Skip to main content

Mungkin, Perjalanan Ini Memang Bukan Tentang Menemukan



Aku sering membayangkan perjalanan ini dimulai jauh sebelum aku benar-benar melangkah. Seolah-olah sejak awal hidup, ada sebuah dorongan yang tak pernah bisa dijelaskan dengan tuntas, dorongan untuk mencari seseorang yang bahkan belum pernah benar-benar kutemui. Rasanya seperti mendaki gunung tanpa tahu puncaknya di mana. Namun anehnya, setiap langkah tetap terasa penting, seolah di ujung sana ada sesuatu yang menunggu, sesuatu yang selama ini kupanggil sebagai cinta.

Dalam bayanganku, aku telah mendaki gunung tertinggi. Angin dingin memukul wajah, napas terasa berat, tapi aku terus melangkah. Aku membayangkan puncak sebagai tempat pertemuan, tempat di mana akhirnya semua pencarian ini masuk akal. Tapi ketika sampai di atas, yang kutemukan hanya langit yang terlalu luas. Indah, iya. Menenangkan, mungkin. Tapi tetap saja kosong. Tidak ada jawaban. Tidak ada dirimu. Hanya aku dan keheningan yang terlalu jujur untuk diabaikan.

Aku tidak berhenti di sana. Perjalanan berlanjut, turun dari gunung menuju tempat-tempat yang lebih dalam. Aku menjelajahi bumi, menelusuri kota, jalan, wajah-wajah yang lewat tanpa sempat kukenal. Setiap orang terasa seperti kemungkinan. Setiap pertemuan seperti petunjuk samar yang nyaris bisa dipercaya. Namun setiap kali kupikir aku semakin dekat, jarak itu justru terasa semakin jauh. Seolah cinta adalah sesuatu yang selalu berada satu langkah di depan, cukup dekat untuk diharapkan, cukup jauh untuk tak pernah tergenggam.

Lalu aku membayangkan laut. Laut yang luas, tanpa batas, tanpa arah yang pasti. Aku mengarunginya dengan keyakinan yang bahkan tidak kumengerti asalnya dari mana. Aku mencari tempat berlabuh, tempat yang terasa seperti pulang. Namun semakin lama aku berlayar, semakin aku sadar bahwa laut ini terlalu besar untuk dimenangkan oleh satu kapal kecil bernama harapan. Ombak datang silih berganti, dan setiap ombak membawa pertanyaan baru.... apakah cinta benar-benar ada, atau hanya cerita yang kita ulang-ulang agar perjalanan terasa punya tujuan?

Semakin jauh aku mencari, semakin aku merasa tersesat dalam pertanyaan itu sendiri. Kadang aku bertanya-tanya, mungkin yang kucari bukan seseorang. Mungkin yang kucari adalah rasa dimengerti. Atau rasa pulang. Atau sekadar keyakinan bahwa perjalanan ini tidak sia-sia. Tapi setiap kali pertanyaan itu muncul, jawaban selalu kabur. Selalu berubah bentuk. Selalu menghilang sebelum sempat kupahami sepenuhnya.

Dalam keheningan itu, aku mulai melihat diriku sendiri seperti tokoh dalam cerita yang terlalu lama berjalan. Seorang pengembara yang terus mencari tanpa benar-benar tahu apa yang dicari. Seorang Arjuna yang berdiri di tengah dunia yang terlalu luas, memanggil cinta seperti memanggil gema di lembah, mendengar suaranya kembali, tapi tak pernah tahu dari mana asalnya.

Kadang aku membayangkan akhir dari perjalanan ini. Bukan sebagai kemenangan, bukan pula sebagai kekalahan. Hanya sebuah titik di mana aku berhenti bertanya. Mungkin cinta sejati akan kutemukan di sana. Atau mungkin tidak pernah. Mungkin cinta hanyalah sesuatu yang kita yakini agar perjalanan terasa layak dijalani.

