Skip to main content

Mawar Hitam di Jembatan Kembar dan Rasa yang Seperti Berdiri di Persimpangan Tanpa Papan Petunjuk


Beberapa hari ini linimasa media sosialku dipenuhi satu video yang sama. Tentang bunga hitam di Jembatan Kembar, Malang. Awalnya aku menontonnya tanpa benar-benar mengerti. Hanya melihat potongan gambar yang terasa muram, orang-orang berkumpul, dan suasana yang entah kenapa terasa berat meski hanya lewat layar. Aku sempat menggulir begitu saja, mengira itu sekadar tren internet yang akan hilang dalam beberapa hari.

Sampai akhirnya aku membaca komentar.

Barulah perlahan semuanya terasa jelas. Makna di balik bunga hitam itu, kisah-kisah yang tersirat, dan alasan kenapa banyak orang membicarakannya dengan nada serius. Ada rasa dingin yang pelan-pelan merayap saat aku mulai memahami konteksnya. Video yang awalnya terasa jauh tiba-tiba menjadi dekat. Terlalu dekat.

Dan tanpa sadar, pikiranku mulai berjalan ke arah yang tidak kusangka.

Aku pernah berada di masa seperti itu.

Bukan masa yang ingin sering kuingat, bukan juga bagian hidup yang mudah diceritakan. Masa ketika pikiran terasa penuh, tapi hati terasa kosong. Ketika hari berjalan seperti rutinitas tanpa warna, dan malam terasa terlalu panjang untuk dilalui. Waktu itu, aku tidak tahu harus bagaimana. Rasanya seperti berdiri di persimpangan tanpa papan petunjuk, tidak tahu harus melangkah ke mana, tidak tahu siapa yang harus ditanya.

Beberapa kali, pikiran-pikiran gelap itu sempat datang dengan rapi. Bahkan, aku pernah merencanakan hal-hal yang kini terasa asing jika kuingat kembali. Rencana yang waktu itu terasa logis, seolah-olah menjadi jalan keluar dari kebisingan di dalam kepala. Anehnya, saat berada di fase itu, semua terasa masuk akal. Seolah dunia memang sudah sampai di titik yang tidak lagi perlu diperpanjang.

Tapi hidup sering punya cara yang sunyi untuk menarik kita mundur selangkah.

Di tengah semua kekacauan itu, ada satu hal sederhana yang menjadi penahan,  istriku. Ia tidak selalu punya jawaban, tidak selalu tahu harus berkata apa, tapi ia tetap ada. Kadang hanya dengan kalimat pendek, kadang hanya dengan kehadiran yang tidak banyak bicara. Dukungan itu tidak datang seperti petir yang langsung mengubah segalanya. Ia datang pelan, seperti cahaya kecil yang tidak menyilaukan, tapi cukup untuk menunjukkan bahwa jalan di depan masih ada.

Dari situ, keputusan kecil mulai muncul.

Aku memilih gym.

Kedengarannya sepele, bahkan mungkin tidak ada hubungannya. Tapi bagiku, itu seperti memindahkan energi yang kacau ke tempat yang lebih nyata. Pikiran yang dulu berputar tanpa arah, kini punya pelampiasan lewat gerakan. Rasa sesak yang dulu hanya berdiam di kepala, kini keluar lewat keringat.

Pelan-pelan, ruang gym yang penuh suara barbel dan napas berat itu menjadi tempat yang menyelamatkan. Setiap repetisi terasa seperti mengikis satu lapisan gelap di dalam diri. Setiap rasa pegal menjadi bukti bahwa tubuh masih bekerja, masih bergerak, masih hidup.

Saat melihat video bunga hitam itu sekarang, perasaanku campur aduk. Ada sedih, ada takut, ada juga rasa syukur yang diam-diam muncul. Aku tahu rasanya berada di titik itu. Aku tahu betapa sunyinya pikiran ketika tidak tahu harus mencari pegangan di mana.

Comments

Popular posts from this blog

Little Talks - Of Monsters & Men (Arti Lagu)

I'm back! Hari ini aku kembali dengan sebuah lagu yang gak tahu kenapa, aku menyukainya karena videonya menurutku keren banget. Selain itu, alasan kenapa aku menyukai lagu ini juga ternyata setelah didengarkan beberapa kali, ternyata liriknya enak sekali. Iramanya juga asyik, videonya juga menarik.   Menurutku, Little Talks - Of Monsters & Men ini bercerita tentang sebuah pasangan dalam percintaan. Lagu-lagu bertemakan cinta memang asyik banget untuk didengarkan, dan lagu ini juga bercerita tentang itu. Tapi sayangnya, sekali lagi lagu ini tentang hubungan yang nasibnya hidup segan, mati tak mau alias sedang dalam status rumit githu. Sang cewek menginginkan untuk mengakhiri hubungannya yang dinilai tak seindah dulu, sehingga dia mengharapkan sebuah cinta yang baru, yang memberikannya arti sebuah cinta seperti yang dia mau. Tapi masalahnya, sang cowok tidak mau melepaskan begithu saja. Dia terus berharap agar hubungannya terus berjalan seperti sedia kala.   ...

Lorde - Team (Arti Lagu)

Belum lama ini saya sudah memposting sebuah arti lagu yang sangat fenomenal, Lorde – Royal. Dan sampai sekarang saya masih belum percaya, ada banyak alas an kenapa Lorde sekarang jadi perbincangan di barat sana. Saya tak perrlu membahas tentang alas an itu, karena saya bukan blogger yang memperbincangkan berita-berita artis yang di media online sudah pernah dibahas. Buang-buang waktu saja sebenarnya menulis hal yang sudah dimuat dalam berita online besar.   Karena saya tak ingin menjadi blogger seperti itu. Berangkat dari banyaknya view dari postingan sebelumnya, maka kali ini saya ingin menulis tentang single terbaru dari Lorde. Mungkin ada beberapa orang yang tak menyukai tipe lagu yang dibawakan oleh Lorde. Saya pada awlnya jugga begitu, tapi setelah beberapa kali mendengarkan, dan beberapa kali untuk menerjemahkan lagunya, sekarang saya menjadi saah satu penyuka musiknya. Sumpah, keren banget lagu-lagunya. Kali ini adalah single terbaru Lorde-Team . Lagu yang m...

Kembali Untuk Mengeluh

Lama tidak ada kabar. Blog ini seperti sudah tidak berpenghuni ya.... Baru kemarin saya ingat kalau punya blog ini. Seandainya tidak ingat akan seseorang dan kenangan tentangya, mungkin saya juga akan melukapan blog ini entah sampai kapan. Dan sekarang saya jadi kangen untuk menulis di blog ini lagi. Saya tidak yakin akan menulis apa pada blog ini. Setelah lama vakum, saya juga bingung mau mengisi tulisan tentang apa. Tapi sepertinya kembali ke khittah, bahwa blog ini adalah tempat curhatan dan keluh kesah saya. Mungkin isinya akan lebih banyak kegalauan-kegalauan seperti biasa, yang tidak jelas maunya apa. Entahlah! Ingin menulis keluargaku, saya tidak yakin harus menceritakan masalah keluarga. Saya tidak ahlinya. Saya suka tulisan tentang patah hati, meski tidak ada hubungan dengan saya, tapi ngalir saja kalo nulis tentang patah hati. Kadang suka iri dengan blogger yang bisa cerita panjang lebar tentang apa yang dipikirkan, saya pasti kesulitan. Jadi saya hanya akan nulis se...