Skip to main content

Semua Bermula dari Satu Kata yang Kelihatannya Tidak Berbahaya


Semua bermula dari satu kata yang kelihatannya tidak berbahaya, hi

Hanya dua huruf, satu suku kata, satu sentuhan jari di layar yang terlalu ringan untuk menanggung beban sebesar itu. Tapi entah kenapa, sebelum menekan tombol kirim, dadaku terasa seperti sedang menyimpan badai yang menunggu pecah. Aku menatap layar terlalu lama, seolah-olah kata itu bisa berubah menjadi sesuatu yang lebih cerdas, lebih dewasa, lebih pantas untuk seseorang yang ingin terlihat tenang dan tidak sedang jatuh cinta diam-diam.

Aku tahu itu terdengar konyol. Dan mungkin memang konyol. Karena pada akhirnya aku tetap menekan tombol kirimnya.

Lalu seketika, penyesalan datang seperti tamu yang tidak diundang, duduk santai di sebelahku, dan menertawakan keberanianku yang terlalu tipis. Rasanya seperti kembali menjadi anak SMA yang baru belajar menyukai seseorang, yang mengira setiap pesan adalah pertaruhan harga diri. Padahal aku tahu persis, di usia sekarang, aku seharusnya sudah melewati fase-fase seperti ini. Tapi rupanya perasaan tidak pernah benar-benar bertambah dewasa. Ia hanya belajar bersembunyi lebih rapi.

Pesan itu terkirim. Tidak bisa ditarik kembali. Tidak bisa disunting. Tidak bisa pura-pura tidak pernah terjadi.

Dan sejak detik itu, waktu berubah bentuk menjadi sesuatu yang aneh. Menit terasa seperti jam. Jam terasa seperti hari. Aku mencoba melakukan hal lain, membuka aplikasi lain, membaca sesuatu, bahkan menaruh ponsel jauh dari jangkauan, tapi pikiranku tetap kembali ke layar itu, ke satu percakapan yang masih sunyi. Sunyi yang terasa terlalu keras.

Aku mulai menebak-nebak kemungkinan. Mungkin dia sedang sibuk. Mungkin dia belum membuka pesan. Mungkin dia melihatnya tapi memilih menunda. Mungkin dia bingung harus membalas apa. Mungkin dia bosan. Mungkin dia merasa basa-basiku terlalu hambar, terlalu dipaksakan, terlalu tidak menarik untuk dilanjutkan.

Aku memang tidak pernah pandai basa-basi. Setiap kalimat kecil terasa seperti sepatu yang kebesaran, bisa dipakai, tapi tidak pernah benar-benar pas. Aku selalu takut terdengar biasa saja, sementara diam terasa terlalu berisiko untuk kehilangan kesempatan. Jadi akhirnya aku berdiri di tengah-tengah, mengirim pesan sederhana yang terasa terlalu sederhana.

Ironisnya, aku tahu aku memang sedang mencoba mendekat. Dan menyadari itu membuat segalanya terasa lebih memalukan. Seolah-olah aku sedang menonton diriku sendiri dari jauh, melihat seseorang yang gugup, kikuk, dan terlalu berharap pada balasan singkat yang bahkan belum tentu datang.

Lalu muncul pertanyaan yang lebih menakutkan dari penyesalan, bagaimana reaksinya besok?

Besok, ketika kami mungkin bertemu. Apakah dia akan bersikap biasa saja, seolah pesan itu tidak pernah ada? Atau justru terlalu sadar, terlalu hati-hati, terlalu berbeda? Apakah akan ada senyum kecil yang diam-diam mengakui keberanian kecilku? Atau hanya kesunyian yang sama seperti sebelumnya, tapi kini terasa lebih berat karena aku sudah lebih dulu melangkah?

Aku tidak tahu. Dan mungkin ketidaktahuan itulah yang membuat segalanya terasa menggantung, seperti kalimat yang berhenti di tengah tanpa titik.

