Skip to main content

Dipenuhi Banyak Orang, Tapi Terasa Hanya Menyisakan Dua Orang yang Sama-sama Tidak Tahu Harus Berbuat Apa


Aku mulai menyadari sesuatu yang kecil, tapi terus mengusik pikiranku. Setiap kali kami berada di tempat yang sama, suasana di sekelilingnya berubah...... atau mungkin hanya perasaanku yang berubah. Dia jadi lebih banyak diam. Tidak lagi secerah biasanya. Tidak sehidup seperti saat aku melihatnya dari kejauhan, ketika ia tertawa bebas bersama teman-temannya, bergerak ringan seolah dunia tidak memiliki beban apa pun.

Dan entah kenapa, setiap kali itu terjadi, aku merasa seperti penyebabnya.

Perasaan itu muncul pelan-pelan, tidak tiba-tiba. Awalnya hanya sekilas pikiran yang lewat, lalu pergi. Tapi semakin sering kami bertemu, semakin sering pula pikiran itu kembali, seperti tamu yang tidak diundang tapi terus menemukan jalan pulang. Jangan-jangan dia jadi diam karena aku ada. Jangan-jangan kehadiranku membuat ruang di sekitarnya menyempit, membuatnya kehilangan keluwesan yang biasanya ia miliki.

Aku sering melihatnya dari jauh ketika aku belum berada di dekatnya. Dia tampak lepas, tertawa lebih keras, bicara lebih banyak, bergerak lebih ringan. Ada semacam cahaya yang menyertainya. Tapi ketika jarak itu menyusut, ketika kebetulan mempertemukan kami dalam radius yang sama, sesuatu seperti meredup. Dia tetap di sana, tetap bersama orang-orangnya, tapi ada jeda-jeda kecil yang tak bisa kujelaskan.

Dan di sela jeda itu, aku berdiri dengan rasa bersalah yang tidak pernah kuundang.

Lucunya, aku pun tidak jauh berbeda. Jika dia tidak ada di dekatku, aku bisa menjadi diriku yang biasa. Bergerak tanpa berpikir terlalu banyak, tertawa tanpa merasa diawasi, berbicara tanpa menimbang setiap kata. Tapi begitu dia muncul di dekatku, semuanya berubah. Gerakanku jadi lebih kaku, langkahku terasa canggung, bahkan napasku seperti harus diatur ulang agar tidak terdengar terlalu cepat.

Seolah-olah keberadaan kami di ruang yang sama menciptakan medan gravitasi baru yang tidak kami pahami.

Aku jadi kikuk. Dia jadi diam. Kami berdiri di dua sisi kecanggungan yang sama, tanpa pernah benar-benar mengakuinya.

Kadang aku bertanya-tanya, apakah dia juga merasakan hal yang sama? Atau ini hanya cerita yang kubangun sendiri agar semuanya terasa masuk akal? Karena jujur saja, lebih mudah menyalahkan diriku sendiri daripada menerima kemungkinan bahwa ini hanyalah kebetulan yang terlalu sering terjadi.

Ada momen-momen ketika aku ingin menghilang saja dari ruang itu, memberi dia kembali kebebasan yang kulihat sebelumnya. Aku ingin melihatnya tertawa tanpa jeda, berbicara tanpa ragu, seperti sebelum aku datang. Tapi di sisi lain, ada bagian kecil dalam diriku yang justru ingin tetap tinggal, meski hanya untuk berdiri diam di sudut yang sama.

Ironis sekali rasanya, ingin mendekat tapi takut mengganggu. Ingin menjauh tapi takut kehilangan kesempatan yang bahkan belum tentu ada.

Dan begitulah setiap pertemuan terasa seperti latihan kecil tentang bagaimana menahan diri. Kami tidak pernah benar-benar berbicara tentang apa pun yang penting. Tidak ada percakapan panjang, tidak ada pengakuan, tidak ada kejelasan. Hanya kehadiran yang terasa terlalu besar untuk diabaikan, tapi terlalu rapuh untuk disentuh.

