Skip to main content

Riuh yang Datang dari Sudut Gym


Sabtu kemarin, suasana gym terasa berbeda dari biasanya. Sejak melangkah masuk, aku sudah bisa merasakan energi yang lebih ramai..... bukan hanya dari bunyi barbel yang beradu atau dentuman musik yang memantul di dinding, tetapi dari suara percakapan yang bergulung di sudut-sudut ruangan. Orang-orang tampak lebih banyak, lebih hidup, dan entah kenapa lebih berisik. Sabtu memang sering jadi hari paling padat, tapi kali ini ada semacam riuh yang terasa tidak biasa.

Seperti biasa, aku tidak terlalu banyak berinteraksi dengan para member lain. Aku datang, fokus latihan, lalu pulang. Hubungan kami sebatas anggukan kecil atau senyum singkat ketika berpapasan. Namun hari itu, percakapan para anggota senior terdengar cukup keras hingga sulit diabaikan. Suara mereka naik turun, diselingi tawa, gumaman kaget, dan kalimat-kalimat yang diucapkan setengah berbisik namun tetap terdengar jelas.

Awalnya aku tidak terlalu memperhatikan. Kata-kata yang tertangkap hanya serpihan, “polisi…”, “digrebek…”, “kosan…”, “ketahuan…”. Potongan cerita yang terdengar seperti puzzle tanpa gambar utuh. Aku tetap melanjutkan latihan, mencoba menutup telinga dengan musik dan fokus pada hitungan repetisi. Namun suara itu terus berputar di udara, seperti radio yang volumenya tidak bisa dimatikan.

Rasa penasaran sebenarnya sempat muncul, tapi tidak cukup kuat untuk membuatku ikut nimbrung. Aku bukan tipe yang mudah masuk ke obrolan orang lain, apalagi kalau topiknya gosip. Jadi aku biarkan saja cerita itu lewat, seperti angin yang hanya singgah sebentar lalu pergi.

Baru setelah pulang, semuanya terasa lebih jelas.

Malam harinya, saat menggulir linimasa Facebook dengan santai, aku menemukan potongan puzzle yang tadi hilang. Sebuah postingan muncul, lengkap dengan foto, caption panjang, dan ratusan komentar yang saling bersahutan. Ternyata benar, kasus yang dibicarakan di gym itu nyata. Seorang anggota polisi tertangkap berselingkuh dengan pacar masa SMA-nya. Hebohnya bukan main, karena mereka digerebek langsung di sebuah kosan. Tangkap tangan. Tanpa ruang untuk menyangkal.

Tiba-tiba, suara riuh di gym tadi seperti menemukan maknanya.

Aku membaca komentar demi komentar. Ada yang marah, ada yang menyindir, ada yang sok bijak, ada pula yang sekadar menikmati drama dari kejauhan. Semakin lama membaca, semakin terasa betapa cepatnya sebuah cerita pribadi berubah menjadi tontonan publik. Rasanya aneh melihat betapa banyak orang yang begitu bersemangat membicarakan kehidupan orang lain.

Dan di situlah pertanyaan itu muncul.

Kenapa belakangan ini kasus perselingkuhan terasa seperti tidak pernah berhenti muncul? Bukan sekali dua kali. Hampir setiap minggu, selalu ada cerita baru. Di media sosial mana pun aku membuka, selalu ada kisah serupa........ pengkhianatan, tangkap tangan, drama rumah tangga, tangisan yang berubah menjadi konten.

Aku mulai bertanya-tanya, apakah ini memang semakin sering terjadi, atau hanya terasa lebih dekat karena semuanya kini mudah terlihat? Dulu, mungkin cerita seperti ini hanya berhenti di lingkaran kecil..... keluarga, tetangga, atau teman dekat. Sekarang, satu kejadian bisa menyebar ke ribuan layar dalam hitungan jam.

Ada rasa heran melihat bagaimana sesuatu yang begitu personal bisa berubah menjadi konsumsi bersama. Seolah-olah batas antara ruang privat dan ruang publik semakin tipis, bahkan nyaris hilang.

Comments

Popular posts from this blog

Little Talks - Of Monsters & Men (Arti Lagu)

I'm back! Hari ini aku kembali dengan sebuah lagu yang gak tahu kenapa, aku menyukainya karena videonya menurutku keren banget. Selain itu, alasan kenapa aku menyukai lagu ini juga ternyata setelah didengarkan beberapa kali, ternyata liriknya enak sekali. Iramanya juga asyik, videonya juga menarik.   Menurutku, Little Talks - Of Monsters & Men ini bercerita tentang sebuah pasangan dalam percintaan. Lagu-lagu bertemakan cinta memang asyik banget untuk didengarkan, dan lagu ini juga bercerita tentang itu. Tapi sayangnya, sekali lagi lagu ini tentang hubungan yang nasibnya hidup segan, mati tak mau alias sedang dalam status rumit githu. Sang cewek menginginkan untuk mengakhiri hubungannya yang dinilai tak seindah dulu, sehingga dia mengharapkan sebuah cinta yang baru, yang memberikannya arti sebuah cinta seperti yang dia mau. Tapi masalahnya, sang cowok tidak mau melepaskan begithu saja. Dia terus berharap agar hubungannya terus berjalan seperti sedia kala.   ...

Lorde - Team (Arti Lagu)

Belum lama ini saya sudah memposting sebuah arti lagu yang sangat fenomenal, Lorde – Royal. Dan sampai sekarang saya masih belum percaya, ada banyak alas an kenapa Lorde sekarang jadi perbincangan di barat sana. Saya tak perrlu membahas tentang alas an itu, karena saya bukan blogger yang memperbincangkan berita-berita artis yang di media online sudah pernah dibahas. Buang-buang waktu saja sebenarnya menulis hal yang sudah dimuat dalam berita online besar.   Karena saya tak ingin menjadi blogger seperti itu. Berangkat dari banyaknya view dari postingan sebelumnya, maka kali ini saya ingin menulis tentang single terbaru dari Lorde. Mungkin ada beberapa orang yang tak menyukai tipe lagu yang dibawakan oleh Lorde. Saya pada awlnya jugga begitu, tapi setelah beberapa kali mendengarkan, dan beberapa kali untuk menerjemahkan lagunya, sekarang saya menjadi saah satu penyuka musiknya. Sumpah, keren banget lagu-lagunya. Kali ini adalah single terbaru Lorde-Team . Lagu yang m...

Kembali Untuk Mengeluh

Lama tidak ada kabar. Blog ini seperti sudah tidak berpenghuni ya.... Baru kemarin saya ingat kalau punya blog ini. Seandainya tidak ingat akan seseorang dan kenangan tentangya, mungkin saya juga akan melukapan blog ini entah sampai kapan. Dan sekarang saya jadi kangen untuk menulis di blog ini lagi. Saya tidak yakin akan menulis apa pada blog ini. Setelah lama vakum, saya juga bingung mau mengisi tulisan tentang apa. Tapi sepertinya kembali ke khittah, bahwa blog ini adalah tempat curhatan dan keluh kesah saya. Mungkin isinya akan lebih banyak kegalauan-kegalauan seperti biasa, yang tidak jelas maunya apa. Entahlah! Ingin menulis keluargaku, saya tidak yakin harus menceritakan masalah keluarga. Saya tidak ahlinya. Saya suka tulisan tentang patah hati, meski tidak ada hubungan dengan saya, tapi ngalir saja kalo nulis tentang patah hati. Kadang suka iri dengan blogger yang bisa cerita panjang lebar tentang apa yang dipikirkan, saya pasti kesulitan. Jadi saya hanya akan nulis se...