Skip to main content

Jatuh Cinta, Katanya, Selalu Terasa Manis di Awal


Perjalanan itu sebenarnya sederhana, hanya menyeberangi kota yang sama sekali bukan milikku. Kota dengan langit yang terasa berbeda, udara yang punya bau asing, dan jalanan yang seolah tidak pernah mengenalku sebelumnya. Tapi entah kenapa, semua yang asing itu terasa tidak terlalu jauh selama kamu berjalan di sampingku.

Kita tiba di hari yang berbeda dari rutinitas yang biasa kita jalani. Dua hari yang terasa seperti dua dunia yang terpisah dari kehidupan lama. Waktu seperti dipotong rapi, disisihkan khusus untuk kita berdua. Tidak ada kewajiban, tidak ada tuntutan, hanya langkah kaki yang bergerak tanpa tujuan yang terlalu jelas.

Dan mungkin di situlah semuanya mulai berubah.

Jatuh cinta, katanya, selalu terasa manis di awal. Aku dulu mengira itu hanya kalimat klise yang terlalu sering diulang. Tapi ketika berjalan bersamamu di kota yang tidak kita kenal, aku mulai mengerti maksudnya. Ada rasa ringan yang sulit dijelaskan, seperti tidak ingin waktu bergerak terlalu cepat. Seperti ingin menahan matahari sedikit lebih lama di langit, hanya agar hari tidak segera berakhir.

Setiap sudut kota terasa seperti cerita kecil yang baru saja dimulai. Jalanan yang ramai menjadi latar, kafe kecil menjadi tempat singgah, lampu malam menjadi saksi diam. Tidak ada momen besar yang dramatis, hanya detik-detik biasa yang terasa lebih hidup dari biasanya.

Aneh sekali bagaimana kehadiran seseorang bisa membuat langkah terasa lebih utuh. Seolah berjalan sendirian dulu hanyalah kebiasaan, bukan pilihan. Bersamamu, langkah-langkah itu terasa lengkap, meski tidak pernah kita rencanakan sebelumnya.

Kadang aku ingin waktu berhenti di titik tertentu, di persimpangan jalan yang kita lewati sambil tertawa, di trotoar panjang yang kita susuri tanpa tujuan, di momen ketika tangan kita saling menggenggam tanpa perlu alasan. Ada rasa ingin yang aneh....... ingin tinggal lebih lama, ingin menambah satu hari lagi, lalu satu hari lagi setelahnya.

Tiga atau empat hari terasa terlalu singkat untuk sebuah kebersamaan yang baru saja menemukan ritmenya.

Aku mulai memahami keinginan yang tidak pernah kurencanakan sebelumnya..... keinginan untuk mengenal lebih jauh. Mengenal jalanan kotamu, kebiasaan kecilmu, cerita-cerita yang belum sempat kamu bagi. Rasanya seperti membaca buku yang baru memasuki bab pertama, tapi sudah tidak sabar ingin tahu bagaimana semuanya akan berakhir.

Waktu bergerak terlalu cepat ketika kamu ada di dekatku. Hari berganti tanpa terasa, malam datang tanpa peringatan. Setiap detik seperti meluncur begitu saja, meninggalkan perasaan belum selesai yang sulit dijelaskan.

Dan di tengah semua itu, muncul pikiran yang terdengar terlalu berani.... bagaimana kalau perjalanan ini tidak perlu berakhir?

Bagaimana kalau rumah bukan lagi tempat yang punya alamat tetap? Bagaimana kalau rumah hanyalah kebersamaan itu sendiri, kita, di mana pun berada?

Pikiran itu terasa besar, mungkin terlalu besar untuk diucapkan keras-keras. Tapi ia tetap ada, berputar pelan di kepala, seperti kemungkinan yang belum siap diberi nama.

Perjalanan ini mungkin hanya singkat. Mungkin hanya beberapa hari yang kebetulan dipinjamkan waktu untuk kita. Tapi anehnya, rasanya seperti sesuatu yang lebih panjang sedang diam-diam dimulai.