Satu kata sudah dikirim. Satu langkah sudah diambil. Terlambat untuk kembali.

Sekarang aku hanya menunggu, bukan hanya balasan di layar, tapi juga jawaban dari semesta tentang apa arti keberanian kecil yang terlalu lama kupikirkan itu.

Comments

Popular posts from this blog

Little Talks - Of Monsters & Men (Arti Lagu)

I'm back! Hari ini aku kembali dengan sebuah lagu yang gak tahu kenapa, aku menyukainya karena videonya menurutku keren banget. Selain itu, alasan kenapa aku menyukai lagu ini juga ternyata setelah didengarkan beberapa kali, ternyata liriknya enak sekali. Iramanya juga asyik, videonya juga menarik.   Menurutku, Little Talks - Of Monsters & Men ini bercerita tentang sebuah pasangan dalam percintaan. Lagu-lagu bertemakan cinta memang asyik banget untuk didengarkan, dan lagu ini juga bercerita tentang itu. Tapi sayangnya, sekali lagi lagu ini tentang hubungan yang nasibnya hidup segan, mati tak mau alias sedang dalam status rumit githu. Sang cewek menginginkan untuk mengakhiri hubungannya yang dinilai tak seindah dulu, sehingga dia mengharapkan sebuah cinta yang baru, yang memberikannya arti sebuah cinta seperti yang dia mau. Tapi masalahnya, sang cowok tidak mau melepaskan begithu saja. Dia terus berharap agar hubungannya terus berjalan seperti sedia kala.   ...

Lorde - Team (Arti Lagu)

Belum lama ini saya sudah memposting sebuah arti lagu yang sangat fenomenal, Lorde – Royal. Dan sampai sekarang saya masih belum percaya, ada banyak alas an kenapa Lorde sekarang jadi perbincangan di barat sana. Saya tak perrlu membahas tentang alas an itu, karena saya bukan blogger yang memperbincangkan berita-berita artis yang di media online sudah pernah dibahas. Buang-buang waktu saja sebenarnya menulis hal yang sudah dimuat dalam berita online besar.   Karena saya tak ingin menjadi blogger seperti itu. Berangkat dari banyaknya view dari postingan sebelumnya, maka kali ini saya ingin menulis tentang single terbaru dari Lorde. Mungkin ada beberapa orang yang tak menyukai tipe lagu yang dibawakan oleh Lorde. Saya pada awlnya jugga begitu, tapi setelah beberapa kali mendengarkan, dan beberapa kali untuk menerjemahkan lagunya, sekarang saya menjadi saah satu penyuka musiknya. Sumpah, keren banget lagu-lagunya. Kali ini adalah single terbaru Lorde-Team . Lagu yang m...

Kembali Untuk Mengeluh

Lama tidak ada kabar. Blog ini seperti sudah tidak berpenghuni ya.... Baru kemarin saya ingat kalau punya blog ini. Seandainya tidak ingat akan seseorang dan kenangan tentangya, mungkin saya juga akan melukapan blog ini entah sampai kapan. Dan sekarang saya jadi kangen untuk menulis di blog ini lagi. Saya tidak yakin akan menulis apa pada blog ini. Setelah lama vakum, saya juga bingung mau mengisi tulisan tentang apa. Tapi sepertinya kembali ke khittah, bahwa blog ini adalah tempat curhatan dan keluh kesah saya. Mungkin isinya akan lebih banyak kegalauan-kegalauan seperti biasa, yang tidak jelas maunya apa. Entahlah! Ingin menulis keluargaku, saya tidak yakin harus menceritakan masalah keluarga. Saya tidak ahlinya. Saya suka tulisan tentang patah hati, meski tidak ada hubungan dengan saya, tapi ngalir saja kalo nulis tentang patah hati. Kadang suka iri dengan blogger yang bisa cerita panjang lebar tentang apa yang dipikirkan, saya pasti kesulitan. Jadi saya hanya akan nulis se...