Skip to main content

Aku Membenci Diriku yang Terus Mencari Makna di Setiap Detail Kecil


Hari ini dimulai seperti hari-hari lain yang belakangan terasa penuh tanda tanya. Aku datang seperti biasa, dengan kebiasaan yang sudah terlalu hafal, turun dari kendaraan, merapikan barang, mencoba terlihat sibuk meski sebenarnya pikiranku selalu setengah menunggu sesuatu. Sesuatu yang bahkan aku sendiri tidak pernah benar-benar berani menamainya.

Lalu aku melihatnya.

Ada sesuatu yang berbeda, tapi sulit dijelaskan. Selama beberapa minggu terakhir, wajahnya seperti membawa cuaca mendung yang enggan pergi. Bukan sedih yang jelas terlihat, bukan juga murung yang dramatis, lebih seperti langit yang kehabisan warna. Tapi hari ini, entah kenapa, dia terlihat lebih cair. Lebih ringan. Lebih hidup. Senyumnya muncul tanpa terlihat dipaksa, langkahnya tidak seberat biasanya, dan ekspresinya… entahlah, seperti seseorang yang baru saja meletakkan beban yang selama ini tidak ingin dia ceritakan.

Aku berdiri cukup jauh, tapi cukup dekat untuk menyadari perubahan itu. Dan seperti biasa, pikiranku mulai berlari lebih cepat dari kenyataan.

Apakah ini hanya perasaanku saja? Atau aku memang sedang terlalu gemar membaca hal-hal yang sebenarnya tidak pernah ditulis?

Yang lebih aneh, hari ini dia tidak terlihat berusaha keras mendekatiku seperti hari-hari sebelumnya. Dulu, ada cara-cara kecil yang terasa seperti sengaja,  melintas terlalu dekat, berada di tempat yang sama terlalu sering, memberi ruang bagi kemungkinan percakapan yang tidak pernah benar-benar terjadi. Semua gerakan kecil itu terasa seperti kode yang setengah disembunyikan.

Tapi hari ini, tidak ada itu semua.

Tidak ada sapaan. Tidak ada usaha mencuri perhatian yang terasa kentara. Tidak ada bahasa tubuh yang terlalu ingin dimengerti. Dia hanya… ada. Biasa saja. Seolah-olah dunia kembali ke posisi normalnya, sementara aku masih berdiri di titik yang sama seperti kemarin.

Dan justru karena itu, semuanya terasa lebih membingungkan.

Aku sempat berpikir dia akan menyapaku. Setelah pesan hi yang kukirim semalam, pesan kecil yang terasa sebesar pengakuan, aku membayangkan setidaknya akan ada perubahan kecil. Sebuah senyum yang lebih sadar, atau kalimat singkat yang terasa seperti jembatan baru. Tapi yang terjadi justru kebalikannya, tidak ada yang berubah, dan justru itulah yang terasa seperti perubahan terbesar.

Aneh sekali bagaimana ketidakhadiran sesuatu bisa terasa begitu hadir.

Namun ada satu hal yang terus berputar di kepalaku sejak hari ini. Hal kecil yang mungkin tidak penting, tapi terasa terlalu kebetulan untuk diabaikan. Dia datang setelahku. Tidak terlalu lama, tidak terlalu jauh jaraknya. Seolah-olah waktu kedatangannya disesuaikan dengan ritme langkahku. Aku bahkan masih bersiap-siap ketika dia muncul dari belakang, membuatku sedikit terkejut karena kemunculannya terasa terlalu tepat.

Aku sempat bertanya-tanya dalam diam, apakah dia menungguku di persimpangan jalan?

Pertanyaan itu terdengar berlebihan, bahkan bagiku sendiri. Tapi tetap saja, pikiran itu tidak mau pergi. Ada jarak waktu yang terasa terlalu pas, terlalu rapi, terlalu kebetulan. Dan aku tidak tahu harus menganggapnya sebagai kebetulan biasa atau kebetulan yang sengaja diciptakan.

