Skip to main content

Kamu Berubah. Atau Mungkin Aku yang Berubah


Aku mencoba mengingat kapan terakhir kita benar-benar bicara, bukan sekadar bertukar kata yang lewat begitu saja seperti orang asing yang kebetulan saling mengenal. Anehnya, ingatan itu terasa kabur. Seperti adegan yang pernah ada, tapi perlahan pudar karena terlalu lama tidak diputar ulang. Aku hanya ingat perasaan setelahnya, hening yang aneh, ruang kosong yang tiba-tiba terasa lebih luas dari biasanya.

Kapan terakhir kita saling menatap tanpa rasa canggung? Kapan terakhir kata “cinta” terasa seperti sesuatu yang masih punya tempat untuk pulang? Pertanyaan-pertanyaan itu datang pelan, seperti tamu lama yang mengetuk pintu di malam hari. Tidak memaksa, tapi juga tidak mau pergi.

Aku mulai menyadari perubahan itu tidak datang sekaligus. Tidak ada satu hari khusus yang bisa ditandai sebagai awal semuanya retak. Perubahan itu datang perlahan, hampir sopan, seperti jarak yang tumbuh diam-diam di antara dua kursi yang dulunya berdempetan. Kita masih duduk di tempat yang sama, tapi entah bagaimana, tangan kita sudah tidak saling mencari.

Kamu berubah. Atau mungkin aku yang berubah. Atau mungkin kita hanya berjalan ke arah yang berbeda tanpa pernah benar-benar membicarakannya. Yang jelas, sesuatu yang dulu terasa mudah kini menjadi rumit tanpa alasan yang bisa dijelaskan dengan kalimat sederhana.

Ada momen ketika aku mencoba mempertahankan semuanya dengan cara yang paling sederhana: bertahan lebih lama, berharap lebih sabar, mencoba lebih mengerti. Tapi semakin lama aku bertahan, semakin jelas terasa bahwa bertahan tidak selalu berarti memperbaiki. Kadang bertahan hanya membuat lelah menjadi lebih panjang.

Dan di titik itulah pikiran itu muncul, pelan, hampir seperti bisikan...... bagaimana jika memang tidak harus dipaksakan?

Bagaimana jika rindu tidak perlu terus digenggam? Bagaimana jika cinta tidak harus selalu dipertahankan hanya karena pernah ada?

Aku tidak pernah membayangkan akan sampai pada kalimat-kalimat seperti ini. Tapi ada hari-hari ketika kejujuran terasa lebih lembut daripada harapan yang dipaksa bertahan. Hari-hari ketika melepaskan terdengar lebih jujur daripada terus menunggu sesuatu yang tidak lagi bergerak.

Jika memang kamu tidak bisa bersama, mungkin memang tidak perlu ada tangan yang dipaksa tetap saling menggenggam. Jika kamu lelah membawa semua rasa itu, mungkin tidak perlu lagi ada alasan untuk terus berpura-pura kuat.

Aku belajar menerima bahwa tidak semua cerita harus berakhir dengan kebersamaan. Ada cerita yang selesai dengan cara yang lebih sunyi, disimpan rapi, dilipat pelan, lalu diletakkan di sudut hati yang tidak lagi sering dibuka.

Bukan karena tidak berharga, justru karena terlalu berharga untuk dipaksa menjadi sesuatu yang sudah tidak bisa lagi kita jalani.

Suatu hari nanti, mungkin kita akan menjadi dua orang yang berjalan di jalan yang sama tanpa saling mengenali. Dan anehnya, bayangan itu tidak lagi terasa menakutkan seperti dulu. Lebih seperti kenyataan yang pelan-pelan belajar diterima.

Aku tidak akan menghapus cerita ini. Tidak akan menganggapnya tidak pernah ada. Aku hanya akan menyimpannya di tempat yang lebih tenang, tempat di mana kenangan tidak lagi meminta kelanjutan.

