Skip to main content

Berharap Hujan Saat Malam Takbiran

 


Pernah ada satu malam takbiran yang membuatku diam-diam berharap sesuatu yang sederhana, hujan deras turun tanpa jeda. Bukan hujan yang malu-malu, tapi yang benar-benar lebat, cukup untuk membuat orang-orang memilih berteduh daripada turun ke jalan. 

Keinginan itu terdengar aneh, bahkan sedikit egois, tapi saat itu rasanya masuk akal. Aku hanya ingin malam berjalan lebih sunyi, lebih pelan, tidak dipenuhi riuh yang terasa asing di telinga.

Sejak sore, tanda-tandanya sudah terlihat. Jalanan mulai ramai, kendaraan lalu-lalang dengan arah yang tidak jelas, dan suara dari kejauhan mulai terdengar, bukan lantunan takbir yang lirih dan menggetarkan hati, tapi dentuman musik yang keras, ritme cepat yang lebih mirip pesta daripada perenungan. Sound system besar dipasang di atas mobil atau gerobak, dipacu semaksimal mungkin, seolah-olah siapa yang paling keras, dialah yang paling merayakan.

Aku berdiri di ambang pintu, memperhatikan semuanya dari jarak yang aman. Lampu-lampu kendaraan berkelip, orang-orang tertawa, sebagian berteriak, sebagian lagi hanya ikut arus. Tapi di tengah semua itu, aku justru merasa semakin jauh. Ada sesuatu yang tidak nyambung di dalam diri, seolah-olah apa yang seharusnya sakral berubah menjadi sekadar kebisingan yang sulit dicerna.

Aku mencoba mendengarkan lebih saksama, berharap di sela-sela dentuman itu masih ada suara takbir yang tulus keluar dari mulut manusia. Tapi yang kudengar justru sebaliknya, lagu-lagu DJ yang sedang populer, diputar berulang-ulang dengan nada yang menghentak, menguasai udara tanpa memberi ruang bagi hening. Takbir memang ada, tapi seperti tenggelam, kalah keras, kalah dominan. Yang tersisa hanya gema suara mesin dan speaker, bukan suara hati.

Di momen itulah keinginan itu muncul lagi.... andai saja hujan turun. Aku membayangkan langit tiba-tiba gelap, angin berhembus kencang, lalu air jatuh tanpa ampun, membasahi jalanan dan memaksa semua orang pulang. Tidak ada lagi konvoi, tidak ada lagi suara berisik yang saling bersaing. Yang tersisa hanya suara hujan yang jatuh di atap, ritmis, tenang, dan entah kenapa terasa lebih jujur.

Aku tahu, mungkin masalahnya bukan sepenuhnya pada mereka. 

Bisa jadi ini hanya soal caraku memaknai sesuatu yang berbeda. 

Tapi tetap saja, ada rasa kehilangan yang sulit diabaikan, kehilangan suasana yang dulu pernah kurasakan, atau mungkin hanya kubayangkan. Malam takbiran yang seharusnya penuh pengagungan, berubah menjadi sesuatu yang terasa dangkal di mataku.

Comments

Popular posts from this blog

Little Talks - Of Monsters & Men (Arti Lagu)

I'm back! Hari ini aku kembali dengan sebuah lagu yang gak tahu kenapa, aku menyukainya karena videonya menurutku keren banget. Selain itu, alasan kenapa aku menyukai lagu ini juga ternyata setelah didengarkan beberapa kali, ternyata liriknya enak sekali. Iramanya juga asyik, videonya juga menarik.   Menurutku, Little Talks - Of Monsters & Men ini bercerita tentang sebuah pasangan dalam percintaan. Lagu-lagu bertemakan cinta memang asyik banget untuk didengarkan, dan lagu ini juga bercerita tentang itu. Tapi sayangnya, sekali lagi lagu ini tentang hubungan yang nasibnya hidup segan, mati tak mau alias sedang dalam status rumit githu. Sang cewek menginginkan untuk mengakhiri hubungannya yang dinilai tak seindah dulu, sehingga dia mengharapkan sebuah cinta yang baru, yang memberikannya arti sebuah cinta seperti yang dia mau. Tapi masalahnya, sang cowok tidak mau melepaskan begithu saja. Dia terus berharap agar hubungannya terus berjalan seperti sedia kala.   ...

Lorde - Team (Arti Lagu)

Belum lama ini saya sudah memposting sebuah arti lagu yang sangat fenomenal, Lorde – Royal. Dan sampai sekarang saya masih belum percaya, ada banyak alas an kenapa Lorde sekarang jadi perbincangan di barat sana. Saya tak perrlu membahas tentang alas an itu, karena saya bukan blogger yang memperbincangkan berita-berita artis yang di media online sudah pernah dibahas. Buang-buang waktu saja sebenarnya menulis hal yang sudah dimuat dalam berita online besar.   Karena saya tak ingin menjadi blogger seperti itu. Berangkat dari banyaknya view dari postingan sebelumnya, maka kali ini saya ingin menulis tentang single terbaru dari Lorde. Mungkin ada beberapa orang yang tak menyukai tipe lagu yang dibawakan oleh Lorde. Saya pada awlnya jugga begitu, tapi setelah beberapa kali mendengarkan, dan beberapa kali untuk menerjemahkan lagunya, sekarang saya menjadi saah satu penyuka musiknya. Sumpah, keren banget lagu-lagunya. Kali ini adalah single terbaru Lorde-Team . Lagu yang m...

Kembali Untuk Mengeluh

Lama tidak ada kabar. Blog ini seperti sudah tidak berpenghuni ya.... Baru kemarin saya ingat kalau punya blog ini. Seandainya tidak ingat akan seseorang dan kenangan tentangya, mungkin saya juga akan melukapan blog ini entah sampai kapan. Dan sekarang saya jadi kangen untuk menulis di blog ini lagi. Saya tidak yakin akan menulis apa pada blog ini. Setelah lama vakum, saya juga bingung mau mengisi tulisan tentang apa. Tapi sepertinya kembali ke khittah, bahwa blog ini adalah tempat curhatan dan keluh kesah saya. Mungkin isinya akan lebih banyak kegalauan-kegalauan seperti biasa, yang tidak jelas maunya apa. Entahlah! Ingin menulis keluargaku, saya tidak yakin harus menceritakan masalah keluarga. Saya tidak ahlinya. Saya suka tulisan tentang patah hati, meski tidak ada hubungan dengan saya, tapi ngalir saja kalo nulis tentang patah hati. Kadang suka iri dengan blogger yang bisa cerita panjang lebar tentang apa yang dipikirkan, saya pasti kesulitan. Jadi saya hanya akan nulis se...