Dan untuk pertama kalinya, aku tidak terlalu peduli ke mana perjalanan ini akan berakhir. Selama kamu masih di sampingku, kota mana pun terasa cukup untuk disebut rumah.

Comments

Popular posts from this blog

Little Talks - Of Monsters & Men (Arti Lagu)

I'm back! Hari ini aku kembali dengan sebuah lagu yang gak tahu kenapa, aku menyukainya karena videonya menurutku keren banget. Selain itu, alasan kenapa aku menyukai lagu ini juga ternyata setelah didengarkan beberapa kali, ternyata liriknya enak sekali. Iramanya juga asyik, videonya juga menarik.   Menurutku, Little Talks - Of Monsters & Men ini bercerita tentang sebuah pasangan dalam percintaan. Lagu-lagu bertemakan cinta memang asyik banget untuk didengarkan, dan lagu ini juga bercerita tentang itu. Tapi sayangnya, sekali lagi lagu ini tentang hubungan yang nasibnya hidup segan, mati tak mau alias sedang dalam status rumit githu. Sang cewek menginginkan untuk mengakhiri hubungannya yang dinilai tak seindah dulu, sehingga dia mengharapkan sebuah cinta yang baru, yang memberikannya arti sebuah cinta seperti yang dia mau. Tapi masalahnya, sang cowok tidak mau melepaskan begithu saja. Dia terus berharap agar hubungannya terus berjalan seperti sedia kala.   ...

Lorde - Team (Arti Lagu)

Belum lama ini saya sudah memposting sebuah arti lagu yang sangat fenomenal, Lorde – Royal. Dan sampai sekarang saya masih belum percaya, ada banyak alas an kenapa Lorde sekarang jadi perbincangan di barat sana. Saya tak perrlu membahas tentang alas an itu, karena saya bukan blogger yang memperbincangkan berita-berita artis yang di media online sudah pernah dibahas. Buang-buang waktu saja sebenarnya menulis hal yang sudah dimuat dalam berita online besar.   Karena saya tak ingin menjadi blogger seperti itu. Berangkat dari banyaknya view dari postingan sebelumnya, maka kali ini saya ingin menulis tentang single terbaru dari Lorde. Mungkin ada beberapa orang yang tak menyukai tipe lagu yang dibawakan oleh Lorde. Saya pada awlnya jugga begitu, tapi setelah beberapa kali mendengarkan, dan beberapa kali untuk menerjemahkan lagunya, sekarang saya menjadi saah satu penyuka musiknya. Sumpah, keren banget lagu-lagunya. Kali ini adalah single terbaru Lorde-Team . Lagu yang m...

Kembali Untuk Mengeluh

Lama tidak ada kabar. Blog ini seperti sudah tidak berpenghuni ya.... Baru kemarin saya ingat kalau punya blog ini. Seandainya tidak ingat akan seseorang dan kenangan tentangya, mungkin saya juga akan melukapan blog ini entah sampai kapan. Dan sekarang saya jadi kangen untuk menulis di blog ini lagi. Saya tidak yakin akan menulis apa pada blog ini. Setelah lama vakum, saya juga bingung mau mengisi tulisan tentang apa. Tapi sepertinya kembali ke khittah, bahwa blog ini adalah tempat curhatan dan keluh kesah saya. Mungkin isinya akan lebih banyak kegalauan-kegalauan seperti biasa, yang tidak jelas maunya apa. Entahlah! Ingin menulis keluargaku, saya tidak yakin harus menceritakan masalah keluarga. Saya tidak ahlinya. Saya suka tulisan tentang patah hati, meski tidak ada hubungan dengan saya, tapi ngalir saja kalo nulis tentang patah hati. Kadang suka iri dengan blogger yang bisa cerita panjang lebar tentang apa yang dipikirkan, saya pasti kesulitan. Jadi saya hanya akan nulis se...