Namun meski ragu terus mengikuti, aku masih memanggilnya juga. Seperti doa yang setengah percaya, setengah putus asa. Wahai wanita, cintailah aku, bukan sebagai permintaan, tapi sebagai harapan yang terlalu lama dipelihara untuk benar-benar dilepaskan.

Dan mungkin, perjalanan ini memang bukan tentang menemukanmu. Mungkin perjalanan ini tentang belajar menerima bahwa pencarian itu sendiri adalah rumahku.

Comments

Popular posts from this blog

Little Talks - Of Monsters & Men (Arti Lagu)

I'm back! Hari ini aku kembali dengan sebuah lagu yang gak tahu kenapa, aku menyukainya karena videonya menurutku keren banget. Selain itu, alasan kenapa aku menyukai lagu ini juga ternyata setelah didengarkan beberapa kali, ternyata liriknya enak sekali. Iramanya juga asyik, videonya juga menarik.   Menurutku, Little Talks - Of Monsters & Men ini bercerita tentang sebuah pasangan dalam percintaan. Lagu-lagu bertemakan cinta memang asyik banget untuk didengarkan, dan lagu ini juga bercerita tentang itu. Tapi sayangnya, sekali lagi lagu ini tentang hubungan yang nasibnya hidup segan, mati tak mau alias sedang dalam status rumit githu. Sang cewek menginginkan untuk mengakhiri hubungannya yang dinilai tak seindah dulu, sehingga dia mengharapkan sebuah cinta yang baru, yang memberikannya arti sebuah cinta seperti yang dia mau. Tapi masalahnya, sang cowok tidak mau melepaskan begithu saja. Dia terus berharap agar hubungannya terus berjalan seperti sedia kala.   ...

Lorde - Team (Arti Lagu)

Belum lama ini saya sudah memposting sebuah arti lagu yang sangat fenomenal, Lorde – Royal. Dan sampai sekarang saya masih belum percaya, ada banyak alas an kenapa Lorde sekarang jadi perbincangan di barat sana. Saya tak perrlu membahas tentang alas an itu, karena saya bukan blogger yang memperbincangkan berita-berita artis yang di media online sudah pernah dibahas. Buang-buang waktu saja sebenarnya menulis hal yang sudah dimuat dalam berita online besar.   Karena saya tak ingin menjadi blogger seperti itu. Berangkat dari banyaknya view dari postingan sebelumnya, maka kali ini saya ingin menulis tentang single terbaru dari Lorde. Mungkin ada beberapa orang yang tak menyukai tipe lagu yang dibawakan oleh Lorde. Saya pada awlnya jugga begitu, tapi setelah beberapa kali mendengarkan, dan beberapa kali untuk menerjemahkan lagunya, sekarang saya menjadi saah satu penyuka musiknya. Sumpah, keren banget lagu-lagunya. Kali ini adalah single terbaru Lorde-Team . Lagu yang m...

Kembali Untuk Mengeluh

Lama tidak ada kabar. Blog ini seperti sudah tidak berpenghuni ya.... Baru kemarin saya ingat kalau punya blog ini. Seandainya tidak ingat akan seseorang dan kenangan tentangya, mungkin saya juga akan melukapan blog ini entah sampai kapan. Dan sekarang saya jadi kangen untuk menulis di blog ini lagi. Saya tidak yakin akan menulis apa pada blog ini. Setelah lama vakum, saya juga bingung mau mengisi tulisan tentang apa. Tapi sepertinya kembali ke khittah, bahwa blog ini adalah tempat curhatan dan keluh kesah saya. Mungkin isinya akan lebih banyak kegalauan-kegalauan seperti biasa, yang tidak jelas maunya apa. Entahlah! Ingin menulis keluargaku, saya tidak yakin harus menceritakan masalah keluarga. Saya tidak ahlinya. Saya suka tulisan tentang patah hati, meski tidak ada hubungan dengan saya, tapi ngalir saja kalo nulis tentang patah hati. Kadang suka iri dengan blogger yang bisa cerita panjang lebar tentang apa yang dipikirkan, saya pasti kesulitan. Jadi saya hanya akan nulis se...