Skip to main content

Pembunuhan Karakter


Oke, mumpung ingatan itu masih hangat dan belum sempat menguap lagi, aku ingin menuliskannya sekarang. 

Ini bukan cerita yang ringan, dan mungkin bukan juga cerita yang mudah ditata rapi, tapi rasanya terlalu sayang kalau kembali hilang seperti beberapa ide yang sebelumnya datang lalu pergi tanpa sempat ditangkap. 

Semua ini berawal dari kejadian kemarin....... tentang sesuatu yang rasanya jauh lebih menyakitkan daripada sekadar konflik biasa....... pembunuhan karakter.

Aku tidak tahu kapan tepatnya semuanya dimulai. Yang jelas, kesadaranku muncul ketika situasinya sudah terasa terlalu nyata untuk diabaikan. Bukan lagi sekadar perasaan tidak nyaman, bukan lagi kecurigaan samar, tapi sesuatu yang perlahan membentuk pola. Kata-kata yang terdengar sama, sikap yang berubah serempak, jarak yang tiba-tiba muncul tanpa penjelasan. Dari situ, aku mulai menyadari bahwa ini bukan kebetulan yang berdiri sendiri.

Yang paling membuatku goyah adalah kenyataan bahwa ini tidak dilakukan oleh satu orang saja. Rasanya seperti ada banyak tangan yang bergerak bersamaan, seolah-olah mereka sudah berada di halaman yang sama, membaca naskah yang sama. 

Ada yang menyusun cerita, ada yang menyebarkannya, ada yang mengeksekusi dengan cara masing-masing. Aku tidak melihat semuanya secara langsung, tapi dampaknya terasa jelas...... ruang gerakku semakin sempit, suaraku semakin tidak didengar, dan setiap langkah terasa seperti diawasi.

Di titik itu, kepercayaan diriku sempat runtuh. Aku benar-benar merasa tidak yakin bisa keluar dari situasi ini. Rasanya seperti terjebak dalam jaring yang dibuat rapi....... terstruktur, terencana, dan perlahan mengikat tanpa memberi kesempatan untuk melawan. 

Setiap kali mencoba menjelaskan, rasanya seperti berbicara di ruang yang sudah dipenuhi prasangka. Setiap kali ingin membela diri, justru khawatir akan memperparah keadaan.

Perasaan tidak berdaya itu mungkin yang paling sulit dijelaskan. Bukan karena aku tidak ingin melawan, tapi karena aku tidak tahu harus melawan dari mana. Ketika sesuatu menyasar reputasi, persepsi, dan cara orang lain memandang kita, semuanya terasa kabur. 

Tidak ada bukti fisik yang bisa ditunjukkan, tidak ada garis jelas yang bisa ditarik. Yang ada hanya perubahan sikap orang-orang, bisik-bisik yang tidak terdengar jelas, dan suasana yang tiba-tiba terasa dingin.

Di tengah semua itu, aku mulai menyadari betapa beratnya menghadapi sesuatu yang menyerang “nama” dan “cerita” tentang diri kita. Karena yang dipertaruhkan bukan hanya hubungan dengan orang lain, tapi juga hubungan dengan diri sendiri. 

Aku sempat bertanya-tanya, apakah mungkin semua ini hanya perasaanku saja? Apakah aku terlalu sensitif? Tapi setiap kali mengingat kembali kejadian-kejadian kecil yang saling terhubung, keraguan itu perlahan berubah menjadi keyakinan bahwa ada sesuatu yang memang sedang terjadi.

Menuliskan ini bukan berarti semuanya sudah selesai. Jujur saja, rasanya masih rumit dan belum sepenuhnya jelas bagaimana ujungnya nanti. Tapi setidaknya, dengan menuliskannya, aku merasa sedikit lebih punya kendali. 

Seperti menarik kembali suaraku yang sempat terasa hilang. Seperti mengingatkan diri sendiri bahwa aku masih punya ruang untuk bercerita, meski di luar sana mungkin ada cerita lain yang sedang berusaha menggantikannya.

Comments

Popular posts from this blog

Little Talks - Of Monsters & Men (Arti Lagu)

I'm back! Hari ini aku kembali dengan sebuah lagu yang gak tahu kenapa, aku menyukainya karena videonya menurutku keren banget. Selain itu, alasan kenapa aku menyukai lagu ini juga ternyata setelah didengarkan beberapa kali, ternyata liriknya enak sekali. Iramanya juga asyik, videonya juga menarik.   Menurutku, Little Talks - Of Monsters & Men ini bercerita tentang sebuah pasangan dalam percintaan. Lagu-lagu bertemakan cinta memang asyik banget untuk didengarkan, dan lagu ini juga bercerita tentang itu. Tapi sayangnya, sekali lagi lagu ini tentang hubungan yang nasibnya hidup segan, mati tak mau alias sedang dalam status rumit githu. Sang cewek menginginkan untuk mengakhiri hubungannya yang dinilai tak seindah dulu, sehingga dia mengharapkan sebuah cinta yang baru, yang memberikannya arti sebuah cinta seperti yang dia mau. Tapi masalahnya, sang cowok tidak mau melepaskan begithu saja. Dia terus berharap agar hubungannya terus berjalan seperti sedia kala.   ...

Lorde - Team (Arti Lagu)

Belum lama ini saya sudah memposting sebuah arti lagu yang sangat fenomenal, Lorde – Royal. Dan sampai sekarang saya masih belum percaya, ada banyak alas an kenapa Lorde sekarang jadi perbincangan di barat sana. Saya tak perrlu membahas tentang alas an itu, karena saya bukan blogger yang memperbincangkan berita-berita artis yang di media online sudah pernah dibahas. Buang-buang waktu saja sebenarnya menulis hal yang sudah dimuat dalam berita online besar.   Karena saya tak ingin menjadi blogger seperti itu. Berangkat dari banyaknya view dari postingan sebelumnya, maka kali ini saya ingin menulis tentang single terbaru dari Lorde. Mungkin ada beberapa orang yang tak menyukai tipe lagu yang dibawakan oleh Lorde. Saya pada awlnya jugga begitu, tapi setelah beberapa kali mendengarkan, dan beberapa kali untuk menerjemahkan lagunya, sekarang saya menjadi saah satu penyuka musiknya. Sumpah, keren banget lagu-lagunya. Kali ini adalah single terbaru Lorde-Team . Lagu yang m...

Kembali Untuk Mengeluh

Lama tidak ada kabar. Blog ini seperti sudah tidak berpenghuni ya.... Baru kemarin saya ingat kalau punya blog ini. Seandainya tidak ingat akan seseorang dan kenangan tentangya, mungkin saya juga akan melukapan blog ini entah sampai kapan. Dan sekarang saya jadi kangen untuk menulis di blog ini lagi. Saya tidak yakin akan menulis apa pada blog ini. Setelah lama vakum, saya juga bingung mau mengisi tulisan tentang apa. Tapi sepertinya kembali ke khittah, bahwa blog ini adalah tempat curhatan dan keluh kesah saya. Mungkin isinya akan lebih banyak kegalauan-kegalauan seperti biasa, yang tidak jelas maunya apa. Entahlah! Ingin menulis keluargaku, saya tidak yakin harus menceritakan masalah keluarga. Saya tidak ahlinya. Saya suka tulisan tentang patah hati, meski tidak ada hubungan dengan saya, tapi ngalir saja kalo nulis tentang patah hati. Kadang suka iri dengan blogger yang bisa cerita panjang lebar tentang apa yang dipikirkan, saya pasti kesulitan. Jadi saya hanya akan nulis se...