Aku membenci diriku yang terus mencari makna di setiap detail kecil. Tapi aku juga tidak tahu bagaimana cara berhenti.

Comments

Popular posts from this blog

Little Talks - Of Monsters & Men (Arti Lagu)

I'm back! Hari ini aku kembali dengan sebuah lagu yang gak tahu kenapa, aku menyukainya karena videonya menurutku keren banget. Selain itu, alasan kenapa aku menyukai lagu ini juga ternyata setelah didengarkan beberapa kali, ternyata liriknya enak sekali. Iramanya juga asyik, videonya juga menarik.   Menurutku, Little Talks - Of Monsters & Men ini bercerita tentang sebuah pasangan dalam percintaan. Lagu-lagu bertemakan cinta memang asyik banget untuk didengarkan, dan lagu ini juga bercerita tentang itu. Tapi sayangnya, sekali lagi lagu ini tentang hubungan yang nasibnya hidup segan, mati tak mau alias sedang dalam status rumit githu. Sang cewek menginginkan untuk mengakhiri hubungannya yang dinilai tak seindah dulu, sehingga dia mengharapkan sebuah cinta yang baru, yang memberikannya arti sebuah cinta seperti yang dia mau. Tapi masalahnya, sang cowok tidak mau melepaskan begithu saja. Dia terus berharap agar hubungannya terus berjalan seperti sedia kala.   ...

Lorde - Team (Arti Lagu)

Belum lama ini saya sudah memposting sebuah arti lagu yang sangat fenomenal, Lorde – Royal. Dan sampai sekarang saya masih belum percaya, ada banyak alas an kenapa Lorde sekarang jadi perbincangan di barat sana. Saya tak perrlu membahas tentang alas an itu, karena saya bukan blogger yang memperbincangkan berita-berita artis yang di media online sudah pernah dibahas. Buang-buang waktu saja sebenarnya menulis hal yang sudah dimuat dalam berita online besar.   Karena saya tak ingin menjadi blogger seperti itu. Berangkat dari banyaknya view dari postingan sebelumnya, maka kali ini saya ingin menulis tentang single terbaru dari Lorde. Mungkin ada beberapa orang yang tak menyukai tipe lagu yang dibawakan oleh Lorde. Saya pada awlnya jugga begitu, tapi setelah beberapa kali mendengarkan, dan beberapa kali untuk menerjemahkan lagunya, sekarang saya menjadi saah satu penyuka musiknya. Sumpah, keren banget lagu-lagunya. Kali ini adalah single terbaru Lorde-Team . Lagu yang m...

Kembali Untuk Mengeluh

Lama tidak ada kabar. Blog ini seperti sudah tidak berpenghuni ya.... Baru kemarin saya ingat kalau punya blog ini. Seandainya tidak ingat akan seseorang dan kenangan tentangya, mungkin saya juga akan melukapan blog ini entah sampai kapan. Dan sekarang saya jadi kangen untuk menulis di blog ini lagi. Saya tidak yakin akan menulis apa pada blog ini. Setelah lama vakum, saya juga bingung mau mengisi tulisan tentang apa. Tapi sepertinya kembali ke khittah, bahwa blog ini adalah tempat curhatan dan keluh kesah saya. Mungkin isinya akan lebih banyak kegalauan-kegalauan seperti biasa, yang tidak jelas maunya apa. Entahlah! Ingin menulis keluargaku, saya tidak yakin harus menceritakan masalah keluarga. Saya tidak ahlinya. Saya suka tulisan tentang patah hati, meski tidak ada hubungan dengan saya, tapi ngalir saja kalo nulis tentang patah hati. Kadang suka iri dengan blogger yang bisa cerita panjang lebar tentang apa yang dipikirkan, saya pasti kesulitan. Jadi saya hanya akan nulis se...