Skip to main content

Sesuatu yang Sulit Dijelaskan Selain Sebagai Jatuh Cinta pada Pandangan Pertama


Sampai sekarang aku bahkan tidak tahu namanya. Aneh, ya. Di zaman ketika orang bisa menemukan identitas hanya lewat satu potong foto, aku justru gagal mengetahui nama seseorang yang hampir setiap hari kulihat. Pernah beberapa kali aku mencoba bertanya pelan-pelan pada orang lain, seolah sekadar ingin tahu biasa saja. Tapi selalu saja mentok. Entah memang mereka tidak tahu, atau semesta sengaja menyimpannya dariku.

Akhirnya aku menyerah pada satu peran yang paling aman, pengagum dari kejauhan.

Aku hanya berani melihatnya diam-diam. Menyimpan jarak yang cukup agar tidak terlihat mencolok, tapi cukup dekat untuk memastikan ia nyata. Ada semacam ketenangan dalam mengagumi tanpa dikenali, meski di sisi lain ada juga getir kecil karena tak pernah benar-benar berani melangkah.

Aku masih ingat betul hari pertama semuanya bermula.

Hari itu adalah hari pertamaku di tempat itu. Aku berada di dalam ruangan, sedang sibuk melakukan sesuatu, mungkin membereskan, mungkin sekadar menyesuaikan diri dengan suasana baru. Pintu terbuka, dan ia masuk.

Tidak ada musik latar. Tidak ada angin dramatis yang membuat segalanya bergerak lambat seperti adegan film. Hanya satu momen yang terjadi begitu saja.

Pandangan kami bertemu.

Bukan sekilas yang samar, bukan pula tatapan tak sengaja yang cepat berlalu. Ada jeda. Singkat, tapi cukup untuk membuat jantungku seperti lupa satu ketukan. Waktu seakan merenggang tipis, memberi ruang pada mata kami untuk saling mengenali tanpa kata.

Refleks, aku tersenyum.

Senyum kecil, mungkin tidak terlalu lebar, tapi tulus. Dan di detik itulah, tanpa banyak negosiasi, hatiku seperti mengambil keputusan sendiri: dia orangnya.

Aku tidak tahu logika apa yang bekerja saat itu. Tidak ada riwayat percakapan, tidak ada latar belakang cerita. Hanya satu tatapan, satu senyum, dan sesuatu yang sulit dijelaskan selain sebagai jatuh cinta pada pandangan pertama.

Setelah hari itu, semuanya berubah menjadi permainan sunyi yang aneh. Kami seperti dua orang yang sama-sama tahu ada sesuatu, tapi sepakat untuk tidak menyebutkannya. Setiap kali berada di ruang yang sama, ada usaha halus untuk saling mendekat, memilih kursi yang tidak terlalu jauh, berdiri di sisi yang memungkinkan pandangan bertemu.

Namun tidak pernah ada sapaan.

Tidak pernah ada “hai”.

Tidak pernah ada percakapan pembuka yang sederhana sekalipun.

Seolah kami menikmati ketegangan tipis itu, jarak yang tidak terlalu jauh, tapi juga tidak benar-benar ditembus. Tatapan yang sesekali bertahan sedikit lebih lama, lalu buru-buru dialihkan. Langkah yang kadang melambat ketika saling berpapasan, namun tetap menjaga keheningan.

Aku sering bertanya dalam hati, apakah ia juga merasakan hal yang sama? Atau semua ini hanya dramaku sendiri, yang kubangun dari serpihan harapan dan tafsir atas gerak-gerik kecilnya?

Tapi setiap kali mata kami kembali bertemu, ada keyakinan samar yang tumbuh lagi. Ia tidak terlihat terganggu. Ia tidak menghindar. Bahkan kadang seolah sengaja membiarkan momen itu terjadi.

Dan aku, yang masih belum tahu namanya, terus menyimpan kisah ini seperti rahasia kecil yang hanya dipahami oleh hati sendiri.

