Skip to main content

Hari Minggu yang Terlalu Panjang


Entah sejak kapan hari Minggu berubah menjadi hari yang paling tidak kusukai. Dulu rasanya biasa saja, hari untuk beristirahat, menunda alarm, dan membiarkan waktu berjalan tanpa target. Tapi sekarang, Minggu terasa seperti ruang kosong yang terlalu luas. Sunyi yang tidak punya jeda. Seolah waktu berjalan lebih lambat hanya untuk mengingatkanku bahwa ada satu rutinitas kecil yang hilang.

Rutinitas itu sederhana.... melihatnya.

Lucunya, kalau dipikir-pikir, kami bahkan tidak benar-benar berbicara. Tidak ada percakapan panjang, tidak ada tawa bersama, tidak ada cerita yang dibagi seperti orang-orang pada umumnya. Namun entah kenapa, hanya dengan mengetahui bahwa ia ada di tempat yang sama, berada dalam jarak pandang yang bisa kugapai dengan mata, rasanya sudah cukup membuat hari terasa penuh.

Senin sampai Sabtu terasa lebih ringan karena kemungkinan itu selalu ada. Ada kemungkinan bertemu. Ada kemungkinan berpapasan. Ada kemungkinan saling menyadari keberadaan satu sama lain tanpa harus mengucapkan apa-apa. Hal-hal kecil seperti itu yang diam-diam menjadi alasan mengapa aku tidak keberatan menjalani hari-hari yang sebenarnya biasa saja.

Lalu datanglah Minggu, membawa jeda yang terlalu panjang.

Di hari itu, tidak ada tempat yang bisa kudatangi untuk “secara tidak sengaja” melihatnya. Tidak ada alasan untuk berharap bertemu di sudut ruangan, di lorong, atau di pintu yang sama. Minggu seperti menarik garis tegas antara aku dan rutinitas yang selama ini terasa menenangkan.

Aneh rasanya menyadari bahwa kebahagiaan kecilku ternyata sesederhana itu.

Kadang aku tertawa sendiri memikirkan betapa sedikitnya yang sebenarnya terjadi di antara kami. Ia hanya beberapa kali mencoba menarik perhatianku, cara yang tidak pernah jelas apakah disengaja atau hanya kebetulan yang terlalu sering terulang. Tapi setiap kali itu terjadi, ada senyum yang muncul tanpa izin. Senyum yang terlalu cepat datang, seolah sudah menunggu kesempatan untuk muncul.

Dan aku menyadari sesuatu yang mungkin sudah lama kutahu.......  aku jatuh cinta duluan.

Pengakuan itu tidak pernah diucapkan keras-keras, bahkan kepada diriku sendiri. Ia hanya hadir dalam bentuk kebiasaan kecil, mencari kehadirannya di antara keramaian, memperhatikan langkahnya tanpa berani menatap terlalu lama, dan merasakan hari terasa lebih ringan hanya karena melihatnya sekilas.

Sementara itu, ia masih berjalan di tempat yang sama. Tidak maju, tidak mundur. Seperti seseorang yang belum benar-benar memutuskan apakah harus mendekat atau tetap menjaga jarak.

Di situlah kebingungan itu tumbuh.

Karena di satu sisi, aku merasa ada sesuatu yang perlahan bergerak. Ada tatapan yang terlalu lama, ada usaha kecil yang terasa sengaja, ada sinyal-sinyal yang sulit diabaikan. Tapi di sisi lain, semuanya berhenti sampai di sana, tanpa langkah berikutnya, tanpa kata pertama.

Dan Minggu selalu datang untuk mengingatkanku pada jeda itu.

Hari yang seharusnya menjadi waktu istirahat justru berubah menjadi hari yang paling melelahkan. Karena di hari itulah aku punya terlalu banyak waktu untuk memikirkan hal-hal yang biasanya tidak sempat kupikirkan. Tentang kemungkinan. Tentang harapan. Tentang sesuatu yang bahkan belum pernah benar-benar dimulai.

