatis pertemuan pun ikut menghilang.

Awalnya terasa biasa saja.

Aku menjalani hariku dengan kegiatanku sendiri. Bangun lebih siang, membereskan hal-hal yang selama ini tertunda, membaca, keluar sebentar, kembali lagi. Hari-hari terasa penuh, bahkan tanpa dirinya. Ia pun, tentu saja, memiliki dunianya sendiri. Mungkin ia juga sibuk, mungkin ia menikmati jeda ini tanpa memikirkan apa pun tentangku.

Apakah ada rasa kangen?

Jika ditanya jujur, sebenarnya tidak. Setidaknya tidak dalam bentuk yang dramatis. Kami tidak memiliki hubungan apa-apa. Tidak ada percakapan yang harus dirindukan, tidak ada pesan yang harus ditunggu. Rindu biasanya lahir dari kebersamaan yang pernah ada, sementara kami bahkan belum pernah benar-benar duduk berdampingan dalam cerita yang jelas.

Lagipula, wajahnya sudah tersimpan rapi dalam ingatanku.

Aku bisa memanggilnya kapan saja, seperti membuka lembaran foto dalam album pribadi. Garis senyumnya, caranya berdiri, sorot matanya, semuanya masih jelas. Tidak perlu hadir secara fisik untuk mengingatnya. Ia sudah menempati ruang kecil dalam memoriku, dan di sana ia tidak pernah benar-benar pergi.

Hari-hari libur ini pun cukup padat untuk membuat pikiranku tidak terus-menerus kembali padanya. Ada hal-hal yang harus dikerjakan, ada percakapan dengan orang lain, ada tawa yang tidak melibatkan bayangannya sama sekali. Hidup berjalan sebagaimana mestinya. Tenang. Stabil.

Namun ada satu hal yang tak bisa kupungkiri.

Ketika aku tahu liburan akan segera usai, ketika rutinitas perlahan kembali memanggil, ada getaran kecil yang ikut bangun bersamanya. Bukan rindu yang menyiksa, melainkan semacam antisipasi yang diam-diam tumbuh. Aku mulai membayangkan hari pertama kembali ke tempat itu. Membayangkan pintu yang terbuka, langkah-langkah yang mungkin terdengar, dan kemungkinan tatapan yang kembali bertemu.

Aneh ya.

Selama liburan aku baik-baik saja tanpa dirinya. Tapi begitu waktu mendekatkan peluang untuk bertemu lagi, tiba-tiba aku merasa seperti sedang menunggu sesuatu yang penting. Seolah-olah ada adegan yang tertunda dan sebentar lagi akan diputar ulang.

Obsesi itu datang lagi. Ingin bertemu, meski tak saling menyapa.

Hanya melihatnya dari jarak yang sudah kami sepakati secara tak tertulis. Hanya memastikan bahwa ia benar-benar ada, bukan sekadar bayangan yang kubangun terlalu lama dalam kepala. Kadang aku bertanya-tanya, kenapa perasaan ini cukup puas hanya dengan kehadiran visual? Kenapa cukup dengan satu tatapan tanpa suara?

Mungkin karena dalam diam itulah aku merasa aman.

Tidak ada risiko penolakan. Tidak ada kemungkinan canggung. Hanya ruang tenang tempat aku bisa merasakan sesuatu tanpa harus mempertanggungjawabkannya. Ia seperti jeda manis dalam rutinitas, sesuatu yang tidak mengganggu hidupku, tapi juga tidak bisa sepenuhnya kuabaikan.

Liburan ini mengajarkanku satu hal kecil: ternyata aku tidak membutuhkannya untuk merasa utuh. Namun ketika kesempatan untuk bertemu kembali terbuka, aku tetap ingin ada di sana.

Bukan untuk memiliki.
Bukan untuk mengubah keadaan.

Hanya untuk memastikan bahwa getar kecil itu masih nyata ketika mata kami kembali berpapasan, dan dunia kembali berjalan seperti biasa, dengan rahasia kecil yang hanya kami pahami dalam diam.

Comments

Popular posts from this blog

Little Talks - Of Monsters & Men (Arti Lagu)

I'm back! Hari ini aku kembali dengan sebuah lagu yang gak tahu kenapa, aku menyukainya karena videonya menurutku keren banget. Selain itu, alasan kenapa aku menyukai lagu ini juga ternyata setelah didengarkan beberapa kali, ternyata liriknya enak sekali. Iramanya juga asyik, videonya juga menarik.   Menurutku, Little Talks - Of Monsters & Men ini bercerita tentang sebuah pasangan dalam percintaan. Lagu-lagu bertemakan cinta memang asyik banget untuk didengarkan, dan lagu ini juga bercerita tentang itu. Tapi sayangnya, sekali lagi lagu ini tentang hubungan yang nasibnya hidup segan, mati tak mau alias sedang dalam status rumit githu. Sang cewek menginginkan untuk mengakhiri hubungannya yang dinilai tak seindah dulu, sehingga dia mengharapkan sebuah cinta yang baru, yang memberikannya arti sebuah cinta seperti yang dia mau. Tapi masalahnya, sang cowok tidak mau melepaskan begithu saja. Dia terus berharap agar hubungannya terus berjalan seperti sedia kala.   ...

Kembali Untuk Mengeluh

Lama tidak ada kabar. Blog ini seperti sudah tidak berpenghuni ya.... Baru kemarin saya ingat kalau punya blog ini. Seandainya tidak ingat akan seseorang dan kenangan tentangya, mungkin saya juga akan melukapan blog ini entah sampai kapan. Dan sekarang saya jadi kangen untuk menulis di blog ini lagi. Saya tidak yakin akan menulis apa pada blog ini. Setelah lama vakum, saya juga bingung mau mengisi tulisan tentang apa. Tapi sepertinya kembali ke khittah, bahwa blog ini adalah tempat curhatan dan keluh kesah saya. Mungkin isinya akan lebih banyak kegalauan-kegalauan seperti biasa, yang tidak jelas maunya apa. Entahlah! Ingin menulis keluargaku, saya tidak yakin harus menceritakan masalah keluarga. Saya tidak ahlinya. Saya suka tulisan tentang patah hati, meski tidak ada hubungan dengan saya, tapi ngalir saja kalo nulis tentang patah hati. Kadang suka iri dengan blogger yang bisa cerita panjang lebar tentang apa yang dipikirkan, saya pasti kesulitan. Jadi saya hanya akan nulis se...

Sebulan Menjadi Ayah

Sebuln lebih saya tidak menengok blog ini. Stelah menegok sebentar, ternyata ada perubahan tampilannya. Sempat sedikit binggung juga sebenarnya, tapi tak sampai 15 menit untuk langsung memahami. Ternyata memang ada sedikit perubahan, lebih mudah menurutku. Btw, sebenarnya sudah berhari-hari ingin membuat tulisan lagi. Tapi karena kesibukan dan keramaian aktivitas beberapa hari ini, keinginan untuk menulis jadi terhambat sedikit. Mumpung hari ini ada luang, saya coba-coba lagi buat ngepost dan mengupdate blog. Kasihan, lama punya blog kok malah tak terjamah. Pengen cerita banyak sebenarnya, tapi khusus hari ini mulai dari ini saja dulu. Postingan lainnya mungkin akan sedikit flashback, karena pengalamannya banyak yang sudah terjadi. Khusus hari ini, saya ingin cerita tentang pengalaman menjadi seorang ayah bagi putri saya, Zara. Yup, saat ini status saya memang sudah berubah, dari sendiri menjadi berdua. Dari berdua, menjadi bertiga. Orrang ketiga yang hadir di kehidupan...