Skip to main content

Subuh yang Datang Bersama Kebiasaan Baru


Sudah empat bulan sejak rutinitas gym pelan-pelan masuk ke hidupku. Awalnya hanya soal ingin badan lebih sehat, ingin bergerak lebih banyak, ingin merasakan pegal yang rasanya “pantas.” Tapi aku tidak menyangka perubahan yang datang ternyata merembet ke hal lain, ke sesuatu yang jauh lebih sunyi, lebih pribadi, dan lebih bermakna dari sekadar keringat dan hitungan repetisi.

Sekarang, pagiku hampir selalu dimulai dengan langkah menuju masjid untuk salat Subuh berjamaah.

Kalau mengingat ke belakang, rasanya ini kebiasaan yang dulu terasa jauh. Bangun pagi bukan masalah bagiku, masalahnya adalah bangun tepat waktu untuk Subuh. Dulu, malam sering terasa terlalu panjang. Pikiran berisik, tubuh tidak benar-benar lelah, dan tidur datang seperti tamu yang malas mampir. Kadang aku baru benar-benar terlelap saat malam sudah hampir habis. Akibatnya, Subuh sering lewat begitu saja, tanpa sempat kusadari.

Lalu gym mengubah ritme itu secara perlahan.

Hari-hari mulai diisi aktivitas fisik yang nyata. Tubuh yang dulu penuh energi tersisa di malam hari kini belajar lelah pada waktunya. Rasa capek yang sehat mulai menggantikan kegelisahan yang dulu sering datang tanpa alasan. Tanpa sadar, malamku menjadi lebih pendek. Tidur datang lebih cepat, lebih dalam, dan lebih jujur.

Awalnya, tetap saja aku tidak langsung bisa bangun Subuh dengan mudah. Aku tahu diriku, kalau hanya mengandalkan satu alarm, kemungkinan besar aku akan menekan tombol snooze tanpa berpikir. Jadi aku membuat strategi kecil, dua ponsel, dua alarm, dua suara yang berbeda. Seolah-olah aku sedang membuat sistem cadangan untuk diriku sendiri.

Ponsel pertama berbunyi. Aku terbangun setengah sadar. Ponsel kedua menyusul beberapa menit kemudian, lebih keras, lebih memaksa. Kombinasi itu perlahan-lahan berhasil. Hari pertama terasa berat. Hari kedua masih terasa mengantuk. Hari ketiga mulai terasa sedikit lebih ringan.

Lalu tanpa terasa, kebiasaan itu terbentuk.

Masjid di waktu Subuh punya suasana yang berbeda. Tidak ramai, tidak gaduh, tidak penuh hiruk-pikuk seperti waktu-waktu lain. Hanya beberapa orang yang datang dengan langkah pelan, wajah masih menyimpan sisa kantuk, namun mata mereka punya tujuan yang sama. Ada rasa kebersamaan yang sunyi di sana, kebersamaan tanpa perlu banyak kata.

Sekarang, alarm masih tetap terpasang. Dua ponsel itu masih menjalankan tugasnya setiap pagi. Tapi rasanya tidak lagi seperti paksaan. Lebih seperti pengingat kecil untuk sesuatu yang sudah ingin kulakukan.


Comments

Popular posts from this blog

Little Talks - Of Monsters & Men (Arti Lagu)

I'm back! Hari ini aku kembali dengan sebuah lagu yang gak tahu kenapa, aku menyukainya karena videonya menurutku keren banget. Selain itu, alasan kenapa aku menyukai lagu ini juga ternyata setelah didengarkan beberapa kali, ternyata liriknya enak sekali. Iramanya juga asyik, videonya juga menarik.   Menurutku, Little Talks - Of Monsters & Men ini bercerita tentang sebuah pasangan dalam percintaan. Lagu-lagu bertemakan cinta memang asyik banget untuk didengarkan, dan lagu ini juga bercerita tentang itu. Tapi sayangnya, sekali lagi lagu ini tentang hubungan yang nasibnya hidup segan, mati tak mau alias sedang dalam status rumit githu. Sang cewek menginginkan untuk mengakhiri hubungannya yang dinilai tak seindah dulu, sehingga dia mengharapkan sebuah cinta yang baru, yang memberikannya arti sebuah cinta seperti yang dia mau. Tapi masalahnya, sang cowok tidak mau melepaskan begithu saja. Dia terus berharap agar hubungannya terus berjalan seperti sedia kala.   ...

Lorde - Team (Arti Lagu)

Belum lama ini saya sudah memposting sebuah arti lagu yang sangat fenomenal, Lorde – Royal. Dan sampai sekarang saya masih belum percaya, ada banyak alas an kenapa Lorde sekarang jadi perbincangan di barat sana. Saya tak perrlu membahas tentang alas an itu, karena saya bukan blogger yang memperbincangkan berita-berita artis yang di media online sudah pernah dibahas. Buang-buang waktu saja sebenarnya menulis hal yang sudah dimuat dalam berita online besar.   Karena saya tak ingin menjadi blogger seperti itu. Berangkat dari banyaknya view dari postingan sebelumnya, maka kali ini saya ingin menulis tentang single terbaru dari Lorde. Mungkin ada beberapa orang yang tak menyukai tipe lagu yang dibawakan oleh Lorde. Saya pada awlnya jugga begitu, tapi setelah beberapa kali mendengarkan, dan beberapa kali untuk menerjemahkan lagunya, sekarang saya menjadi saah satu penyuka musiknya. Sumpah, keren banget lagu-lagunya. Kali ini adalah single terbaru Lorde-Team . Lagu yang m...

Kembali Untuk Mengeluh

Lama tidak ada kabar. Blog ini seperti sudah tidak berpenghuni ya.... Baru kemarin saya ingat kalau punya blog ini. Seandainya tidak ingat akan seseorang dan kenangan tentangya, mungkin saya juga akan melukapan blog ini entah sampai kapan. Dan sekarang saya jadi kangen untuk menulis di blog ini lagi. Saya tidak yakin akan menulis apa pada blog ini. Setelah lama vakum, saya juga bingung mau mengisi tulisan tentang apa. Tapi sepertinya kembali ke khittah, bahwa blog ini adalah tempat curhatan dan keluh kesah saya. Mungkin isinya akan lebih banyak kegalauan-kegalauan seperti biasa, yang tidak jelas maunya apa. Entahlah! Ingin menulis keluargaku, saya tidak yakin harus menceritakan masalah keluarga. Saya tidak ahlinya. Saya suka tulisan tentang patah hati, meski tidak ada hubungan dengan saya, tapi ngalir saja kalo nulis tentang patah hati. Kadang suka iri dengan blogger yang bisa cerita panjang lebar tentang apa yang dipikirkan, saya pasti kesulitan. Jadi saya hanya akan nulis se...