Ada satu hal yang selalu membuatku ragu setiap kali tubuh mulai memberi sinyal tidak beres..... pergi ke dokter. Bukan karena takut dengan rumah sakit, bukan juga karena takut dengan obat, tapi karena ada satu ketakutan yang terdengar sepele namun terasa nyata...... aku tidak tahu bagaimana menjelaskan sakitku sendiri.
Beberapa hari terakhir tubuhku terasa aneh. Tidak benar-benar sakit, tapi jelas tidak sehat. Ada rasa pegal yang berpindah-pindah, kepala kadang terasa berat, tenggorokan seperti tidak nyaman, energi cepat habis meski aktivitas tidak banyak berubah. Semua gejalanya samar, seperti kabut tipis yang tidak pernah benar-benar hilang. Dan justru karena samar itulah aku bingung.
Aku mulai berpikir untuk memeriksakan diri. Pikiran itu muncul pelan, lalu semakin sering muncul setiap kali badan terasa lebih lelah dari biasanya. Tapi setiap kali niat itu muncul, selalu ada satu pertanyaan yang langsung mengikuti.... nanti kalau ditanya dokter, aku harus bilang apa?
Bayanganku selalu sama. Aku duduk di kursi pasien, dokter menatap dengan tenang, lalu bertanya, “Keluhannya apa?” Pertanyaan sederhana, tapi di kepalaku berubah jadi ruang kosong yang tiba-tiba sunyi. Karena jawabannya tidak pernah jelas. Bukan demam tinggi. Bukan batuk parah. Bukan sakit yang bisa ditunjuk dengan jari sambil berkata, “Ini, sakitnya tuh disini.”
Yang ada hanya kalimat-kalimat menggantung... badan rasanya gak enak, agak pegal, cepat capek, kepala berat, tapi tidak setiap saat. Semua terdengar tidak spesifik, seperti kumpulan keluhan yang bahkan aku sendiri tidak yakin bagaimana merangkainya. Dan dari situlah ketakutan itu muncul, takut terlihat seperti melebih-lebihkan, takut dianggap hanya lelah biasa, takut tidak bisa menjelaskan apa yang sebenarnya kurasakan.
Aneh rasanya, karena sakit yang jelas justru terasa lebih mudah. Kalau demam tinggi, tinggal bilang demam. Kalau batuk, tinggal bilang batuk. Ada bukti, ada gejala yang bisa dilihat. Tapi sakit yang samar seperti ini terasa seperti teka-teki tanpa petunjuk.
Tubuh memberi sinyal, tapi dalam bahasa yang tidak sepenuhnya kupahami.
Comments
Post a Comment
Terima kasih atas kunjungannya. Happy blogwalking!