Mungkin dia diam bukan karena aku. Mungkin aku kikuk bukan karena dia. Tapi entah kenapa, setiap kali kami berada di tempat yang sama, ruang itu selalu terasa sedikit lebih sunyi dari biasanya.

Sunyi yang aneh..... karena dipenuhi banyak orang, tapi terasa hanya menyisakan dua orang yang sama-sama tidak tahu harus berbuat apa.

Comments

Popular posts from this blog

Little Talks - Of Monsters & Men (Arti Lagu)

I'm back! Hari ini aku kembali dengan sebuah lagu yang gak tahu kenapa, aku menyukainya karena videonya menurutku keren banget. Selain itu, alasan kenapa aku menyukai lagu ini juga ternyata setelah didengarkan beberapa kali, ternyata liriknya enak sekali. Iramanya juga asyik, videonya juga menarik.   Menurutku, Little Talks - Of Monsters & Men ini bercerita tentang sebuah pasangan dalam percintaan. Lagu-lagu bertemakan cinta memang asyik banget untuk didengarkan, dan lagu ini juga bercerita tentang itu. Tapi sayangnya, sekali lagi lagu ini tentang hubungan yang nasibnya hidup segan, mati tak mau alias sedang dalam status rumit githu. Sang cewek menginginkan untuk mengakhiri hubungannya yang dinilai tak seindah dulu, sehingga dia mengharapkan sebuah cinta yang baru, yang memberikannya arti sebuah cinta seperti yang dia mau. Tapi masalahnya, sang cowok tidak mau melepaskan begithu saja. Dia terus berharap agar hubungannya terus berjalan seperti sedia kala.   ...

Lorde - Team (Arti Lagu)

Belum lama ini saya sudah memposting sebuah arti lagu yang sangat fenomenal, Lorde – Royal. Dan sampai sekarang saya masih belum percaya, ada banyak alas an kenapa Lorde sekarang jadi perbincangan di barat sana. Saya tak perrlu membahas tentang alas an itu, karena saya bukan blogger yang memperbincangkan berita-berita artis yang di media online sudah pernah dibahas. Buang-buang waktu saja sebenarnya menulis hal yang sudah dimuat dalam berita online besar.   Karena saya tak ingin menjadi blogger seperti itu. Berangkat dari banyaknya view dari postingan sebelumnya, maka kali ini saya ingin menulis tentang single terbaru dari Lorde. Mungkin ada beberapa orang yang tak menyukai tipe lagu yang dibawakan oleh Lorde. Saya pada awlnya jugga begitu, tapi setelah beberapa kali mendengarkan, dan beberapa kali untuk menerjemahkan lagunya, sekarang saya menjadi saah satu penyuka musiknya. Sumpah, keren banget lagu-lagunya. Kali ini adalah single terbaru Lorde-Team . Lagu yang m...

Kembali Untuk Mengeluh

Lama tidak ada kabar. Blog ini seperti sudah tidak berpenghuni ya.... Baru kemarin saya ingat kalau punya blog ini. Seandainya tidak ingat akan seseorang dan kenangan tentangya, mungkin saya juga akan melukapan blog ini entah sampai kapan. Dan sekarang saya jadi kangen untuk menulis di blog ini lagi. Saya tidak yakin akan menulis apa pada blog ini. Setelah lama vakum, saya juga bingung mau mengisi tulisan tentang apa. Tapi sepertinya kembali ke khittah, bahwa blog ini adalah tempat curhatan dan keluh kesah saya. Mungkin isinya akan lebih banyak kegalauan-kegalauan seperti biasa, yang tidak jelas maunya apa. Entahlah! Ingin menulis keluargaku, saya tidak yakin harus menceritakan masalah keluarga. Saya tidak ahlinya. Saya suka tulisan tentang patah hati, meski tidak ada hubungan dengan saya, tapi ngalir saja kalo nulis tentang patah hati. Kadang suka iri dengan blogger yang bisa cerita panjang lebar tentang apa yang dipikirkan, saya pasti kesulitan. Jadi saya hanya akan nulis se...