Skip to main content

Kenapa Memaksakan Diri Hanya untuk Sekedar Bisa Mudik?


Perjalanan mudik tahun ini sempat menyisakan satu pertanyaan yang berulang-ulang muncul di kepalaku, sederhana tapi entah kenapa sulit benar untuk kupahami.......  kenapa banyak orang memilih membawa kendaraan sendiri saat mudik? 

Pertanyaan itu datang begitu saja, mungkin karena sepanjang perjalanan aku melihat begitu banyak pemandangan yang terasa… melelahkan, bahkan dari kejauhan.

Di jalan, aku melihat motor-motor melintas dengan muatan yang rasanya melebihi batas wajar. Satu motor, yang seharusnya cukup untuk dua orang, diisi berempat.... ayah di depan, anak kecil diapit di tengah, ibu di belakang sambil memeluk barang-barang yang diikat seadanya. Tas menggantung di sisi kanan-kiri, kadang ada kardus, kadang karung, semuanya dibawa seolah-olah tidak ada pilihan lain. Aku tidak tahu apa yang mereka rasakan di perjalanan sepanjang itu...... lelah, pegal, atau mungkin justru biasa saja karena sudah terbiasa. Tapi dari sudut pandangku, itu terlihat berat.

Belum lagi yang membawa mobil sendiri. Jalanan penuh, padat, bergerak pelan seperti antrean panjang yang tidak jelas ujungnya. Mesin menyala berjam-jam, kaki harus terus siap menekan rem dan gas, mata fokus tanpa jeda. Macet yang seharusnya bisa dihindari, justru seperti diterima sebagai bagian dari perjalanan. Aku membayangkan duduk di dalam mobil dalam kondisi seperti itu, rasanya sudah cukup membuatku enggan bahkan sebelum benar-benar menjalaninya.

Di tengah semua itu, aku justru merasa semakin yakin dengan pilihanku sendiri......  kereta. Duduk tenang, tidak perlu memikirkan kemacetan, tidak perlu menahan mual seperti saat naik bus, tidak perlu lelah menghadapi jalan yang tidak pasti. Pemandangan tetap bisa dinikmati, waktu terasa lebih jelas, dan perjalanan punya ritme yang lebih manusiawi. Jadi setiap kali melihat keramaian di jalan raya itu, pertanyaan tadi kembali muncul.....  kenapa tidak memilih cara yang lebih sederhana?

Tapi semakin kupikirkan, mungkin jawabannya tidak sesederhana itu. Tidak semua orang punya pilihan yang sama. Ada yang mungkin tidak kebagian tiket, ada yang harus membawa banyak barang, ada juga yang memang lebih nyaman membawa kendaraan sendiri karena bisa berhenti kapan saja, pergi ke mana saja tanpa terikat jadwal. Bisa jadi, bagi mereka, perjalanan itu bukan sekadar sampai tujuan, tapi juga bagian dari kebersamaan yang ingin dirasakan.

Dan di titik itu, aku mulai menyadari sesuatu, cara orang memaknai mudik memang berbeda-beda. Seperti halnya cara orang memaknai lebaran. Bagi banyak orang, semua lelah itu mungkin sepadan dengan apa yang mereka cari di ujung perjalanan: bertemu keluarga, berkumpul, merasakan hangat yang mungkin hanya datang setahun sekali.

Sementara aku… mungkin berada di sisi yang berbeda. Karena sejak awal aku memang tidak pernah benar-benar menyukai lebaran, aku juga tidak merasa perlu memaksakan diri dalam hal-hal yang mengiringinya, termasuk soal mudik. Aku tidak mencari sensasi perjuangan di jalan, tidak juga mengejar romantisasi pulang kampung yang sering diceritakan orang-orang. Yang kucari lebih sederhana....  perjalanan yang tidak membuatku merasa tersiksa, dan pilihan yang masih bisa membuatku nyaman dengan diriku sendiri.

Comments

Popular posts from this blog

Little Talks - Of Monsters & Men (Arti Lagu)

I'm back! Hari ini aku kembali dengan sebuah lagu yang gak tahu kenapa, aku menyukainya karena videonya menurutku keren banget. Selain itu, alasan kenapa aku menyukai lagu ini juga ternyata setelah didengarkan beberapa kali, ternyata liriknya enak sekali. Iramanya juga asyik, videonya juga menarik.   Menurutku, Little Talks - Of Monsters & Men ini bercerita tentang sebuah pasangan dalam percintaan. Lagu-lagu bertemakan cinta memang asyik banget untuk didengarkan, dan lagu ini juga bercerita tentang itu. Tapi sayangnya, sekali lagi lagu ini tentang hubungan yang nasibnya hidup segan, mati tak mau alias sedang dalam status rumit githu. Sang cewek menginginkan untuk mengakhiri hubungannya yang dinilai tak seindah dulu, sehingga dia mengharapkan sebuah cinta yang baru, yang memberikannya arti sebuah cinta seperti yang dia mau. Tapi masalahnya, sang cowok tidak mau melepaskan begithu saja. Dia terus berharap agar hubungannya terus berjalan seperti sedia kala.   ...

Lorde - Team (Arti Lagu)

Belum lama ini saya sudah memposting sebuah arti lagu yang sangat fenomenal, Lorde – Royal. Dan sampai sekarang saya masih belum percaya, ada banyak alas an kenapa Lorde sekarang jadi perbincangan di barat sana. Saya tak perrlu membahas tentang alas an itu, karena saya bukan blogger yang memperbincangkan berita-berita artis yang di media online sudah pernah dibahas. Buang-buang waktu saja sebenarnya menulis hal yang sudah dimuat dalam berita online besar.   Karena saya tak ingin menjadi blogger seperti itu. Berangkat dari banyaknya view dari postingan sebelumnya, maka kali ini saya ingin menulis tentang single terbaru dari Lorde. Mungkin ada beberapa orang yang tak menyukai tipe lagu yang dibawakan oleh Lorde. Saya pada awlnya jugga begitu, tapi setelah beberapa kali mendengarkan, dan beberapa kali untuk menerjemahkan lagunya, sekarang saya menjadi saah satu penyuka musiknya. Sumpah, keren banget lagu-lagunya. Kali ini adalah single terbaru Lorde-Team . Lagu yang m...

Kembali Untuk Mengeluh

Lama tidak ada kabar. Blog ini seperti sudah tidak berpenghuni ya.... Baru kemarin saya ingat kalau punya blog ini. Seandainya tidak ingat akan seseorang dan kenangan tentangya, mungkin saya juga akan melukapan blog ini entah sampai kapan. Dan sekarang saya jadi kangen untuk menulis di blog ini lagi. Saya tidak yakin akan menulis apa pada blog ini. Setelah lama vakum, saya juga bingung mau mengisi tulisan tentang apa. Tapi sepertinya kembali ke khittah, bahwa blog ini adalah tempat curhatan dan keluh kesah saya. Mungkin isinya akan lebih banyak kegalauan-kegalauan seperti biasa, yang tidak jelas maunya apa. Entahlah! Ingin menulis keluargaku, saya tidak yakin harus menceritakan masalah keluarga. Saya tidak ahlinya. Saya suka tulisan tentang patah hati, meski tidak ada hubungan dengan saya, tapi ngalir saja kalo nulis tentang patah hati. Kadang suka iri dengan blogger yang bisa cerita panjang lebar tentang apa yang dipikirkan, saya pasti kesulitan. Jadi saya hanya akan nulis se...