Mungkin ini terdengar berlebihan, membenci satu hari hanya karena tidak bisa melihat seseorang yang bahkan tidak pernah benar-benar berbicara denganku. Tapi perasaan jarang sekali berjalan dengan logika.

Minggu tetap datang setiap minggu. Dan setiap kali itu terjadi, aku selalu berharap hari itu berlalu lebih cepat, agar Senin segera datang membawa kemungkinan kecil yang selalu kutunggu diam-diam.

Comments

Popular posts from this blog

Little Talks - Of Monsters & Men (Arti Lagu)

I'm back! Hari ini aku kembali dengan sebuah lagu yang gak tahu kenapa, aku menyukainya karena videonya menurutku keren banget. Selain itu, alasan kenapa aku menyukai lagu ini juga ternyata setelah didengarkan beberapa kali, ternyata liriknya enak sekali. Iramanya juga asyik, videonya juga menarik.   Menurutku, Little Talks - Of Monsters & Men ini bercerita tentang sebuah pasangan dalam percintaan. Lagu-lagu bertemakan cinta memang asyik banget untuk didengarkan, dan lagu ini juga bercerita tentang itu. Tapi sayangnya, sekali lagi lagu ini tentang hubungan yang nasibnya hidup segan, mati tak mau alias sedang dalam status rumit githu. Sang cewek menginginkan untuk mengakhiri hubungannya yang dinilai tak seindah dulu, sehingga dia mengharapkan sebuah cinta yang baru, yang memberikannya arti sebuah cinta seperti yang dia mau. Tapi masalahnya, sang cowok tidak mau melepaskan begithu saja. Dia terus berharap agar hubungannya terus berjalan seperti sedia kala.   ...

Lorde - Team (Arti Lagu)

Belum lama ini saya sudah memposting sebuah arti lagu yang sangat fenomenal, Lorde – Royal. Dan sampai sekarang saya masih belum percaya, ada banyak alas an kenapa Lorde sekarang jadi perbincangan di barat sana. Saya tak perrlu membahas tentang alas an itu, karena saya bukan blogger yang memperbincangkan berita-berita artis yang di media online sudah pernah dibahas. Buang-buang waktu saja sebenarnya menulis hal yang sudah dimuat dalam berita online besar.   Karena saya tak ingin menjadi blogger seperti itu. Berangkat dari banyaknya view dari postingan sebelumnya, maka kali ini saya ingin menulis tentang single terbaru dari Lorde. Mungkin ada beberapa orang yang tak menyukai tipe lagu yang dibawakan oleh Lorde. Saya pada awlnya jugga begitu, tapi setelah beberapa kali mendengarkan, dan beberapa kali untuk menerjemahkan lagunya, sekarang saya menjadi saah satu penyuka musiknya. Sumpah, keren banget lagu-lagunya. Kali ini adalah single terbaru Lorde-Team . Lagu yang m...

Kembali Untuk Mengeluh

Lama tidak ada kabar. Blog ini seperti sudah tidak berpenghuni ya.... Baru kemarin saya ingat kalau punya blog ini. Seandainya tidak ingat akan seseorang dan kenangan tentangya, mungkin saya juga akan melukapan blog ini entah sampai kapan. Dan sekarang saya jadi kangen untuk menulis di blog ini lagi. Saya tidak yakin akan menulis apa pada blog ini. Setelah lama vakum, saya juga bingung mau mengisi tulisan tentang apa. Tapi sepertinya kembali ke khittah, bahwa blog ini adalah tempat curhatan dan keluh kesah saya. Mungkin isinya akan lebih banyak kegalauan-kegalauan seperti biasa, yang tidak jelas maunya apa. Entahlah! Ingin menulis keluargaku, saya tidak yakin harus menceritakan masalah keluarga. Saya tidak ahlinya. Saya suka tulisan tentang patah hati, meski tidak ada hubungan dengan saya, tapi ngalir saja kalo nulis tentang patah hati. Kadang suka iri dengan blogger yang bisa cerita panjang lebar tentang apa yang dipikirkan, saya pasti kesulitan. Jadi saya hanya akan nulis se...