Skip to main content

Mengurai Rasa Malu karena Iman yang Naik-Turun


Ada satu rasa yang sering datang diam-diam ketika aku merasa sedang tidak baik-baik saja secara spiritual, malu. Bukan malu karena dilihat orang lain, tapi malu pada diri sendiri. Malu karena beberapa waktu lalu rasanya begitu semangat, begitu yakin, begitu rajin, lalu sekarang terasa biasa saja. Bahkan cenderung menurun.

Iman memang katanya naik turun. Aku sudah sering mendengar itu. Tapi ketika benar-benar mengalaminya, tetap saja ada perasaan tidak nyaman. Saat sedang di atas, rasanya ringan sekali melakukan ibadah. Bangun malam tidak terlalu berat. Membaca Al-Qur’an terasa mengalir. Hati mudah tersentuh. Lalu entah kapan turunnya dimulai, semua jadi terasa lebih sulit. Bukan ditinggalkan, tapi kehilangan rasa.

Dan di situlah malu itu muncul.

Aku mulai membandingkan diriku yang sekarang dengan diriku yang kemarin. “Dulu bisa, kok sekarang tidak?” “Dulu semangat, kok sekarang malas?” Pertanyaan-pertanyaan itu seperti bisikan yang tidak berhenti. Seolah-olah aku sedang gagal menjadi versi terbaik dari diriku sendiri.

Kadang aku juga malu ketika melihat orang lain tampak konsisten. Ada yang rajin berbagi kajian, ada yang disiplin dengan sunnah, ada yang seolah-olah stabil dalam keimanannya. Sementara aku? Naik sedikit, turun lagi. Seperti grafik yang tidak pernah benar-benar rata.

Padahal kalau dipikir-pikir, siapa yang tahu isi hati orang lain? Bisa jadi mereka pun sedang berjuang dalam diam. Hanya saja tidak semua orang menampakkan gelombangnya. Aku mungkin terlalu cepat menilai diriku paling tertinggal.

Ada satu malam ketika rasa itu terasa begitu jelas. Aku duduk setelah salat, mencoba mengingat kapan terakhir kali aku merasa benar-benar khusyuk. Sulit menemukannya. Lalu aku menyadari, mungkin yang membuatku semakin jauh bukan turunnya iman itu sendiri, melainkan rasa malu yang berlebihan. Karena malu, aku jadi merasa tidak pantas. Karena merasa tidak pantas, aku jadi semakin menjauh. Sebuah lingkaran yang pelan-pelan mengurung.

Padahal bukankah iman memang hidup? Ia bergerak. Ia dipengaruhi keadaan, pikiran, lingkungan, bahkan kelelahan. Mengharapkan iman selalu berada di titik tertinggi mungkin sama seperti berharap hati selalu bahagia setiap hari. Tidak realistis.

Comments

Popular posts from this blog

Little Talks - Of Monsters & Men (Arti Lagu)

I'm back! Hari ini aku kembali dengan sebuah lagu yang gak tahu kenapa, aku menyukainya karena videonya menurutku keren banget. Selain itu, alasan kenapa aku menyukai lagu ini juga ternyata setelah didengarkan beberapa kali, ternyata liriknya enak sekali. Iramanya juga asyik, videonya juga menarik.   Menurutku, Little Talks - Of Monsters & Men ini bercerita tentang sebuah pasangan dalam percintaan. Lagu-lagu bertemakan cinta memang asyik banget untuk didengarkan, dan lagu ini juga bercerita tentang itu. Tapi sayangnya, sekali lagi lagu ini tentang hubungan yang nasibnya hidup segan, mati tak mau alias sedang dalam status rumit githu. Sang cewek menginginkan untuk mengakhiri hubungannya yang dinilai tak seindah dulu, sehingga dia mengharapkan sebuah cinta yang baru, yang memberikannya arti sebuah cinta seperti yang dia mau. Tapi masalahnya, sang cowok tidak mau melepaskan begithu saja. Dia terus berharap agar hubungannya terus berjalan seperti sedia kala.   ...

Kembali Untuk Mengeluh

Lama tidak ada kabar. Blog ini seperti sudah tidak berpenghuni ya.... Baru kemarin saya ingat kalau punya blog ini. Seandainya tidak ingat akan seseorang dan kenangan tentangya, mungkin saya juga akan melukapan blog ini entah sampai kapan. Dan sekarang saya jadi kangen untuk menulis di blog ini lagi. Saya tidak yakin akan menulis apa pada blog ini. Setelah lama vakum, saya juga bingung mau mengisi tulisan tentang apa. Tapi sepertinya kembali ke khittah, bahwa blog ini adalah tempat curhatan dan keluh kesah saya. Mungkin isinya akan lebih banyak kegalauan-kegalauan seperti biasa, yang tidak jelas maunya apa. Entahlah! Ingin menulis keluargaku, saya tidak yakin harus menceritakan masalah keluarga. Saya tidak ahlinya. Saya suka tulisan tentang patah hati, meski tidak ada hubungan dengan saya, tapi ngalir saja kalo nulis tentang patah hati. Kadang suka iri dengan blogger yang bisa cerita panjang lebar tentang apa yang dipikirkan, saya pasti kesulitan. Jadi saya hanya akan nulis se...

Lorde - Team (Arti Lagu)

Belum lama ini saya sudah memposting sebuah arti lagu yang sangat fenomenal, Lorde – Royal. Dan sampai sekarang saya masih belum percaya, ada banyak alas an kenapa Lorde sekarang jadi perbincangan di barat sana. Saya tak perrlu membahas tentang alas an itu, karena saya bukan blogger yang memperbincangkan berita-berita artis yang di media online sudah pernah dibahas. Buang-buang waktu saja sebenarnya menulis hal yang sudah dimuat dalam berita online besar.   Karena saya tak ingin menjadi blogger seperti itu. Berangkat dari banyaknya view dari postingan sebelumnya, maka kali ini saya ingin menulis tentang single terbaru dari Lorde. Mungkin ada beberapa orang yang tak menyukai tipe lagu yang dibawakan oleh Lorde. Saya pada awlnya jugga begitu, tapi setelah beberapa kali mendengarkan, dan beberapa kali untuk menerjemahkan lagunya, sekarang saya menjadi saah satu penyuka musiknya. Sumpah, keren banget lagu-lagunya. Kali ini adalah single terbaru Lorde-Team . Lagu yang m...