Skip to main content

Ketika Kita Terlambat Mengetahui


Semua orang, bahkan yang pemahamannya tentang agama sangat sederhana, hampir pasti tahu satu hal bunuh diri itu dosa. Kalimat itu sering diulang, sering diingatkan, seolah cukup kuat untuk menjadi pagar. Tapi kenyataannya, cerita tentang orang yang memilih jalan pintas itu tidak pernah sesederhana kalimat tersebut. Masalahnya bukan pada tahu atau tidak tahu. Masalahnya jauh lebih sunyi dari itu.

Sering kali, keputusan itu lahir bukan karena seseorang ingin menantang larangan, melainkan karena ia merasa tidak lagi punya pilihan. Seperti berdiri di lorong panjang yang gelap, mencoba mencari pintu keluar, tapi tidak menemukan apa pun selain dinding yang sama di setiap sisi. Dari luar, mungkin masih terlihat ada banyak jalan. Namun dari dalam kepala mereka, jalan itu seakan menghilang satu per satu.

Ada fase ketika pikiran mulai berbisik pelan, buat apa hidup?
Pertanyaan itu tidak datang seperti teriakan. Ia datang seperti bisikan yang diulang terus-menerus. Pelan, konsisten, dan semakin lama semakin meyakinkan. Saat seseorang sampai di titik itu, dunia terasa kehilangan warna. Hal-hal yang dulu menyenangkan terasa hambar. Harapan yang dulu terasa mungkin berubah menjadi sesuatu yang terlalu jauh untuk dikejar.

Perasaan seperti itu tidak muncul dalam semalam. Ia tumbuh perlahan, seperti retakan kecil di dinding yang tidak terlihat sampai suatu hari seluruh permukaan runtuh. Dan yang paling menakutkan, banyak orang yang mengalaminya belajar menyembunyikan semuanya dengan sangat rapi. Mereka tetap tersenyum, tetap bekerja, tetap bercanda, tetap hadir dalam kehidupan orang lain. Dari luar, tidak ada yang terlihat berbeda.

Itulah sebabnya kita sering merasa ingin membantu, tapi tidak tahu harus mulai dari mana.

Kita tidak tahu masalahnya. Tidak tahu betapa berat beban yang sedang mereka bawa. Tidak tahu betapa kerasnya mereka berusaha bertahan setiap hari. Kita baru tahu ketika kabar buruk itu datang, ketika semuanya sudah terlambat, ketika penyesalan menjadi satu-satunya reaksi yang tersisa.

Dan setelah itu, pertanyaan-pertanyaan bermunculan tanpa henti.
Kenapa kita tidak menyadari?
Kenapa tidak ada tanda-tanda?
Kenapa mereka tidak bercerita?

Padahal mungkin tanda-tanda itu pernah ada, hanya saja terlalu halus untuk terlihat. Atau mungkin mereka pernah ingin bercerita, tapi tidak menemukan waktu yang tepat, orang yang tepat, atau keberanian yang cukup. Kadang bukan karena tidak ada yang peduli, tapi karena jarak antara “ingin bercerita” dan “berani membuka diri” terasa sangat jauh.

Comments

Popular posts from this blog

Little Talks - Of Monsters & Men (Arti Lagu)

I'm back! Hari ini aku kembali dengan sebuah lagu yang gak tahu kenapa, aku menyukainya karena videonya menurutku keren banget. Selain itu, alasan kenapa aku menyukai lagu ini juga ternyata setelah didengarkan beberapa kali, ternyata liriknya enak sekali. Iramanya juga asyik, videonya juga menarik.   Menurutku, Little Talks - Of Monsters & Men ini bercerita tentang sebuah pasangan dalam percintaan. Lagu-lagu bertemakan cinta memang asyik banget untuk didengarkan, dan lagu ini juga bercerita tentang itu. Tapi sayangnya, sekali lagi lagu ini tentang hubungan yang nasibnya hidup segan, mati tak mau alias sedang dalam status rumit githu. Sang cewek menginginkan untuk mengakhiri hubungannya yang dinilai tak seindah dulu, sehingga dia mengharapkan sebuah cinta yang baru, yang memberikannya arti sebuah cinta seperti yang dia mau. Tapi masalahnya, sang cowok tidak mau melepaskan begithu saja. Dia terus berharap agar hubungannya terus berjalan seperti sedia kala.   ...

Lorde - Team (Arti Lagu)

Belum lama ini saya sudah memposting sebuah arti lagu yang sangat fenomenal, Lorde – Royal. Dan sampai sekarang saya masih belum percaya, ada banyak alas an kenapa Lorde sekarang jadi perbincangan di barat sana. Saya tak perrlu membahas tentang alas an itu, karena saya bukan blogger yang memperbincangkan berita-berita artis yang di media online sudah pernah dibahas. Buang-buang waktu saja sebenarnya menulis hal yang sudah dimuat dalam berita online besar.   Karena saya tak ingin menjadi blogger seperti itu. Berangkat dari banyaknya view dari postingan sebelumnya, maka kali ini saya ingin menulis tentang single terbaru dari Lorde. Mungkin ada beberapa orang yang tak menyukai tipe lagu yang dibawakan oleh Lorde. Saya pada awlnya jugga begitu, tapi setelah beberapa kali mendengarkan, dan beberapa kali untuk menerjemahkan lagunya, sekarang saya menjadi saah satu penyuka musiknya. Sumpah, keren banget lagu-lagunya. Kali ini adalah single terbaru Lorde-Team . Lagu yang m...

Kembali Untuk Mengeluh

Lama tidak ada kabar. Blog ini seperti sudah tidak berpenghuni ya.... Baru kemarin saya ingat kalau punya blog ini. Seandainya tidak ingat akan seseorang dan kenangan tentangya, mungkin saya juga akan melukapan blog ini entah sampai kapan. Dan sekarang saya jadi kangen untuk menulis di blog ini lagi. Saya tidak yakin akan menulis apa pada blog ini. Setelah lama vakum, saya juga bingung mau mengisi tulisan tentang apa. Tapi sepertinya kembali ke khittah, bahwa blog ini adalah tempat curhatan dan keluh kesah saya. Mungkin isinya akan lebih banyak kegalauan-kegalauan seperti biasa, yang tidak jelas maunya apa. Entahlah! Ingin menulis keluargaku, saya tidak yakin harus menceritakan masalah keluarga. Saya tidak ahlinya. Saya suka tulisan tentang patah hati, meski tidak ada hubungan dengan saya, tapi ngalir saja kalo nulis tentang patah hati. Kadang suka iri dengan blogger yang bisa cerita panjang lebar tentang apa yang dipikirkan, saya pasti kesulitan. Jadi saya hanya akan nulis se...