Mungkin suatu hari keberanian itu akan datang. Mungkin tidak. Untuk sekarang, aku masih memilih menikmati fase ini, fase ketika cinta belum memiliki bentuk yang jelas, tapi sudah cukup untuk membuat hari-hari terasa lebih hidup.

Karena ternyata, kadang yang membuat jantung berdebar bukanlah hubungan yang pasti.

Melainkan tatapan pertama yang tak pernah benar-benar pergi dari ingatan.

Comments

Popular posts from this blog

Little Talks - Of Monsters & Men (Arti Lagu)

I'm back! Hari ini aku kembali dengan sebuah lagu yang gak tahu kenapa, aku menyukainya karena videonya menurutku keren banget. Selain itu, alasan kenapa aku menyukai lagu ini juga ternyata setelah didengarkan beberapa kali, ternyata liriknya enak sekali. Iramanya juga asyik, videonya juga menarik.   Menurutku, Little Talks - Of Monsters & Men ini bercerita tentang sebuah pasangan dalam percintaan. Lagu-lagu bertemakan cinta memang asyik banget untuk didengarkan, dan lagu ini juga bercerita tentang itu. Tapi sayangnya, sekali lagi lagu ini tentang hubungan yang nasibnya hidup segan, mati tak mau alias sedang dalam status rumit githu. Sang cewek menginginkan untuk mengakhiri hubungannya yang dinilai tak seindah dulu, sehingga dia mengharapkan sebuah cinta yang baru, yang memberikannya arti sebuah cinta seperti yang dia mau. Tapi masalahnya, sang cowok tidak mau melepaskan begithu saja. Dia terus berharap agar hubungannya terus berjalan seperti sedia kala.   ...

Kembali Untuk Mengeluh

Lama tidak ada kabar. Blog ini seperti sudah tidak berpenghuni ya.... Baru kemarin saya ingat kalau punya blog ini. Seandainya tidak ingat akan seseorang dan kenangan tentangya, mungkin saya juga akan melukapan blog ini entah sampai kapan. Dan sekarang saya jadi kangen untuk menulis di blog ini lagi. Saya tidak yakin akan menulis apa pada blog ini. Setelah lama vakum, saya juga bingung mau mengisi tulisan tentang apa. Tapi sepertinya kembali ke khittah, bahwa blog ini adalah tempat curhatan dan keluh kesah saya. Mungkin isinya akan lebih banyak kegalauan-kegalauan seperti biasa, yang tidak jelas maunya apa. Entahlah! Ingin menulis keluargaku, saya tidak yakin harus menceritakan masalah keluarga. Saya tidak ahlinya. Saya suka tulisan tentang patah hati, meski tidak ada hubungan dengan saya, tapi ngalir saja kalo nulis tentang patah hati. Kadang suka iri dengan blogger yang bisa cerita panjang lebar tentang apa yang dipikirkan, saya pasti kesulitan. Jadi saya hanya akan nulis se...

Sebulan Menjadi Ayah

Sebuln lebih saya tidak menengok blog ini. Stelah menegok sebentar, ternyata ada perubahan tampilannya. Sempat sedikit binggung juga sebenarnya, tapi tak sampai 15 menit untuk langsung memahami. Ternyata memang ada sedikit perubahan, lebih mudah menurutku. Btw, sebenarnya sudah berhari-hari ingin membuat tulisan lagi. Tapi karena kesibukan dan keramaian aktivitas beberapa hari ini, keinginan untuk menulis jadi terhambat sedikit. Mumpung hari ini ada luang, saya coba-coba lagi buat ngepost dan mengupdate blog. Kasihan, lama punya blog kok malah tak terjamah. Pengen cerita banyak sebenarnya, tapi khusus hari ini mulai dari ini saja dulu. Postingan lainnya mungkin akan sedikit flashback, karena pengalamannya banyak yang sudah terjadi. Khusus hari ini, saya ingin cerita tentang pengalaman menjadi seorang ayah bagi putri saya, Zara. Yup, saat ini status saya memang sudah berubah, dari sendiri menjadi berdua. Dari berdua, menjadi bertiga. Orrang ketiga yang hadir di kehidupan...