Dan mungkin, dengan cara itu, ruang di hatiku akan benar-benar belajar menutup, bukan karena marah, bukan karena benci, tapi karena akhirnya mengerti bahwa tidak semua yang pernah tinggal harus terus menetap.

Comments

Popular posts from this blog

Little Talks - Of Monsters & Men (Arti Lagu)

I'm back! Hari ini aku kembali dengan sebuah lagu yang gak tahu kenapa, aku menyukainya karena videonya menurutku keren banget. Selain itu, alasan kenapa aku menyukai lagu ini juga ternyata setelah didengarkan beberapa kali, ternyata liriknya enak sekali. Iramanya juga asyik, videonya juga menarik.   Menurutku, Little Talks - Of Monsters & Men ini bercerita tentang sebuah pasangan dalam percintaan. Lagu-lagu bertemakan cinta memang asyik banget untuk didengarkan, dan lagu ini juga bercerita tentang itu. Tapi sayangnya, sekali lagi lagu ini tentang hubungan yang nasibnya hidup segan, mati tak mau alias sedang dalam status rumit githu. Sang cewek menginginkan untuk mengakhiri hubungannya yang dinilai tak seindah dulu, sehingga dia mengharapkan sebuah cinta yang baru, yang memberikannya arti sebuah cinta seperti yang dia mau. Tapi masalahnya, sang cowok tidak mau melepaskan begithu saja. Dia terus berharap agar hubungannya terus berjalan seperti sedia kala.   ...

Lorde - Team (Arti Lagu)

Belum lama ini saya sudah memposting sebuah arti lagu yang sangat fenomenal, Lorde – Royal. Dan sampai sekarang saya masih belum percaya, ada banyak alas an kenapa Lorde sekarang jadi perbincangan di barat sana. Saya tak perrlu membahas tentang alas an itu, karena saya bukan blogger yang memperbincangkan berita-berita artis yang di media online sudah pernah dibahas. Buang-buang waktu saja sebenarnya menulis hal yang sudah dimuat dalam berita online besar.   Karena saya tak ingin menjadi blogger seperti itu. Berangkat dari banyaknya view dari postingan sebelumnya, maka kali ini saya ingin menulis tentang single terbaru dari Lorde. Mungkin ada beberapa orang yang tak menyukai tipe lagu yang dibawakan oleh Lorde. Saya pada awlnya jugga begitu, tapi setelah beberapa kali mendengarkan, dan beberapa kali untuk menerjemahkan lagunya, sekarang saya menjadi saah satu penyuka musiknya. Sumpah, keren banget lagu-lagunya. Kali ini adalah single terbaru Lorde-Team . Lagu yang m...

Kembali Untuk Mengeluh

Lama tidak ada kabar. Blog ini seperti sudah tidak berpenghuni ya.... Baru kemarin saya ingat kalau punya blog ini. Seandainya tidak ingat akan seseorang dan kenangan tentangya, mungkin saya juga akan melukapan blog ini entah sampai kapan. Dan sekarang saya jadi kangen untuk menulis di blog ini lagi. Saya tidak yakin akan menulis apa pada blog ini. Setelah lama vakum, saya juga bingung mau mengisi tulisan tentang apa. Tapi sepertinya kembali ke khittah, bahwa blog ini adalah tempat curhatan dan keluh kesah saya. Mungkin isinya akan lebih banyak kegalauan-kegalauan seperti biasa, yang tidak jelas maunya apa. Entahlah! Ingin menulis keluargaku, saya tidak yakin harus menceritakan masalah keluarga. Saya tidak ahlinya. Saya suka tulisan tentang patah hati, meski tidak ada hubungan dengan saya, tapi ngalir saja kalo nulis tentang patah hati. Kadang suka iri dengan blogger yang bisa cerita panjang lebar tentang apa yang dipikirkan, saya pasti kesulitan. Jadi saya hanya akan nulis se...